
***Sebuah pesta pertunangan mewah, antara arlan dan Alana di adakan di rumah mewah keluarga arlan. Acara itu benar benar megah, bahkan saat ini arlan juga Alana mengundang seluruh teman sekolah dan tak terkecuali.
Joon juga Leonard sama sama mengundang para rekan rekan bisnisnya, Linda dan nita juga mengundang teman teman sosialita nya...
Suara sorak sorai juga tepukan tangan meriah terdengar di sekeliling Alana saat gadis itu berhasil memasukkan cincin Di jari manis arlan. Itu merupakan ritual terakhir tukar cincin antara mereka... Senyuman manis selalu terukir di bibir mungil gadis itu.
" I really really love you my fiance " Gumam arlan menatap mata alana dalam, kedua tangannya menggenggam tangan alana dengan mesra...
Dan setelah itu arlan memeluk tubuh alana, dan mengecup kening gadis itu dengan lembut.
Suara teriakan histeris terdengar di sekeliling pasangan itu, karna terlalu baper melihat arlan dan alana yang terlihat begitu serasi..
Dengan alana yang memakai gaun terusan warna pink cerah dengan rok melebar yang di pakainya. Rambutnya yang panjang di keriting gantung dengan curling iron, hingga membuatnya begitu cantik.
Sedangkan arlan, cowok itu mengenakan jas abu abu dan celana putih dan itu membuatnya terlihat semakin perfect..
_._._.. __._._....
" Cieee.. Ciee... Selamat yahh " Ucap Rafa menggoda saat arlan dan alana berjalan melangkah ke arahnya dan bergabung dengan sahabat2 nya itu.
" Thanks you " Alana tersenyum manis, tangannya masih setia bergelayut manja di lengan arlan dengan kepala yang bersandar di pundak arlan. Sedangkan satu tangannya lagi, menggenggam sebotol minuman.
" Congratulations Alana " Ujar sasa yang terlihat begitu antusias.
" Thanks you baby " Alana menjawab manja.
" Selamat Alana, akhirnya loe jodoh juga sama cowok kulkas loe " Kata bela tersenyum meledek.
" Hahak.. Jadi keinget sama judul di film film 'BADGIRL VS KETUA OSIS ' " Timpal Adit tertawa nyengir.
" Kalian cocok banget tau gak.. Bidadari sekolah tunangan dengan pangeran sekolah..perfect " Puji Rafa kemudian
" Yaa iyaa lah.. Masak iya sih gue yang cantik ini bertunangan dengan cowok yang jelek, kan gak mungkin " Jawab Alana menyombongkan diri.
" Ceeehhh... Sombong " Desis bela mencibir.
" Untung sayang " Timpal arlan yang bergidik ngeri melihat tingkah Alana.
" Oooh yaa.. Nanti gue sama sasa nyusul kalian juga yah.. Yaa nggak yank" Andra menimpali sembari matanya menatap wajah sasa di samping nya itu. Dan mengeratkan rangkulannya pada gadis itu.
" Idiiiihhh.. Kalau nanti aku liat cowok yang lebih ganteng dari kamu.. Aku langsung aja putusin kamu " Celetuk sasa mencibir..
" Emang masih ada yaa, cowok yang lebih ganteng dari gue? " Tanya Andra sombong.
" Ada lah.. Tunangan gue " Celetuk Alana lagi.
" Kalau sama arlan mah jangan di bandingin.. Produk Korea kan jauh banget sama produk indonesia " Kata Andra memutar bola matanya jengah.
" Itu loe tau " Arlan berceletuk singkat.
" Ya udah deh.. Gue nyari cewek baru dulu buat cadangan, masak iyaa gue kalah sama cewek gue " Kata Andra kemudian hendak melangkah pergi.
" Jangan lah... Kamu maahhh " Rujuk sasa yang langsung menarik tangan Andra ke genggaman nya setelah itu menyandarkan kepalanya ke pundak cowok itu.
" Aku kan cuma becanda... Lagian aku juga kan sayangnya cuma sama kamu" Lanjut sasa lagi dengan nada manja.
" Aku tau itu "
" Ceehhh.. Mulai deh bucin nya " Sembur bela yang sudah merasa jengah dengan pemandangan yang di lihatnya.. Sahabat nya sama sama punya sandaran, sedangkan dia..? Dia hanya bisa mendengus kesal.
" Makanya pacaran.. Loe mah.. Betah banget sih jadi jomblo " Sembur Alana
" Biarin.. "
" Pacaran sama gue aja yuk bel.. Gue kan gak kalah ganteng dari arlan " Ajak Rafa langsung.
" Boleh juga " Bela tersenyum manis.
" Gimana? " Tanya Rafa mengulurkan tangannya pada bela.
" Kenapa nggak!?" Bela menerima uluran tangan Rafa dengan senang hati, dan sekarang mereka sudah saling menggenggam.
" Kalian jangan becanda deh " Alana berucap dengan tawa renyahnya.
" Gue gak becanda yaa.. Lagian apa susahnya pacaran sama Rafa, dia baik, ganteng pula.. Gue udah males ngejomblo mulu " Celetuk bela santai.
" Jadi kalian pacaran tanpa ada rasa cinta nih? " Tanya sasa tak percaya.
" Kenapa nggak.. Sama seperi Alana dan arlan.. Mereka awalnya kan gak saling cinta juga. Lama kelamaan pasti bisa sayang.. Iyaa nggak bel " Jawab Rafa santai kemudian beralih merangkul bela.. Dan dengan senang hati tangan bela bergelayut di pinggang Rafa .
" Pasangan dadakan " Sembur Andra juga.
" Yaa gak papa... Dan kalian harus inget yaa, tanggal jadian gue sama bela tepat pada tanggal Alana dan arlan bertunangan.. Catet " Titah Rafa santai.
" Tunggu.. Tunggu.. Kalian beneran pacaran nih? " Tanya arlan tak percaya..
" Yang becanda siapa? " Rafa memutar bola matanya jengah. " Kita serius.. Iyaa kan yank " Rafa beralih menatap bela, dan bela mengangguk cepat dengan senyum manisnya. Gadis itu juga langsung menyandarkan kepalanya dengan manja ke dada Rafa..
" Loe gak lagi sakit kan bel? " Tanya sasa yang masih tak percaya dengan sikap bela yang tak seperti biasanya.
" Nggak juga " Jawab bela santai.
" Loe kok jadi manis gini?? " Tanya alana juga.
" Ya udah deh.. Selamat buat hubungan kalian yang dadakan gini " Kata arlan kemudian.
" Thanks you brothers " Rafa tersenyum nyengir dan mengerat kan rangkulannya pada bela..
" Aku akan mencintaimu setelah ini sayang " Bisik Rafa pada telinga bela.
" Aku juga " Balas bela tersenyum manis, setelah itu, dia menjinjit mencium pipi rafa dengan lembut.
Semua tercengang melihat bela yang mencium pipi Rafa. Tak menyangka gadis itu berani mencium duluan, karna memang pada dasarnya bela merupakan gadis yang anti dengan cowok, apalagi soal mencium.
" Gilak bener kalian " Seru Adit yang sudah merasa kesal. Karna hanya dirinya lah yang tidak berpasangan.
" Dan yaa.. Alana sayang... Jangan suka nyium Rafa lagi yaa.. Dia udah punya pacar " Titah bela memperingati Alana. Dan Alana, gadis itu hanya nyengir.
" Gak akan gue biarin juga " Sambung arlan datar..
" Kalian aah.. Jahat amat sih.. Terus gue gimana? " Adit mendengus begitu kesal.
" Yaa nyari lah dit " Andra terkekeh geli.
" Jahat kalian pada " Kata Adit sok marah.
" Alana " Panggil seseorang tiba tiba.. Dan semua kaget saat melihat Elsa yang sudah ikut bergabung dengan senyum ramah di bibir gadis itu.
" Gue mau minta maaf sama loe.. Gue tau gue salah, udah nyiptain permusuhan di antara kita.. Gue terlalu iri sama loe,. Dan gue bener2 tulus minta maaf sama loe " Ujar Elsa tiba tiba.
" Loe beneran minta maaf? " Tanya sasa tersenyum miring.
" Iyaa.. Gue minta maaf.. Lagian sebentar lagi kita naik ke kelas tiga, kan gak lucu kalau kita masih musuhan " Elsa terkekeh. " Di maafin kan? " Tanya Elsa mengulurkan tangannya pada Alana.
" Oke.. Gue maafin " Alana menerima uluran tangan Elsa dengan senyum manis.
" Dan bel.. Gue punya banyak salah sama loe, gue udah sering ngehina loe.. Loe masih mau gak maafin gue? " Elsa kembali mengulurkan tangannya pada bela..
" It's Oke.. Santai aja " Bela membalas uluran tangan Elsa dengan senyum tipisnya. Bela masih setia bersandar di dada Rafa.. Pacar baru juga pacar dadakan nya.
" Loe gimana Sa " Tatapan Elsa beralih pada sasa.
" Kalau yang lain udah maafin.. Masak gue nggak " Sasa tersenyum nyengir.
" Thanks udah maafin gue " Ujar Elsa merasa senang " Dan buat kalian.. Sekali lagi selamat yaa, atas pertunangan kalian " Lanjut Elsa kembali menatap Alana dan arlan secara bergantian.
Dan di jawab anggukan oleh mereka berdua.. Elsa kemudian melangkah kan kakinya kembali hendak pergi.
" Elsa tunggu " Cegah Adit kemudian.
Elsa memberhentikan langkahnya, menoleh ke Adit dengan tatapan bingung.
" Ada apa? " Tanya Elsa bingung.
" Loe mau gak besok jalan jalan sama gue, kita nonton " Ajak Adit kemudian.
Lagi lagi semua kembali di kagetkan dengan ucapan Adit. Dan menatap tak percaya pada sahabat nya itu. Termasuk Elsa.
" Loe ngajakin gue? " Tanya Elsa tak percaya. Karna memang pada dasarnya saat Elsa dengan terang terangan menggoda para EXO, mereka pada tak mengubris Elsa.. Bukan karna Elsa tak cantik , tapi karna keganjenan si Elsa.
" Iyaa.. Mau gak nih? " Tanya Adit kemudian.
" Oke.. Oke " Jawab Elsa langsung
" Besok gue jemput " Ujar Adit kemudian. Elsa mengangguk, setelah itu ia melangkah kan kakinya berlalu pergi dengan perasaan gembira.
" Loe serius ngajakin Elsa? " Tanya sasa tak percaya.
" Iya lah.. Lagian Elsa lumayan cantik juga kok " Jawab Adit santai " Masak iya gue jomblo sendirian " Celetuk nya lagi.
" Punya teman gini2 amat yak " Arlan menepuk jidad nya sendiri.
_._._._._._._._._._._.
Arlan dan Alana meninggalkan pesta itu dan memilih ke taman belakang rumah yang memang tidak ada satu orang pun di tempat itu..
Mereka tidak ingin di ganggu dan hanya berdua di taman itu ...
" Kamu hadir membawa warna baru dalam hidup ku, kamu obati lukaku tentang masa lalu, dan kamu.. Kamu mampu mengubah kehidupanku jauh lebih baik dari kehidupan yang lalu " Kata Alana sembari tangannya memegang dengan lembut kemeja milik tunangannya itu, jarak mereka sangat lah dekat..
" Aku akan lakuin apapun buat kamu al.. Apapun itu " Balas arlan lembut, tangannya masih setia mengelus rambut milik Alana.
" Terima kasih arlan.. Terima kasih sudah menjadi orang yang paling sabar dalam menyikapi sikap kemanjaan juga kenakalan ku " Ucap Alana lagi.
" Itu kebahagiaan ku sayang " Arlan kemudian menempelkan dahi nya dengan dahi Alana sehingga tak ada jarak di antara mereka. Deru nafas mereka pun sama sama menerpa ke wajah mereka masing masing .
" Arlan jangan tinggalin Alana lagi , Alana sayang arlan, Alana butuh arlan, arlan hidup alana ,dan arlan adalah detik di setiap jantung Alana " Kata Alana pelan.
" Never.. Karna sekarang dan seterusnya Alana adalah arlan dan arlan adalah Alana " Balas arlan yang setelah itu mencium bibir Alana dengan mesra.
" Kamu adalah karya terindah Tuhan yang selalu aku perjuangkan Alana, aku sayang kamu, sekarang dan seterusnya" Batin arlan dalam hati.
Mereka hanyut dalam kemesraan mereka, dan tidak ada yang bisa memisahkan mereka.
Bahkan mautpun sepertinya tidak bisa***..