My Fiance

My Fiance
lima belas



***Selepas pulang sekolah, arlan meminta Alana untuk pulang bersamanya dengan alasan ada hal penting yang ingin arlan bicarakan, Alana hanya mengiyakan, asal dia bisa pulang ke rumah dan langsung istirahat 'kenapa nggak 'pikirnya.


"Lan ... Loe salah rumah, ini bukan rumah gue tauk " Celetuk Alana saat arlan memberhentikan mobilnya di depan pekarangan rumah yang bernuansa emas itu... Begitu megah...


"Udah turun aja " Perintah arlan yang kemudian keluar dari mobil, di susul oleh Alana yg masih terlihat bingung.


" Ayo masuk " Ajak arlan.


"Loe mau maling yaa... Ayolah lan.. Jangan libatin gue dong " Sangka Alana. Arlan tak mendengarkan, dia langsung menarik tangan Alana dan membawa nya ke dalam.


Setelah pintu terbuka, nampak 6 orang pelayan sedang membungkukkan badannya memberi hormat pada arlan. Dan Alana masih saja terlihat kebingungan.


"Mama ada mbc? " Tanya arlan pada salah satu pelayannya itu.


"Ada tuan... Nyonya besar, sudah menunggu anda di ruang tengah " Jawab pelayan itu ramah.


Alana membulatkan bola matanya karna tak percaya,,, arlan membawanya ke rumah nya,


" Lan " Panggil Alana memberhentikan langkahnya.


"Ada apa? " Tanya arlan datar


"Kok loe bawa gue ke sini sih... Gue mau pulang aja ah " Ucap Alana


"Gc bisa.. Mama nyuruh gue buat bawa loe ke sini , ini perintah yaa al " Tegas arlan " Loe ikut aja " Katanya lagi yg kembali menarik tangan Alana menuju ke ruang tengah.


"Mama " Sapa arlan hangat menghampiri mamanya, setelah itu memeluk mamanya dengan lembut.


" Sayang " Balas nita bahagia.


"Tante, ehh mama " Sapa Alana kikuk.


"Sayang... Gimana kabar Alana? " Tanya nita lembut menghampiri Alana yg masih berdiri.


"Baik kok ma " Jawab Alana tersenyum.


"Kamu ini, klw gc arlan paksa, gak akan mau ke sini, iyaa kan " Kata nita menarik pelan hidung mancung Alana. Dan Alana hanya cengengesan.


" Mama udah bilang sama mama Linda dan daddy kamu, kalau kamu akan nginep di sini selama dua hari, dan mereka mengizinkan " Jelas nita antusias.


"What! " Kaget Alana


"Iyaa sayang... Dan itu gc bisa di bantah.. Oke


" Ujar nita saat melihat raut wajah Alana yg ingin membantah...


"Tapi ma, Alana kan gak bawa seragam ganti, terus sama baju ganti alana juga gak bawa, abis itu make up, sepatu, tas, semua deh , Alana gak bawa ma " Keluh Alana beralasan.


"Kamu tenang aja, semua udah di siapin kok, masak Alana nolak sih yg mau nginep di sini?


" Tanya mama memelas. Alana hanya diam, karna dia ingin sekali menjawab yang dikatakan nita itu benar .


" Kamu bisa loh, tiap hari belanja sesuka kamu bareng arlan, mau pulang telat pun mama izinin asal bareng arlan " Ujar nita lagi dengan senyum hangatnya.


"Bener ma? " Tanya Alana berbinar.


"Iyaa sayang, mama serius kok ngomongnya, asal bisa buat mantu mama ini bahagia " Jawab nita mengelus singkat rambut Alana.


" Oke deh Alana mau nginep di sini, cuma dua hari kan " Katanya sumringah, dan nita hanya mengangguk bahagia.


"Nah... Setelah ini, Alana bisa pilih kamar yang mana aja, sesuai selera Alana, dan untuk tempat Alana nanti kalau udah sering2 nginep di sini " Kata nita. Alana melihat ke sekeliling ruangan itu.


"Boleh Alana tidur di kamar itu? " Tanya Alana menunjuk kamar di lantai dua, dan letak kamar itu berada di tengah antara dua kamar lainnya.


"Itu kamar gue, jadi gc bisa " Tukas arlan dingin. Alana memonyongkan bibirnya.


"Boleh kok, Alana bisa tidur di kamar arlan " Ucap nita langsung


"Ma.. Gak bisa gitu lah... Kan masih banyak kamar yang lainnya " Elak arlan kesal.


"Tapi kan Alana sukanya yg itu lan, iya kan al " Ujar nita menatap ke Alana, dan Alana mengangguk cepat.


"Gak bisa... Itu kamarnya arlan " Tekan arlan lagi.


"Ya udah kalau gak bisa... Kalian tidur sekamar aja... Gimana? " Usul nita dengan senyum menggoda, Alana dan arlan sama2 mendelik kaget...


"Impossible " Ujar keduanya bersamaan.


"Impossible is nothing ya " Kata nita lagi.


" Iyaa deh.. Arlan tidur di kamar lain aja, tapi di samping kamar yang Alana tempati, arlan gak mau yaa, barang2 arlan pada di rusakin semua " Ketus arlan dingin.


"Ceeehh.. Siapa juga yg mo nyentuh barang2 loe " Desis Alana tak Terima.


" Sudah, sudah, lebih baik sekarang Alana istirahat dulu ya, pasti capek " Suruh nita lembut.


"Iyaa deh... Alana bener2 capek ma " Ucap Alana,


"Ya udah yuk, mama anter ke kamar " Ajak mama, dan Alana kembali mengangguk.


........ ..........


Malam pun tiba... Jam sudah menunjukkan pukul 01.08 , dan Alana masih belum bisa memejamkan matanya, dia benar2 tidak bisa tidur, karna tidak nyaman dengan ruangan itu. Dia rindu kamarnya sendiri..


" Uuuh... Susah banget sih yg mo tidur, besok gue kan harus sekolah "gerutu Alana kembali duduk kemudian beringsut dari tempat tidur menuju arah jendela kamar ... Alana berdiri mematung memandangi jalanan jakarta, yang jelas terlihat dari jendela kamar yang sekarang di tempatinya, lebih tepatnya kamar arlan ...


" Wooww.. Indah juga ya " Gumam Alana takjub... Tapi tiba tiba...dengan sekejap, seluruh kota menjadi gelap, terutama kamar Alana,


"Arlan " Teriak Alana ketakutan, kakinya langsung lemas, dia terduduk memeluk lututnya, dengan terus memejamkan matanya, dia benar2 ketakutan, dia takut gelap, . Kegelapan adalah musuh terbesar bagi gadis itu.


"Daddy, mama " Lirih Alana lagi,


"Ada apa al " Tanya arlan tiba tiba dengan senter di HP nya, arlan panik dan menghampiri Alana yg masih terlihat ketakutan.


"Ada apa al? " Tanya arlan lagi, sekarang posisinya sudah berjongkok di samping Alana ,


"Arlan " Alana langsung memeluk tubuh arlan dengan begitu erat "idupin lampunya, gue takut gelap b*go " Ujar Alana yg masih memeluk Arlan dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang arlan.


"Kayaknya, emang seluruh kota deh al yg mati lampu... Loe tenang aja, ada gue kok " Bisik arlan menenangkan,,,


"Ya tapi gue takut " Elak Alana parau, dia sudah hampir ingin menangis.


"Gini ya al, ini udah bener2 larut loh, dan besok kita harus sekolah, jadi tidur yaa, ntar gue nyalain lampu yg lain " Ujar arlan lagi..


" Tapi temenin "


" Iyaa gue temenin, ya udah, loe tidur yaa" Bisik arlan lagi, dan Alana mengangguk...dengan pelan.. Arlan merengkuh tubuh Alana dan menggendongnya menuju ke ranjang, arlan sudah merasakan tubuh Alana yg bercucuran dengan keringat..


Setelah itu, arlan membaringkan tubuh Alana kemudian menyelimuti nya dengan telaten.


"Loe tidur yaa, gak usah takut " Kata arlan lembut,


" Loe jangan kemana2 " Pinta Alana pelan


"Iyaa.. Gue tidur sofa, kalau ada apa2 bangunin gue " Titah arlan


"Tapi lan .. "


"Apa lagi al? "


" Gue gak mau jauh2 dari loe... Please... Tidur di samping gue yaa... Gue bener2 takut lan, gue mohon " Pinta Alana yang sudah tidak tau malu,..arlan nampak terdiam.


"Lan " Panggil Alana dengan suara pelan.


"Oke... Oke.. Gue tidur di samping loe, asal loe bisa tidur " Ujar arlan yang kemudian menjatuhkan tubuhnya di samping Alana dan Alana membiarkan nya. Posisi arlan membelakangi tubuh Alana... Tetapi terdengar jelas di telinga arlan , nafas Alana yg masih naik turun tidak teratur.


"Lan... " Panggil Alana.


" Hmm " Saut arlan memejamkan matanya.


"Gue takut, gak bisa tidur lan " Gumam Alana pelan,... Arlan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Alana, kemudian menarik tubuh Alana ke dalam dekapannya..pasalnya sekarang posisi Alana tidur di lengan arlsn dengan bersandar didada arlan...


"Tidurlah " Ujar arlan lembut... Alana mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya dengan paksa hingga menunggu dengan sendirinya si empu bisa tertidur...


"Gadis aneh... Kadang dia begitu baik, bagitu manja, begitu nakal, tapi dia juga lemah...gadis bodoh " Ucap arlan dalam hati . Arlan kemudian ikut memejamkan matanya karna benar2 sangat mengantuk...


😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇


( singkat cerita) 3 hari pun berlalu...


Seperti biasa, setiap istirahat, dan makan di kantin, ANGEL WINS akan selalu bergabung dengan geng EXO...


"Lan.. Cobain ini deh, enak loh " Tawar citra yang memang seperti biasa selalu bergelayut manja ke lengan arlan.


"Gue udah kenyang cit " Tolak arlan dingin...


"Iyaa deh... Gue abisin sendiri aja, tapi loe yang tetep bayar kan " Ucap citra menaik turunkan alisnya..


"Iyaa bawel " Seru arlan mengacak rambut citra..


"Jangan lan ... Hmmm... Jadi gini... Hari ini gue ada duit banyak, biar gue yg bayarin makanan kalian semua " Ujar Alana sumringah..


"Wahhh bener nih " Tanya Adit tak percaya


"Serius nih al? " Timpal Andra berbinar.


"Ya iya lah..gue gak becanda kali. Kalian kan udah sering bayarin makan an kita2" Kata Alana menunjuk dirinya dan juga sasa dan bela..


" Waahh... Oke deh, makasih " Ujar Rafa tersenyum manis.


"Sumpah yaa raf, jangan pake senyum yang itu deh " Kata Alana kesal.


" Kenapa? "Tanya Rafa memicingkan matanya bingung.


"Loe manis dan tampan banget tauk " Jawab Alana santai, sasa dan bela hanya geleng2 kepala dengan tingkah sahabatnya itu...


Sementara Rafa hanya tersenyum malu2 dan juga bahagia..yang lain hanya menyaksikan.. Termasuk arlan dan citra...


Tak lama setelah itu, terdengar kegaduhan di pojokan kantin, semua yang ada di kantin melihat kegaduhan itu, termasuk ANGEL WINS dan EXO...


Di sana, nampak seorang gadis yang menangis di depan seorang cowok yang terbilang cukup tampan, tapi jelas terlihat cowok itu adalah bad boy sekolah.


"Dimas.... Aku mohon... Ini hanya becanda kan " Ucap gadis itu sesenggukan, namanya lisa.


"Hhhhhhhhh.... Sorry lis, gue udah bosen sama loe... " Ujar dimas tertawa.


"Tapi aku masih sayang kamu dim... Please... Ngertiin perasaan aku.. Kamu udah janji kan akan selalu bahagiain aku" Kata lisa lagi dengan mata yg sudah sembab.


"Hhhhhh... Inget ya lis... Gue hanya gunain loe itu di saat gue cuma bosan, loe bukan siapa-siapa buat gue, hanya kesenangan belaka " Hina dimas tertawa puas...


" Tapi gue tulus sama loe" Elak lisa yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya di depan umum, dia refleks langsung mencium bibir dimas dengan paksa.dan Dengan sekali hentakan, dimas mendorong tubuh lisa untuk menjauh darinya.


"Sorry lis.. Bibir loe udah gc semanis dulu lagi


" Hina dimas tersenyum miring***..