My Fiance

My Fiance
dua puluh tujuh



***Saat dimas masih terus mencium leher alana dengan paksa, tiba tiba sudah ada yg menarik kerah baju dimas dari belakang, setelah itu menghempaskan tubuh dimas dengan begitu keras,nya, hingga membuat dimas terjatuh jauh di pojok ruangan ...


.alana langsung tersungkur ke lantai, dengan terus menangis dan menunduk memeluk lututnya sendiri karna begitu ketakutan..


Dan ternyata, orang yang mendorong dimas adalah arlan...Denga cepat arlan menghampiri alana yang masih menangis ketakutan...


"Al,,, ini gue " Panggil arlab lembut memegang lengan alana...


"Jangan " Ujar alana menepis tangan arlan dengan keras, masih terus menyembunyikan wajahnya dengan memeluk lutut nya...


Arlan makin mengepalkan tangannya marah. Dia begitu emosi, saat melihat keadaan alana yg terus saja menangis karna ketakutan... Dengah wajah yg sudah memerah, arlan langsung menghampiri dimas yg tersungkur jatuh, dan Dengan cepat, menduduki tubuh dimas, setelah itu memukuli wajah dimas habis habisan, hingga membuat dimas tidak bisa membalas...


Arlan benar2 emosi, sangat emosi, dia terus saja memukul wajah dimas bergantian dengan memukul dada dimas ..


Pukulan itu terus di lakukan arlan hingga berulang ulang..dan dimas benar2 tidak bisa membalas sama sekali.


"Sekali loe sentuh tunangan gue, bakal gue buat milik loe ini gak berfungsi " Teriak arlan marah menunjuk junior milik dimas ..


tangannya masih terus memukul wajah dimas, setelah itu menghempaskan kepala dimas dengan keras hingga membuat kepala itu mengeluarkan darah,....


alhasil, dimas sudah tak sadarkan diri, dengan luka di kepala, bibir, dan juga hidung yg masih mengeluarkan darah segar..


Setelah itu, arlan berdiri , menatap bengis, benci, dan juga marah ke wajah dimas yg sudah pingsan itu ... Belum puas dia memukuli dimas, arlan juga langsung menendang tubuh dimas dengan keras... Kemudian meludahi tubuh yg tak sadarkan diri itu dengan tatapan jijik...


Dan Dengan segera, arlan menghampiri alana yg masih menangis...


"Al... Ini gue al... Arlan..gue di sini " Ujar arlan lembut kembali memegang pundak alana ... Alana mendongakkan wajah nya, menatap arlan dengan tatapan yg masih ketakutan..


"Loe aman sama gue... Tenang yaa " Kata arlan lagi, ..


Dan dengan hati hati cowok dingin itu menarik alana ke dalam. Pelukannya.


"Arlan... Dia... Dia... " Ujar alana sesenggukan, mengeratkan pelukannya pada arlan...


"Udah... Tenang,,, dia bakal di penjara, loe tenang yaa " Bisik arlan lembut mengeratkan pelukannya juga pada alana.


" Gue. Mau pulang " Ucap alana melepas pelukannya ,air matanya masih terus saja mengalir di pipi putih yg sekarang memerah itu .


"Pasti... Kita pulang sekarang " Kata arlan yg setelah itu..dengan begitu hati hati,


Mengangkat tubuh alana dan membawanya ke dalam gendongannya. Alana menyembunyikan wajahnya di leher arlan, dia begitu takut jika harus melihat ke arah dimas.


🙁🙁🙁🙁🙁


Setelah tiba di apartemen, dengan pelan, arlan membaringkan tubuh alana di ranjang big size itu, kemudian menyelimuti tubuh mungil alana yg masih bergetar ketakutan itu dengan begitu telaten... Alana masih terus saja menangis, walau sudah berulang kali arlan menenangkan nya.


"Tidur yaa... Udah... Jangan nangis lagi " Ucap arlan lembut mengusap dengan pelan rambut alana...


Alana tak menanggapi ucapan arlan, dia langsung memiringkan tubuhnya membelakangi tunangannya itu.,,


arlan menghembuskan nafasnya dengan kasar... Dia langsung beranjak ingin pergi dan membiarkan alana istirahat... Tapi tangisan alana begitu pilu,,, kedua tangan alana masih terus meremas selimut dan juga bantal, dengan terus menangis...


Hingga membuat arlan memutar tubuhnya, dan dengan segera membaringkan tubuh nya sendiri di samping alana..setelah itu mendekap tubuh alana begitu erat..


"Please al .. Jangan nangis gini.. Gue sakit tau gak kalau liat loe kaya gini " Bisik arlan mengeratkan pelukannya, membawa kepala alana ke dalam dadanya yg bidang, tangannya masih terus mengelus rambut alana dengan lembut...


Entahlah.. Dia juga tidak tau dari hati mana dia bisa mengucapkan kata kata itu... Karena memang yang dia tau, dia sangat membenci melihat alana menangis..


" Gue... Gue... " Ujar alana tertahan, dengan nangis yg masih sesenggukan ,, kini tangan alana sudah beralih meremas jaket yg arlan kenakan, membenamkan kepalanya di dada cowok itu.


"Udah... Tenang yaa,, selagi ada gue.. Loe gak akan pernah kenapa napa... " Bisik arlan lagi... "Istirahatlah... Gue pasti jagain loe " Lanjutnya yg kemudian mencium kening alana dengan lembut...


.....................


2 jam kemudian, arlan bernafas lega, karna dengkuran kecil alana sudah terdengar, dan itu berarti alana sudah tertidur, setelah selama 2 jam itu dia terus menangis tanpa henti...


Arlan dengan begitu hati hati , mengambil ponsel di saku jaketnya , dia tidak mau alana kembali bangun...


Sedangkan tangan alana masih erat memeluk tubuh arlan, menjadikan lengan arlan sebagai bantal, dan masih membenamkan kepalanya di bawah leher arlan.


"Gimana? " Tanya arlan pada orang di sebrang, dengan tatapan serius.


"...... "


" Oke... Segera urus dia... Dan pastikan dia mendapatkan hukuman yg setimpal " Titah arlan yg kembali merasa emosi.


"....... "


"Baiklah, besok saya usaha in, untuk bujuk alana, " Jawab nya lagi.


"........"


"Oke " Ujar arlan yg langsung mematikan panggilannya secara sepihak.


Setelah itu, arlan menatap ke arah alana yg sudah tertidur pulas, dengan kantong mata yg sudah bengkak akibat terlalu lama menangis..


" Ntahlah... Gue paling benci kalau liat loe nangis dan menderita gini Al.. Gue gak suka tau gak "lirih arlan masih terus menatap alana.


😍😍😍😍😍😍


Kejadian tadi malam , kembali tergiang di dalam mimpi alana... Alana yg masih tertidur itu, kembali merasa takut, air keringat kembali membasahi wajah dan tubuhnya..


"Jangan " Teriak alana yg sudah membuka mata dengan nafas naik turun tak beraturan... Dia langsung bangun dari tidurnya dengan posisi duduk... Matanya Melihat ke seluruh ruangan..


"Ada apa al? " Tanya arlan kaget mendengar teriakan alana dan juga ikut terbangun, duduk di samping alana.


Alana tak menanggapi ucapan arlan, nafasnya masih ngos ngosan.. Ingatannya kembali tergiang pada kejadian tadi malam yg menimpanya.. Air matanya kembali menetes,,, dan arlan langsung menariknya ke dalam pelukannya.


"Gak usah di ingat lagi... Oke... Lagian loe gak papa kok, loe selamat kan " Ujar arlan menenangkan, mengelus rambut alana dengan lembut.


" Gue gak Terima tau gak,, gue... Gue merasa... " Kata alana terpotong.


"Jangan ngomong apa apa lagi.. Loe itu hanya milik gue, dan gue juga milik loe... Jadi.. Gue gak akan biarin apa pun yg terjadi yg akan membuat loe sakit dan terluka, lagian, dimas udah di penjara kok" Ucap arlan tersenyum manis, walau senyum nya itu tidak di ketahui oleh alana.


"Bener si brengsek itu udah di penjara? " Tanya alana yg langsung melepas pelukannya, ia mendongak,menatap ke arah arlan.


"Iyaa... Dia akan mendapat semua balasan nya " Jawab arlan mengusap lembut air mata di pipi alana.


"Makasih lan.. Loe udah nolong gue... Kalau gak ada loe... Gue pasti ... " Ucap alana haru, tapi arlan langsung memotong kalimatnya.


" Loe jangan pernah ngomong kek gitu lagi..


Loe itu tanggung jawab gue al... Gak akan pernah gue biarin loe terluka sedikitpun, ataupun di sentuh oleh cowok brengsek kaya dia " Ucap arlan tulus, tangannya masih mengusap lembut pipi alana.


" Makasih lan.. Makasih " Kata alana haru yg kembali berhambur ke pelukan arlan... Dan arlan membalas pelukan alana dengan hangat.


" Tapi al.. " Ujar arlan yg merasa takut untuk membicarakan sesuatu .


"Ada apa? " Tanya alana pelan melepas pelukannya. Menatap serius ke arah arlan.


" Sebenernya, dimas udah di penjara sekarang, tapi... Polisi minta loe untuk jadi saksi, bareng gue juga, untuk melanjutkan kasus ini dan dimas bisa mendapat hukuman yg setimpal " Jelas arlan hati-hati .


"Tapi gue udah gak mau jika harus ketemu dimas lagi... Gue takut tau gak , loe gak tau gimana rasanya jadi gue.. " Ucap alana menolak.


"Tenang al... Gue jamin... Nanti setelah di kantor polisi, loe gak akan ketemu dimas,..gak akan " Kata arlan meyakinkan..


" Mau yaa? Ini kan demi kebaikan loe juga " Lanjut arlan lagi.


"Oke... Kapan? " Tanya alana menatap ke arlan.


" Hari ini.. Loe siap siap aja dulu, setelah ini kita berangkat " Jelas arlan lagi.


"Tapi... Sekarang kan masuk... Loe gak sekolah? " Tanya alana langsung.


" Nggak.. Gue ijin aja dulu " Jawab arlan tersenyum tipis.


"Ya udah... Gue mandi dulu " Kata alana yg langsung beringsut dari tempat tidur mengambil handuk, dan berlalu menuju ke kamar mandi***....