My Fiance

My Fiance
dua puluh dua



" ***Loe gilak yaa " Ujar orang itu, yang tak lain adalah arlan...


"Mana gue tau " Ketus Alana kesal.


" Ya hati-hati dong kalau mau nyebrang.. Lagian ini itu udah masuk kelas, ngapain malah berkeliaran di tengah jalan... Mau ngemis? " Bentak arlan emosi.. Nafasnya naik turun tak beraturan..


" Iyaa gue mau ngemis.. Puas " Sentak Alana yg ikut emosi, kemudian dengan segera Beranjak dari duduknya dan ingin pergi...


Tapi arlan menduluinya dengan menarik tangannya dengan paksa.


" Lepasin lan.. Gue mau pulang " Sentak Alana marah.


"Diem " Tekan arlan tak ingin di bantah. dia terus menarik tangan Alana, tak peduli dengan lengan nya yang sakit akibat terjatuh pas tadi nolong Alana.


" Duduk " Perintah arlan menunjuk bangku panjang tepat di pinggir jalan .


Alana hanya menurut.. Dia duduk di bangku panjang itu, lalu arlan juga ikut duduk di sampingnya.


" Ada apa lagi sih al? " Tanya arlan langsung. Tatapannya mengarah ke depan, menatap mobil mobil yg berlalu lalang .


Begitu pun dengan Alana, dia juga melakukan hal yang sama dengan arlan.


Dan gadis itu hanya terdiam tak menaggapi


" Al " Panggil arlan pelan. Kali ini menatap ke arah Alana


" Hmmm " Singkat Alana


" Ada apa sih? Loe kenapa? Ada masalah apa lagi? Berantem lagi sama Elsa? " Cerca arlan bertanya.


" Loe tau gak lan ..di saat gue butuh sahabat gue untuk dengerin masalah gue mereka malah gak peduli " Kata Alana pelan, dia sedih tapi tak menangis...


Arlan hanya diam mendengarkan dengan saksama...


" Gue kesel sama mereka.. Di saat gue butuh mereka... Mereka malah sibuk dengan dunianya masing masing.. Tadi pas gue curhat aja, sasa malah sibuk dengan artis koreanya, dan bela dengan novelnya... " Jelas Alana menarik nafasnya dengan pelan,kemudian di hembuskan nya dengan kasar " Gue gak pernah berniat untuk hitung hitungan, sama sekali nggak.. Tapi gue juga di usir dari rumah, karna belain si bela... Gue kesel, marah sama mereka.. Mereka sama sekali gak peduli... Sama sekali nggak. " Lirih Alana lagi.. Tatapannya masih lurus ke depan.


" Dan setelah itu... Loe pergi dari mereka tanpa nerima maaf dari mereka.. Iyaa kan " Tebak arlan menatap Alana


" Yaa jelas lah...mereka baru minta maaf pas gue udah marah kek gitu. Baru sadar mereka...kesel gue " Ujar Alana masih terlihat emosi.


" Sering yaa mereka kek gitu ke loe? " Tanya arlan lagi.


" Yaa nggak lah.. Cuma hari ini doang " Jawab Alana


" Berarti kemaren2 loe gak pernah cerita masalah loe ke mereka? " .


" Yaa cerita ke mereka lah .mau cerita ke siapa lagi gue kalau bukan ke mereka, cuma mereka yang ngertiin perasaan gue" .


" Berarti cuma tadi dong mereka gak dengerin ocehan loe? "


" Iyaa.. " Jawab Alana lirih


" Dan itu.. Karna hobi mereka masing-masing? " Tanya arlan lagi... Dan Alana mengangguk.


" Menurut gue itu sih wajar lah al... "


" Kok wajar sih " Ketus Alana kesal.


" Ya wajar lah.. Gini yaa al.. Bayangin aja, loe masih asik sama hobi loe.. Tapi tiba tiba aja ada yg ngeganggu.., jelas gak enak kan al.. Sama kaya mereka, mungkin mereka lagi asik2 nya terus loe dateng... Emang loe gak pernah gitu yaa ke mereka? " Tanya arlan menatap alana


"Pernah sihh.. " Jawab alana mengingat.


"Gue ngerti loe.. Loe bisa kok marah sama mereka,, tapi jangan lama lama , mereka juga kan sahabat loe, dan mungkin mereka juga yg selalu ngertiin loe.. Hanya salah sekali kan al... Dan itu gak di sengaja. Loe juga harus ngertiin mereka lah al .. Jangan terlalu manja, oke.. " Saran arlan tersenyum tipis


mengacak rambut alana asal..


"Emang gue manja yaa " Tanya alana balas menatap arlan


"Gak manja kok, cuma terlalu manja aja " Kata arlan tertawa.


"iiihhhh... Arlannnn.. Kok gitu sih " Dengus alana memukul pelan lengan arlan.


"Becanda kali al... Sini " Ujar arlan mengisyaratkan agar alana memeluknya, dan dengan senang hati alana memeluk tubuh arlan dengan erat.


"Udah lah al gak usah sedih terus.. Masak iyaa cewek nakal sedih...kan ada gue al. Masih ada gue kok.. Loe bisa kok minta apa aja dari gue... Sekarang kan loe kere" Ledek arlan terkekeh, masih merangkul alana.


"Gue gak kere yaa... Daddy masih terus kok tranferin gue uang, cuma itu... Mobil gue gak ada... Tapi kan masih ada mobil sama sopir pribadi loe... " Kata alana bangga. Arlan hanya menggelengkan kepalanya karna tingkah alana yg kekanak kanakan itu..


"Loe kok di sini, kan udah masuk? " Tanya alana melepas pelukannya karna baru menyadari arlan juga tidak masuk kelas.


"Ya loe tadi kan keluar dari area sekolah dengan keadaan marah... Masak gue biarin.. Sekarang kan loe tanggung jawab gue.. Bukan lagi abang atau bocap loe yg selalu manjain loe itu.. Gue beda yaa.. Catet.. " Ujar nya memperingati.


" Iye.. Iye.. Terus... Loe gak mau balik ke sekolah sekarang? " Tanya alana lagi.


"Nggak.. Gue mau jalan jalan aja " Jawab arlan beranjak dari duduknya kemudian tanpa aba aba melangkah pergi dengan stay cool nya..alana langsung mengejar dan mensejajari langkah nya.


"Sama siapa? " Tanya alana bergelayut di lengan arlan


"Apanya? " Tanya arlan santai.


"Katanya mau jalan jalan.. Jalan sama geng loe yaa? " Tanya alana lagi.


"Nggak.. Sendiri aja " Jawab arlan datar


"Ikutt yaaa " Mohon alana manja


"Boleh aja " Jawab arlan tersenyum tipis.


"Serah loe aja deh "


.. . ............................


Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 . Alana dan arlan memutuskan untuk balik ke apartemen.


Dan setibanya di apartemen, alana langsung memilah milah baju yg tadi dia beli di Moll, sepatu, tas, dan aksesoris lainnya yg sungguh begitu mewah dan juga banyak.


"Fiuhh.. Banyak juga yaa barang yg gue beli tadi... Tapi rasanya masih kurang deh" Celetuk alana berbicara sendiri, sedangkan arlan sudah ada di kamar mandi membersihkan dirinya karna sudah seharian menemani alana berbelanja dan juga jalan2..


" Orang2 rumah kok gak ada yg nyari tau kabar gue yaa ,Termasuk abang.. Masak iyaa sih mereka marah nya sampek segitu? " Gumam alana kemudian, melihat ke layar ponsel dengan tatapan nanar, berharap abang nya itu menelvonnya.


"Mereka gak kangen apa sama gue. " Katanya lagi dengan memasang raut wajah yg sedih. .


"Ada apa lagi sih al " Tanya arlan yg sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya.. Kaos putih berlengan pendek, juga celana jeans se lutut.


" Gak papa " Lesuh alana


"Masih ada yg kurang yaa? " Tanya arlan yang setelah itu duduk di sofa menyalakan televisinya.


"Gak ada... Gue ngantuk mau tidur " Kata alana langsung beranjak dari duduk nya, kemudian menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke ranjang empuk itu.


"Mandi dulu lah al " Suruh arlan saat melihat alana masih dengan baju nya yang tadi dia pakai di Moll


"Nanti " Cuek alana yang sudah memejamkan matanya


" Serah loe deh " Gumam arlan menggelengkan kepalanya karna begitu bingung dengan sikap alana yang suka berubah ubah itu..


🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂


Pagi pun tiba... Kali ini, alana berangkat agak pagi.. Bukan karna keinginannya, melainkan karna di paksa oleh arlan .. Dan alana hanya menurut.


Ternyata setelah tiba di kelas, alana hanya mendapati beberapa siswa di kelasnya itu,, ada yang asik dengan gitarnya, ada juga yang asik mojok alias pacaran... Dan alana tidak peduli.. Dia lebih memilih duduk dan memainkan ponselnya..


" Alana " Panggil seseorang. Alana sudah hafal dengan suara itu. Dia hanya melihat sekilas kemudian kembali asik dengan benda pipih itu.


"Loe masih marah yaa al? " Tanya sasa cemberut.


" Kita minta maaf al.. Kita emang salah kok " Timpal bela yang sangat merasa bersalah..dan alana hanya diam, tak menanggapi ucapan kedua sahabatnya yang sekarang sudah duduk di samping nya itu, sedangkan sasa ,dia berdiri tepat di depan bangku alana.


" Oh ya, kemaren kita ke rumah loe.. Tapi kata om dan tante loe gak tinggal bareng mereka lagi yaa? " Tanya sasa dengan hati hati.


"Baru tau yaa " Sinis alana masih asik dengan kegiatannya.


"Kenapa loe gak cerita sih al " Kata bela menuntut penjelasan


" Heyy.. Kalian gak inget yaa.. Kemaren kan gue udah mau curhat ke kalian.. Tapi kalian gak ngerespon sama sekali kan. Kalian malah asik dengan hobi kalian dan oke... Gue bisa paham " Kata alana datar


Sungguh.. Itu bukan alana yang mereka kenal.. Sasa dan bela hanya diam.. Tak berani membela diri mereka masing masing.


"By the way...NCT dream kapan yang mo konser Sa? Dan juga bel.. Gimana dengan novel nya.. Udah tamat bacanya " Tanya alana kemudian dengan senyum yang tak bisa di artikan...


" Al.. Kita bener bener minta maaf al.. Sungguh, kita sama sekali gak ada niatan buat bikin loe marah.. Sama sekali nggak.." Kata sasa dengan suara serak.. Dia sudah mulai menangis.


"Gue mohon al.. Jangan diemin kita kaya gini . Gue gak bisa kalau liat loe marah ke kita.. Loe bisa ngelakuin apa aja sama kita.. Hukum kita al.. Tapi jangan sampek diemin kita " Timpal bela memohon.


"Sorry gue gak bisa " Kata alana dingin


"All... Please... " Pinta sasa memohon


"Gue gak bisa kalau lama lama marah sama kalian " Ujar alana kemudian dengan senyum mengembang. Sasa dan bela sama sama berbinar


"Jadi.. Loe maafin kita? " Tanya bela sumringah.


"Iyaa.. Tapi dengan satu sarat " Ucap alana kembali serius.


"Apa? " Tanya bela kemudian


" Jangan pernah larang gue buat makan ice cream banyak banyak " Kata alana dengan senyum penuh kemenangan.


" Tapi loe kan bisa demam kalau makan ice cream berlebihan al " Kata sasa memperingati.


"Iya tau.. Tapi kalau gue udah pengen .. Kalian gak berhak ngelarang gue... Lagian santai aja kalik.. Hari ini gue masih males makan ice cream. Gak tau besok2 yaa.. " Ujar alana santai.


"Tapi di maafin kan " Tanya bela sekali lagi.


"Iyaa.. Sebagai balasannya.. Nanti setelah istirahat kalian yang bayarin semua makanan gue.. " Jawab alana kemudian


"Siaappp queen. " Sigap sasa antusias


"Ooh yaa al.. Jadi... Sekarang loe tinggal di mana, di hotel mana? " Tanya bela dengan tatapan serius.


"Kalau masalh itu sorry banget..gue gak bisa bilang ke kalian... Tapi gue nyaman kok di tempat tinggal gue yang sekarang" Ujar alana tersenyum manis.


" Loe masiih marah yaa " Tanya sasa was was


"Yaa nggak lah.. Tapi emang tempat gue itu privasi .. Gue emang gak mau satu orang pun yang tau tempat tinggal gue... Baik itu keluarga gue ataupun sahabat gue... Gue harap kalian ngerti " Titah alana menatap ke kedua sahabat nya.


"Yaa udah gak papa.. Asal loe nyaman di sana, gue juga seneng kok " Jawab sasa yg tak ingin memperkeruh suasana


"Thank yaa " Ucap alana pelan.. Karna tak lama setelah itu, para siswa buru buru duduk di tempat masing2. karana guru ips pun datang memasuki kelas . Semua menjadi hening.. Dan guru itu pun memulai pelajarannya***...


.