My Fiance

My Fiance
dua puluh tiga



***Saat sudah pulang sekolah, alana menunggu sopir pribadi arlan untuk menjemputnya.. Tapi untuk kali ini sepertinya sopir itu telat, dan alana harus sabar menunggu di luar gerbang, sedangkan murid yang lain sudah banyak yang pulang.. Dan arlan.. Dia izin ke alana untuk pulang telat karna akan jalan jalan dengan temen se geng nya.. Yaitu EXO. Dan alana hanya mengiyakan..


Alana memicingkan matanya ketika melihat seseorang yang melangkah ke arahnya...orang itu semakin dekat dan dugaan alana benar, orang itu adalah aldi..


"Alana " Panggil aldi bahagia setelah tiba di hadapan Alana kemudian langsung memeluk tubuh adiknya itu dengan begitu erat. Tapi untuk kali ini Alana mendorong tubuh aldi agar menjauh darinya.


"Ada apa al..? Loe gak kangen yaa ke abang " Tanya aldi heran.


"Seharusnya Alana yang nanya kek gitu, kenapa baru kali ini abang nyamperin Alana, abang gak kangen alana.. Atau emang gak peduli sama alana? " Tanya Alana tajam .


" Gak gitu al..selama dua hari ini, abang semester al, dan baru kali ini abang bisa nemuin kamu.. Kamu ngerti kan " Ujar aldi lembut memegangi kedua pundak Alana.


"Oohh saking sibuknya abang, sampek lupa gitu yang mau nelfon Alana 5 detik aja " Kata Alana emosi.


"Alana harus tau.. Daddy ngelarang abang buat hubungin kamu , dan Alana tau kan daddy begitu tegas dan sangat teliti... Maafin abang yaa " Pinta aldi lembut...


Alana hanya diam...


" Al... Maaf yaa " Pinta aldi lagi..


"Abang " Kata Alana yang langsung berhambur memeluk tubuh aldi dengan erat.


" Alana kangen abang.. Sungguh... " Ucap Alana mengeratkan pelukannya.


"Abang juga " Bisik aldi pelan. Membalas pelukan Alana.


" Alana tinggal di mana sekarang? Di hotel mana? Atau apartemen gitu? Bilang sama abang " Cerca aldi melepas pelukannya.


"Nanti aja alana jelasin.. Sekarang alana laper.. Makan yuk bang " Ajak alana manja.


"Boleh... Ke cafe biasa yaaa " Jawab aldi mengiyakan.


"Iyaa " Ujar alana yang langsung bergelayut di lengan aldi...


.......... .............. . .....


Dua insan bersaudara itu pergi ke cafe langganan mereka sejak kecil... Sampai pemilik cafe itu pun kenal dengan mereka yang memiliki wajah mirip itu..


" Selamat siang tuan aldi " Sapa pemilik cafe menghampiri mereka yang sudah duduk di paling pojok ruangan dengan buku menu di tangan masing-masing.


"Siang " Balas aldi tersenyum tipis.


" Nona alana " Sapa pemilik cafe itu juga dengan senyum ramahnya.


"Iyaaa " Balas alana tersenyum simpul.


" Suatu kehormatan bagi kami tuan dan nona bisa kembali makan di sini lagi " Kata pemilik cafe itu sumringah.


"Hmmm iyaa... Soalnya kami baru sempet ke sini, udah kangen sama pasta buatan cafe ini " Ujar alana antusias.


" Baiklah nona,, kali ini nona dan tuan bisa memesan sepuas tuan dan nona, dan itu percuma... " Ucap pemilik cafe


" Sungguh " Tanya alana berbinar, dan pemilik cafe mengangguk antusias.


"Tidak apa apa paman.. Kami akan bayar.. Paman cukup memberikan diskon pada kami setelah nanti kami memesan berbagai makanan " Timpal aldi dengan sikap datarnya.


"Baiklah tuan... Nanti.. Saya akan mengirim pelayan untuk mengantar pesanan kalian " Ujar pemilik cafe, memberikan senyum manis kemudian berlalu menyapa pelanggan yang lain..


Sementara aldi dan alana asik dengan ponsel masing masing sambil menunggu pesanan mereka datang...


"Yaahh.. Lowbet " Keluh alana kesal.. Dia langsung memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.


" Kenapa al? " Tanya aldi masih fokus pada ponselnya


"Biasa... HP gue lowbet " Jawab alana kesal... Beruntung saat itu, tiga pelayan datang dengan pesanan yang tadi aldi pesan untuk mereka berdua... Berbagai variasi makanan sudah tersaji di atas meja.. Dan alana langsung berbinar, karna perutnya benar-benar sudah lapar.


"Selamat menikmati mas.. Mbc " Kata salah satu pelayan perempuan itu ramah, kemudian pelayan itu berlalu di ikuti. Dua pelayan di belakangnya.


"Bang... Udah main HP nya... Ayok makan " Ajak alana manja.


"Iyaa bentar "


"Abanggg...?" Panggil alana dengan nada suara halus. Tapi terdengar mengancam. Aldi memberhentikan aktifitasnya, kemudian menuruti kemauan adiknya itu.. memakan pasta di hadapannya... Begitu pun alana, dia begitu lahap memakan pasta, ayam crispy, dan makanan lainnya dengan cepat.


" Loe belum. Bilang sama abang yaa al.. Loe tinggal di mana sekarang? " Tanya aldi kemudian.


"Oooh alana tinggal di apartemen " Jawab alana singkat, masih sibuk dengan makanan nya.


" Ooh yaa... Apartemen di mana? " Tanya aldi lagi.


"Hmmmm.. Bukan alana gak mau ngasih tau abang... Cuma alana pengen buktiin aja ke daddy, kalau alana gak selalu bergantung sama abang... Alana harap abang ngerti " Jelas alana sok dewasa,


"Baiklah... Terserah alana saja... Abis ini alana mau kemana? " Tanya aldi kemudian.


"Oke.. "


😘😘😘😘😘😘😘😘😘


Pukul 19.00 alana tiba di apartemen, dia pulang dengan menggunakan taxi online, awalnya aldi menawarkan ingin mengantar nya, tapi alana menolaknya dengan cara baik baik ,,,


alana langsung membuka pasword apartemen milik tunangan nya itu, karna dia sudah tau pasword nya selain arlan...


Seperti biasa, setiap kali alana pulang telat, pasti dia sudah membawa paper bug belanjaan nya...


Dengan tangan yang kerepotan , akhirnya dia berhasil membuka pintu itu, dia masuk ke dalam, dan di sana, dia tidak mendapati arlan sama sekali.


" Jadi arlan belum pulang? " Gumamnya pada diri sendiri, kemudian menjatuhkan tubuh nya di sofa,


" Kok gue laper yaa " Ujar alana memegangi perutnya


"Padahal tadi kan udah makan banyak bareng abang... Gue masak mie instan aja deh " Lanjutnya lagi yang kemudian berlalu menuju ke dapur...


Saat alana sudah menyajikan mie instan nya, tiba tiba terdengar suara seseorang yang tak lain adalah arlan.


"Aaaaargggh.. " Teriak arlan terdengar frustasi di kamar .


" Gilak kalik tuh orang " Desis alana kesal, buru buru pergi ke kamar...


Di sana alana mendapati arlan yang terlihat mondar mandir seperti orang kebingungan.


"Kenapa loe? " Tanya alana menaruh mie instan nya di atas meja kecil depan sofa. Arlan menoleh ke arah suara, di dapatinya alana yang sudah berdiri tak jauh darinya.


"Loe kemana aja sih dari tadi siang, gue sampek puyeng tau gak nyariin loe " Gerutu arlan begitu emosi.


" Yaa jalan- jalan lah " Jawab alana santai kemudian langsung duduk di sofa, memakan mie instan yang tadi di buatnya .


"Kenapa gak izin ke gue " Geram arlan yang masih terlihat emosi.


"Idiihh... Harus yaa gue izin sama loe " Ketus alana yang juga merasa kesal dengan tingkah arlan yg marah marah.


"Loe itu tunangan gue tau gak, tanggung jawab gue..." Sentak arlan lagi


" Gini deh... Loe kenapa sih.. Dateng dateng langsung teriak-teriak gak jelas, abis itu marah marah sama gue... Ada masalah apa sih? Berantem yaa sama citra " Sangka alana dengan senyum menggoda.


Arlan melotot menatap ke arah alana, setelah itu meremas rambutnya frustasi.


"Gue nyari loe dari tadi siang al... Dari tadi siang " Geram arlan frustasi


"Nyari gue? Ada apa? " Tanya alana yang masih terlihat bingung.


"Loe masih nanya ada apa? Loe gimana sih al.. Bukannya gue tadi siang udah nyuruh loe buat nunggu sopir dulu buat jemput loe... Dan gue... Gue sampek batalin acara gue bareng temen temen gue, karna sopir gue bilang loe udah gak ada di sekolah tau gak.. Gue panik harus nyari loe kemana mana, " Jelas arlan menggebu gebu.


" Ya elah lan .. Loe berlebihan tau gak. Gue kan udah gede " Ujar alana tertawa tanpa rasa bersalah.


"Loe gimana sih... Gue belum selesai panik yaa al.. Loe malah ketawa..loe bilang berlebihan? Al.. Sekarang itu loe tinggal sama gue, dan gak ada orang yang tau ,loe tanggung jawab gue,...bayangin deh al gimana kalau sampek loe di culik tadi, ini kota jakarta al, kota ini keras...loe bisa aja di culik, kemudian di jual ke luar negeri, loe kan nakal,..loe malah bikin gue tambah panik pas gue nelvon loe sampek ratusan kali dan gak aktif, gue lacak lokasi loe, tapi loe gak ngidupin GPS. Siapa coba yang panik kalau gitu..gue sampek gak ikut temen temen gue, gara gara nyariin loe kemana mana, malah gue dengan bodohnya nyariin loe di rumah loe sendiri, dan satu lagi... Kalau mau jalan-jalan kemana aja, loe harus izin dulu ke gue... Gue gak mau harus capek kya gini lagi gara gara nyariin loe " Omel arlan yang masih begitu kesal.


"Cieeee ... Hawatir yaa " Goda alana masih tertawa renyah.


"Gak lucu " Ketus arlan


"Ya elah lan. Mana mungkin sih ada yang nyulik gue.. Loe lucu yaa... Ya kalik gue di culik..tadi itu abang nyamperin gue di sekolah, terus dia ngajak makan, ya gue mau lah... Dan masalah loe yang nelvon gue, sorry lah lan ponsel gue lowbet, sorry yaa " Ujar alana nyengir .


Arlan hanya menoleh sekilas ke arah alana , kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar, setelah itu menghempaskan tubuh nya di sofa di samping alana.


" Loe pasti capek yaa... Gue buatin jus yaa " Tawar alana yang merasa bersalah ketika melihat wajah arlan yg terlihat begitu lelah ... Jelas karenanya..


Dan arlan hanya diam.


"Gue kan udah minta maaf lan..jangan marah lagi yaa.. Gue janji kalau mau jalan- jalan akan selalu izin sama loe.. Tapi jangan marah yaa lan yaa " Mohon alana memegang tangan arlan erat.


" Jangan buat gue panik kaya tadi lagi " Ujar arlan memperingati.


"Oke.. Oke.. Ya udah, gue buatin jus dulu yaa. " Kata alana yang sudah ingin beranjak .


Tapi arlan mencegahnya.


"Di sini aja, temenin gue, gue capek " Cegah arlan yang kemudian tidur, dan menggunakan paha alana sebagai bantalnya..


" Bentar aja, gue lelah " Gumam arlan memejamkan matanya,


dan tak lama setelah itu ,cowok itu sudah tertidur.. Alana membiarkan nya, karna arlan lelah karenanya. Dia mengelus elus dengan lembut rambut pirang arlan,


"Kau sungguh sangat tampan lan.. Tapi loe itu terlalu dingin tau gak. Kaya kulkas" Gumam alana menyentuh hidung mancung arlan dengan pelan.


Puas mengitari wajah arlan. Alana juga ikut tertidur dengan kepala yang bersandar di sofa***.