My Fiance

My Fiance
marah



***Pagi pun tiba...


Alana dan arlan memutuskan untuk mencari sarapan terlebih dahulu, mereka hanya berdua, karna jam masih menunjukkan pukul 06.00 , dan jelas yang lain masih tertidur di kamar masing2.. Sementara Alana, perutnya terus meronta karna ingin di isi hingga dengan terpaksa dia membangunkan arlan dan mengajak cowok itu untuk pergi ke tempat makan terdekat.


" Kita makan mie ayam aja yuk " Ajak Alana langsung.


" Ini masih pagi sayang, kurang sehat, kita ke cafe aja " Tolak arlan.


" Tapi aku pengen mie ayam " Rengek Alana.


" Gak bisa.. Kali ini kamu harus nurutin kemauan aku. Oke.. " Titah arlan yang tak ingin di bantah.


" Tapi ... " Elak Alana lagi.


" Sayang sama aku kan?.. Turutin kemauan aku sekarang " Tekan arlan dingin..


" Oke.. Oke.. Kita ke cafe aja sekarang " Gadis itu mengalah. Dan mengikuti arlan yang melangkah menuju ke cafe terdekat.


_._._._._._._._._.. _._._


Alana mengunyah makanannya dengan begitu kesal..


Wajah gadis itu di tekuk karna kemauannya kali ini tidak di turuti oleh arlan.


" Kesel yaa? " Tanya arlan yang melihat ekspresi wajah alana.


" Nggak " Jawab alana singkat.


" Ooh ya udah " Ucap arlan santai.


" Kok ya udah sih? " Tanya alana yang makin kesal .


" Lah.. Katanya gak kesel "


" Iihhhh.. Kamu gak peka yaa.. Aku kesel tauk sama kamu, aku kan beneran pengen makan mie ayam , tapi gak kamu izinin " Celetuk alana yang sudah tidak lagi memakan makanan yang tadi di pesan oleh arlan.


" Kamu kenapa sih al?? Dari tadi malem loh kamu sikapnya kaya gini,. Bersikap seakan apa yang kamu lakuin itu bener..


Pertama, kamu kesel karna ada Zain, sekarang kamu juga kesel karna hanya gak makan mie ayam, katanya lapar, tinggal makan aja kan bisa, tanpa harus makan mie ayam, ini masih pagi, gak sehat kalau makan mie ayam sekarang.. " Omel arlan yang juga terlihat kesal..


" Ya udah, sekarang, kalau kamu mau makan mie ayam, pergilah, terserah kau saja.. " Lanjut arlan yang langsung beranjak dari duduknya, cowok itu begitu emosi, dengan segera dia meninggalkan alana sendirian di tempat itu.


" Kok di tinggal sih? " Gerutu alana pelan.


" Pengen mie ayam yaa " Ujar suara berat tiba tiba, dan menaruh baskom berisi mie ayam di hadapan alana.


Alana mendongak, dia kaget saat melihat Zain sudah berada di hadapan nya.


" Makan lah.. Aku tau kamu pengen itu " Titah Zain dengan senyum manisnya.


" Gue udah kenyang " Ketus alana yang langsung beranjak dari duduknya, dan segera berlalu pergi , meninggalkan Zain.


_._._._._.. _._.


Setelah tiba di hotel, ternyata alana tidak mendapati arlan di kamarnya.


" Masak iyaa sih.. Gue se egois itu " Gumam alana yang kembali mengingat akan sikapnya.


Gadis itu langsung buru buru keluar untuk mencari tunangannya itu.


" Alana " Panggil seseorang tiba tiba . Alana menoleh, dia mendapati sasa, bela, Adit, Rafa, dan Andra yang melangkah ke arahnya.


" Kita makan yuk, dari tadi gue udah nyariin loe sama arlan, tapi kalian udah gak ada di kamar " Ajak sasa antusias.


" Gue udah tadi, bareng arlan juga,, " Jawab alana tersenyum tipis " Terus.. Kalian liat arlan gak? " Tanya alana kemudian kepada ke tiga cowok itu.


" Kan arlan nya sama loe.. Yaa makanya kita nyariin loe sama arlan, kita pikir loe sama dia " Jawab Rafa..


" Dia kemana sih " Gerutu alana pelan.


" Ya udah nanti kita bantu cari arlan oke" Ujar bela yang merasa tidak tega melihat wajah tekuk alana.


" Gak usah.. Biar gue aja yang cari dia " Jawab alana langsung.


" Kalau gitu, kita duluan yaa, udah laper " Pamit Andra langsung.


" Ehh sayang, aku pengen mie ayam, kita makan mie ayam aja yuk " Ajak sasa sebelum mereka pergi.


" Enak aja mie ayam, ini masih pagi b*go, gak baik buat kesehatan kamu " Ucap Andra menoyor kepala sasa gemas.


" Yaa udahh iyaa. "


" Duluan yaa al " Pamit bela langsung.


" Oohh oke " Jawab alana singkat.


" Gue bandel banget sih. " Gumam alana pelan pada dirinya sendiri.


_._._._._._._._._._.


Di pinggir pantai, seorang cowok dengan pakaian santainya menatap kosong ke arah pantai. Cowok itu bediri tegak dengan tangan yang ia masukkan ke saku celana. Entah apa yang dia pikirkan..


Tiba tiba saja, ada yang memeluknya dari belakang, awalnya cowok itu terlihat kaget, tapi setelah melihat cincin yang melingkar di jari manis tangan itu, cowok itu hanya memilih diam.


" Maaf " Ucap gadis itu lirih, yang tak lain adalah alana, yang makin mengeratkan pelukannya pada perut arlan.


" Apa kau marah.. Aku kan sudah minta maaf " Lirih alana pelan.


Arlan melepas pelukannya,kemudian dia berbalik, menghadap ke arah alana..


" It's oke.. " Ucap arlan lembut, tangannya dengan telaten mengibas rambut alana yang menutupi wajahnya akibat terpaan angin, ke belakang telinga gadis itu.


" Maaf.. Kalau aku egois " Gumam alana pelan.


" Gak papa sayang. Aku ngerti kok " Ucap arlan tersenyum manis.


" Peluk aja, biasanya juga langsung meluk " Arlan terkekeh, kemudian merentang kan kedua tangannya mengizinkan alana untuk memeluk tubuhnya sepuasnya.


Dengan senang hati alana memeluk tubuh tunangan nya itu dengan begitu eratnya .


" Kamulah hidupku yang sebenarnya " Gumam alana memejamkan matanya, merasakan kenyamanan berada di dada arlan.


" Setelah ini kemana? " Tanya arlan kemudian.


" Kita di sini aja yaa, aku cuma mau berduaan sama kamu.. Aku mohon " Pinta alana yang masih setia dengan pelukannya.


" Yaa udahh iyaa.. " Arlan menurut.


" Minta sesuatu boleh? " Ujar alana sedikit meregangkan pelukannya, kemudian mendongak menatap arlan.


" Apa? "


" Apapun yang terjadi, kamu akan tetap mencintai aku serta gak akan pernah ninggalin aku.. Hanya itu " Pinta alana penuh harap.


" Hanya itu? " Tanya arlan tak yakin, dan alana mengangguk mantap.


" Kalau terjadi sesuatu yang gak kamu suka, kamu tetap sayang kan sama aku? Kamu gak akan pernah benci aku kan? " Tanya alana lagi, menatap mata arlan begitu dalam, air matanya ia tahan agar tak terjatuh.. Dia merasa sangat menyesal, karna pernah mengiyakan kalau arlan adalah cowok pertama yang ada di hatinya. Seandainya waktu itu dia tidak berbohong, dia sangat ingin mengatakan semuanya pada arlan, tentang Zain, .. Tentang masa lalu nya dengan Zain, tapi gadis itu terlalu takut .


" Apapun yang terjadi, rasa sayang aku gak akan pernah berubah ke kamu.


Kuncinya ada di kita sayang, yaitu jujur dan saling percaya " Kata arlan tulus .


" Dan kamu percaya kan kalau aku sayang banget sama kamu? " Tanya alana lagi.


" Sayang.. Denger aku,, tugasku itu cuma mencintai serta ngejaga kamu, kalau kamu cintanya sama orang lain, maka, tugas aku selesai " Jawab arlan mantap...


Alana kembali merasa takut, dia takut arlan mengetahui masa lalunya dengan Zain, dia tidak mau itu terjadi, tidak mau.


" Aku sayang kamu lan, sangat " Alana kembali memeluk tubuh arlan erat,menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan tunangannya. membiarkan air matanya jatuh tanpa sepengetahuan cowok itu.


" Aku juga " Balas arlan lirih.


_._._._._._._._._


Alana benar benar mengantuk, hingga gadis itu memutuskan untuk melanjutkan tidur nya di sore hari .


Suara berisik di kamar itu sama sekali tak menganggu tidur nyenyaknya.


Ternyata di kamar alana juga arlan, sudah ada sasa, bela, Adit, Rafa, Andra, juga Zain yang bersenda gurau tanpa henti di sofa yang memang di sediakan di kamar itu. Arlan juga bergabung dengan mereka, membiarkan alana tertidur dengan tenang.


Meja di depan sofa itu sudah di penuhi dengan berbagai macam makanan yang alana tadi beli bersama arlan sebelum pulang ke hotel,. Ini adalah hari ke empat mereka berada di bali.


Dan si alana sama sekali tidak merasa senang, dia terus saja merasa gelisah, karna ketakutannya sendiri.


" Tuh anak pules banget tidurnya, sampek gak sadar kalau ada kita " Celetuk sasa menatap alana yang sedang tertidur.


" Dia emang gitu kalau udah kelelahan " Jawab arlan datar.


" Emang kalian kemana aja sih, misah mulu dari kita rasanya " Tanya Andra juga.


" Biasa,, dia ngajak jalan jalan mulu, belanja ini, itu, setiap kali gue ajak dia buat gabung, dia malah merengek, minta waktu cuma untuk berduaan sama gue " Jelas arlan jujur.


" Tuh anak emang posesif banget belakangan ini " Timpal bela dingin.


" Loe bener bel, kaya yang gak mau banget gitu kehilangan si arlan " Ujar Rafa menyetujui.


" Tapi loe emang beruntung banget lan, bisa dapetin alana, " Puji Zain juga..


Dan arlan hanya mengangguk dengan senyum tipisnya.


" Sayang.. " Panggil alana parau.. Arlan yang sedang mengupas buah apel, menoleh ke arah alana kemudian dengan segera beranjak dari duduknya menghampiri alana.


" Ada apa.. Hmm? " Tanya arlan lembut saat sudah berada di samping gadis itu .


" Ada siapa sih. Berisik banget " Tanya alana serak.


" Temen temen.. Udah.. Lanjut tidur aja lagi " Titah arlan lembut.


" Ooh.. Oke... Tapi cium dulu " Pinta alana manja.. Bela yang melihat itu merasa geli karna tingkah sahabat satunya itu..


Arlan tersenyum, kemudian dengan lembut mencium kening alana lama.


" Kok kening? " Tanya alana protes.


" Kan ada temen2 sayang, malu lah "


" Huhhhh. " Dengus alana yang kembali memejamkan matanya.


Arlan segera kembali ke tempat semula, berkumpul dengan yang lain,. Dan kembali duduk di samping Rafa, mengupas buah yang tadi belum selesai dia kupas.


" Aww.. Shittt " Umpat arlan tiba tiba, semua yang awalnya asik bersenda gurau melihat ke arah arlan , dimana tangan cowok itu sudah terluka karna terkena goresan pisau.. Termasuk alana, dia langsung terbangun saat mendengar ringisan arlan.


" Loe gak papa lan? " Tanya Zain memastikan, karna jika di lihat dari lukanya , luka arlan cukup dalam. Darah segar terus mengalir dari jari telunjuk cowok itu.


" Gak papa, gak papa " Jawab arlan mengusap lukanya dengan tissue,.


Alana langsung buru buru menghampiri tempat arlan dan yang lainnya.


" Ya ampun, sayang.. Tangan kamu " Kaget alana saat melihat luka arlan.


" Gak papa sayang, luka dikit kok " Jawab arlan tersenyum manis.


Alana tidak peduli, dia langsung duduk di samping arlan, dan segera mengusap luka arlan dengan tissue.


" Kok gak hati hati sih, ? Ini dalem loh lukanya.. Kita ke rumah sakit aja yuk " Ajak alana yang benar benar terlihat khawatir.


" Sayang.. Ini cuma luka kecil, masak harus ke rumah sakit " Ujar arlan terkekeh***.