My Fiance

My Fiance
delapan belas



***Setibanya di rumah sakit, alana langsung di tangani oleh dokter, sedangkan arlan, dia menunggu di luar...


Dan tak lama setelah itu, bela, sasa, dan Andra, juga tiba di rumah sakit dengan wajah panik nya itu.


"Gimana dengan Alana? Dia baik baik aja kan? Gak sampek luka kan? " Tanya sasa beruntun


" Alana masih di periksa sama dokter dan dia gak luka juga kok " Jelas arlan.


"Hufttt... Syukur lah " Lega bela tersenyum.


" Saran gue yaa.. Mending kalian pulang aja deh, " Suruh arlan lagi


"Siapa loe berani ngusir kita? " Sewot bela tak Terima


"Ya terserah kalian kalau masih mau di sini, bukan apa apa tapi yaa, gue udah hubungin abang nya Alana dan so pasti bentar lagi mereka dateng, dan Alana pasti gak izin kan tadi yg mau keluar ? nah kalian mau, abang Alana marah sama kalian? " Kata arlan menakuti, lebih tepatnya dia juga takut, nanti setelah keluarga Alana datang, pertunangan mereka bisa saja terbongkar, dan dia tidak siap akan hal itu.


"Iyaa juga ya Sa, nanti abang Alana marah sama kita " Ujar bela menyetujui


" Loe tuh yaa.. Kan kasian Alana nya juga nanti kena marah sendirian " Dengus sasa menoyor kepala bela.


" Soal itu kalian tenang aja, gue akan bilang sama aldi kalau alana jalan sama gue, aldi kan percaya banget sama gue.. Dan gue jamin dia gak bakal marah " Jawab arlan antusias.


" Loe kok kenal ama bang aldi? " Tanya bela curiga.


" Gue temen aldi dari dulu kalik " Jawab arlan berusaha santai. " Ya udah gih, sana kalian pulang dulu, masalah Alana kan ada gue dia pasti Baik- baik aja kok " Usir arlan lagi


" Iyaa deh kita pulang, " Ucap sasa cemberut.


" Dra, loe anter mereka ke rumah masing2 " Perintah arlan pada Andra yang sedari tadi hanya memainkan ponselnya itu.


" Ooh oke... Udah yuk , nanti keburu larut lagi " Ajak Andra yang melihat jam di pergelangan tangannya ,di mana jam sudah menunjukkan pukul 22.09 .


" Lan.. Duluan yaa " Pamit Andra


"Kita juga, dan satu lagi, selalu kabarin gue gimana keadaan Alana nantinya " Kata sasa memperingati


"Iyaa bawel " Sembur arlan jengah.


"Udah yuk ah " Ajak Andra lagi yang setelah itu melangkah pergi dari tempat arlan di susul oleh bela dan sasa untuk pulang.


15 menit kemudian, dokter yang memeriksa Alana keluar dari ruang rawat Alana tadi.


"Dok.. Gimana keadaan Alana dok? " Tanya arlan langsung.


" Dia tidak apa-apa, dia hanya sesak nafas , mungkin karna terlalu banyak menghirup asap, adek tenang saja " Jawab dokter yg ber nick name ' siti aisyah ' itu.


"Tapi tidak ada masalah sama sekali kan dok?" Tanya arlan memastikan


"Tidak apa-apa.. Dia hanya masih belum sadar karena pengaruh obat, tapi adek bisa membesuk nya sekarang " Jelas dokter aisyah lagi.


"Terima kasih dok " Ujar arlan


"Sama sama, saya permisi dulu " Pamit dokter aisyah berlalu...


Setelah kepergian dokter Aisyah, arlan memasuki ruang rawat Alana, dia mendapati Alana sedang tertidur begitu pulas nya.


Cowok itu memilih duduk di kursi samping brankar Alana.


" Selalu saja... Loe nyusahin hidup gue " Kata arlan datar menatap wajah Alana yang masih terlelap.


" Gadis nakal, baru tau kan akibatnya keluar dari rumah tanpa izin " Omel arlan lagi, . .


Tiba - tiba terdengar suara pintu terbuka dari ruangan itu, arlan menoleh, dia mendapati aldi, Linda, dan juga Leonard, di sana dengan wajah tegang nya masing2.


"Dia tidak apa-apa kan, gak sampek parah kan? " Sambung Linda begitu panik.


" Kenapa bisa gini sih " Geram aldi hawatir.


" Alana gak apa-apa kok pa , ma, kata dokter dia baik baik saja, dan gak ada luka memar di bagian tubuh nya sama sekali " Jelas arlan sopan.


"Sukurlah " Lega Linda tersenyum


"Tapi kok bisa gini sih? Bukan nya tadi Alana masih di rumah? " Tanya aldi yang sedari tadi memang membutuhkan penjelasan


"Sebelum nya arlan minta maaf bang, ma, pa, jadi gini, tadi Alana minta di jemput, katanya dia bosen sendirian di rumah, dia ngajakin makan malem sama arlan, makanya arlan jemput, dan kita makan malem di cafe, tapi pas Alana izin ke toilet, tiba tiba saja ada kebakaran di cafe itu, dan bertepatan dengan itu, Alana ke kunci di toilet,dan maaf, arlan sedikit terlambat nolong Alana, dan gak ngejaga Alana dengan baik " Jelas argash pelan.


"Tak apa arlan,,, kamu menolong Alana pun sudah lebih dari cukup, dia memang gadis yang sangat ceroboh " Ujar Leonard mengepuk pundak arlan pelan.


" Kalau gitu, arlan pamit dulu ya ma, pa, soalnya besok harus sekolah, mungkin setelah pulang sekolah besok, arlan ke sini lagi " Pamit arlan setelah itu.


" Iyaa sayang... Pulang lah , salam sama mama yaa, dan makasih udah nolong dan ngejaga Alana" Kata Linda tersenyum hangat.


" Itu sudah jadi tanggung jawab arlan ma" Ucap arlan merendah.


" Ya sudah, arlan pulang yaa" Pamitnya lagi.


"Hati hati " Ujar Leonard.


"Iyaa pa... Bang pamit yaa " Pamit arlan pada aldi.


" Oke... " Singkat aldi. Dia tidak memperdulikan arlan dan kedua orang tuanya, yang dia lihat dari tadi hanya Alana yang membuatnya begitu hawatir.


Arlan pun berlalu pergi dari ruangan itu..


................


Dengan begitu berat, Alana berusaha membuka matanya pelan pelan, dia melihat ke sekeliling, ' rumah sakit' batinnya ketika melihat ruangan itu yang penuh dengan berbagai alat rumah sakit dan juga bau obat yang begitu menyeruak di hidungnya, pandangan Alana terhenti pada ortunya yang sedang duduk di sofa di kamar itu, dan mendapati abang nya yg duduk di kursi di sampingnya...


"Abang " Panggil Alana lirih.


"Sayang... Udah bangun? " Tanya aldi lembut, dia begitu bahagia melihat Alana.


" Alana udah bangun? " Kata Linda lagi menghampiri Alana juga Leonard.


Alana hanya mengangguk pelan...


"Maafin Alana ya " Kata Alana pelan.


"Heyy.. Kok minta maaf sih.. Arlan udah jelasin semuanya " Kata aldi hangat.


"Arlan? " Tanya Alana heran.. Ingatannya kembali pada kebakaran di cafe itu, dan tunangannya lah yg sudah menyelamatkan nya dan membawanya ke rumah sakit.


"Iyaa.. Arlan... Dia bilang katanya kamu ngajak dia jalan yaa, dan kalian makan malam di cafe itu kan sampek kebakaran" Jelas aldi lagi..


"Papa gak ngelarang kamu pergi apalagi sama arlan, tapi papa kan udah berulang kali ngingetin Alana , izin dulu kalau mau keluar, pasti papa izinin kalau itu bareng sama arlan " Tegas Leonard


" Iyaa dad.. Maaf.. Abisnya Alana gak sempat" Kata Alana pelan


"Ya sudah... Tidak apa -apa ..alana istirahat lagi deh.. Ini udah pkl 02.02 loh " Suruh Linda lembut.


"Iya al.. Kamu istirahat dulu aja " Suruh aldi juga.


"Iya.. Iya " Males Alana yg langsung kembali memejamkan matanya untuk istirahat.


like yahhh🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘***