My Fiance

My Fiance
arlan mengomel



***Semua mata tertuju pada seorang arlan yg dengan gagah dan kerennya menggendong bidadari sekolah,,,


dan arlan tidak peduli dengan tatapan mereka, yg dia pikirkan hanyalah alana, alana seorang,,.


Setelah tiba di UKS, dengan segera arlan mengambil obat P3K dan dengan begitu telaten nya membersihkan luka alana .


Pertama, arlan membuka secara perlahan perban alana... Setelah itu, membersihkan dengan pelan2 darah alana dengan tissue,


kemudian arlan kembali menempelkan perban baru di kening alana setelah kening gadis itu sudah bersih dan tidak mengeluarkan darah lagi..


" Masih sakit gak? " Tanya arlan lembut setelah selesai mengobati luka tunangan nya itu, jari jemarinya mengelus dengan pelan dahi alana yg sudah ia perban tadi.


" Udah nggak kok.. Makasih yaa " Kata alana tersenyum manis.


" Kamu bikin aku panik tau gak.. Aku kan udah bilang tadi pagi, jangan maksain buat sekolah, sekarang apa? " Omel arlan merasa kesal.


" Iaa... Maap, lagian kan ini udah gak sakit kok, " Gumam alana pelan


" Sasa sama bela mana? " Tanya arlan kemudian


" Mereka nunggu aku di taman sekolah, " Jawab alana lagi.


" Kalau kemana mana itu jangan sendirian, liat kan jadinya, kamu di keroyok gitu, bisa apa kamu kalau udah sendirian kaya tadi " Omel arlan lagi, dia begitu hawatir, kesal, juga marah...


" Maaf yah... Aku udah bikin kamu hawatir " Ujar alana yg kemudian langsung memeluk arlan erat. Menenggelamkan wajah cantiknya itu ke dada tunangan nya itu ..


Kemarahan serta kekesalan arlan hilang seketika saat alana memeluknya. Dia kemudian membalas pelukan alana dengan hangat.


" Lain kali jangan buat aku hawatir lagi " Bisik arlan membalas pelukan alana erat.


" Alana " Panggil seseorang dengan suara paniknya.. Alana melepas pelukannya, menoleh ke arah suara, masuklah bela dan sasa dengan tergesa-gesa menghampiri alana.


" Loe gak papa kan? " Tanya sasa panik setelah tiba di hadapan alana dan arlan.


" Kok sampek luka lagi sih. Awas yah tuh Elsa " Geram bela merasa kesal.


" Siapa aja sih yg ngedorong loe, tumben tumbenan loe gak bisa ngelawan " Cerocos sasa lagi.


" Gue juga gak tau mereka siapa, lebih tepatnya sih gue jarang liat mereka..


Dan yaa, gue bukan gak bisa ngelawan yaa, cuma yaa itu pas gue mau bales si Elsa, tuh temen2 nya malah ngedorong gue " Ujar alana menjelaskan , dia tidak pernah mau di anggap lemah oleh sahabat cerewet nya itu..


" Dan yaa sayang.. Kata Elsa, kamu deket sama dia yaa? " Tanya alana kemudian kepada arlan.


" Deket?? Kapan yaa?? Aku aja cuma sekali dua kali ketemu dia, kelas dia kan di lantai satu, jadi aku jarang yg liat dia " Jelas arlan tertawa kecil.


" Tuh Elsa kan emang suka kepedean al," Sambung bela tertawa renyah.


" Hhhhh, Iyaa.. Setiap kali dia putus sama cowoknya, selalu aja gue yg di salahin. Kan aneh. Bilang gue penggoda lah, murahan lah, seharusnya dia kan sadar diri yaa, yg murahan itu cowoknya " Cibir alana mengingat Elsa yg selalu seenaknya.


" Itu kan salah kamu juga yank, kamu kan gitu, suka bersikap sok manis setiap ketemu cogan, mungkin niat kamu emang becanda, tapi mereka kan lain, mereka bisa aja baper " Celoteh arlan juga.


" Iiihhh.. Cuma sekali dua kali kok " Jawab alana tak Terima


" Makanya jangan di ulang lagi, kamu udah punya aku yaa, dan aku juga sekarang udah milik kamu " Kata arlan memperingati


" Iya .. Iya.. " Jawab alana nyengir


" Oh yaa... Kalian kok tau gue di sini? " Tanya alana kemudian pada ke dua sahabatnya


" Gue tau dari Adit, makanya langsung buru2 ke sini " Jelas bela datar


" Terus? Makanannya gimana? " Tanya alana lagi.


" Ada di kelas, " Jawab sasa kemudian.


" Kenapa? Laper yaa? " Tanya arlan lembut .


" Eem " Jawab alana manja.


" Ya udah, nanti setelah pulang, kita mampir ke cafe, tapi makan nya di apartemen aja " Ucap arlan.


" Kalau nunggu pulang kan masih lama sayang, aku laper nya sekarang " Rengek alana menatap arlan memelas


" Adit udah ngijinin kamu buat pulang duluan sayang, makanya setelah ini kita pulang " Jelas arlan tersenyum manis.


" Sumpah yaa lan. Loe kok beda banget sih pas udah ngomong sama alana,, lembut banget tau gak, beda sama loe yg kalau ngomong sama yg lain, dingin kek batu, bingung gue sama sikap loe " Kata sasa berpikir


" Simpel kok, alana itu special " Ujar arlan datar.


" Serah loe deh... Oh yaa, kalian tinggal di mana sih? Gue kan pengen main2 juga ke tempat alana " Tanya sasa lagi.


Alana menatap ke arlan meminta pendapat, dan arlan mengangguk, mengiyakan.


" Sebenarnya, gue tinggal di apartemen arlan..hehe.. Tapi inget yaa, jangan bilang sama keluarga gue. Kalau pun kalian mau main2 boleh kok,.. Gak papa kan sayang " Ucap alana kembali menatap ke arlan.


" Gak papa kok, ntar kalau kalian mau main, kabarin gue aja, gue akan share lock lokasinya " Jawab arlan


" Oke... Minggu kita main ke sana " Ucap sasa antusias.


" Gimana bel? " Tanya alana menatap bela.


" Gue ikut aja " Kata bela dingin yang selalu mengikuti kemauan kedua sahabat nya itu.


" Hmmm... Makasih yaa sayang, udah ngizinin mereka ke sana " Ucap alana memberikan senyum termanis nya kepada tunangan nya itu..


" Iyaa... Ya udah, pulang yuk " Ajak arlan langsung. . Alana mengangguk..


" Kita duluan yaa " Pamit arlan kemudian..


" Oke.. Hati hati " Jawab sasa lagi


" Yg luka kan kepala yank.. Lagian udah gak sakit kok, aku jalan aja " Ucap alana tersenyum.


" Baiklah.. Ayo " Ajak arlan lagi.


😙😙😙😙😙


Di apartemen..


" Sayang ... Bosen yaa " Keluh Alana bersandar manja ke pundak arlan..


Pasalnya kali ini mereka sedang duduk di sofa dan hanya menonton film, padahal jam baru menunjukkan pukul 14.30 ... Tapi itu sudah membuat dia begitu bosan, dia juga sudah membatalkan rencana nya dengan kedua sahabatnya untuk berbelanja sehabis pulang sekolah, karna arlan membawanya pulang duluan, dan melarang nya untuk berbelanja hari ini, dengan alasan dia hawatir dengan keadaan Alana, dan seperti biasa, Alana hanya bisa menuruti kemauan tunangannya itu...


" Ya jelas bosen lah... Maunya kamu kan jalan2 mulu " Celetuk arlan masih fokus dengan film nya.


" Jalan yuk " Ajak Alana langsung


" Sayang, aku izinin kamu pulang duluan dari sekolah itu, biar kamu bisa istirahat, bukan malah jalan2 " Kata arlan yg sudah beralih menatap Alana dengan tatapan yg terlihat kesal.


" Iya...Iya.. Maaf. " Sesal Alana mengalah..


Arlan hendak berucap lagi, tetapi , suara bel apartemennya membuatnya teralih pada pintu apartemen.


" Siapa? " Tanya arlan kemudian,


Alana mengangkat kedua bahunya tanda dia juga tidak tau.


" Ya udah aku buka dulu " Kata arlan kemudian.


" Oke.. "


Arlan pun beranjak dari duduknya, berjalan melangkah ke pintu, dan membuka pintu apartemen nya itu. Arlan kaget, saat melihat siapa yg datang.


" Siapa sayang ? " Tanya Alana saat sudah melihat arlan kembali menghampiri nya setelah membuka pintu apartemen nya..


Arlan diam.. Ternyata, di belakang arlan sudah ada, Leonard dan Linda, yg ikut masuk ke dalam apartemen..


awalnya Alana kaget, tapi setelah nya dia membuang muka, dari orang tuanya itu..


" Mau apa kalian? " Ketus Alana yg masih membuang muka itu, dan memang tak mau melihat ke orang tuanya.


" Katanya Alana udah maafin mama sama daddy, tapi kenapa, sikap Alana masih ketus gitu? " Tanya Linda lembut, duduk di samping Alana , sedangkan arlan dan Leonard berdiri .


" Masih nanya, kenapa Alana bersikap kaya gini.. Seharusnya kalian peka lah. Betapa kecewanya Alana saat Alana udah mau maafin kalian, kalian malah pergi ke tempat lain di saat kepulangan Alana dari rumah sakit " Sentak Alana emosi.


" Alana harusnya ngerti, daddy sama mama ada acara penting " Sambung Leonard


" Lebih penting dari Alana bukan? " Sinis Alana pedas.


" Kamu kok ngomong gitu sih sayang, Alana jelas tau kan, betapa mama sayang sama Alana lebih dari aldi " Kata Linda yg masih dengan sikap lembutnya.


" Dulu Alana tau... Tapi sekarang, Alana lebih tau, gimana kalian memprioritaskan


Urusan kalian masing2 dari pada Alana " Sentak Alana lagi, dia ingin menangis, tapi masih berusaha dia tahan,,


" Inget Alana, daddy ngelakuin ini semua demi kebaikan kamu " Kata Leonard yg mulai tersulut emosi.


" Kebaikan dari mana? Daddy pikir, Alana gak kangen kalian saat kalian dengan teganya mengusir Alana dari rumah " Ungkit Alana lagi.


" Jangan buat kesabaran daddy habis yaa al " Ujar Leonard berusaha menahan emosinya itu.


" Pa udah. Kendaliin diri papa, kalau papa memang mau membawa Alana pulang " Ucap Linda menatap tajam Leonard.


" Alana gak mau pulang, Alana nyaman di sini " Sambung Alana ketus.


" Al.. Pulang lah sayang, Alana gak kangen sama sosis buatan mama? Setelah ini, mama masakin sosis bakar yg banyak buat Alana " Ucap Linda lembut.


" Alana gak mau... Alana nyaman di sini, ada arlan yg selalu jagain Alana, gak kaya kalian " Tolak Aalana mentah mentah.


" Al... Mama mohon.. Demi mama, pulang yaa, atau nggak demi aldi " Bujuk Linda lagi.


" Alana bilang gak mau yaa tetap gak mau, mama gak ada hak buat ngatur hidup aku" Sinis Alana tajam " Dan satu lagi.. Kalian tau dari mana sih, tempat tinggal Alana?" Tanya Alana lagi dengan tatapan yg masih tajam. Juga menatap arlan tajam, karna Alana kira, arlan lah yg memberitau kedua orang tuanya tentang tempat nya sekarang.


" Daddy terpaksa harus mengerahkan semua bodyguard daddy, untuk menemukan dimana kamu tinggal sekarang , dan arlan, papa kecewa sama kamu karna sudah tidak jujur pada papa dan tidak memberitau tempat tinggal Alana " Ujar Leonard beralih menatap arlan.


" Maaf pa " Lirih arlan menunduk.


"Ya udah, alana pulang yaa sayang yaa " Bujuk Linda kemudian.


" Gak mau... Alana gak mau pulang.. Kalian pergi saja, karna usaha kalian hanya akan sia sia " Ucap alana menekankan kalimatnya.


" Mama gak akan pergi sebelum alana mau ikut kita pulang " Balas Linda juga ikut menekankan kalimatnya.


" Oooh... Oke... Biar alana yg akan pergi " Tegas alana yg langsung beranjak dari duduknya, setelah itu dengan cepat, buru buru pergi dengan berlari kecil keluar dari apartemen arlan.


" Alana " Teriak arlan ingin mengejar, tapi Leonard memegang tangan arlan


" Arlan..Sekarang, hanya kamu yg bisa membujuk alana, papa mohon, bujuk dia agar mau kembali ke rumah " Pinta Leonard datar. " Dan kamu tau, papa tidak pernah memohon kepada siapapun, untuk pertama kalinya, papa memohon kepada kamu, untuk bujuk alana bagaimana pun caranya " Lanjut Leonard lagi melepaskan tangan arlan.


" Akan arlan usahain pa " Kata arlan yg langsung buru buru berlari keluar mengejar alana.


" Bagaimana ini pa? " Tanya Linda panik


" Mama tenang saja, semua akan baik baik saja, dan alana pasti akan kembali ke rumah, papa jamin itu " Kata Leonard yakin.


" Lalu? Sekarang alana di mana? " Tanya Linda lagi hawatir


" Arlan sudah mencarinya ma, dia pasti baik baik saja " Hibur Leonard kemudian


" Sekarang kita pulang dulu, oke " Ajak nya lagi.. Linda hanya mengangguk menuruti***..