My Fiance

My Fiance
alana trauma



____________


***Posisi alana kini sudah berada di pinggir jalanan kota jakarta, dia begitu kesal dan sangat emosi , semua barang atau sampah kaleng yg ada di depannya dia tendang tanpa peduli akan kelakuan nya ada orang yg akan terkena kaleng itu


Tangan nya terus saja mengepal, dia tidak menangis,,,


" Anj*ng " Desahnya frustasi..


Alana hendak menyebrang, tapi tiba tiba langkahnya terhenti saat melihat di sebrang jalan, ada dua preman yg sedang menggoda seorang gadis kuliahan,,,,


Ntah kenapa, tiba tiba saja, ingatan kejadian beberapa hari lalu yg menimpanya kembali terngiang memenuhi pikirannya,


semua nya,,


tentang dimas, dua preman itu, masih terekam jelas di memory alana.. Keringat alana bercucuran membasahi pelipisnya, kedua tangan alana sudah memegangi kedua telinganya dengan erat, mata alana terpejam, nafas nya naik turun tak beraturan.


" Akhhhhh " Ringis alana merasakan sakit di bagian kepalanya...


Tiba tiba saja, alana merasa pundaknya di sentuh oleh seseorang.


" Jangan.. " Teriak alana ketakutan, matanya masih terpejam.


" Sayang... Ini aku " Ujar seseorang, alana hafal dengan suara itu, dia membuka mata, dan mendapati arlan di hadapannya .


" Are you okey ? " Tanya arlan hawatir memegangi kedua pipi alana...


Alana diam, matanya masih tertuju takut pada sebrang jalan tempat dua preman yg masih menggoda gadis kuliahan itu . Mata arlan juga tertuju pada sebrang jalan itu...


" Gak papa.. Ada aku.. Oke " Ucap arlan menenangkan, tangan nya memegang pundak alana setelah itu menariknya ke dalam pelukannya .


" Aku gak mau nginget2 itu lagi lan, semuanya... Tapi kenapa, kenapa bayangan itu masih muncul , " Kata alana yg sudah mulai menangis.


Tangan nya begitu erat memeluk arlan.


Mendengar pengakuan alana, arlan baru teringat, pada saat alana masuk rumah sakit, dan dokter aisyah pernah bilang bahwa alana akan mengalami trauma ringan.


Arlan menghela nafas nya pelan. Setelah itu tangan nya dengan lembut mengelus rambut pirang alana.


" Gak usah di inget lagi sayang.. Oke.." Bisik arlan lembut.


" Tapi aku takut... " Kata alana pelan.


" Sudah yaa tenang... Kita pulang sekarang " Bisik arlan lembut.


" Aku gak mau pulang kalau mereka masih ada di sana " Kata alana kembali marah, dia langsung melepas pelukannya


" Mereka udah pulang al.. Makanya.. Aku ngejar kamu.. Pulang yaa " Ajak arlan lagi..


Alana mengangguk...


😊😊😊😊😊😊😊


Alana langsung menghempaskan tubuhnya di sofa empuk depan TV.. Arlan juga ikut duduk di sampingnya .


Mereka sama sama begitu lelah karna seharian harus jalan jalan, serta berbelanja..


Arlan benar benar tidak habis pikir dengan alana yang begitu sangat antusias sampai gadis itu lupa waktu.


Alhasil, sekarang mereka baru tiba di apartemen, padahal jam sudah menunjukkan pukul 21.08.


" Capek gak ? " Tanya arlan lembut...


Alana menggeleng, tatapan nya masih fokus ke depan, entah apa yg dia pikirkan.


" Ada apa sayang? " Tanya arlan lembut..


Alana diam.. Tak menoleh.


" Sayang? " Panggil arlan lagi...


" Emm " Jawab Alana singkat..


" Ada apa? " Tanya arlan lagi. Dia benar benar bingung dengan sikap alana yang selalu berubah ubah, padahal lima menit sebelumnya, gadis itu terlihat begitu bahagia.


" Gak papa... " Jawab alana pelan..


" Tuh kan, ... Ada apa sih al..? Cerita sama aku... " Bujuk arlan lembut..


" Aku cuma mikir aja, gimana hidup aku kalau tanpa kamu, mungkin udah hancur kali yaa " Kata alana tersenyum kecut.


" Kok ngomong nya gitu? "


" Kamu pernah mikir gak sih, kalau gak ada kamu yg nolong aku waktu dimas mau lecehin aku, mungkin masa depan aku udah hancur " Kata alana lagi.


" Aku tau, kejadian itu masih teringat di memory kamu yaa, aku ngerti sayang, gimana menderitanya kamu selama ini, tapi kamu juga harus tau, gimana lebih menderitanya aku saat liat kamu kaya gini, ataupun saat liat kamu terluka." Ucap arlan lembut jari jemarinya mengelus dengan pelan pipi putih alana.


" Kamu... Adalah segalanya buat aku.. Dan aku... Mau sama kamu.. Selamanya" Lanjut arlan tulus


" Aku sayang kamu.. " Haru alana langsung berhambur memeluk tubuh arlan.


" Aku juga " Balas arlan mengeratkan pelukannya.


" Ya udah. Kamu istirahat aja dulu, aku mau ngelanjutin film tadi " Suruh arlan melepas pelukannya .


" Nggak ah, aku nemenin kamu aja.. Pinjem HP nya? " Pinta alana tanpa ragu,


dengan senang hati arlan memberikan ponselnya pada alana..dan kini ponsel itu sudah berada di genggaman gadis prancis itu..


Alana sudah sibuk dengan ponsel milik arlan dan arlan juga sangat fokus pada filmnya..


Kening alana berkerut, saat tanpa sengaja melihat sesuatu di ponsel tunangannya itu, ia kemudian mendekatkan ponsel itu tepat beberapa senti di depan matanya hanya untuk memperjelas, apa yg di lihatnya itu tidak benar, dan alana berharap, dia salah melihat ,


tapi detik berikutnya, raut wajah nya berubah menjadi masam,.. Karna merasa marah, dia langsung melempar ponselnya itu asal di atas sofa, arlan selintas menoleh. " Ada apa? " Tanya nya pada alana, alana tak menjawab, dia langsung beranjak dari duduknya dengan wajah yg begitu dingin.


" Ada apa lagi al? " Tanya arlan yg juga langsung ikut berdiri, menghadang jalan alana yg ingin menuju ke kamar..


" Kok kamu gak bilang sih ? " Ketus alana langsung.


" Maksud kamu apa? " Tanya arlan lagi.


" Seminggu lagi kamu di tugaskan di bandung kan sama guru guru, selama dua hari bukan, dan kamu gak ngasih tau aku " Tekan alana kesal..


" Kan masih seminggu lagi al "


" Oke.. Jadi kamu akan bilang sama aku saat sudah hari haknya, saat aku belum siap di tinggal kamu, gitu? " Sinis alana tajam.. .


" Kan cuma dua hari al.. "


" Kamu ngerti gak sih.. Aku tu gak mau jauh jauh dari kamu walau hanya sehari aja " Kata alana yg mulai berkaca kaca.


" I KNOW ....Aku lebih gak bisa dari itu, tapi itu udah tugas aku sebagai ketua OSIS, aku mohon, ngertiin aku al, hanya dua hari " Mohon arlan menatap alana dalam..


" Kamu tau gak sih. Aku takut, akan terjadi hal yg nggak aku inginkan , di saat gak ada kamu, cuma kamu yg bisa jagain aku, cuma kamu yg tau gimana keadaan aku" Lirih alana begitu pelan, ia menunduk, air matanya sudah menetes, dia benar benar tidak siap jika harus jauh jauh dari tunangan nya itu..walau perkataan alana lirih, namun jelas terdengar oleh arlan


Arlan merentangkan kedua tangannya ke depan, hendak memeluk alana, tapi alana menolak dengan melangkah mundur dua langkah, wajahnya masih menunduk.


" Kamu marah yaa? " Tanya arlan pelan.


Alana makin sesenggukan dalam tangisannya yg sudah ia berusaha tahan itu. .


Tangannya mengusap air matanya sendiri dengan wajah yg masih menunduk.


Arlan menarik nafasnya dalam dalam kemudian di Hembuskan nya dengan pelan .


Setelah itu, arlan kemudian melangkah mendekati tunangannya itu.


. Dan langsung memeluk alana dengan begitu erat.


" Semua akan baik baik saja..dengan ada atau tanpa aku, kamu gak akan pernah terluka, aku jamin, " Bisik arlan lembut.


" Tapi aku maunya kamu... Cuma kamu " Ujar alana yg masih sesenggukan,


" Ya udah iya.. Aku akan batalin kepergianku ke Bandung, dan meminta izin guru, buat nyari pengganti aku aja, asal kamu jangan nangis lagi.. Oke " Kata arlan tulus.. " Aku janji " Lanjutnya lagi


Alana langsung melepas pelukannya, setelah itu mengusap air matanya dengan segera..


" Nggak jangan.. Gak papa kok, aku cuma gak siap aja kalau ngejalanin hari tanpa kamu, kamu pergi aja " Ucap Alana tersenyum kecil yg setelah itu langsung berlalu pergi menuju ke kamar,


meninggalkan arlan yg masih berdiri mematung,.


Arlan menatap punggung Alana sampai punggung itu tak terlihat karna sudah berada di kamar , ia meremas rambut nya frustasi.. Air matanya menetes, dia begitu tidak bisa jika harus melihat air mata tunangan nya itu***..