My Fiance

My Fiance
dua puluh



***Saat Alana sudah memasuki rumah, dia sudah mendapati papa dan mamanya sudah duduk di ruang keluarga dengan wajah yang sama-sama serius. Dan Alana tidak peduli itu, dia benar2 lelah, karna kejadian di sekolah dengan Elsa..apalagi sekarang penampilannya begitu acak acakan..niatnya ingin langsung masuk ke kamar dan istirahat , tapi sebelum itu Leonard mencegah nya terlebih dahulu.


" Alana " Panggil Leonard dengan wajah tegasnya itu, dan menurut Alana itu beda. Tatapannya pun juga berbeda.


"Iya dad " Jawab Alana malas. Sungguh, dia benar2 tidak bergairah jika hanya untuk sekedar mengobrol saja.


"Kemari sebentar " Perintah Leonard.


"Alana lelah daddy, pengen langsung masuk kamar " Tolak Alana manja.


"Al " Tekan Linda yg juga tidak ingin di bantah...


" Iya.. Iyaa.. " Jengah Alana yg kemudian dengan sangat terpaksa ikut duduk di hadapan kedua orang tuanya itu.


"Tadi kepala sekolah kamu, ngabarin daddy, dan bilang, klw kamu buat onar lagi di sekolah " Tekan Leonard berusaha mengendalikan emosinya.


"Alana gak salah kok " Ujar Alana membela diri.


"Gak salah gimana.. Jelas jelas kamu nyerang temen kamu duluan.. Dan itu gak salah? " Sentak Leonard emosi.


"Alana selalu ngelakuin apapun yang menurut Alana itu benar " Kata Alana lagi.


"Selalu saja begitu,, kamu sudah terlalu sering bikin daddy sama mama malu atas semua ulah kamu di sekolah. Berantem, nge bully, bolos, semua udah sering daddy Terima penjelasan itu dari kepala sekolah kamu.. Kamu baru sembuh loh al, dan baru pulang juga dari rumah sakit, ini belum apa apa kamu sudah buat masalah lagi... Kamu gak capek, ?gc capek bikin daddy malu " Bentak Leonard begitu marah. Dan Alana masih bersikap santai karna sudah sering daddy nya marah jika dia membuat masalah, dan setelah itu Leonard kembali memanjakan Alana,.


" Kapan berubahnya sih al. Semua yg kamu mau udah daddy penuhin, tapi selalu saja, mengecewakan, dan memalukan yang daddy dapat dari kamu..." Lanjut Leonard menatap Alana tajam.


"Dan mama, sebelum ini mama gak pernah marah loh sama Alana, mama selalu diam jika Alana selalu buat masalah, tapi karna sikap mama yang selalu memanjakan alana, membuat Alana jadi dengan suka hati melakukan kesalahan. Mau Alana apa sih " Kali ini Linda juga tidak bisa mengendalikan dirinya, dan itu membuat Alana kaget, karna baru pertama kali ini Linda marah besar kepada nya.


" Satu lagi.. Alana gak kasian sama abang Alana yang selalu ngurusin semua masalah Alana pas mama sama daddy gak ada, Alana pikir, mama gak tau, kemaren2 nya kamu sering pulang larut malam tanpa sepengetahuan mama dan daddy... Sungguh... Kau keterlaluan Alana " Sentak Linda lagi..


"Maaf ma, dad, Alana emang salah " Gumam Alana menunduk.


"Daddy udah sering loh al, denger kata maaf dari Alana , tapi hasilnya tetap sama, Alana selalu mengulangi kesalahan Alana, kali ini daddy akan nge hukum kamu al " Tegas Leonard yang sudah sangat frustasi dengan tingkah Alana.


" Iyaa deh.. Alana Terima hukumannya... Gak boleh keluar rumah selama satu minggu kan kecuali sekolah " Sangka Alana menebak.


" Bukan " Sengit Leonard beranjak dari duduknya, dan sekarang posisi nya sudah berdiri dengan berpangku tangan.


"Lalu apa? " Tanya Alana mendongak dengan wajah yang masih tanpa salah itu.


"Selama satu bulan, Alana gak akan tinggal bareng daddy, mama, dan juga bang aldi... Alana harus mencari tempat tinggal sendiri, gak boleh di hotel kita, ataupun di villa kita, tanpa pelayan, dan tanpa mobil... Untuk uang,, daddy akan selalu tranfer berapapun yg Alana mau untuk semua kebutuhan Alana " Tegas Leonard tanpa senyum.


"Becanda daddy gak lucu deh.. Ya kalik Alana tinggal sendirian tanpa pelayan " Kata Alana tertawa.


"Daddy serius, dan itu gak main main.. Dan juga, itu merupakan perintah yang tidak bisa di bantah oleh siapapun " Tekan Leonard datar.


"Jadi daddy ngusir Alana ? " Tanya Alana tak percaya.


" Bukan mengusir, lebih tepatnya, kamu harus belajar mandiri, selesai kan masalah kamu sendiri, tanpa melibatkan daddy, mama, terutama abang kamu. Berusaha hidup sendiri tanpa bantuan dari pelayan " Kata Leonard lagi


"Alana gak mau " Tolak alana ketus. Dia langsung berdiri dari duduknya


"Dan aldi juga gak setuju " Ujar seseorang tiba tiba, siapa lagi kalau bukan aldi, yang baru datang dari kuliahnya , berdiri di ambang pintu utama, kemudian melangkah menghampiri ortu dan adiknya itu . Posisinya sekarang sudah berdiri tepat di samping Alana.


"Abang... Tolong Alana, masak iyaa, daddy ngusir Alana " Ujar Alana manja, tangannya sudah bergelayut di lengan aldi.


" Daddy apa apa an sih..harus nge hukum. Alana dengan cara seperti itu.. gak masuk akal ma, dad " Kata aldi yang mulai emosi.


" Alana gak akan pernah sadar akan kelakuannya kalau gak di kasih pelajaran" Jawab Linda menegaskan.


"Yang daddy lakuin juga buat Alana.. Daddy gak mau Alana akan terus bersikap seperti itu, dan suka seenaknya dengan orang lain... Dan lagi... Catet aldi, Alana,... Daddy gak ngusir Alana, sama sekali nggak...daddy hanya menyuruh Alana untuk belajar tinggal sendiri, mencari tempat tinggal sendiri, tanpa bantuan mama, daddy, dan juga kamu, hanya selama satu bulan, satu bulan " Tekan Leonard pada aldi.


"Tapi daddy sama mama jelas tau, Alana selalu bergantung pada aldi " Kekeh aldi membela adik kesayangannya itu..


"Abang bener... Alana gak mau pergi dari sini walau cuma satu hari pun " Kata Alana manja.


"Oke... Alana gak Akan pergi..tapi ingat, semua fasilitas milik Alana akan daddy cabut, bukan selama satu bulan, melainkan enam bulan... Dan inget satu hal lagi, daddy tidak akan segan segan menikahkan Alana secepat mungkin dengan arlan.. Paham! " Tekan Leonard kembali emosi. " Dan ini adalah keputusan dari seorang Leonard lary aditama " Lanjutnya lagi.


"Oke... Oke... Alana akan pergi dari sini. Sesuai kemauan daddy... Puas " Sentak Alana yang langsung buru buru ke kamar untuk mengambil barang2 nya dan dengan keadaan emosi.


" Alana " Panggil aldi ingin mengejar Alana


"Biarkan aldi... Ini perintah " Titah Leonard tegas.


"Jangan selalu manjain Alana aldi.. " Kata Linda menimpali. Aldi mendengus kesal. Dengan segera dia melangkah menuju ke kamarnya sendiri karna sudah merasa rahangnya mengeras karna emosi.


........................


Alana menuruni tangga dengan koper di tangannya, dan seragam sekolah yang masih menempel di tubuhnya..di bawah, Alana sudah tidak melihat siap-siapa lagi... Dia makin emosi, dan dengan segera melangkah ke luar dari rumah, ..


di luar gerbang, sudah ada taxi online yang tadi dia pesan... Dia bergegas masuk ke dalam mobil taxi itu..


"Jalan pak " Suruh Alana langsung.


"Kita kemana mbak " Tanya sopir itu


" Jalan aja dulu " Ketus Alana masih emosi... Sopir itu pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang...


"Gue harus kemana coba... Masak iyaa gue nginep di rumah nya sasa atau bela, daddy pasti tau nantinya... Kemana yaa " Pikir Alana dalam hati.


" Yesss... Apartemen arlan " Gumamnya langsung sumringah. Dia merogoh benda pipih miliknya di dalam tas branded nya itu.


Setelah itu berniat menghubungi arlan. Dan beruntung... Panggilan langsung terhubung.


"Ada apa al? " Tanya arlan dingin.


"Loe dimana sekarang? " Tanya Alana pelan .


"Gue di apartement " Singkat arlan


"Gue ke sana sekarang " Titah Alana yang langsung memutuskan sambungan nya secara sepihak..


Dia kemudian memberitahukan kepada sopir untuk mengantarnya ke sebuah apartement.. Lebih tepatnya, apartement arlan...


...............................


45 menit kemudian, Alana sudah tiba di apartemen milik arlan. Beruntung, dia masih ingat betul dengan apartemen tunangannya itu...


Alana segera memencet tombol di luar apartemen itu...


"Lan.. Ini gue " Teriak Alana di depan pintu... Tak lama setelah itu, sosok arlan menyumbul di balik pintu.


" Ada apa? " Tanya arlan dingin...


Tatapannya kemudian beralih ke koper yg di bawa Alana. " Loe mau kemana? " Lanjut arlan bertanya.


" Arlannn" Ujar Alana yang langsung berhambur memeluk tubuh arlan yg tinggi itu. Dan sekarang... Alana sudah menangis di dalam pelukan arlan sekarang.


" Ada apa sih al? " Tanya arlan lagi. Dan Alana masih terus saja menangis sesenggukan ..


" Nangis aja dulu deh.." Perintah arlan membiarkan Alana menangis...


" Suruh gue masuk dong " Kata Alana menghapus air matanya, melepas pelukannya dari arlan.


"Gimana yg mau nyuruh loe masuk.. Loe nya udah erat gitu meluk gue tadi " Ujar arlan terkekeh.


"Biarin... Orang lagi sedih juga.. Udah ah.. Gue masuk sendiri " Kata Alana yang sudah masuk duluan ke dalam, dan melangkah kan kakinya menuju ke sofa, setelah itu duduk di sana..


"Loe kok bawa koper... Mau kemana? " Tanya arlan duduk di samping Alana.


" Gue di usir tau gak ma bocap " Jelas alana lesuh.


"Serius loe? " Tanya arlan tak percaya.


" Iya lah... Ngapain juga gue bawa koper berat kek gitu kalau gue bohong " Ketus Alana kesal.


"Kok bisa gitu sih? " Tanya arlan lagi.


"Ini semua itu karna masalah tadi di sekolah tau gak... Daddy sama mama marah besar pas tau gue berantem.. daddy nyuruh gue mandiri dan nyari tempat tinggal sendiri, dan itu tanpa bantuan mereka, ataupun para pelayan yg bakal ngelayanin gue... Gue di usir selama. sebulan. " Jelas Alana sedih..


"Gue gak bisa jika harus hidup tanpa mereka, apalagi tanpa bang aldi.. Ntah lah... " Lanjut Alana kembali meneteskan air mata nya..


"Terus... Loe mau tinggal di mana sekarang? " Tanya arlan prihatin.


"Kok loe masih nanya sih... Yaa gue tinggal di sini lah.. Bareng loe... " Ketus Alana kesal.


"Ya udah.. Pake aja... Nanti gue beli apartemen lain di sini " Kata argash santai.


" Tapi gue maunya tinggal sama loe " Titah Alana


"Ya gak bisa gitu lah al "


"Kenapa gak bisa... Pokoknya harus bisa, dan gue.. Gue gak mau tinggal sendirian , loe tau kan gue penakut... Gue mohon... Cuma loe yang gue punya sekarang.. Masalah tidur.. Loe tenang aja, gue bakal tidur di sofa kok, asal loe tinggal bareng gue selama satu bulan ini... Gue mohon.


Gue takut tau kalau harus tinggal sendiri.. " Pinta Alana memasang wajah memelas nya.


"Tapi al.. "


"Lan .. Gue mohon " Pinta Alana lagi.


"Yaudah deh... Serah loe " Ujar arlan mengalah.


"Makasih... " Kata Alana bahagia yang kembali memeluk arlan dari samping.


" Tapi jangan bilang-bilang mama atau daddy juga abang gue..kalau gue tinggal di sini . biarin aja mereka hawatir " Titah alana kembali emosi.


"Mereka gak akan hawatir al.. Siapa tau mereka malah seneng gak ada anak nakal nya yang suka buat onar ini " Kata arlan terkekeh.


"Iiihhhhh... Arlan " Kesal alana memukul lengan arlan dengan bantal, dan arlan malah makin tertawa saat melihat raut wajah alana yg begitu menggemaskan***...