My Fiance

My Fiance
bertemu dengan dia



***Hari yang di tunggu tunggu pun tiba..


Hari ini hari minggu, lebih tepatnya, hari ini adalah hari dimana, EXO juga ANGEL WINS, akan pergi berlibur...


Sesuai yang sudah di rencanakan mereka akan ke Bali.


Setibanya di bali, semua terlihat antusias, termasuk bela dan sasa, gadis itu begitu riang saat sudah tiba di kota itu .


Sedangkan alana, setelah turun dari pesawat, gadis itu terlihat begitu lelah, padahal perjalanan ke Bali hanya menempuh beberapa jam. Dan itu sudah membuatnya terasa lelah.


" Sayang.. Aku capek.. Gendong " Keluh alana lesuh merentangkan kedua tangannya pada arlan.


Dan arlan hanya menurut, cowok itu kemudian berjongkok, dan detik berikutnya, alana sudah naik di punggungnya. Gadis itu dengan erat, memeluk leher arlan, agar dirinya tak terjatuh.


Mereka berjalan bersisian, untuk menuju ke kamar hotel, tapi sebelum itu, arlan mengajak teman2 nya untuk menemui teman arlan yang akan membantu mereka selama berlibur.


Sasa masih setia bergelayut di lengan Andra.


Bela, Adit, dan Rafa berjalan bersisian dengan bela yang ada di tengah .


Dan arlan, jangan di tanya lagi, dia sudah menggendong alana yang terus mengeluh lelah.


_________


" Woowww... Indah banget yaa " Gumam sasa berbinar saat melihat indahnya ombak pantai yang menyapu pasir putih di sana. Posisi mereka sekarang sudah berada di depan kedai mie ayam yang tepat menghadap ke arah pantai.


" Temen kamu mana sih yank?? Aku udah capek, pengen langsung istirahat dulu " Gerutu alana kesal. Gadis itu masih setia menyandarkan kepalanya ke pundak arlan, bersandar lesuh karna begitu lelah, tidak seperti bela dan sasa yang masih menatap begitu takjub ke arah pantai.


Rafa, juga Adit, jangan di tanya lagi, mereka sudah asik berselfie di sana.


" Tadi aku udah nge chat dia, dia nyuruh kita nunggu di sini dulu . Sabar yaa.. Mungkin 15 menit lagi dia dateng " Jawab arlan lembut.


" Setelah ini, kita ke mana? " Tanya bela kemudian.


" Makan dulu gimana? " Jawab arlan menawarkan.


" Boleh juga tuh " Timpal Andra antusias.


" Aku mau langsung istirahat aja, aku capek sayang, gak laper, tapi pengennya kamu yang nemenin, gak papa kan, setelah istirahat baru nanti kita makan " Ujar alana pada arlan.


" Terserah kau saja "


________________


15 menit sudah berlalu, dan yang di tunggu belum juga datang.


" Katanya 15 menit, dia dateng, ini udah lebih,.. Gak profesional banget sih temen kamu itu " Celetuk alana pelan.


" Sabar sayang.. "


" Sabar mulu kamu ahh "


" Arlan " Teriak seseorang dari jauh. Mereka menoleh ke arah suara. Termasuk Rafa dan Adit.


Alana sedikit memicingkan matanya karna merasa begitu familiar dengan cowok itu...


Hingga setelah cowok itu sudah semakin dekat menghampiri mereka, alana begitu kaget melihat cowok itu,,.


Wajah gadis itu langsung pucat.. Hatinya kembali terasa teriris.


" Sorry yaa gue telat " Ucap cowok itu, sekilas menatap alana, dan kemudian melirik tangan alana yang berkalung di lengan arlan.


" It's oke ... " Jawab arlan datar.


" Oh yaa.. Kenalin temen2 gue.. Ini alana tunangan gue, mereka sasa, bela, juga Andra, dan yang itu Rafa dan Adit " Jelas arlan menunjuk satu satu dari mereka.


Dan cowok itu mengangguk dengan senyum manisnya...


Sungguh begitu manis, dengan di lengkapi lesung pipit di bagian pipi kanan juga kiri cowok itu,, wajahnya tidak terlalu putih,, tapi begitu perfect dengan penampilannya.


" Zain " Ucap cowok itu mengulurkan tangannya pada alana...


Sementara gadis itu hanya menelan salavinya dengan susah payah,.. Dan perlahan dengan gugup alana membalas uluran tangan cowok itu.


" Alana " Ujar alana canggung,dia segera melepas ulurannya.


" Zain " Ucap Zain menyalami bela, setelah itu sasa, juga Andra.


Dan di balas dengan nama mereka masing masing.


" Jadi.. Zain ini yang akan membantu kita mengurusi semua keperluan kita, termasuk penginapan " Jelas arlan pada yang lain.


Dan yang lain hanya mangut mangut mengerti .


" Gue udah siapin penginapan buat kalian, tujuh kamar bukan " Tanya Zain memastikan.


" Iyaa tujuh.. " Jawab arlan.


" Kok tujuh? " Tanya alana menatap arlan.


" Kan kita ada tujuh sayang " Gemas arlan mengacak rambut alana pelan.


" Tapi aku maunya tidur sama kamu.. Aku gak mau misah " Rengek alana manja.


" Yakin mau sekamar sama aku? " Tanya arlan menggoda.


" Yaa iya lah.. Lagian aku tau kok kamu gak bakal macem macem... Aku mohon, aku gak mau jauh dari kamu " Pinta alana pelan.


" Oke.. Oke.. Kita tidur sekamar aja " Ucap arlan mengalah.


" Ya udah yuk.. Gue anter " Tawar Zain lagi.


Arlan mengangguk..


Zain berjalan lebih dulu menuju ke penginapan, sementara yang lain mengekor di belakangnya.


" Kenapa gue harus ketemu sama dia lagi .. Tuhann... Aku takut.. " Batin alana makin mengeratkan genggamannya pada lengan arlan...


Yang harus kalian tau...


Zain adalah mantan pertama sekaligus mantan terakhir alana. Lebih tepatnya mereka dulu pacaran saat alana masih kelas satu SMA, dan saat gadis itu tinggal di London bersama grand ma nya. Mereka bertemu di London, satu sekolah juga satu kelas yang sama.


Zain adalah laki laki pertama yang alana cintai, mungkin sangat dia cintai..


Mimpi mimpi untuk hidup bersama, mereka rajut dengan seyakin yakinnya.


Yaa mereka berpacaran hampir satu tahun, bagi alana waktu itu, Zain adalah hidupnya. Karna memang pada dasarnya, alana terpaksa harus tinggal di London bersama neneknya, dan di sana gadis itu tidak bebas seperti di Indonesia, dia terlalu di perlakukan bak putri raja.. Dan dia tidak suka itu.. Hingga akhirnya, alana mengenal Zain, cowok itu lah yang selalu membuat alana bahagia dengan cara nya sendiri. Cowok itu lah, satu satunya teman alana waktu alana di London..


Hubungan mereka terjalin begitu romantis, se akan akan tak akan ada yang memisahkan mereka..


Tapi. Di suatu ketika, alana melihat sesuatu yang tak harus ia lihat, sehingga membuat hatinya begitu hancur berkeping-keping..


Gadis itu melihat Zain sedang berpelukan dengan gadis lain tepat di malam mereka dinner...


Alana yang merasa hancur, dia tidak menyangka Zain akan menghianati nya, jadi ini alasan Zain mengajaknya makan malam,hanya untuk memperlihatkan hal yang tak harus di lihat oleh alana.


Sejak saat itu,alana kabur dari Zain, membiarkan hubungan mereka begitu saja tanpa ada kata putus di antara keduanya. .dan alana memutuskan untuk kembali ke indonesia, dan bersekolah di SMA Darma Bangsa.. Gadis itu juga di pertemukan dengan sasa dan juga bela yang akhirnya mereka menjadi teman,. Alana benar benar merasa senang dengan sekolah nya yang sekarang, karna dia bisa melakukan apapun tanpa ada kekangan dari siapa pun..


Setelah tiba di Indonesia pula, alana langsung memblokir semua sosial media yang berhubungan dengan Zain, gadis itu juga mengganti nomornya.


Ternyata, kabur dari Zain tak seburuk yang di pikirkan nya.. Dia lebih ceria dengan hidup yang di jalaninya. Meski gadis itu harus menutup hati untuk tidak berpacaran lagi..


Menggoda cowok2 di sekolah, memang hobi baginya, tapi tidak untuk memacari nya.


Hingga akhirnya, arlan masuk ke dalam hati gadis itu, dan membuat gadis itu menjadi lebih sempurna. Dan untuk saat ini, alana benar benar merasa takut jika arlan mengetahui nya, gadis itu tidak siap jika harus kehilangan arlan. Arlan pramata Wijaya.


😟😟😟😟


Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 ..


Alana juga arlan memutuskan untuk pergi ke pantai, bukan hanya berdua, tapi juga dengan Adit, Rafa, sasa, bela, juga Andra, yang seperti nya lebih dulu tiba di pantai itu.


Malam ini, alana memakai dress berwarna pink berkerah Sabrina , dengan panjang dua senti di atas lutut, sandal warna putih, serta anting berwarna pink senada dengan dress yang di pakainya .


_._._._._.__._._._.


" Hai semua " Sapa arlan yang baru saja datang, menghampiri teman teman nya yang sedang asik bersenda gurau, jangan lupakan alana yang masih bergelayut manja di lengan tunangannya itu..


Alana kembali kaget saat melihat Zain berada di antara mereka yang sepertinya sudah sangat akrab dengan teman2 nya itu.


" Woooww... Alana kita cantik bangett " Puji Adit yang begitu terpukau dengan penampilan alana.


Sedangkan alana hanya menanggapi ucapan Adit dengan gaya sombongnya.


" Tadi sasa sama bela juga loe puji gitu " Sembur Zain terkekeh.. Cowok itu memang mudah dalam bergaul.


" Emang fakta boy, mereka semua pada cantik " Timpal Rafa .


Sedangkan mereka yang di puji bersikap santai aja..


" Pantainya enak, sejuk juga " Gumam alana menatap takjub ke arah pantai . Suasananya begitu sejuk dengan semilir angin yang terus menerpa.


" Gue juga udah siapin karpet panjang buat kita makan makan " Ujar Andra.


" Wahh.. Dari tadi kek ngomong gitu, aku kan udah capek yang " Celetuk sasa pada Andra.


" Yaa makanya... Ayok ke sana " Ajak Andra langsung..


Semua mengikuti...


Rafa, Adit, juga Zain memilih memainkan gitar.. Sedangkan sasa dan bela, mereka begitu riang bermain pasir, dan Andra hanya memantau gerak gerik yang di lakukan sasa.


Dan alana, gadis itu jangan di tanya, dia lebih banyak diam, dan memilih menyandarkan kepalanya ke dada bidang arlan.. Hatinya merasa gelisah, saat Zain terus saja menatap ke arahnya dengan lagu yang masih ia nyanyikan bersama Adit dan Rafa, alana benar benar takut, jika arlan curiga dan mengetahui semuanya.


_._._._._._._._._._.. _


Pukul 21.09 .. Alana dan arlan sudah berada di kamar hotel.. Mereka kembali duluan ke hotel karna Alana yang memaksa.. Dan arlan hanya bisa menuruti...


Saat sudah memasuki kamar, gadis itu langsung melemparkan tas nya dengan asal ke sofa.. Wajahnya terlihat begitu kesal.


" Zain itu kok bisa ada di sana sih? " Tanya Alana dengan nada yang tidak suka.


" Kenapa? Dia kan juga temen aku yank. Gak ada salahnya juga kan? " Tanya arlan terlihat heran.


" Yaa jelas salah lah.. Dia kan cuma orang lain, bukan angggota geng kalian kan! " Dengus Alana lagi.


" Kamu kenapa sih.. Kok jadi sensi gitu, kaya gak suka banget sama Zain " Celetuk arlan pelan.


" Emang iya.. Udah ah aku mau tidur aja" Sembur Alana kesal dan langsung membaringkan tubuhnya asal di ranjang.


" Ganti baju dulu lah yank " Suruh arlan lembut.


" Gak mau " Ketus Alana yang langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sampai ke wajahnya.


Arlan hanya menggeleng melihat tingkah Alana, setelah kemudian dia bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya***.