
***Seorang pria duduk di tepi pantai dengan kaki yang menyentuh air pantai.
Suasana begitu tenang, dengan air laut biru yang terlihat begitu Damai.
Mata pria itu terpejam, menikmati sentuhan air laut yang menyentuh kakinya, juga hembusan angin yang menerpa wajahnya.
" Sayang " Panggil seseorang tiba tiba, pria itu membuka matanya, di dapati alana yang sudah duduk di sampingnya.
" Aku cariin dari tadi.. Taunya ada di sini" Ujar gadis itu yang sudah bersandar di pundak arlan.
" Udah sarapan? " Tanya arlan kemudian.
" Udah tadi. "
" Al.. " Panggil arlan pelan.
" Ya? '
" Ada yang mau kamu omongin gak sama aku? " Tanya arlan tiba tiba,
Alana tersentak dengan ucapan arlan, dia mulai gelagapan.. Takut,.
" Emm.. Gak ada " Jawab Alana kikuk.
" Ooh.. Oke.. Balik ke hotel yuk " Ajak arlan kemudian beranjak dari duduknya.
" Kita jalan jalan aja gimana " Ajak Alana yang sudah bergelayut di lengan arlan.
" Lain kali aja yaa, aku capek " Tolak arlan dengan lembut..
" Tapi aku pengen jalan jalan sama kamu, ini masih pagi juga kan " Paksa Alana merengek.
" Aku capek sayang, lagi gak mood, nanti sore aja yaa " Saran arlan dengan suara lembut.
" Tapi aku maunya sekarang, bukan nanti . Se-ka-rang " Tekan Alana yang mulai kesal.
" Al .. "
" Lan.. Aku tu maunya sekarang, cuma sebentar doang kok, gak akan capek juga kan kalau bareng orang yang kita sayang " Paksa Alana lagi.
" Kamu bisa gak sih ngertiin keadaan aku Al " Bentak arlan mulai emosi dengan nada suara yang meninggi " Aku capek Al, capek,. Bisa ngerti dikit kan, gak usah kaya anak kecil,. Nggak semuanya kan yang kamu mau itu bisa selalu aku turutin, dan nggak selamanya juga kamu bergantung sama aku " Bentak nya lagi..
Alana tertegun.. Gadis itu tak menyangka arlan akan membentak nya, ini untuk yang pertama kali baginya,. Kalaupun arlan marah, mungkin cowok itu akan bernada ketus juga dingin, tapi tidak untuk membentak seorang Alana, dan Alana tau itu..
" Kamu ngebentak aku? " Tanya Alana pelan, menatap arlan dengan air mata yang sudah berderai.
Arlan yang sudah merasa bersalah itu langsung memegang kedua pundak Alana dengan erat, .
" Maaf Al,, aku terlalu emosi , maaf ya" Pinta arlan dengan suara melemah.
" Aku tau aku salah, udah ngebentak kamu, tapi seharusnya kamu juga tau Al, gimana capeknya aku sekarang,. Kamu bisa kan jalan jalan gak harus sama aku terus, kamu gak kasian juga sama bela, dia ikut loh walaupun gak ada pasangannya, setidaknya, kamu bisa luangin waktu untuk jalan sama sahabat kamu, gak harus sama aku terus, gimana kalau nanti aku gak ada," Ujar arlan menenangkan . Dan kalimat terakhir arlan mampu membuat Alana semakin sesenggukan.
" Sini " Ujar arlan lagi yang langsung membawa Alana ke dalam dekapannya.
Merengkuh gadis itu dengan begitu eratnya..
" I'm sorry honey" Bisiknya pelan..
Alana makin mengeratkan pelukannya pada arlan.
" Aku tau aku egois. maaf " Lirih Alana pelan..
" Gini aja, kita jalan jalan sekarang kemanapun yang kamu mau, kita cari tempat ice cream " Bujuk arlan kemudian,..
Alana melepas pelukannya, menatap ke arlan dengan tatapan dalam.
" Bener? " Tanya nya memastikan .
Arlan mengangguk cepat, setelah itu mengusap sisa air mata di pipi gadisnya itu.
" Ya udah yuk, entar keburu siang, matahari jadi makin panas " Ajak arlan lagi..
Alana menurut. ... Benar benar gadis yang egois bukan? .
_._._._._._.. _._._
Jam sudah menunjukkan pukul 23.08 , dan alana belum bisa memejamkan matanya,. Gadis itu merasa gerah..
Ia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah arlan.. Dan yang di lihatnya bukan wajah arlan melainkan punggung tunangannya itu, arlan juga tertidur dengan membelakanginya .
" Iisshhhs.. Nyenyak banget tidurnya, sampai aku di lupain, aku kan pengen di peluk " Celetuk alana pelan.
" Sayang " Panggil alana pelan.
Tak ada jawaban dari arlan.
" Sayang " Panggil alana lagi, kini tangannya sudah mengguncang tubuh arlan. " Bangun.. Aku gak bisa tidur " Guncangan alana lebih keras kali ini, hingga si empunya merasa terganggu.
" Apa sih al " Gumam arlan parau khas orang tidur.
" Aku gak bisa tidur.. Pengen di peluk " Rengek alana lagi...
Arlan yang mendengar rengekan alana langsung bangun dari tidurnya dan mengubahnya menjadi posisi duduk dengan bersandar ke kepala ranjang.
" Kemarilah " Kata arlan yang masih parau dengan mata yang masih terpejam.merentangkan kedua tangannya mengisaratkan agar alana memeluk nya.. Alana juga bangun dan langsung terduduk, setelah itu dengan cepat berhambur memeluk tubuh arlan, menenggelamkan wajahnya ke dada bidang cowok itu, tempat yang paling nyaman bagi alana untuk bersandar.
" Kenapa gak tidur? Hmm?" Tanya arlan lembut .
" Mungkin efek dari minuman kopi yang tadi siang kamu minum itu, aku udah peringetin tadi, jangan banyak banyak minumnya " Kata arlan sambil menguap.
" Maaf yah.. Kayaknya aku nyusahin kamu banget deh, dari tadi pagi, sampek sekarang " Ucap alana yang sudah merasa bersalah.
" Yang bilang kamu nyusahin aku siapa sih? Kamu mahh, berpikiran gitu mulu, aku kan sayang kamu, jadi, aku gak ngerasa kamu nyusahin aku.. Sama sekali nggak " Ujar arlan lembut, tangannya masih asik mengelus rambut alana pelan.
" Terima kasih sudah menjadi hidup ku, Terima kasih sudah melengkapi kekurangan ku, dan Terima kasih atas kesabaran yang kamu berikan untuk aku " Ucap alana pelan.
" Boleh minta sesuatu gak? " Tanya arlan kemudian..
Alana mendongak " Apa? " Tanyanya.
" Seburuk apapun keadaan, jangan pernah jatuh kan lagi air mata kamu al, kau tau?? Aku tidak suka itu..
Air bening di mata kamu itu kelemahan buat aku, jadi... Ada atau tanpa aku , kamu harus tetap kuat, jangan manja lagi, atau nggak, jangan suka nangis hanya karna masalah sepele.. Oke " Bisik arlan lembut.
" Aku kuat kalau kamu ada di samping aku, hanya itu.. " Gumam alana pelan.
" Kalau aku bukan jodoh kamu gimana?" Tanya arlan lagi .
" Aku akan memohon pada Tuhan, untuk menghapus kata BUKAN di dunia ini " Kata alana santai.
" Sesantai itu? " Tanya arlan terkekeh.
" Yaa pokoknya aku gak mau tau..
Aku hanya mau sama kamu selamanya" Kata alana bersungguh sungguh.
" Sampai maut yang memisahkan " Timpal arlan.
" Bahkan maut pun tidak bisa memisahkan kita " Elak alana. Setelah itu mencium pipi arlan dengan hangat.
" You are all in all to me,..arlan pramata Wijaya." Bisik alana lagi dengan senyum manisnya.
😍😍😍😍
Jam sudah menunjukkan pukul 10.54 ,. Alana yang sudah siap untuk menemui Zain, buru buru bergegas pergi dari kamar,.. Dan hari ini, gadis itu cukup beruntung, karna arlan tidak ada di kamar sebab cowok itu keluar beberapa jam yang lalu,.
Alana yang sudah siap itu, langsung berlari kecil, meninggalkan hotel menuju ke tempat yang sudah di tentukan oleh Zain..
_._._._._._._._._.
" Zain " Sapa alana setelah tiba di hadapan Zain..
" Hai... Duduk lah " Suruh Zain tersenyum manis, alana menurut, gadis itu langsung duduk di hadapan Zain dengan meja bundar yang menjadi pembatas mereka.
" Sekarang.. Kita selesaikan semuanya di sini... Semuanya.. " Ucap alana dingin.
" Loe mau pesen apa? Biar gue yang pesenin " Kata Zain tak menanggapi ucapan alana.
" Zain, to the point aja, gue gak punya banyak waktu " Ketus alana datar.
" Oke.. Oke.. Gue langsung aja,...loe seharusnya udah tau kan, apa yang pengen gue tanyain sama loe? " Tanya Zain yang jelas, matanya tak lepas menatap wajah alana.
" Gue gak tauk " Singkat alana.
" Baiklah... Biar gue jelasin.. Biar gue yang langsung nanya " Ucap Zain menghembuskan nafasnya dengan kasar dan setelah itu melanjutkan kalimatnya.
" Gue mau loe jelasin semua nya al, kenapa loe pergi ninggalin, tanpa ada kata putus pun di antara kita, kenapa dulu loe langsung gak ada kabar, kenapa al? Salah gue apa?? " Tanya nya lagi meminta penjelasan.
" Gini yaa zain, gue gak mau ngebahas masalalu kita lagi, gue udah anggep kalau di antara kita itu gak pernah ada hubungan apa apa, gue udah lupain semuanya " Ujar alana ber kaca kaca.
" Loe perlu nge bahas ini al, perlu.. Bahkan sangat perlu,.. Loe nyakitin gue al, loe buat gue hampir gila gara gara terus nyariin loe,. Kenapa loe tiba tiba pergi tanpa alasan? Kenapa al? "
" Kamu yang salah, tapi kamu gak nyadar, se akan akan semua yang terjadi itu aku yang salah " Sentak alana tak Terima. Logat bahasanya dia ubah menjadi aku-kamu, tanpa dia sengaja, dan itu membuat hati Zain sedikit senang.
" Apa kesalahan aku al, apa?? " Tanya Zain menatap alana dalam.
" Gak usah bilang pun kamu pasti udah tau " Alana tersenyum dengan miring.
" Sumpah al.. Aku bener bener gak ngerti, satu tahun aku gak ngerti dengan semua ini " Gumam Zain pelan.
" Amnesia yaa? " Tanya alana ketus.
" Aku serius al,. Setidaknya, kali ini aja, hanya kali ini, kamu jelasin kenapa kamu pergi, aku mohonn al " Pinta Zain lagi.
" Kamu mau aku sakit hati lagi dengan ngomong yang sebenarnya apa yang aku omongin itu kamu udah tau semuanya "
" Sakit hati??? Maksud kamu? " Tanya Zain yang benar benar tak mengerti
" Kamu gak ngerti yaa Zain, gimana sakit nya hati aku dulu pas liat kamu berpelukan mesra dengan perempuan lain, di malam kamu ngajakin aku dinner.. Kamu ngejatuhin aku secara tiba tiba tanpa memberi aku kesempatan untuk bersiap , nyiapin mental juga batin aku...
Aku makin hancur pas liat cewek itu ngeliatin cincin ke kamu, dan kamu menerimanya dengan baik.. Aku sakit Zain... " Gumam alana yang sudah menangis.
" Aku mohon.. Jangan bilang kamu ninggalin aku gara gara aku pelukan sama Vina waktu itu? " Zain menatap alana dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, seperti ada semburat penyesalan di mata cowok itu,.
" Oooh jadi namanya vina "
" Kamu salah paham al, Vina itu sepupu aku, dia tinggal bareng aku, makanya malam itu, aku ngajak kita dinner, . Aku mau kenalin kamu sama dia, dia pengen tau sama kamu, dan cincin itu, cincin itu aku persembahin buat kamu al, dan Vina lah yang memilihkan. " Jelas Zain , tangannya meremas rambutnya dengan kasar, geram, juga begitu frustasi.
" Apa? " Lirih alana tak percaya.
" Selalu al.. Selalu aja kamu menyimpulkan semuanya tanpa mencari tau lebih dulu, "
" Seharusnya kamu juga tau Zain, jika kita mencari tau lebih dalam, maka hasilnya akan sangat sangat menyakitkan, dan aku takut untuk sakit lebih dalam, aku memilih pergi, lebih tepatnya aku lari dari masalah, aku sembunyi dari masalah. " Ujar alana mengusap air matanya dengan pelan***.