
***Alana langsung menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke ranjang tidurnya itu..
Gadis itu kembali menangis pelan..
Hatinya begitu hancur.. Mungkin ini karma baginya, karna dulu ia pernah meninggalkan zain tanpa menunggu penjelasan dari cowok itu.. Dan sekarang pun juga begitu, arlan yang meninggalkannya. Tanpa menunggu penjelasan apapun dari alana, bahkan untuk membujuk arlan jauh lebih sulit dari yang di pikirkannya.
" Kenapa loe harus mau di cium sama zain.. Kenapa al ? " Batinnya meruntuki diri sendiri..
" Kenapa loe harus jadi cewek egois, kenapa loe gak berani jujur sama arlan, kenapa? " Lirih nya lagi..
" Loe emang jahat al.. Sangat "
Tok... Tok.. Tok..
Suara ketokan pintu, membuat gadis itu dengan segera mengusap air mata nya.
" Siapa? " Tanya nya agak berteriak.
" Ini gue aldi.. Boleh masuk gak " Jawab aldi dari luar.
" Masuklah " Suruh alana.. Dengan segera aldi masuk ke dalam kamar bernuansa Paris itu, dia dengan cepat membaringkan tubuhnya di samping alana... Dua bersaudara itu, sama sama menatap ke langit langit kamar.
" Tumben ijin,? Biasanya loe juga langsung masuk " Celetuk alana
" Yaa.. Takutnya ganggu gitu.. Gue kan bukan loe " Balas aldi datar.
Alana diam.. Sungguh se berusaha apapun dia ingin terlihat baik baik saja, matanya tak bisa berbohong jika gadis itu sedang TIDAK baik baik saja.
" Loe ada masalah yaa dek? " Tanya aldi tiba tiba.. Tatapannya masih sama dengan alana. Menatap ke atas.
" Masalah apa?? Nggak juga. " Jawab alana asal.
" Loe gak bisa bohongin gue sayang.. Pasti berantem sama arlan yaa " Tebak aldi langsung. " Ada apa? " Tanya nya lagi.
" Nggak ada apa apa? " Jawab alana pelan. Air matanya kembali menetes saat mengingat arlan.
" Jujur sama gue.. Atau gue yang langsung nanya ke arlan " Ancam aldi.
" Arlan marah " Ucap alana langsung.
" Dia marah soal zain, kita ketemu zain di bali. Arlan salah paham dan bilang kalau alana masih sayang sama zain, padahal kan alana sayangnya cuma sama dia sekarang, zain hanya lah masa lalu.. Alana tau alana yang salah " Jelas alana yang kembali menangis... Pelan...
" Yang salah itu arlan.. Seharusnya dia kan bisa percaya sama loe " Ujar aldi datar.
" Semua salah alana. Seandainya alana gak ketemu zain dan gak berciuman sama dia, mungkin arlan masih bisa percaya.. Tapi karna kecerobohan alana, arlan jadi gak mau bicara sama alana sampai sekarang. " Kata alana yang makin menangis.
" Loe emang ceroboh yaa, udah tau punya tunangan, masih aja suka nyium sesukanya " Kata aldi terkekeh.
" Alana nyesel hiks...hiks." Lirih alana yang sudah mengencangkan suara tangisannya.
Aldi yang mendengar itu, langsung berbalik menghadap ke arah alana yang masih setia menangis di samping nya.
Dan dengan segera pria itu langsung merengkuh tubuh alana dengan erat. Ia membawa alana kedalam pelukannya, berusaha menenangkan adiknya itu.
" Alana takut, alana gak mau kehilangan arlan " Alana makin sesenggukan menenggelamkan kepalanya di dada kakanya itu. Tangannya dengan kuat meremas kerah baju yang aldi kenakan.
" It's oke ... Semua pasti akan baik baik saja, alana gak akan kehilangan siapapun... Percaya sama abang.. " Bisik aldi lembut mengelus dengan hangat rambut alana.
" Alana gak bisa hidup kalau harus tanpa arlan.. Gak bisa " Lirih alana lagi.
" Tenang sayang... Tenang.. Abang tau, arlan marahnya gak mungkin lama " Aldi berusaha menenangkan adik kesayangan nya itu.
" Segitu cintanya loe sama arlan al " Gumam aldi dalam hati.
😑😑😑😑
Jam sudah menunjukkan pukul 19.57 ...
Linda, aldi, juga leonard sedang asik berkumpul di ruang keluarga.
Lain dengan alana, gadis itu memilih mengurung diri di kamar dan sama sekali tak bergairah untuk melakukan hal apapun...
" Tuan, nyonya " Sapa salah satu pelayan muda dengan membungkukkan badannya memberi hormat pada keluarga kecil itu.
" Ada apa " Tanya leonard singkat.
" Tuan joon dan nyonya nita ingin bertemu " Jelas pelayan itu.
" Di mana mereka sekarang? " Tanya Linda langsung.
" Di ruang tamu nyonya " Jawab pelayan itu lagi.
" Ada apa yaa pa, malem malem kok ke sini? Gak ngabarin lagi " Tanya Linda heran.
" Aldi ayo " Ajak leonard pada aldi.
Aldi, yang sebenarnya tak bergairah itu, hanya menuruti kedua orang tuanya melangkah ke ruang tamu..
" Selamat malam joon " Sapa leonard ramah setelah tiba di antara joon dan nita.. Leonard langsung duduk di ikuti oleh nita juga aldi.
" Selamat malam leonard " Balas joon tersenyum tipis.. Raut wajah pria itu terlihat begitu gelisah .
" Kedatangan kita ke sini, sebenarnya, aku juga bingung Lee, harus memulai dari mana " Ujar joon gusar. Sedangkan nita, wanita itu hanya menundukkan kepalanya tak berani bicara.
" Ada apa joon? Katakanlah " Kata leoard tak sabar.
" Sepertinya... Kita harus membatalkan pertunangan ini " Kata joon tiba tiba.
Semua tersentak, termasuk aldi.
" Kenapa? Ada apa sebenarnya? " Tanya Leonard bingung.
" Arlan.. Dia memaksaku untuk membatalkan pertunangannya dengan alana.. Awalnya aku menolak keras..
Tapi anak itu mengancamku, tadi pagi dia keluar dari rumah dengan barang barang nya, dia akan kembali kalau aku membatalkan pertunangan ini..dan dia bilang akan menghapus namanya di kartu keluarga.. Aku selalu tau, apa pun yang di lakukannya itu tidak pernah main main... Kami menyayangi dia Lee, dia lah satu satunya putra Kami, dan kami dengan sangat terpaksa menuruti kemauan dia, sebelumnya, arlan tidak pernah mengekang, ataupun menolak permintaan ku, tapi sekarang, dia benar benar nekat.. Dari awal memang kita lah yang salah, menjodohkan anak anak kita tanpa cinta dari mereka masing masing " Ujar joon panjang lebar.
" Om salah, alana juga arlan, mereka saling mencintai om,, tapi kali ini, mereka lagi berantem, dan arlan memutuskan untuk membatalkan pertunangan nya itu dalam keadaan marah... Saya mohon om.. Pikirkan lagi, adik saya sangat menyayangi arlan.. Saya mohon " Pinta aldi memohon.
" Om juga berat mengambil keputusan ini aldi, om juga sudah terlanjur sayang dengan alana.. Tapi om juga menyayangi arlan... Om terpaksa harus memilih keputusan ini " Kata joon pelan.
" Begini saja.. Aku akan menyetujui keputusan kamu juga arlan joon, maka, kita bat.... " Tak sempat Leonard melanjutkan bicaranya, tiba tiba saja, sudah ada yang memotong kalimatnya itu.
" Alana gak setuju, dan gak akan pernah setuju. " Ujar suara lantang dari lantai dua.. Semua menoleh.. Ternyata Alana mendengar percakapan mereka. Gadis itu dengan langkah cepat menuruni tangga, dan berlari kecil menghampiri dua keluarga yang sedang berembuk itu.
" Alana gak mau pertunangan ini di batalkan " Kata Alana lagi dengan suara berteriak.
" Alana kamu tidak boleh se egois itu,. " Kata Leonard menasehati.
" Alana mencintai arlan dad, dan bukankah cinta itu egois. " Kata Alana lantang.
" Alana.. Ini menyangkut keluarga om joon , Alana harus mengerti " Ujar Linda lembut.
" Ini juga menyangkut Alana, hidup Alana " Ucap Alana histeris.. Gadis itu sudah menangis. Dia dengan segera menghampiri joon dan bersimpuh pada pria itu.
" Alana mohon.. Alana mohon.. Jangan batalin pertunangan ini, jangan pa, Alana sayang arlan, dia hidup arlan, arlan segalanya bagi Alana..alana butuh Arlan pa, sangat " Ucap alana memohon.
Joon yang merasa tidak tega, dengan segera membantu alana berdiri, dan dia juga berdiri, pria itu dengan hangat memegang kedua pundak alana yang sedang menangis tersedu sedu di hadapannya.
" Baiklah.. Alana jangan nangis yaa, akan papa usahain untuk tidak membatalkan pertunangan ini, papa akan bujuk arlan.. Oke " Kata joon lembut, tangannya dengan pelan mengusap air mata di pipi putih gadis itu..
" Jangan bilang, penampilan juga wajah kamu yang kaya gini gara gara nangisin arlan " Lanjutnya lagi yang melihat perubahan pada wajah alana.
Dan yang di tanya malah makin sesenggukan.
" Papa beneran kan gak akan batalin pertunangan ini? " Tanya alana tak yakin.
" Iyaa sayang... Akan papa usahakan untuk ngebujuk arlan . . Oke " Jawab joon lembut .
" Joon, sudahlah.. Turutin saja kemauan arlan, kasian dia, entah sekarang di mana anak itu berada " Sela Leonard.
Alana menatap tajam Leonard yang juga ikut berdiri.. Bukan hanya Leonard, bahkan semua yang ada di ruang keluarga itu ikut berdiri.
Alana dengan cepat melangkah ke Leonard dan berdiri di hadapan ayahnya itu dengan tatapan tajam.
" Daddy gak ngerti Alana... Alana akan mati kalau arlan ninggalin Alana " Ujar alana pelan.
" Sayang.. Dengerin daddy, alana sayang arlan kan.. Dan alana tau kan kalau sekarang arlan pergi dari rumah, cobalah untuk berkorban sayang, kasian mama nita juga papa Leonard, mereka juga menyayangi arlan sama seperti kamu..
Dan kalaupun kalian harus batal bertunangan, bukan berarti arlan ninggalin kamu kan? Kalian kan masih bisa berteman. Kalian kan Satu sekolah"
Kata Leonard lembut... Alana diam.. Gadis itu hanya menangis.
" Maaf Leonard.. Selain itu, arlan juga memutuskan untuk pindah sekolah ke Korea, dan dia meminta menetap di sana bersama oma nya " Jelas joon tiba tiba.. Dan itu kembali membuat semua orang tersentak, tak terkecuali Alana.
" Baiklah.. Terserah kalian saja. " Kata Alana pelan. " Jika dulu Alana pergi dari London ke Indonesia, maka sekarang, Alana juga akan pergi dari dunia ini ke dunia lain . Lebih baik Alana mati " Teriaknya lagi yang langsung berlari kencang menaiki tangga menuju ke kamar.. Dan dengan segera menutup pintu kamar dengan keras.
" Alana " Aldi hendak mengejar.
" Aldi.. Biarkan adikmu tenang dulu " Cegah Leonard yang sudah terlihat frustasi.
Joon meremas rambutnya geram, dia bingung harus bagaimana.
Dan seketika ruangan itu menjadi hening, tak ada yang berani bicara lagi***.