
" ***Sayang... Kita jangan pulang dulu yaa, bentar lagi, mama Linda, papa Leonard, juga bang aldi, akan ke sini " Ucap arlan pada alana, pasalnya , hari sudah menjelang malam, jam sudah menunjukkan pukul 19.00 , dan sesuai yg di sarankan oleh dokter, alana akan pulang malam ini juga ...
" Ooh oke.. Tapi gak lama yaa... Aku udah capek, pengen langsung istirahat di apartemen , bukan di sini " Kata alana asal.
" Iyaa... Sabar aja, tadi siang papa bilang,
Kalau malem ini mereka semua ke sini " Jelas arlan lembut..
Alana kadang bingung, karna sikap arlan selalu saja berubah ubah, dia akan bersikap lembut jika berbicara pada alana, tapi akan kembali dingin, jika berbicara dengan orang lain...
" Laper gak? " Tanya arlan lagi
" Nggk " Jawab alana santai..
" Kalau laper atau butuh apa2 bilang aja yaa sama aku... " Kata arlab lagi.. Alana mengangguk dengan tersenyum manis..
Arlan langsung mencium bibirnya singkat, setelah itu mengacak rambut alana asal. Dan alana membiarkan nya, karna dia merasa nyaman dengan perlakuan pria yg ada di sampingnya dengan menghadap ke arahnya itu.
" Oh yaa... Mama sama papa titip salam sama kamu, dan meminta maaf karna mereka gak bisa jenguk kamu di sini.. Kamu kan tau sendiri, mereka lagi di Korea " Ujar arlan lagi..
" Iya.. Gak papa kok.. " Jawab alana masih tersenyum.
" Tapi... Keadaan kamu udah bener2 membaik kan... Udah gak sakit lagi kan? " Tanya arlab memastikan.
" Udah gak papa kok sayang.. Santai aja " Kata alana yg langsung memeluk tubuh arlan dengan erat.
" Aku bakalan baik, kalay kamu selalu di sini " Ucap alana dalam hati..
" Aku gak bisa santai.. Kalay menyangkut dengan keadaan kamu " Bisik arlan pelan... Mereka melepas pelukannya, ketika ponsel milik arlan berdering..
" Dari siapa? " Tanya alana saat arlan sudah melihat ke layar ponsel untuk memastikan siapa yg menelfon
" Dari papa Leonard " Jawab arlan yg langsung memencet tombol hijau .
" Halo pa? Papa udah di mana sekarang?" Tanya arlan langsung.
" . .... "
" Baiklah pa " Jawab arlan menatap ke arah alana dengan tatapan yg tak bisa di artikan.
"...... "
" Oke pa.. Nanti arlan sampaikan " Kata arlan lagi..
".... "
" Iya pa " Ujar arlan yg kemudian mematikan sambungan nya...
" Ada apa? " Tanya alana ketika melihat raut wajah arlan.
" Hmmm... Papa Leonard, mama, mereka minta maaf karna gak bisa temuin kamu sekarang... Karna kata papa, beliau ada urusan penting, dan dia lupa harus menghadiri pers internasional tentang bisnisnya yg di London... Dan bang aldi, dia juga gak bisa dateng karna dia ada tugas kuliah dan mengerjakannya di rumah temen nya katanya " Jelas arlan hati hati... Alana diam mendengar penjelasan dari arlan " Gak papa kan? " Tanya arlan lagi, menatap ke arah alana...
" Aku bilang juga apa? Mereka gak peduli kan sama keadaan aku .. Udah ah, kita pulang aja " Ketus alana yg merasa marah..
" Bukan begitu al... Mungkin itu memang urusan penting "
" Lebih penting mana sih, dari aku yg anak nya sendiri " Marah alana lagi, dia begitu kecewa dan juga sangat emosi.
Arlan diam, dia juga tidak tau harus berkata apa lagi untuk membujuk alana.
" Aku mau pulang aja " Kata alana kemudian beranjak pelan2 dari tempat duduknya..
" Ya udah... Kita pulang sekarang " Ujar arlan lembut membantu alana berdiri.
Setelah itu mereka pulang dengan sopir pribadi arlan..
🙂🙂🙂🙂🙂🙂
Setibanya arlan dan alana di apartemen, alana langsung membaringkan tubuhnya di ranjang big size putih itu..
Arlan dengan telaten menyelimuti tubuh alana...
" Tidur yaa " Kata arlan lembut mencium kening alana, setelah itu menatap wajah alana dan tersenyum manis kepada gadis cantik itu..
" Emang aku senakal itu yaa, sampek2 mereka gak menginginkan aku berada di antara mereka ? " Tanya alana lirih, menatap arlan dengan tatapan nanar .
" Jangan pernah kamu berpikiran kaya gitu lagi ... Oke...kamu itu special kok. " Hibur arlan mengelus rambut alana lembut .
" Pantes gak sih, cewek nakal kaya aku bertunangan dengan kamu yg begitu tegas dan cerdas? " Tanya alana pelan.
" Kamu ngomong apa sih al.. Aku gak peduli dengan semua kekurangan kamu.. Dengan mencintai satu kelebihan kamu aja, itu udah cukup buat aku.. " Kata arlan tulus..
" Orang tua aku aja gak tahan tinggal sama aku... Apalagi kamu... " Gumam alana lagi... Air matanya kembali menetes karna begitu kecewa dengan kedua orang tuanya itu ..
" Kamu gak usah pikirin mereka dulu al.. Inget... Ada aku yg akan selalu jagain kamu, manjain kamu... Oke... Tidur lah al.. Aku mohon.. Tenangin diri kamu.. Yaa? " Pinta arlan lembut, mengusap dengan pelan air mata di pipi putih alana... Setelah itu, dengan segera arlan berdiri, memutar tubuhnya, kemudian beralih menjatuhkan tubuhnya di samping alana.
" Sini " Kata arlan mengisyaratkan agar alana tidur di lengannya ..
Alana menurut, dia kemudian menidurkan kepalanya di lengan arlan... Arlan langsung mendekap tubuh alana, sedangkan alana menenggelamkan kepalanya di bawah leher cowok itu..
" Tidurlah... Dan mimpi indah " Bisik arlan lembut...
Alana tak menanggapi, dia memilih untuk diam, dan merasakan kenyamanan berada dlm dekapan tunangan nya itu..
😄😄😄😆😆😆
Pagi pun tiba,,, alana memilih membuka mata karna sudah merasa puas dalam tidurnya.... Ia merasakan beban berat yg melingkar di perut nya.. Tidak salah lagi.. Beban itu adalah tangan arlan yg memeluknya begitu erat...
" Sayang... Bangun " Ucap alana pelan, menatap ke wajah arlan yg masih memejamkan matanya begitu tenang.
Tangannya dengan sengaja mengitari seluruh wajah sempurna itu...
Sentuhannya, berhenti di bibir tipis berwarna merah milik tunangannya itu... SEMPURNA...
" Sayang... " Panggil alana lagi.. Mengguncang pelan tubuh arlan.
" Ehmm " Singkat arlan
" Bangun... Udah pagi. " Ujar alana lagi..
Perlahan, arlan membuka matanya, di dapati alana yg menatap ke arahnya, dengan tangan yg terus mengitari wajah tampannya itu.
Arlan tersenyum manis, setelah itu mencium singkat pipi alana, dan kemudian beranjak dari tidurnya, beringsut dari ranjang, ingin segera menuju ke kamar mandi.
" Sayang.. Mau kemana? " Tanya alana mencegah arlan
" Mandi.. Setelah itu baru aku siapin sarapan buat kamu " Jawab arlan tersenyum tipis.
" Hari ini, aku sekolah gak papa kan? " Tanya alana lagi
" Kamu kan masih sakit "
" Udah ngga kok, bener deh. Boleh yaa "
" Oke. Tapi kalau ada apa2 langsung bilang ke aku yaa " Kata arlan yg langsung buru2 menuju ke kamar mandi
" Makasi sayang " Teriak alana sumringah.
😇😇😇
Alana memutuskan berangkat ke sekolah dengan arlan. Tidak lagi dg sopir pribadinya.
Setibanya mereka di sekolah. Semua mata, baik putra maupun putri, menatap ke arah arlan yg merangkul alana, dan melihat tangan alana yg melingkar di pinggang arlan.
Semua memang sudah tau tentang kabar pertunangan mereka .Kecuali citra.Tetapi di mata para siswa, pemandangan itu terlihat asing, karna yg biasa bersama arlan adalah citra, dan bukan alana .Tak lupa pula para fans alana yg merasa kecewa karna bidadari mereka sudah terikat dg yg lain, dan itu dengan cowok yg paling tampan juga terpopuler di sekolah, setidaknya mereka semua sadar diri, kalau yg di saingi adalah seorang pangeran sekolah.
" Udah biasa juga kok " Jawab alana santai . Pasalnya kali ini mereka melangkah menuju ke kelas
" Cehhh. Sombong. Mentang2 banyak fans " Desis arlan mengacak pelan rambut alana.
" Iiiiih... Kebiasaan deh yang.Rambut aku udah rapi tauk " Celetuk alana sambil merapikan rambut pirang nya itu .
" Biarin."
.
" Sayang..Nanti aku pulangnya agak terlambat, soalnya setelah semua pulang, aku masih ada rapat OSIS.. Kamu pulangnya sama sopir aku aja yaa " Ujar arlan lembut setelah mereka tiba di depan kelas alana.
" Aku nunggu kamu aja " Jawab alana santai.
" Jangan lah. Aku takut nanti rapatnya lama, kamu mau nungguin aku sampek sore "
" Ya udah iyaa. Tapi mungkin aku juga bakal pulang telat. Aku mo belanja bareng sasa dan bela.Ga papa kan "
" Iyaa.. Ga papa... Asal jangan pulang malem oke " Kata arlan memperingati
" Oke "
" Aku ke kelas dulu. Inget.. Jangan bolos " Tekan arlan kembali memperingati
" Iya.. Iya "
" Ya udah. Aku ke kelas " Ulang arlan, kemudian mencium kening Alana, setelah itu berlalu pergi menuju ke kelas nya sendiri yg berada paling ujung .
Saat sudah memasuki kelas, alana mendapati bela juga sasa dengan kesibukan mereka masing2 sampai tidak sadar kalau alana sudah berada di antara mereka.
" Sibuk amat sih " Sembur alana yg melepaskan tas nya... Sasa berhenti dg ponselnya dan beralih menatap ke arah sahabat centil nya yg sekarang sudah duduk di sampingnya.
" Alana.. " Ujar sasa sumringah
" Loe kok udah masuk?? Emang udah ga sakit? " Tanya bela penuh perhatian
" Udah ngga kok.Gue kan kangen kalian" Ucap Alana manja
". Princess manja gue " Kata sasa yg langsung memeluk Alana.
" Mulai lebay deh " Sembur bela jengah
.
" Oh ya.. Nanti sepulang sekolah belanja yuk " Ajak Alana langsung.
" Wahh.. Boleh tuh... Gue mau nyari sepatu " Jawab sasa berbinar
" Gimana bel? " Tanya Alana
" Gue ikut aja " Kata bela datar dg mata yg sudah tertuju pada novel yg sedari tadi sudah di genggamannya.
Tak lama setelah itu, guru bhs Inggris pun datang memasuki kelas.
" Selamat pagi anak anak " Sapa guru itu, Yasmin namanya.
" Pagi buk " Jawab semua serempak.
" Alana, sasa, dan bela..Tumben kalian ada di kelas pas waktu jam saya? " Tanya bu Yasmin menatap ke tiga gadis cantik itu.
" Ga boleh yaa buk? " Tanya Alana dg stay santainya.
" Bukan begitu.. Biasanya juga kan kalian bolos kalau jam saya " Elak bu Yasmin lembut
" Kayaknya kita jadi serba salah deh bu, masuk kelas salah, ga masuk kelas dapet hukuman " Sela sasa dg mimik wajah yg di buat2.. buk Yasmin hanya geleng2 kepala melihat tingkah muridnya yg selalu seenaknya itu.
" Di mulai aja deh bu. Belajarnya. Mumpung kita belum berubah pikiran " Kata Alana yg sudah merasa jengah.
" Baiklah..Kita buka halaman 67 " Suruh bu Yasmin kemudian.
😚😚😚😚
" Citra mana? " Tanya arlan setelah tiba di kelas, guru di kelas itu belum masuk, lebih tepatnya izin untuk tidak mengajar.
" Loe mah.. Lama amat sih. Citra ada di atap lantai 3 ****. Dia frustasi pas denger loe tunangan sama Alana " Jelas Rafa gawat.
" Tadi kita udah samperin dia. Tapi tuh anak malah ngamuk2 sama kita.Ya Kita biarin aja , dari pada nantinya dapet cakaran dari nenek lampir " Timpal Adit bergidik ngeri.
" Saran gue yaa lan. Loe ngomong baik2 sama citra, samperin dia, dan jelasin semuanya " Saran Andra
" Ya udah deh. Gue ke sana sekarang. Pak Jay, ga dateng juga kan hari ini? " Tanya arlan lagi
" Ngga . Beliau izin. Sana gih.Cepet hibur tuh anak " Suruh Adit
" Oke " Singkat arlan yg langsung buru buru keluar dari kelas, dan menuju ke teras atap lantai 3 .
Setibanya arlan di atap, dia sudah mendapati citra yg duduk memeluk lututnya sendiri dg tatapan kosong. Dengab segera, arlan langsung menghampiri gadis itu.
" Cit " Panggil arlan pelan.
Si pemilik nama menoleh, dgn mata yg sudah bengkak akibat menangis.
" Gue. " Ujar arlan tertahan, dia begitu merasa sangat bersalah terhadap citra
" Sorry cit " Hanya itu yg bisa keluar dari mulutnya .
citra menatap arlan tajam. Dia kemudian berdiri, menghadap ke arlan.
" Loe kok gitu sih lan. Loe nyakitin gue tau ga .kenapa lan? Kenapa loe malah mau bertunangan dgn Alana,. Loe itu cuma milik gue. Milik gue " Sentak citra kembali meneteskan air mata.
" Loe bilang, loe akan berusaha buka hati buat gue, dan akan mencintai gue, tapi buktinya apa? Loe kasih gue harapan palsu " Lanjutnya lagi.
" Gue tau, gue udah nyakitin loe cit.. Gue sayang sama loe. Sayang banget. Tapi seberusaha apapun gue buat mencintai loe, tetep ga bisa,, gue ga bisa bohongin perasaan gue sendiri, gue udah terlanjur nganggep loe sebagai sahabat gue.. Ga lebih, kalau pun lebih, gue hanya menganggap loe sebagai adek gue.. Gue emang salah cit. Loe bisa ngehukum gue semau loe " Ucap arlan menunduk.
" Oke... Gue Terima loe bertunangan. Tapi loe akan tetep berusaha jatuh cinta sama gue kan. Hati loe tetep milik gue kan, " Kata citra meminta keyakinan.
Kedua tangannya memegangi dada arlan dan meremas seragam yg arlan kenakan.
" Gue ga bisa cit, dan mungkin ga akan pernah bisa,, loe berarti dlm hidup gue, tapi Alana jauh lebih berarti buat gue.. Dia segalanya buat gue, dan gue., gue ga bisa cintai loe lebih dari seorang sahabat, sorry.. " Gumam arlan lirih
Citra emosi, dia langsung mendorong tubuh arlan dgn kasar hingga hampir membuat arlan terjatuh, tapi arlan masih bisa menyeimbangkan tubuhnya.
" Yg loe lakuin ke gue.. Itu. Jahat.. " Bentak citra makin menangis.
" Seharusnya loe bisa ngerti cit, ngerti sama perasaan gue, lagian apa bedanya sih... Gue akan tetep jagain loe.. Akan tetep sayang sama loe.. Loe percaya sama gue " Ucap arlan meyakinkan.
" Tapi yg gue mau.. Loe hanya jagain gue, bukan orang lain, loe hanya milik gue. Milik gue.. " Tekan citra lagi.
" Jangan egois dong cit, gue juga punya kehidupan sendiri, yg ga sepantesnya loe campuri.. " Kata arlan yg juga mulai emosi
" Gue ga akan kek gini kalau bukan karna loe, loe yg bikin gue berharap, loe yg bikin gue terbang, sampek akhirnya loe juga yg ngejatuhin gue " Sentak citra, air matanya belum juga berhenti mengalir.
" Dan gue... Gue akan ngelakuin apa saja buat dapetin loe, walaupun itu harus dgn menyakiti alana , dan gue akan segera nyingkirin dia dari hidup loe, dan itu pasti" Ancam citra menunjuk arlan.
Arlan tersulut emosi, dia langsung menghadap kembali ke citra, dan memegang kedua pundak citra dgn kasar dan begitu emosi.
" Jangan pernah loe sakitin alana.
Kalau loe nyentuh alana sedikit saja, dan buat dia terluka, gue ga akan segan2 ya cit, buat ninggalin loe, atau ngebales apa yg akan loe lakuin sama tunangan gue " Ucap arlan mempertegas.. Dia langsung melepas genggaman nya dgn kasar dan pergi begitu saja meninggalkan citra sendirian di atap itu.
Citra semakin histeris saat melihat kepergian arlan.. Dia tidak menyangka arlan berubah sekasar itu padanya. Dan untuk pertama kalinya arlan membentak nya hanya karna seorang alana***.