My Fiance

My Fiance
rencana



***Waktu berlalu begitu cepat .. Jelas... Jika di lewati bersama orang orang yang kita sayang...


3 bulan sudah berlalu.. Libur akhir semester pun tiba... Dan sebentar lagi, alana, arlan, sasa, bela, Andra, Rafa, juga Adit, akan naik ke kelas X11..


Cepat sekali yaa waktu berlalu..


Pertunangan arlan, juga alana sudah enam bulan berjalan.. Dan semuanya terasa indah bagi alana... Gadis itu begitu mencintai arlan.. Begitu pun arlan.. .


_._._._._._._._._._._._


Sore itu di cafe... EXO dengan ANGEL WINS, makan bersama, lebih tepatnya mereka merencanakan sesuatu untuk hari hari libur mereka..


" Kita liburan aja yuk " Usul Andra kemudian.


" Ke mana? " Tanya Adit


Semua sama sama diam.. Mereka juga bingung, harus kemana.


" Ke luar negeri gimana?? Swiss gitu " Usul sasa lagi.


" Kok keluar negeri sih.. Kejauhan.. Di sana juga banyak cewek cewek cantik, gue gak mau yaa, arlan liat cewek2 kaya mereka " Ucap alana yang memang belakangan ini, gadis itu selalu posesif. Alana makin bergelayut manja di lengan arlan, dengan kepala yang masih setia bersandar di bahu cowok itu.


" Posesif amat sih " Sembur bela jengah


" Biarin "


" Gini aja.. Gimana kalau kita ke Bali aja ? " Kata arlan menimpali.


" Ke Bali? " Ulang Rafa bertanya.


" Iyaa.. Ke Bali, kan nuansa nya enak tuh, terus, gue juga ada temen di sana, yang bisa bantuin kita selama liburan " Jelas arlan lagi.


" Gue sih ikut aja " Jawab Adit santai.


" Kalian gimana? " Tanya Andra kemudian.


" Gue ikut aja " Rafa menjawab.


" Bela, sasa, kalian gimana? " Tanya Adit lagi.


" Kita ikut aja, iyaa gak bel " Jawab sasa menatap bela, dan di jawab anggukan antusias oleh gadis datar itu.


" Sayang.. Kamu gimana? " Tanya arlan menatap alana.


" Aku ikut aja " Jawab alana tersenyum manis.


" Enaknya berapa lama yaa di sana " Pikir Rafa. Dan semua menatap ke arah Rafa, mereka sama sama berpikir.


" Dua minggu aja gimana " Kata sasa antusias.


" Boleh juga, kita kan bisa ber lama lama di sana " Sambung alana berbinar.


" Dan yaa, masalah hotel, temen gue juga punya penginapan khusus di sana, kita nyewa hotel itu aja, biayanya sih mahal, karna kan ruangan nya VIP gitu,


Tapi kalian semua tenang aja, biaya penginapan biar gue tanggung semua " Jelas arlan mantap.


" Beneran nih? " Tanya bela yang tak yakin.


" Yess... Really "


" Wahhh.. Wahhh.. Ini namanya temen gue " Puji Rafa tertawa kecil.


" Beruntung juga aku yaa yang.. Punya tunangan kaya " Ujar alana terkekeh.


" Bukannya kamu emang cari yang kaya yaa" Goda arlan menaikkan satu alisnya.


" Heheh...iyaa juga sih.. Kok masih inget aja sih.. "


" Yaa iyaa lah.. Dulu kamu juga pernah bilang, bakal secepatnya ngajak aku nikah, kalau kamu udah kere, dan pas waktu itu kamu di usir dari rumah, dan aku balikin lagi sama papa Leonard, kamu malah kekang aku untuk segera nikahin kamu " Ungkit arlan panjang lebar,.


" Iiishhh.. Aku kek gitu kan, karna gak mau jauh dari kamu " Dengus alana kesal..


Semua tertawa saat melihat wajah merah alana yang sudah malu.


" Iyaa.. Iyaa.. Aku tau itu sayang " Gemas arlan mengeratkan rangkulannya pada alana.


" Auk ah.. " Cuek alana , gadis itu marah, tapi bukan malah melepas pelukannya dari arlan, ini malah makin mengeratkan pelukannya, dan menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah itu pada dada bidang arlan.


" Kenapa tunangannya gak sama gue aja sih al " Ucap Adit yang terlihat gemas.


" Telat... Kecentolnya udah sama arlan " Jawab alana pelan, tapi masih bisa di dengar oleh semuanya.


" Gue kira..loe anti yang sama es al " Ucap Rafa terkekeh, yang mendapat pelototan tajam dari arlan.


" Iya.. Gue pikir juga gitu, soalnya kan, alana gak suka banget sama sikap arlan yang tegas itu, setiap ketemu sama arlan, alana gak pernah absen untuk gak nyumpah serapahi si arlan " Ujar sasa terkekeh..


" Gue juga sering denger dari mulut alana, yang selalu ngeledek citra karna jatuh cintanya sama cowok es kaya arlan " Timpal bela jujur.


" Yaa itu kan dulu, sekarang mah beda, arlan segalanya buat gue " Kata alana antusias.


" Maksudnya? " Tanya alana tak mengerti.


" Yaa.. Maksud aku,, aku bisa gitu, kapan aja ngebatalin pertunangan kita, " Jawab arlan serius.


" Kok gitu?? " Tanya alana yang mulai menangis, tapi masih di tahan oleh gadis itu, dia tidak mau malu karna menangis di depan halayak umum.


" Yaa iyaa... Aku jadi berpikir lagi gitu untuk memperjuangkan kamu " Jawab arlan lagi.


" Lan.. Loe ngomong apa sih? " Sembur bela yang terlihat kesal.


" Gue ngomong apa adanya " Jawab arlan dingin.


" Masak cuma karna itu kamu masih mikir sih, atau berubah pikiran , emang kamu udah gak sayang yaa sama aku?? Padahal.. Aku sayang banget sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu, dan aku juga gak mau, sampai kapanpun pertunangan kita di batalkan" Oceh alana lagi.. Air matanya sudah menetes tanpa permisi. Gadis itu langsung menangis sesenggukan.


Semua tercengang melihat alana yang menangis layaknya anak kecil, termasuk arlan,, dia yang awalnya hanya ingin bergurau, jadi menyesal sendiri sudah membuat gadisnya itu menangis.


" Kok nangis !? " Tanya arlan lembut, kini tangannya sudah berpindah memegang kedua pipi alana.


" Al. Jangan gilak deh. Ini tempat umum" Ujar bela yang merasa malu sendiri.


Dan alana, tak menanggapi, gadis itu malah makin nangis sesenggukan.


" Aku sayang arlan.. Aku gak mau arlan pergi " Kata alana di sela sela tangisnya.


" Sayang.. Aku cuma becanda, aku cuma mau nge prank kamu doang " Jelas arlan yang mengusap dengan lembut air mata alana dengan ibu jarinya.


" Gak lucu.. " Ketus alana yang makin menangis, gadis itu langsung berhambur memeluk tubuh arlan dengan eratnya.


" Jangan ngomong kek gitu lagi. Aku takut " Katanya lagi memper erat pelukannya.


" Gak akan.. Lagian kan aku hanya becanda, mana mungkin sih aku batalin pertunangan kita, gampang percaya banget sih gadis ku ini " Gemas arlan mengeratkan pelukannya.


" Sampek segitunya yaa al, cinta loe buat arlan? " Tanya Rafa lirih.


" Beruntung banget arlan dapetin alana " Puji Andra juga.


" Udah yaa jangan nangis lagi,," Bisik arlan lembut mengecup kening alana hangat . " Gimana kalau sekarang kita beli es cream aja " Lanjut arlan lagi


" Kemana? " Tanya alana langsung melepas pelukannya, gadis itu mendongak, menatap ke arlan.


" Terserah kamu aja, asal jangan nangis lagi.. Oke " Jawab arlan tersenyum manis.


" Ya udah ayuk, aku udah gak nangis lagi kok " Ajak alana mengusap air mata nya dengan segera.


" Iyaa. Iyaa. Kita duluan gak papa kan " Pamit arlan kemudian pada yang lain, dan di jawab anggukan oleh semua nya.


😍😍😍


" Udah puas kan makan es cream nya? " Tanya arlan yang masih merangkul alana, posisi mereka saat ini sudah berada di taman dan mereka duduk di salah satu kursi putih yang sudah di sediakan di taman itu..


" Kurang puas.. Ini kan cuma dua varian es cream " Celetuk alana pelan.


" Kurang gimana sih yank, itu kan udah porsi jumbo, lagian kamu kan, gampang demam kalau terlalu banyak makan es cream "


.


Alana diam, dia memilih lebih asik memakan es cream nya itu.


" Kamu beneran gak akan ninggalin aku kan? " Tanya alana kemudian, dia menatap mata arlan dengan penuh harap.


" Yaa ngga lah sayang, aku gak akan pernah ninggalin kamu.. I'm promise " Jawab arlan tulus.


" Eemm... Boleh nanya gak? " Tanya alana lagi.


" Apa? "


" Apa yang kamu ucapin sama aku itu bener?? Soal aku lah perempuan pertama yang bisa buat kamu jatuh cinta? " Tanya alana hati hati.


" Yups.. Really "


" Kenapa aku? Padahal kan udah jelas kan, banyak para cewek2 di sekolah yang terang terangan deketin kamu, bahkan ada yang berani ngungkapin perasaan nya secara langsung ke kamu. "


" Yang aku tau al, jatuh hati itu tidak bisa memilih, Tuhan yang memilihkan, kita hanya lah korban, kecewa adalah konsekuensi dan bahagia adalah bonus" Ucap arlan tersenyum manis.


" Dan Tuhan begitu baik sama aku, dia nggak pernah buat aku kecewa di saat Tuhan memilihkan kamu untuk aku " Lanjutnya lagi menatap alana sekilas, kemudian tatapannya kembali lurus ke depan.


" Berarti, aku juga patut bersukur dong sama Tuhan, karna Tuhan, udah menjadikan aku perempuan pertama yang mengisi hati kamu " Sambung alana berbinar .


" Tapi aku kadang bingung juga al, yang aku tau juga aku denger, selama kamu masuk sekolah SMA Darma bangsa, sebagai murid pindahan, aku gak pernah denger tuh , kamu pacaran, sampai akhirnya kita tunangan, apa aku juga cowok pertama yang udah buat kamu jatuh cinta? " Tanya arlan menatap mata alana dalam.


Alana yang mendapat pertanyaan itu, merasa begitu gugup, " Kalau iya gimana?" Tanya alana,dia mengalihkan pandangannya ke segala arah tak berani menatap arlan langsung. Entahlah, gadis itu bingung harus menjawab apa,.. Lebih tepatnya sekarang, dia terpaksa berbohong.


" Pulang yuk " Ajak alana langsung, dia merasa tidak nyaman, juga merasa sangat bersalah pada tunangannya itu.


" Ya udah iya*** "