My Fiance

My Fiance
tiga puluh tiga



***Jam sudah menunjukkan pukul 20.03 , dan alana juga nathan masih dalam perjalanan pulang ke rumah...


Di tengah jalan, tiba tiba saja motor yg mereka tumpangi berhenti alias mati dengan sendirinya...


"Ada apa tan? " Tanya alana yg merasa bingung karna nathan memberhentikan motornya di tengah jalan. Dan lebih tepatnya, jalanan itu sedang sepi, tidak ada perumahan, ataupun kendaraan yang lewat .


"Gue lupa isi bensin tadi na, dan sekarang, motor gue gak ada bensinnya " Jelas nathan cengengesan.


"Yahhhh.... Kok bisa gitu sih? " Tanya alana risau .


" Yaa tadi kita kan terlalu asik na, sampek lupa yg mau isi bensin " Kata nathan lagi... Dia meremas rambut nya kesal.


"Terus gimana dong...? Pom bensin kan masih jauh banget dari sini... Masak iyaa gue yg dorong " Gerutu alana bingung .


"Loe tenang aja sayang... Loe tunggu di sini, biar gue yg nyari bensinnya " Suruh nathan langsung.


" Apa? Gue tunggu di sini? Gak ah... Tempat ini sepi ****... Yaa kalik gue nunggu loe sendirian di sini " Tolak alana mentah mentah.


"Gue cuma sebentar doang kok al.. Mungkin butuh waktu 15 menit doang kok " Ujar nathan meyakinkan.


"Gak mau... Gue ikut loe aja. Tapi gue gak mau dorong " Ucap alana lagi.


" Gini al... Kalau loe ikut, ntar makin lama, loe kan mudah capek... Dikit2 capek, dikit2 lelah, dan nanti makin ngerepotin na, gak papa yaa.. Nanti gue bakal cepet kok kesininya " Bujuk nathan lembut .


" Tapi tempat ini sepi tan, gue kan takut, gimana kalau nanti ada yg nyulik.gue .. Iiih gak ah.. Gue ikut loe aja... "


" Gak bisa al... Gue cuma sebentar doang kok,, loe tenang aja, kalau nanti ada yg gangguin loe, loe teriak aja.. Oke... Gak akan ada apa apa .. Gue jamin... Loe percaya gue kan "


" Tapi... " Bimbang alana .


" Gue gak akan lama kok... Gak papa yaa, gue tinggal loe di sini dulu , 15 menit "


" Oke... Oke.. Jangan lama lama tapi yaa" Pasrah alana yg kemudian langsung turun dari motor nathan. Di susul oleh nathan yg juga ikut turun dari motor kesayangannya itu..


" Gue gak lama kok... Bentar doang " Ucap nathan kemudian.


"Baiklah " Kata alana yg sudah pasrah..


" Gue duluan yaa... " Ujar nathan yg langsung menuntun motornya untuk mengisi motor tersebut dengan bensin...


" Jangan lama lama " Teriak alana saat sudah melihat nathan yg sudah agak jauh darinya...


Bayangan nathan semakin jauh dan semakin tak terlihat dari pandangan alana, dan kini, alana benar2 sendirian di tempat itu. . Dia memilih duduk di pinggir jalan dan memilih memainkan ponselnya juga memakan cemilan yg tadi siang sempat ia beli bersama nathan.


" Hai mbak " Sapa seseorang dengan suara besarnya..


. Alana mendongak, bukan seseorang melainkan dua orang pria mereka tersenyum manis ke arah alana.


Alana langsung berdiri dari duduknya.


" Ada apa? " Tanya alana ketus .


" Mbak kok sendirian? Butuh bantuan ya mbak " Ujar salah satu pria brewokan menatap seluruh tubuh alana yg membuat alana bergidik ngeri.


" Nggak.... Gue lagi nunggu temen gue.. " Jawab alana singkat, berusaha sesantai mungkin .


" Kita temenin boleh? " Tawar pria yg satu lagi.


" Gak perlu " Ketus alana memutar bola matanya jengah.


" Mbak tenang saja... Kita bukan orang jahat kok.. " Ujar pria itu lagi saat melihat keresahan di mata alana.


" Saya duluan " Ujar alana yg langsung berlalu pergi meninggalkan dua pria itu...


Ntah kenapa, alana selalu merasa takut jika sudah mengalami hal hal seperti itu.. Masih teringat jelas kejadian waktu dimas menculiknya dengan paksa, dan alana takut hal itu akan terjadi lagi...


" Heyyy nona... Tunggu kami " Teriak pria itu mengejar langkah alana di susul pria yg satunya... Alana makin mempercepat langkahnya, dia menggigit kukunya sendiri karna merasa takut....


Langkahnya semakin cepat , tapi tiba tiba pergelangan tangannya sudah di cekal.. Alana menoleh, ternyata dua pria itu berhasil mengejarnya dan memegang pergelangan tangan alana dengan erat.


" Kami hanya ingin bersenang senang, bersama nona " Ujar salah satu pria hitam manis itu .


" Lepasin gak.. " Bentak alana memberontak, berusaha melepaskan tangannya dari cekalan pria manis itu, tapi usahanya selalu sia sia . Tenaga pria memang terlalu kuat untuk alana yg lemah itu .


" Stttt... Tenang mbak... Kami gak budeg.. Kami akan melepaskan mbak, kalau mbak tidak berontak " Ujar pria brewokan itu dengan tawanya.


" Kalian mau apa? Uang??? Gue bisa kok kasih berapapun yg kalian minta... Asal lepasin gue sekarang juga.... Biarin gue pergi " Bentak alana yg sudah merasa takut, tapi tak ia tampakkan..


" Uang bisa kami cari... Tapi gadis yg secantik kamu... Rasanya nggak " Kata pria itu tertawa di susul pria yg satunya..


" Gilak yaa..... Lepasin gue sekarang juga. Atau gue bisa teriak.. Atau nggak gue bisa dengan mudah laporin kalian ke polisi " Ancam alana berusaha melepaskan tangannya dari pria itu..


" Teriak saja.... Teriak sebisa yg kamu bisa.. Gak akan ada yg denger juga kok.. Karna ini memang tempat kami... Kamu salah menunggu teman kamu itu di sini.


Mau laporin kita??? Laporin saja.. Gak akan guna juga kan, kamu ngelaporin kita, dengan keadaan yg mungkin setelah ini kamu bukan gadis lagi " Ujar pria itu tersenyum licik .


" Hah.... Kalian juga salah menggoda gadis seperti saya... Karna saya tidak akan pernah membiarkan itu terjadi " Kata alana tersenyum miring, dan setelah itu dengan semua keberanian nya, alana langsung menggigit tangan pria itu hingga membuat tangan nya sudah terlepas dari tangan kasar pria itu.


Dengan sigap, alana langsung berlari menghindari dua pria brengsek itu...dua pria itu tidak mudah menyerah, mereka juga langsung mengejar alana.


Karna larinya yg tergesa-gesa, membuat kaki alana kesandung hingga akhirnya alana terjatuh tersungkur dan membuat dahinya terbentur jalan aspal , hasilnya, kini dahi alana sudah mengeluarkan darah segar..


" Siall " Gerutu alana yg memegangi dahinya, dan kini, darah itu sudah berpindah ke tangan alana... Alana berusaha berdiri tapi hasilnya nihil, kakinya terlalu sakit untuk bisa membuatnya berdiri... Sial memang selalu menghampiri nya...


Kali ini dua preman itu sudah berada di hadapannya dengan senyum licik di bibir kedua pria itu...


Pria hitam manis itu berjongkok, mendekat ke arah alana.. Memegangi kedua pipi alana dengan satu tangannya.


" Terima saja kenyataan... Jangan pernah lari dari kenyataan...lihat.... Hasilnya begini kan.dahi kamu terluka sayang.... Duduk manis... Turuti kami... Dan layani kami.. Oke " Ujar pria itu lembut yg mendekatkan wajahnya dengan wajah alana..


Hampir saja alana di cium oleh pria itu sebelum ada yg menarik kerah baju pria itu... Dan memukul pria itu dengan keras...


Alana mendongak kaget... Dia mendapati arlan yg sekarang sudah beradu tinju dengan kedua pria itu...


" Arlan " Gumam alana tersenyum bahagia. Dia sudah tidak peduli dengan dahinya yg terus mengeluarkan darah..


Baginya arlan menolongnya itu sudah lebih dari cukup untuk menyelamatkan nya.


Arlan tidak mudah kalah... Dia terus meninju dan menghindari tinjuan dari kedua pria itu.... Dia begitu marah... Sangat marah... Karna untuk yg kedua kalinya dia melihat dengan mata kepalanya sendiri tunangan nya itu selalu ingin di lecehkan oleh orang lain.


Satu pria brewokan itu sudah tak sadarkan diri akibat satu pukulan keras dari arlan.... Dan satu lagi... Sedang berusaha menghindari tendangan dari seorang arlan.


" Beraninya loe yaaa... Nyentuh tunangan gue " Teriak arlan emosi terus memukul dan menendang pria itu...api kemarahan jelas terlihat dalama mata arlan..


Pria itu kewalahan, dia menyerah dan akhirnya dengan susah payah berusaha lari untuk menghindari arlan ... Arlan ingin mengejar, tapi ia urungkan saat melihat keadaan alana yg sudah terluka itu...


Dengan segera, arlan menghampiri alana .


" Arlan " Gumam alana yg sudah menangis itu..


" Loe gak papa kan? Kening loe.... " Ujar arlan begitu panik memegangi kedua pipi alana.


" Arlan " Ujar alana lagi yg langsung berhambur memeluk arlan dengan begitu erat.


" Udah.... Tenang yaa... Semua pasti akan baik baik saja " Bisik arlan lembut .


" Makasih.... Makasih... Loe udah selalu nolongin gue...makasih lan " Ujar alana sesenggukan memeluk arlan dengan sangat eratnya.


" Itu udah kewajiban gue al... Gue gak akan pernah biarin loe kenapa napa...gak akan... Loe berharga buat gue.... Sangat " Ujar arlan lagi yg sudah melepaskan pelukannya. " Kening loe berdarah... Kita ke rumah sakit sekarang " Lanjutnya hawatir.


Dia membantu alana berdiri, dan tiba tiba saja, alana merasa kepalanya begitu pening, pandangan nya tiba tiba kabur, dan setelah itu, dia langsung terjatuh pingsan di pangkuan arlan..


" Al... Alana bangun.. Jangan buat gue hawatir dong al " Ucap arlan panik, dia mengepuk dengan pelan pipi alana, tapi tak ada jawaban dari alana.


" Loe akan baik baik saja... Gue gak akan biarin loe kenapa napa " Lanjut arlan yg langsung menggendong tubuh alana dan sesegera mungkin membawa alana ke rumah sakit***...