My Fiance

My Fiance
pertengkaran hebat dengan mama



***😅😅😅😅


Hari ini hari libur, lebih tepatnya tanggal merah, Alana yg tidak menyia nyiakan hari itu, sangat ber antusias untuk pergi keluar dengan kedua sahabatnya itu.


Saat Alana sudah siap dan ingin segera bergegas pergi, tiba tiba saja, Linda sudah berdiri di luar pintu kamarnya hingga membuat Alana terhadang oleh tubuh mamanya itu.


"Mau kemana al? " Tanya Linda tanpa ekspresi, kesabaran nya sudah hilang karna Alana sudah mendiami nya selama beberapa hari belakangan ini..


Tangannya ia silangkan di depan dada.


" Mau keluar bareng sasa sama bela " Jawab Alana jengah.


" Kali ini mama gak izinin kamu keluar, mama mau bicara " Titah Linda datar.


"Gak bisa Alana udah janji sama mereka " Tolak Alana ketus.


"Nanti biar mama yg bilang sama sasa juga bela kalay sekarang kamu lagi gak boleh keluar " Kata Linda mempertegas.


" Alana gak bisa. Hari ini Alana mau happy happy, mama gak bisa ngelarang Alana yaa " Sinis Alana tajam.


" Mama ini mama kamu, jadi kamu harus nurut " Titah Linda mulai emosi.


" Mama gak ada hak sama sekali atas Alana, setelah dengan teganya mama ngusir Alana dari rumah " Sentak Alana kesal.


" Mama ada hak atas kamu karna mama yg ngelahirin kamu " Balas Linda ikut membentak.


" Dan Alana gak peduli " Ketus Alana yg langsung dengan kasar menerobos tubuh Linda dan bergegas pergi..


Linda ternyata kali ini tidak menyerah, dia langsung mencegah Alana saat Alana sudah menuruni anak tangga.


"Alana berhenti, mama belum selesai ngomong " Teriak Linda mengejar Alana, tapi Alana tak menghiraukan, ia dengan santai masih menuruni anak tangga yg sudah ia lewati separuh.


"Alana berhenti, atau mama akan nyuruh papa untuk batalin pertunangan kamu dengan arlan " Ancam Linda bersungguh sungguh..


Alana dengan terpaksa memberhentikan langkahnya.


, Linda langsung menghampirinya dan sudah berdiri tepat di samping gadis cantik itu.


" Mama ngancem Alana? " Tanya Alana bersungut kesal.


"Mama gak ngancem, itu akan beneran terjadi kalau kamu gak nurutin mama " Kata Linda tajam.


"Oke.. Oke... Mau mama apa sekarang " Tanya Alana yg sudah menyerah.


"Mama mau kamu bersikap seperti biasanya " Kata Linda langsung.


"Biasa?? Biasa gimana?? Bukannya Alana udah bersikap dingin seperti biasanya yaa " Tanya Alana tanpa rasa bersalah.


" Mama mau kamu kembali seperti dulu, manja sama mama, bang aldi, juga daddy " Kata Linda dengan suara yg mulai melemah.


"Emang harus? " Sinis Alana tajam.


"Alana, denger mama, kami ini orang tua kamu, aldi juga sayang kamu, Alana sangat berharga bagi mama, mama mohon " Pinta Linda melemah.


" Hah " Alana tersenyum miris, " Orang tua mana sih ma, yg tega nge hukum anaknya dengan cara mengusir anaknya dari rumah " Tanya Alana menatap Linda tajam.


"Kamu ngerti gak sih? Kami ngelakuin itu hanya demi kebaikan kamu, kami ingin kamu berubah " Ucap Linda membela diri .


"Demi kebaikan alana mama bilang??" Ujar Alana tertawa kecil. " Mama gak pernah tau yaa gimana rasanya jadi Alana, mama gak pernah tau, gimana Alana yg selalu merindukan kalian, gimana Alana yg selalu ingin di manjakan kalian, mama gak Akan pernah tau gimana rasanya jadi Alana yg harus berusaha jadi seorang yg mandiri padahal dalam kamus hidup Alana, Alana gak pernah sedikitpun berpikiran untuk tinggal sendirian, gak pernah... " Ujar Alana menghentikan kalimatnya, Linda diam, Alana kemudian menarik nafasnya dalam dalam setelah itu menghembuskan nya dengan kasar.


" Pernah gak sih, satu kali aja, mama sama papa nyari tau tentang Alana, atau nggak sedikit aja, mama nelfon Alana,!?tapi nggak, kalian bener bener gak peduli dengan kehidupan Alana.. Gimana Alana di luar sana " Bentak Alana kembali tersulut emosi.


"Kami gak ngabarin Alana sama sekali karna kami tau, Alana bahagia di luar sana, gak mungkin kesusahan, dan kami juga tau, Alana gak akan kekurangan, karna papa selalu tranfer uang setiap hari sebesar 10 juta bukan " Kata Linda


" Uang gak penting bagi Alana saat itu... Ternyata mama bener bener gak peduli yaa sama Alana, asal mama tau , gimana terpuruk nya Alana saat Alana hampir dua kali di perkosa oleh temen Alana sendiri, juga orang yg gak Alana kenal, mama gak akan pernah tau gimana takutnya Alana saat itu, gak ada yg nenangin alana di saat Alana butuh kalian, kalian gak tau kan, hanya arlan, hanya arlan yg ada buat Alana saat itu, hari di mana Alana masuk rumah sakit karna terluka , itu adalah hari di mana Alana juga hampir di lecehkan di jalanan sepi, apa kalian peduli kenapa Alana bisa masuk rumah sakit??? Nggak kan " Sentak Alana dengan nada yg tinggi.


Linda yg mendengar penjelasan putrinya itu menangis tersedu sedu. Tubuh Linda terasa lunglai, tangannya berpegangan pada gagang tangga untuk menyeimbangkan tubuhnya yg lemas.


" Jadi... Jangan sok sok an ngomongin hak atas Alana " Sinis Alana kembali melangkahkan kakinya, tapi tangan Linda langsung mencekal dengan kuat pergelangan tangan putih gadis itu.


" Maafin mama sayang... Mama salah " Ucap Linda sesenggukan.


"Gak semudah itu " Tekan Alana menghempaskan dengan begitu kasar genggaman Linda dari tangannya hingga membuat Linda kehilangan keseimbangan,


dan akhirnya tanpa di duga, Linda terjatuh terguling guling dari tangga hingga akhirnya dia terjatuh pingsan karna benturan yg begitu keras.


"Mama " Teriak Alana histeris langsung menghampiri Linda yg sudah ada di bawah dengan keadaan tergeletak tak sadarkan diri, dan juga darah yg mengalir segar di hidung serta dahi wanita paruh baya itu...


" Mama " Seru Alana lagi, dia sudah menangis, membawa kepala Linda dalam rengkuhannya .


" Tolong.. Pelayan,... Siapapun, tolong " Teriak Alana menggelegar di seluruh ruangan . Beberapa pelayan tergesa gesa keluar menghampiri Alana..


🙁🙁🙁🙁🙁


2 jam sudah Linda di tangani oleh dokter di ruang ICU, Alana hanya bisa menunggu di luar dengan terus menangis karna merasa bersalah, aldi juga Leonard belum juga tiba di rumah sakit..


"Ini semua salah gue " Isak Alana sesenggukan, ia terduduk lemas di kursi panjang di depan ruangan mamanya di rawat , lebih tepatnya di samping pintu ICU, kedua tangannya menangkup wajahnya yg terlihat acak acak an, dan dia tidak peduli, dia begitu frustasi karna keadaan mamanya sekarang.


Alana langsung berdiri, Leonard juga aldi juga sudah berada di samping Alana .


"Gimana keadaan mama sekarang? " Tanya Leonard begitu paniknya.


"Maafin Alana dad, ini semua salah Alana" Ucap Alana semakin sesenggukan,


"Heyy, Alana jangan ngomong gitu, ini semua musibah, oke " Kata aldi lembut, mendekati adiknya itu..


Alana tidak tahan, dia langsung memeluk aldi dengan begitu eratnya,


"Maafin Alana " Kata Alana sesenggukan, pelukannya begitu erat, dia takut akan terjadi sesuatu pada mamanya itu.


" Sudah... Gak papa..oke. Semua bukan salah alana " Bisik aldi lembut, ia mendekap Alana dengan hangat.


Tak lama setelah itu, dokter yg menangani Linda langsung keluar dari ruangan ICU.


"Bagaimana keadaan istri saya dok? " Tanya Leonard langsung.


" Tuan tenang saja, ibu Linda tidak apa apa, tapi karna benturan keras di kepala nya, kemungkinan, dia akan sadar setelah beberapa hari kedepan, atau lebih tepatnya beliau mengalami koma ringan " Jelas dokter paruh baya itu.


" Apa??? KoMa??? " Kaget Alana lunglai,


dokter itu mengangguk..


Alana yg mendengar penjelasan dokter, merasa sangat2 bersalah, karna dirinya, Linda jadi seperti ini, nafas Alana menderu tak beraturan, tubunya benar2 terasa lemas, pandangan nya tiba2 saja menjadi kabur, dan setelah nya... Alana ambruk tak sadarkan diri, aldi dengan sigap langsung menangkap tubuh mungil adik nya itu agar tak terjatuh ke lantai, dan sekarang posisi Alana sudah berada dalam pangkuan aldi.


"Alana.. Sayang, jangan bikin abang tambah panik dong, bangun al" Ujar aldi hawatir mengepuk dengan pelan pipi Alana.


" Aldi, sebaiknya, kamu bawa adik kamu ke ruang rawat dulu " Titah Leonard frustasi .


Aldi mengangguk, dia langsung menggendong tubuh Alana dan segera membawa gadis itu ke ruang rawat.


😇😇😇


Alana kaget, saat ia membuka matanya ia sudah berada di ruangan serba putih dengan desain abu abu, dan lebih kagetnya lagi, gadis itu sudah mendapati Arlan yg sudah duduk di sampingnya, padahal Alana sangat tau kalau Arlan sedang di bandung.


" Arlan " Ujar Alana nanar.


"Kamu gak papa kan? " Tanya Arlan parau, ia langsung berdiri di samping Alana,.


Alana kembali mengingat keadaan mamanya, dia kembali menangis, dengan pelan, Arlan langsung memeluk tubuh gadis itu.


"Tenang yaa " Bisik Arlan lembut mengeratkan pelukannya pada Alana.


" Semua salah aku " Kata Alana sesenggukan.


" Ini semua udah terjadi al, kamu gak salah kok " Bisik Arlan lembut.


"Tapi kamu gak tau gimana kejadiannya " Ucap Alana meninggikan suaranya dan melepas pelukannya, tangisannya masih meledak, ia begitu terguncang dengan semua yg terjadi. " Aku udah nyelakain mama ku sendiri " Lanjut Alana lirih, jari jemari tangannya mengusap air matanya sendiri..


Arlan yg sudah tidak tahan, langsung menangkup kedua pipi Alana dengan tangannya, menatap mata gadis itu dalam.


"Dengerin aku al " Katanya masih memegang pipi Alana " Aku tau semuanya, aku tau gimana kejadiannya, karna sebenarnya, aku udah ngasih perekam kecil di tas yg selalu kamu pake sebelum aku ke Bandung, aku ngelakuin itu, sebagai rasa kewaspadaan aku, aku takut kamu main2 ke club tanpa aku, aku takut kamu kenapa napa, dan karna rekaman itu juga, aku jadi tau gimana kejadian kamu waktu berantem sama mama Linda... Dan inget.. Inget baik baik, semua musibah, bukan karna kamu yg salah " Jelas arlan pelan, jari jemari tangannya dengan lembut mengusap air mata Alana yg terus berjatuhan.


Alana diam...


Dia hanya bisa menatap mata arlan dengan tatapan nanar.


" Di balik semua kejadian, ataupun musibah, pasti ada hikmah juga pelajaran yg dapat kita petik dari situ ... Salah satunya adalah, rasa benci kamu sama mama, papa, juga bang aldi, hilang seketika bukan? " Lanjut arlan lembut, mereka masih dengan posisi semula, yaitu arlan yg menangkup kedua pipi putih Alana yg sekarang sudah memerah karna terlalu lama menangis .


"Kalau kecelakaan itu gak terjadi, mungkin sampai kapanpun kamu gak akan pernah bisa maafin mama kamu, iyaa kan " Kata arlan lagi....


Alana hanya mengangguk pelan, dia tidak bisa berhenti menangis..


" Semua Akan baik baik saja.. Oke " Ujar arlan tersenyum manis.


" Tapi aku takut,... Aku takut mama kenapa napa " Kata Alana makin sesenggukan.


Di sini lah kelemahan arlan ..


Air mata Alana yg selalu menjadi kelemahan nya..


Ntahlah, dia juga tidak tau mengapa begitu, yg dia tau, dia akan begitu hancur jika melihat Alana menangis..


Arlan tidak tahan, dia kembali memeluk Alana dengan erat..


"Percaya sama aku.. Semua akan baik baik saja, mama gak akan kenapa napa " Bisik arlan lembut, air matanya sendiri ikut menetes tanpa permisi, dia tidak bisa melihat Alana terpuruk seperti ini,


tidak bisa...


" Arlan " Lirih Alana makin sesenggukan, tangannya meremas dengan kuat baju yg arlan kenakan, arlan merasakan dadanya yg sudah basah, akibat tangisan Alana di dada bidangnya itu.


" Sudahlah al.. Tenang... Oke.. Mama akan baik baik saja " Kata arlan yg dari tadi sudah berusaha menenangkan tunangan nya itu .


Alana jelas tak menghiraukan perkataannya, dia asik menangis, menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang cowok Korea itu.. Mungkin hanya itu yg bisa membuat Alana sedikit tenang*** .