
***Hari ini SMA DARMA BANGSA , akan pergi ke SMA Tunas bangsa.. Karna hari ini dua sekolah itu mengadakan persahabatan .
Seperti biasa, setiap ANGEL WINS pergi ke sana, mereka langsung di kerumuni oleh para cogan di sekolah itu, bahkan tahun lalu, bela sempat pingsan karna terlalu di desak oleh para fans masing masing .
Dan tak kalah dengan kaum hawa di SMA Tunas bangsa itu, yang dengan tidak sabarnya menunggu kedatangan pangeran mereka, geng EXO . ..
" Al..kita gak usah ikut aja yaa al, males gue " Ajak bela pada sasa, saat ini mereka masih berada di kelas, padahal murid yang lain sudah pada berada di dalama bus, karna 15 menit lagi semua siswa termasuk guru akan berangkat.
" Kok gak ikut sih... Kan seru.. Acara ini kan cuma di adain setahun sekali doang bel, kita juga bisa cuci mata liat para cogan di sekolah itu, gue udah bosen tau liat para cogan di sekolah kita udah pada basi semua " Ujar sasa berceloteh
" Loe gak inget apa, dulu gue sampek pingsan gara gara cowok cowok alay itu" Sembur bela jengah
" Sekarang kan beda.. Kita ikut aja yuk, ayolah " Paksa sasa lagi
" Sebenernya yaa Sa, gue juga males yang mo ke sana, gue males ketemu sama orang orang alay di sana " Timpal alana
" Kalian ahh.. Gak asik " Gerutu sasa marah
" Gini yaa... Loe milih aja deh, mau ke sekolah Tunas bangsa, atau pergi belanja ke Moll sesuka hati sendiri dan gue yang bayarin " Tawar alana menaik turunkan kedua alisnya dengan senyum manisnya.
" Beneran? " Tanya sasa berbinar
" Iyaa lah "
" Jadi gimana? Masih mau ke SMA Tunas bangsa yang gak akan ngedapet apa apa, atau ke Moll dengan belanjaan yang cuma cuma? " Sambung bela bertanya.
" Ke Moll aja " Jawab sasa manja
" Ya udah.. Mending kita pergi sekarang aja deh, sebelum ketauan para guru " Kata alana kemudian beranjak dari duduknya, mengambil tas miliknya di ikuti oleh sasa dan bela.
..........................
ANGEL WINS dengan berlari kecil menuju ke parkiran dengan langkah yang terburu buru.. Saat alana sudah hendak membuka pintu mobilnya untuk segera masuk, tiba tiba saja, pergelangan tangannya sudah di cekal kuat oleh seseorang.
"Berani loe... " Bentak Alana memotong kalimatnya saat tau yg memegangnya adalah arlan yg masih dengan wajah datarnya.
"Mo kemana? Bis nya ada di sana, dan siswa di larang untuk bawa mobil sendiri ke sana " Tanya arlan mengintimidasi.
Sasa dan bela hanya berdiri mematung karna tak tau harus bagaimana setelah tertangkap basah oleh seorang arlan yang begitu tegasnya.
"Hmmm... Hmmm.. Kita... Kita..." Jawab Alana nampak berpikir sambil melirik ke arah dua sahabatnya. " Kita mo ke rumah sakit, sasa sakit perut, jadi dia harus di periksa " Lanjut Alana cengengesan, sambil mengedip ngedip kan matanya ke arah sasa yg nampak tak mengerti, lebih tepatnya sasa tidak tau harus bereaksi seperti apa. Arlan melihat ke arah sasa yg terlihat gelagapan dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal...
"Aduhh... Aww... Aww.. Sakit banget " Ringis bela memegangi perutnya. Bukan sasa, Alana bernafas lega..
"Tuh kan beneran sakit... Udah ah kita harus pergi " Ujar Alana panik.
"Kalian ini... Kalian pikir gue bodoh... Bisa percaya gitu aja sama kalian, yg sakit sasa kan, kenapa bisa bela yg meringis?" Tanya arlan tajam.
"Kalian ikut atau lebih memilih gue aduin sekarang ke kepala sekolah " Ancam arlan lagi.
"Jangan lah Ar ..Kita ikut kok " Ucap sasa ketakutan.. Di jawab anggukan oleh bela... Bagaimana mereka tidak takut, geng mereka sering bikin masalah, dan kepala sekolah sudah sering menghukum mereka, bahkan sampai di ancam di keluarkan dari sekolah.
Alana menatap ke arah kedua sahabatnya dg tajam
" Bagus... Anak baik " Ujar arlan tersenyum. Miring.
" Gue tetep gak mau ikut yaa " Kokoh alana melepas genggaman nya dari arlan dan hendak kabur ingin segera masuk mobil, tapi sekali lagi arlan memegang tangannya, dan menariknya pergi dari tempat itu...
" Kalian tetap di sini " Perintah arlan pada bela dan sasa, setelah itu membawa Alana pergi
" Loe mau bawa gue kemana sih... Lepasin lan " Sentak Alana ingin melepas tangannya, tapi tenaga arlan lebih kuat,hingga membuat alana pasrah.
Arlan kemudian menghampiri sahabatnya, minus citra. Karna hari ini citra tidak bisa ikut di karenakan sakit
" Kalian jagain tuh mereka. " Perintah arlan menunjuk ke arah sasa dan bela .
" Gue masih ada urusan sama nih gadis nakal, kita ketemu di sekolah SMA Tunas bangsa aja " Lanjut arlan yg masih memegang lengan alana.
"Oke... Kalau masalah cewek cantik kaya mereka mah, gue gak pernah keberatan lan " Ujar Andra sumringah...
."Kita duluan " Pamit Rafa menepuk pundak arlan , di susul oleh Andra dan Adit yg setelah itu berlalu menghampiri dua gadis yg terlihat kebingungan itu..
" Dan loe... Loe ikut gue " Tekan arlan kembali menarik alana menuju ke mobilnya, alana hanya mengikut pasrah, dia begitu malas berdebat dengan cowok datar itu.
"Loe mau nyulik gue yaa " Sangka alana memicingkan matanya.
"Gue ini tunangan loe ... Jadi gue berhak mau bawa loe kemana aja " Kata arlan ketus
"Ceehhh... Masih tunangan yaa " Tekan alana kesal.
"Gue gc peduli.. Yg pasti loe itu udah terikat dengan gue, dan loe udah jadi tanggung jawab gue juga " Tegas arlan arogan.
" Hhhhhh... Gue juga masih bisa yaa batalin pertunangan kita " Ucap alana tertawa remeh.
"Serah loe deh... Intinya... Loe diem, jangan banyak bacot, cerewet " Celetuk arlan kemudian melajukan mobilnya dengan kecepetan sedang. Mengikuti bis sekolah yg akan menuju ke SMA Tunas bangsa.
"Kita mo kemana sih Ar ? " Tanya alana lagi.
" Loe gc liat apa, kita lagi ngikutin bis sekolah " Jawab arlan dingin.
" Lah katanya gc boleh bawa mobil sendiri, kok loe ngelanggar sih " Tanya alana tak Terima.
"Gue ini ketua OSIS di sekolah yaa... Jadi, sesuka gue lah mo bawa mobil sendiri apa nggak" Jawab arlan sombong.
" Gak adil loe " Sembur alana kesal.
" Ini udah perintah dari kepala sekolah al, lagian gue sebenarnya males bawa mobil sendiri... Lebih enak naik bis, kumpul sama temen2 " Jelas arlan yg masih fokus nyetir..
" Hhhhhhhh... Di bis itu panas nya minta ampun lan ... Gue mah ogah.. Udah berdesakan dengan yg lain... Belum lagi bau mereka yg berbeda beda... Sumpah pengen muntah rasanya " Ujar alana bergidik ngeri.
" Manja loe " Sembur arlan
" Biarin.... Yg terpenting bagi gue itu, gue bisa bahagia, dan nikmati semuanya sesuka hati " Kata Alana sumringah.
" Bayangin deh al, gue gak nyumpahin yaa, cuma seandainya aja, klw usaha orang tua loe sampek bangkrut dan loe gc bisa hidup mewah lagi...apa yg bakal loe lakuin? " Tanya arlan sekilas menatap ke arah alana.
"Hmmmm gue yakin yaa perusahaan keluarga gue itu gc bakal pernah bangkrut, dan klw pun itu terjadi... Gue mau langsung minta nikah sama loe, loe dan orang tua loe kan kaya " Jawab alana santai, dan arlan langsung menoyor kepalanya.
" Iihhh.. Apa sih lan .. Gue kan serius ngomongnya " Kesal alana memegangi kepalanya
"Santuy sekali hidup anda... Emang loe mau nikah tanpa cinta? " Tanya arlan lagi
"Yaaa asal orang yg gue nikahin itu kaya dan bukan om om... Kenapa nggc , " Jawab alana masih dg santainya.
"Jadi loe mau nyari suami yg kaya gitu?? Hhhhhh... Loe polos apa bodoh sih al " Celetuk arlan tertawa.
" Maksut loe? "
"Maksud gue itu... Loe kan udah kaya al, bocap loe punya banyak cabang perusahaan di berbagai negara di Asia ini, klw pun loe punya suami miskin kan loe bisa ngambil alih salah satu perusahaan loe " Kata arlan
" Hmmm.. Itu kan dari bocap gue, bukan milik suami gue, dan gue gc mau... Gue itu maunya ngabisin duit suami gue nanti" Ujar alana berbinar
" Loe yakin bisa bahagia nanti klw pun nikah tanpa cinta? " Tanya arlan
"Knp nggc? Hidup itu jgn di buat rumit lah gash, soal cinta itu urusan belakangan" Kata alana lagi
" Klw nanti kita harus di paksa nikah gimana?
" Tanya arlan yg mulai gusar.
"Knp? Gue kan cantik, jadi loe gc malu klw lagi jalan sama gue " Ujar alana terkekeh
"Serius al.." Kesal arlan
"Yaa loe tenang aja lan.. Gue bisa kok batalin pernikahan kita, untuk sekarang gue emang gc bisa apa2, tapi klw kita di paksa nikah nanti, gue bisa batalin semuanya, lagian santai aja, tipe suami gua itu bukan loe, gue akui sih loe ganteng, perfect, jadi incaran semua cewek di sekolah maupun di berbagai sekolah, tapi klw gue...selera gue beda, loe itu terlalu tegas dan dingin jadi orang, lah.. Pas kita nikah nanti, gue gc bisa dong, main ke club, ataupun kemanapun bareng sahabat gue, karna loe itu terlalu tegas buat gue " Celetuk alana panjang lebar. Yg mendapat pelototan dari seorang arlan
" Liat aja nanti... Awas aja, klw besok2 loe jatuh cinta dan terobsesi sama gue " Kata arlan remeh.
" Ceeehh... Sebelum itu terjadi.. Gue bisa lebih dulu bikin loe gc mau kehilangan gue " Balas alana sombong.
" Kita buktiin aja nanti " Kata arlan langsung
" Oke*** "