My Fiance

My Fiance
mukjizat



***Satu minggu sudah berlalu...


Alana... Gadis itu terlalu asik dengan dunia nya sendiri, hingga tidak memperdulikan orang orang yang menyayanginya..setiap Sehari tiga kali, Linda Leonard, juga aldi, selalu menjenguk putri kecilnya itu.. Sementara sasa, bela, juga Andra Cs mereka juga setiap hari membesuk alana setiap jam 11 . Nita juga joon, mereka membesuk menantunya itu setiap 2 hari sekali.


" Sayang... Udah sepuluh hari 8 jam 56 menit kamu diemin aku kaya gini.. Katanya kamu gak bisa hidup tanpa aku.. Sekarang aku di sini, di sisi kamu al, bangun dong al, aku rindu kamu, rindu keposesifan kamu, rindu kecentilan kamu, aku rindu semuanya tentang kamu al.. Aku rindu " Gumam arlan menatap sendu wajah gadis nya itu. Tangannya masih setia menggenggam tangan alana dengan erat...sesekali dengan lembut, satu tangannya mengusap rambut alana pelan.


Seperti hari hari biasanya, alana tetap setia dalam memejamkan matanya. Tak ada satu gerak kecilpun yang menandakan kalau gadis itu akan sadar...


Bahkan 2 hari sebelumnya, dokter sudah menyarankan untuk melepas alat bantu pernafasan alana, karna jantung gadis itu sudah tak berdetak lagi..


Tapi arlan tetap tidak mengizinkannya, karna cowok itu yakin, kalau alana pasti bisa bertahan. .


Semua hanya bisa pasrah dengan keadaan alana saat ini..


" Kenapa al?? Kenapa semua ini terjadi sama kamu.. Gara gara aku kamu jadi kaya gini, kalau aja aku maafin kamu waktu itu, pasti semua ini gak akan terjadi. " Lirih arlan lagi.


" Kamu kalau tidur betah banget sih, aku kangen kamu, pengen liat kamu senyum, Kamu ketawa, kamu gak kangen aku yaa "


" Ya udah.. Yang puas tidur nya, tapi besok bangun yaa.. Oke " Arlan tersenyum tipis, air matanya kembali menetes. " Untuk kali ini, kamu harus nurut sama aku, gak boleh bandel " Lanjutnya lagi yang langsung memeluk tubuh alana dari samping.


" Aku sayang kamu al " Kata arlan yang setelah itu mencium kening alana dengan hangat..


" Arlan " Panggil seseorang tiba tiba.


Arlan menoleh, ia mendapati Linda yang sudah melangkah ke arahnya,, tatapannya begitu sendu.


" Mama " Balas arlan tersenyum tipis.


" Kamu sudah makan? " Tanya Linda hangat.


Arlan menggeleng pelan.


" Makanlah sayang, jangan begitu, kan kasian alana nantinya kalau liat kamu dengan penampilan yang kaya gini. " Titah Linda


" Ya udah, arlan keluar sebentar, mama bicaralah dulu pada alana " Ujar arlan tersenyum tipis,. Linda mengangguk pelan, setelah itu arlan melangkah pergi dari ruangan alana.


Linda dengan segera mencium kening alana.


" Gimana keadaan gadis mama ini?? Belum puas tidurnya? " Tanya Linda lembut. Merangkul kepala alana ke dalam dekapan hangatnya.


" Mama kangen alana.. Kangen kenakalan alana,,.. Alana tau?? Pertunangan arlan dengan alana akan di teruskan.. Dan seterusnya akan berjalan sampai kalian menikah.. Alana seneng kan? " Bisik Linda lembut.


" Kalau alana gak mau bangun, mama bisa loh, ngebatalin lagi pertunangan alana dengan arlan " Lanjut Linda lagi, dia putus asa terus membujuk alana agar mau bangun, tapi gadis itu seakan tidak peduli.


Namun tiba tiba, alana mengalami kejang kejang, sepertinya gadis itu tidak bisa bernafas, terlihat dari dadanya yang naik turun tak beraturan, dengan nafas yang sepertinya sudah terasa sesak .. Dengan segera Linda berteriak memanggil dokter.


" Dokter.. " Teriak Linda makin histeris saat melihat tubuh alana yang makin kejang kejang..


Dokter yang menangani alana masuk dengan tergesa-gesa, di ikuti beberapa suster di belakang nya.. Jangan lupakan arlan yang juga mengikuti dokter itu masuk ke dalam ruangan alana.. Wajah arlan terlihat begitu panik.. Linda sudah menangis histeris.


" Tolong anak saya dok... Dia kenapa dok? " Kata Linda sesenggukan.


" Ibu tenang saja,.. Kami akan se berusaha mungkin menolong alana, sekarang ibu keluar dulu " Titah salah satu suster itu. Arlan dengan cepat, juga ikut menghampiri alana.. Tapi di tahan oleh 2 suster yg juga ikut menangani alana.


" Sus, tunangan saya kenapa Sus? " Tanya arlan yang sudah sangat frustasi itu..


" Mas tenang saja, kami akan memeriksa mbak alana, mas juga ibu keluar lah dulu " Titah suster itu lembut.


" Tapi alana butuh saya Sus " Elak arlan yang masih ingin menghampiri alana.


" Kami tau mas.. Tapi ini belum saatnya, biarkan kami bekerja " Kata suster itu sambil menggiring arlan juga Linda keluar...


Akhirnya, dua insan itu sudah menunggu di luar... Leonard juga aldi yang baru datang itu, melihat arlan dan Linda yang menangis dengan tatapan bingung.


" Ada apa ini? " Tanya aldi panik.


" Alana mengalami kejang kejang , dia kesusahan nafas " Jelas Linda tersedu sedu.


" Lalu sekarang gimana keadaan alana?" Tanya Leonard langsung.


" Dia sudah di tangani oleh dokter pa " Jawab arlan pelan.


Beberapa menit kemudian, dokter keluar dengan ekspresi wajah yang tak bisa di artikan.


" Sudah tidak ada " Ucap dokter itu


" Kami ikut berduka cita " Lanjut nya lagi.


Semua termangu tak percaya..


" Dokter jangan becanda " Ujar arlan tertawa kecil.


" Maaf, kami sudah tidak bisa berbuat apa apa " Ucap dokter sambil menggeleng lemah .


Linda, Leonard, juga aldi berdiri mematung tanpa kata, menatap tubuh kaku alana dengan tatapan tak percaya.


" Papa.. Mama gak mau kehilangan alana " Ucap Linda lirih.


Leonard tidak bisa berkata apa apa lagi. Aldi jangan di tanya, mulutnya bungkam, air matanya terus berlinang.


Dan arlan, cowok itu menatap sendu tubuh alana dari ujung kaki sampai ujung kepala..


Dengan air mata yang terus berderai , arlan memeluk tubuh gadisnya itu dengan begitu eratnya.


" Kenapa al..? Kenapa kamu tinggalin aku? Kamu gak sayang aku lagi yaa,?


Kamu masih marah sama aku yaa? " Tanya arlan serak, membawa kepala alana ke dada yang bidang,. Air matanya terus mengalir tanpa henti.


" Kenapa harus kaya gini kamu nge hukum aku al? Kenapa? " Arlan mengguncang dengan pelan tubuh alana.


" Aku tau kamu benci aku,, aku tau kamu gak mau liat muka aku lagi,. Tapi setidaknya, bertahanlah demi keluarga kamu.. Aku mohon al.. Bangun al, bangun " Arlan sesenggukan,.. Dia menatap wajah pucat alana,. Tangan nya dengan lembut mengusap pipi gadisnya itu..


Setelah itu mencium bibir dingin alana dengan hangat.


" Aku gak mau kehilangan kamu al, sama sekali gak mau... Aku mohon alana.. Aku mohon " Arlan menangis begitu pilu.. Hatinya benar benar hancur.


" Oke.. Kalau gitu,. Aku nyusul kamu aja yaa, aku nyusul kamu " Ujar arlan kemudian dengan senyum manisnya.


" Tunggu aku.. Oke " Katanya lagi ..


" Apapun akan aku lakukan kalau itu bisa membuat kita bersama, walau itu harus mengakhiri hidup aku juga " Gumam arlan yang kembali mencium bibir alana sekilas.


" Oooh ralat..kalau kamu tetep aja gak mau bangun , maka aku akan mencari perempuan lain al, bahkan aku bisa balik lagi sama citra.. Aku beri kamu kesempatan untuk bangun, aku akan cium bibir kamu sekali lagi, kita tiru adegan di dongeng snow white, oke.. Aku akan cium kamu, dan kamu harus bangun " Lanjut arlan tersenyum juga menangis.. Untuk sekali lagi arlan mencium bibir alana agak lama.


Tiba tiba saja, tangan alana yang arlan genggam, bergerak dengan sendirinya..


Arlan tersentak,, dengan segera dia mengusap air matanya sendiri.


" Tangan alana tadi bergerak ma, pa " Ujar arlan bahagia.


" Arlan kamu tenangin diri kamu.. Ikhlaskan alana " Lirih Leonard pelan.


" Arlan serius pa.. Arlan serius " Arlan berusaha meyakinkan.


Jari alana mulai bergerak lagi, dan semua yang melihat itu tersentak..


Matanya perlahan mulai terbuka..


Semua tersenyum bahagia saat melihat reaksi dari alana, dengan segera, aldi berlari keluar memanggil dokter..


Orang yang pertama kali alana lihat, adalah arlan..kekasih tercintanya..


" Sayang... Kamu bangun " Ujar arlan tersenyum begitu bahagia.


Alana hanya tersenyum tipis,. Gadis itu hanya menatap wajah arlan dengan lekat.. Ia ingin berbicara, tapi terlalu lemah.


Dokter datang tergesa-gesa dan dengan segera memeriksa kondisi alana.


" Sungguh... Ini mukjizat.. Kondisinya langsung membaik, detak jantung dan nadinya sudah berdetak normal , tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi " Kata dokter itu tersenyum lembut.


Rasa lega pun tercipta di hati semua orang..


" Terima kasih Tuhan " Batin arlan begitu bersukur, ini kebahagiaan terbesar baginya.. Karna Tuhan, telah mengembalikan alana nya.. Hidupnya, bahkan jiwanya..


" Air " Ujar alana dengan nada lemah.


Arlan langsung membantu alana meminum air melalui selang kecil yang sudah di sediakan untuk pasien yang butuh minum.


" Sebaiknya biarkan ia istirahat dulu " Titah dokter itu.


Semua mengangguk bahagia, mereka menurut , agar bisa membuat alana istirahat total, termasuk arlan.. Sebelum beranjak pergi, arlan mencium kening alana dengan hangat.


" Istirahat lah.. Aku butuh kamu " Bisik arlan lembut.. Setelah itu dia ingin melangkah pergi, tapi tangan alana yang lemah, mencegahnya dengan memegang pergelangan tangan arlan.


Arlan menoleh... Alana menggeleng pelan, mengisyaratkan bahwa gadis itu tidak ingin di tinggal..


Sekilas arlan menoleh ke seluruh keluarga, dan di jawab anggukan hangat oleh Leonard.


" Dia memang butuh loe lan " Kata aldi tersenyum manis, setelah itu mereka meninggalkan arlan dan alana di ruangan itu..


" Tidurlah..tapi jangan lupa untuk bangun.. Kau hampir membuatku gila " Kata arlan lembut mengelus dengan pelan rambut alana.


Alana hanya tersenyum mendengar ocehan tunangan nya itu..


Yang gadis itu butuhkan hanya lah arlan sekarang, dan seterusnya akan tetap arlan***...