
***satu jam sudah berlalu, baju alana sudah agak basah karna merasa gerah dan akibat dari sinar matahari yang menerpa tubuhnya.
apalagi panas sang surya sangat lah Terik tanpa celah dari awan hitam. wajahnya sudah pucat, keringat terus saja mengucur di pelipis gadis itu.
sedangkan cowok yang menghukum alana, dia terus saja sesekali mengawasi alana karna takut alana akan kabur dan berakhir dengan kebolosan.
kepala alana sudah benar benar pening, dadanya terasa sesak, begitu pula dengan nafasnya yang naik turun tak beraturan. pandangan nya tiba tiba berubah menjadi kabur . dengan sekuat tenaga gadis itu berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang sudah lemas... tapi tiba tiba......
BRUKKKKKK.....
tubuh alana sudah tergeletak tak sadarkan diri, ...dia pingsan. dan beruntung, dari kejauhan arlan melihat itu, tampa pikir panjang, cowok itu langsung bergegas menghampiri tubuh mungil alana yang sudah lemah.
" al.. alana " panggil arlan panik, membawa tubuh alana ke dalam pangkuannya.
dia merasa bersalah karna membuat alana pingsan. bahkan membuat wajah putih gadis itu menjadi pucat.
" bangun al... alana " panggil arlan lagi seraya mengepuk dengan pelan pipi alana yang sudah pucat pasi itu .
" jangan bilang... loe gak sarapan tadi al " gumam arlan yang makin panik saat menyentuh dahi alana.
" gadis bodoh, lemah, . .. repot tau gak,.. bangun al " paksa arlan lagi... tapi tak ada tanggapan dari alana.
dengan segera arlan menggendong tubuh mungil alana, merengkuh nya dengan erat, dan segera membawanya ke ruang UKS.
setibanya di UKS, alana langsung di periksa, sedangkan arlan, dia memilih menunggu alana sampai sadar, karna bagaimanapun juga alana sudah menjadi tanggung jawabnya sekarang, terlebih lagi, alana pingsan karna ulahnya.
cowok bermata sipit itu meremas rambutnya frustasi. karna setelah 15 di periksa, alana belum juga sadar.
" arlan " panggil seseorang, si pemilik nama menoleh, ternyata itu sasa dan juga bela yang sudah tergesa gesa masuk ke dalam UKS, sebab begitu hawatir dengan keadaan sahabatnya itu....
" gimana keadaan alana sekarang " tanya bela panik, tak kalah juga sasa yg juga sama menampakkan kepanikannya .
" dia belum sadar " jawab arlan datar.
" kok bisa gini sih?? gimana ceritanya?? " tanya sasa beruntun.
" iyaa , bukannya tadi alana gak sekolah juga kan " timpal bela
" tadi dia telat, makanya gue hukum dengan berdiri di tengah lapangan sampai jam istirahat. " jelas arlan yang masih dengan logat dinginnya.
" kok loe kejam sih " tuduh sasa begitu emosi
" heyy... kejam nya di mana coba,!? setiap hari gue nge hukum para siswi yang telat di tengah lapangan, mereka baik baik aja kok, gak ada yang pingsan,.. alana aja yang terlalu lemah " ujar arlan membela diri.
" loe tuh yaa " geram sasa " milih milih dong lan kalau mau nge hukum, . . atau ngga nanya dulu kek , kuat apa nggak ngejalanin hukumannya. gue tau, kepala sekolah mempercayai loe untuk menghukum semua murid yang melanggar aturan sekolah, dan gue juga tau aturan ya tetap aturan. gue tau itu prinsip loe.... tapi loe juga harus tau lan,
alana paling gak kuat kalau berada lama lama di bawah sinar matahari.. bukan berarti dia lemah, tapi itu sudah terjadi sejak dulu saat dia masih kecil, . . dia sering bolos saat jam olahraga pun karna alasan itu... dan loe... loe malah buat dia jadi kaya gini " lanjut sasa yang sudah benar2 marah.
" kalaupun besok besok, alana ngelakuin kesalahan lagi, tolong... jangan hukum dia berjemur di tengah lapangan lagi.. paham loe kan " timpal bela juga.
" oke.. oke.. gue salah,.. gue akan tanggung jawab, puas kalian! " ucap arlan yang sudah merasa di pojokkan.
sasa dan bela sama sama diam, pandangannya sudah tertuju pada tubuh lemas alana yang masih tak sadarkan diri .
" al... jangan buat gue hawatir deh, rese loe emang " gerutu sasa pelan. dia sudah berada di samping brangkar alana, begitupun dengan sasa.
" iyaa al... gue gak akan lagi kok, ngelarang loe buat ngelakuin hal hal buruk yang loe suka, asal loe bangun " timpal bela sedih.
" sasa, bela " panggil seseorang, yang di panggil mencari arah suara, begitu pun dengan arlan. di depan pintu UKS, ada deni yang berdiri mematung.
" ada apa? " tanya sasa
" kalian di panggil untuk pergi ke ruangan pak budi sekarang juga " titah deni
" iya.. iya.. nanti kita ke sana " jawab bela malas
" pak budi nyuruh sekarang b*go, mau loe di hukum lagi sama dia " ujar deni menakuti.
" loe gak liat apa temen gue lagi sakit " sembur sasa sewot.
" udah lah biar gue yang jagain alana, . . gue juga mo bertanggung jawab atas kesalahan gue, .. lagian pak budi kan galak orangnya, dia juga tegas kan? mending kalian ke sana deh " saran arlan menimpali.
" gimana bel? " tanya sasa meminta pendapat
" ya udah lah .. lagian arlan kan juga bukan orang jahat " jawab bela
" awas aja loe kalau sampek ninggalin alana sendirian " ancam sasa tajam .
" iya.. iya.. santai aja, gua jagain " kata arlan jengah.
sasa, bela dan juga beni, langsung keluar dari ruang UKS, dan sekarang, yang tersisa di sana hanya lah arlan dan alana.
tak lama setelah kepergian sasa, dan bela, alana mulai sadar, dia mengerjap ngerjapkan matanya berkali kali . .. setelah itu, menatap ke sekeliling, pandangannya tiba tiba berhenti pada orang yang sudah membuatnya pingsan yang sekarang berdiri di sampingnya.
" loe kok di sini? " tanya alana memegangi kepalanya yang masih agak pening, setelah itu merubah posisi tidurnya menjadi duduk.
" yaaa nungguin loe yang lemah ini lah " jawab arlan meledek . alana mendeliki kesal .. .
refleks, tangannya memegangi perutnya yang sudah sangat lapar.
" ya iya lah " ketus alana kesal... dia langsung beringsut , dan hendak berdiri karna ingin segera menuju ke kantin...
tapi... di karenakan tubuh yang masih lemas, membuatnya jadi tak seimbang dan akhirnya gadis itu terjatuh tersungkur ke lantai.
" awww... sial " umpat alana merasakan sakit di bagian pantatnya. sedangkan arlan yang melihat itu hanya tertawa kecil.
" loe kok malah ketawain gue sih... bantuin kek " dengus alana kesal.
" iya.. iya " arlan pun langsung menghampiri alana dan dengan santainya, cowok itu menggendong tubuh mungil gadis yang sekarang sudah menjadi tunangannya.
" Heyyy.... turunin gue... loe apa apain sih lan " berontak alana berusaha turun tapi tidak bisa.... karna tenaga arlan, cukup kuat dalam mendekap tubuhnya.
" turunin gue b*go " teriak alana lagi.
" gue gak budeg yaa, gak usah teriak teriak gitu " tekan arlan dingin
" makanya turunin gue " pinta alana lagi
" turunin gimana coba? loe masih lemah, bukannya loe buru buru ke kantin yaa, katanya lapar "
" tapi malu lan "
" ini udah beli masuk jam pelajaran ke tiga al, gak ada yang liat juga kok " jawab arlan yang sudah membawa alana menuju ke parkiran .
" kok ke parkiran? gue kan laper lan, gue pengen ke kantin " berontak alana bingung,
" loe mau nyulik gue yaa " sangka gadis itu lagi
" gak usah gue culik pun loe udah jadi milik gue " kata arlan santai
" cehhhh... gak sepenuhnya ya " elak alana berdecih , tangannya masih setia melingkar di leher arlan
" tapi bakal sepenuhnya "
" udah ah, loe mau bawa gue ke mana sih? "
" nurut aja... kita makan di cafe, kalau udah jam segini makanan kantin udah tinggal sisa, masih mau? "
" yaa nggak juga, tapi gue udah bener bener laper arlan "
" kita ke cafe terdekat aja "
...........................
tak lama setelah mereka tiba di cafe, pesanan yang mereka pesan sudah datang, dengan para pelayan yang menghidangkan berbagai macam makanan yang sudah di pesan oleh arlan.
dengan cepat, alana langsung melahap hidangan di hadapannya saat ini. dia begitu lahap seperti orang yang tidak makan selama tiga hari.
gadis itu dengan cepat mengunyah makanan yang satu setelah itu berpindah ke yang lain. arlan sampai bergidik ngeri ketika melihat tunangan nya itu begitu rakus......
" santai aja makannya, gue gak akan ambil juga kok " ucap arlan datar
" loe kaya gak tau orang yang lagi laper aja, dari tadi pagi nih gue gak sarapan, di tambah lagi loe malah jemur gue di tengah lapangan " celetuk alana .. . lebih tepatnya menyindir.
" seharusnya loe kan bilang dulu kalau tadi gak sarapan dan juga gak bisa tahan sama yang namanya panas matahari " ledek arlan, yang langsung mendapat tatapan tajam dari gadis yg sekarang berada di hadapan nya.
" emang harus yaa gue bilang? loe kan bukan siapa siapa gue " kata alana yang masih asik melahap makanan nya.
" gue tunangan loe b*go " sembur arlan
" kan bisa di batalin kapan aja "jawab alana santai
" serah loe deh " desis arlan mengalah.
hanya butuh waktu 15 menit alana menghabiskan semua makanan nya sampai tak tersisa. arlan sampai menelan ludah nya sendiri melihat betapa rakusnya alana.
" loe yang bayar yaa " kata alana sambil meneguk juice nya
" oke... santai aja "
" bagus... setelah ini loe anter gue pulang " kata gadis itu lagi.
" kok gue? "
" loe kan tunangan gue, loe harus tanggung jawab juga kan " ujar alana tersenyum manis. arlan baru menyadari betapa cantiknya tunangan nya itu.
tapi dia kembali santai dan kembali bersikap seperti es lagi.
" ya udah iya.. ayo pulang " ajak arlan langsung, dan alana hanya menurut.
membiarkan arlan mengantarkan nya sampai ke depan rumah mewahnya
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
like yahhh 😁😁😁😁🙏***