
***Alana benar2 sudah bosan berada di dalam ruangan bernuansa putih itu... Padahal jam baru menunjukkan pkl 12.30 siang.. Sekarang, dia sendirian di ruangan itu, karna Leonard harus kerja begitu pun dengan aldi yg harus kuliah, sedangkan Linda, 5 menit yg lalu dia izin pulang sebentar pada Alana, dan Alana hanya mengiyakan...
Pasalnya, sekarang Alana hanya bisa memainkan ponselnya, tarik ulur beranda di IG.
" Alana " Sembur seseorang dengan suara cempreng nya, dan Alana hafal itu... Tubuh sasa dan bela menyembul dari balik pintu, masuk ke dalam ruangan nya, tapi mereka tidak berdua.. Melainkan ada beberapa cowok sekolah yang Alana gak kenal.. Bukan beberapa, tapi empat belas orang cowok.
"Kalian kalau mau nikah gak usah banyak2 juga kalik " Kata Alana yg sangat kaget.
"Mereka itu para fans loe b*go " Sembur sasa yg juga ikutan jengah karna merasa pengap dengan ruangan yg sudah penuh itu
"Oooh " Santai Alana yg kemudian memberikan senyum mautnya kepada para cowok itu...
"Cepet sembuh ya al... Happy valentine " Ucap satu cowok memberikan coklat dan bunga pada alana...
"Hmmm thank yaa " Ujar Alana manja.
"Ini buat loe juga al, happy valentine day, cepet masuk sekolah yaa " Kata cowok yg satu lagi juga menyerahkan coklat dan bunga pada Alana.
"Thank yaa.. Makasih udah repot2 ke sini" Ujar Alana lagi...
Satu cowok lagi juga menyerahkan benda yang sama begitu pun seterusnya sampai yang ke empat belas... Benar benar pengap bagi Alana, karna begitu sesak dengan banyaknya orang di ruangannya..
Alana bernafas lega saat melihat dokter aisyah memasuki ruangannya.
"Sekarang kalian bisa keluar kan... Mbak Alana nya harus istirahat dulu, jadi gak bisa di ganggu " Usir dokter aisyah baik2
"Cepet sembuh yaa al " Kata satu cowok yg tampan itu..
" Makasih buat kalian semua nya yaa " Kata Alana tersenyum... 14 cowok itu pun buru buru keluar, lebih tepatnya karna terpaksa . Kini yg tersisa di ruangan itu hanya Alana dan kedua sahabatnya.
"Gimana keadaan loe sekarang? " Tanya bela hangat... Sumpah... Bagi Alana, orang di sekitarnya yang begitu dingin kini berubah menjadi lembut dan hangat, awalnya arlan saat menolongnya, setelah itu Leonard, aldi, dan sekarang, bela..
"Baik kok " Jawab Alana santai.
"Loe tuh yaa.. Bikin jantung gue hampir copot tau gak " Cerocos sasa dengan mimik wajah di buat buat.
"Lebay loe " Sembur Alana jengah sambil membuka coklat yang tadi ia dapat dari para cogan itu, dan tak lupa pula,berbagai buket mawar mewah di nakas tepi ranjang.
"Biarin, orang seriusan juga kok "
" Ooh yaa.. Tumben fans gue cuma dikit sekarang, biasanya kan sampek enam puluhan, sekarang kok cuma segitu? " Tanya Alana cemberut.
"Tadi itu udah banyak banget yg ikut b*go, tapi ada sebagian yg gak di izinin masuk sama satpam " Jelas bela jengah dengan tingkah sahabatnya itu.
"Lah terus coklat nya gimana? Kebuang sia sia dong " Celetuk Alana kesal
"Gak usah nge gas juga kalik.. Mawar sama coklat yg mereka kasih udah gue titipin sama pelayan loe tadi " Jelas sasa nyengir.
"Hmmmm makasih " Ujar Alana dengan kemanjaan nya.
"Loe kapan sih al yg mau masuk sekolah?" Tanya bela yg juga ikut memakan coklat yg juga dia dapat dari para fans nya di sekolah.
"Hmmm gue juga gak tau bel, gue bener2 boring kalau gini gini terus " Kata Alana sedih.
"Sumpah yaa al.. Kalau loe gak ada, gak enak banget tauk, kita jadi gak bisa bolos, gak bisa gangguin adek kelas, oooh is not funny " Timpal sasa sedih..
"Hmmmm kalian gueh " Haru Alana memeluk kedua sahabatnya...
"Wahhh... Kita jadi nge ganggu nih " Ucap seseorang, Alana melepas pelukannya, tatapannya beralih pada orang yg baru datang, yaitu, Rafa, Andra, Adit, arlan, dan juga citra yang seperti biasa, teruss bergelayut di lengan arlan.
"Kalian " Ucap Alana tersenyum.
"Kok gak bilang sih kalau juga mau ke sini? " Kata sasa juga.
"Tadi kita udah nyariin kalian berdua, niatnya mau bareng, tapi kayanya kalian udah pulang duluan " Jelas Adit
"Ooh yaa.. Happy valentine yaa al " Kata Rafa memberikan se buket mawar putih dan coklat pada Alana.
"Hmmm thank yaa " Binar Alana.
" Iyaa.. Tapi kayaknya, banyak banget deh yg kasih loe coklat " Kata Rafa melihat ke nakas.
" Hehe iyaa " Kekeh Alana.
"Happy valentine yaa bel " Kini Adit memberikan bunga dan coklat pada bela.
"Thank " Singkat bela tersenyum tipis.
"Valentine juga sasa " Ucap Andra nyengir ikut memberikan kedua benda yg sama dengan Adit dan Rafa.
" Makacihhh .. Manis " Manja sasa
"Sekarang gimana keadaan loe al? " Tanya arlan yang mulai jengah dengan drama yg di lihatnya.
" Udah lebih baik kok " Jawab Alana tersenyum, dia merasa berhutang budi pada arlan karna sudah menolongnya
"Cepet sembuh yaa al " Timpal citra dengan senyum dan juga se buket mawar yg terus di pegangnya itu., mungkin dari arlan.
" Iyaa.. MakaSih " Jawab Alana tersenyum. " Makasih juga buat kalian yg udah nyempetin ke sini " Lanjut Alana lagi.
"Santai aja.. Loe kan temen kita yg paling nakal " Ledek Adit tertawa renyah.
"Iiishhh" Desis Alana cemberut
"Dan arlan ... Thanks juga yaa, kemaren loe udah nolong gue pas kebakaran, gue berhutang budi sama loe " Kata Alana pada arlan.
"Santai aja... " Singkat arlan tersenyum. Tipis.
"Andai gue yg terjebak kebakaran, kan enak, arlan yg nolongin " Kata citra berharap.
.
"Hush... Gak boleh ngomong gitu ******" Sembur Andra menoyor kepala citra.
"Biarin " Ketus citra.
😍😍😍😍😍😍😍
( singkat cerita)
4 hari sudah berlalu,dan sudah dua hari ini alana kembali bersekolah, seperti biasa, dia selalu membuat onar dengan kedua sahabat nya, dan itu tanpa se pengetahuan arlan. Si ketua OSIS yang tegas...
ANGEL WINS, melewati Koridor sekolah, dengan pesona yang memabukkan bagi para cowok cowok di sana, semua cowok menyoraki mereka dengan berbagai pujian kagum pada tiga gadis nakal itu..
" Si mak Lampir udah balik sekolah lagi nih " Sindir seseorang, siapa lagi kalau bukan Elsa, musuh bebuyutannya Alana, si Elsa lah yang selalu duluan mencari masalah dengan Alana karna keirian Elsa pada Alana , dan Alana tidak akan pernah tinggal diam,..
" Kenapa? Merasa tersaing lagi kalau ada gue? " Tanya Alana tersenyum smirk menghampiri Elsa .
"Hhhhh... Gue? Merasa tersaingi? Hhhhh ya kalik gue merasa tersaingi sama kunti lanak si pebiang onar " Kata Elsa tertawa sombong.
"Ooohh.. Kunti lanak yaa... Jadi cowok loe pergi ninggalin loe karna suka sama kuntilanak kaya gue... Gitu? " Ucap Alana tak mau mengalah, wajah Elsa sudah merah padam, karna kenyataan nya memang begitu, cowok Elsa mutusin Elsa karna suka pada Alana..
"Bukan cowok gue yaa... Emang pada dasarnya situ aja yang kecentilan " Hina Elsa tak Terima.
"Wooww ... Gue yang kecentilan atau cowok loe yg terlalu meremehkan kesetiaan? " Tanya Alana masih dengan senyum miringnya itu.
"Loe tuh yaa.. Emang gak berubah tau gak..nakal, ******," Hina Elsa lagi. Alana ingin menampar wajah Elsa sebelum itu di cegah oleh bela.
"Udah al... Biarin aja anjing menggonggong " Lerai bela " Dan loe? Loe gak kapok yaa cari masalah mulu sama kita? " Lanjut bela lagi menatap tajam ke arah bela.
"Ehh.. Anak pungut... Loe gak usah ikut campur yaa.. " Bentak Elsa pada bela.
"Loe bilang apa tadi? Anak pungut? " Emosi Alana sudah meluap..tapi masih dia tahan..
"Ada yg salah,? " Tanya Elsa tanpa merasa bersalah
"Jangan sembarangan yaa " Sentak sasa ikut ikutan... Semua mata sudah tertuju pada empat gadis yang sudah berdebat itu.
"Emang fakta nya kan? Bela itu cuma anak angkat doang, setidaknya ngaca dulu lah bel, barang2 mahal yang loe pake itu, uang milik siapa " Hina Elsa pedas, dia merasa menang saat melihat wajah bela yang sudah merah padam, begitu juga Alana...
" Loe tuh yaa " Geram Alana langsung menampar wajah Elsa dengan begitu kerasnya, semua kaget melihat pemandangan itu....
Elsa tak mau kalah, dia juga mendorong tubuh Alana dengan kuat, hingga lama kelamaan keduanya sudah saling cakar, saling menjambak satu sama lain... Sasa dan bela sudah melerai, tapi Alana sudah benar2 emosi, dia benar2 tidak bisa di kendalikan. Penampilan keduanya sudah benar2 acak acakan,,bagian wajah Alana sudah ada beberapa lecetan, tak kalah juga dengan wajah Elsa yang kelihatannya lebih buruk dari Alana...
Semua yang melihat itu, hanya menonton dan tidak ada yang berani melerai .. Ada juga yang dengan senangnya merekam kejadian tersebut.
"Heyy... Ada apa ini? " Bentak seseorang, ternyata arlan... Elsa dan Alana tidak peduli, mereka masih saja berkutat pada kegiatan mereka dalam mencakar, menjambak, dan mendorong...
"Stop.. Stop... Gue bilang stop " Sentak arlan memisahkan Alana dan juga Elsa.
"Kalian ini apa apa an sih... Ini di sekolah" Bentak arlan lagi. Menatap tajam ke Alana dan juga Elsa.
"Dia yg mulai duluan " Pekik Elsa merasakan sakit di bagian wajahnya.
"Loe juga yang mancing gue " Bentak Alana tak mau mengalah.
" Kalian ikut gue sekarang " Titah arlan tajam.
"Gak mau " Tolak Alana sambil merapikan bajunya yang berantakan.
.
"Gak ada bantahan yaa... Kalian itu harus di hukum " Bentak arlan emosi.
" Tapi dia yg salah lan " Kata Alana membela diri.
" Loe juga salah al, ikut gue sekarang" Tekan arlan yang langsung menarik tangan Alana dan juga tangan Elsa menuju ke ruang BK.
............. ...............
"Kalian lagi " Ujar kepala sekolah, pak Ardi namanya..mata elang nya menatap ke arah alana dan Elsa dengan tatapan tajam, alana dan Elsa hanya menunduk, karna takut akan bentakan pria yang ada di hadapannya itu.... Kali ini bukan guru BK yang menyidang mereka, tapi langsung kepala sekolah, karna tidak akan mempan bagi alana jika yang menyidang nya hanya guru BK.
"Ada apa lagi kalian, hingga harus menyelesaikan nya dengan cara berantem? " Tanya pak Ardi tajam
"Dia yang mulai duluan pak " Tunjuk Elsa pada alana.
"Saya tidak akan memulai jika dia tidak memancing emosi saya " Tekan alana membela diri.
"Loe nya aja yang terlalu baper " Kata Elsa tersenyum miring.
" Loe nge hina gue.. Gue masih Terima yaa, tapi tidak untuk hinaan yg loe kasih ke sahabat gue " Sentak alana kembali emosi, dia sudah tidak peduli dengan adanya kepala sekolah di hadapannya.
"Sudah.. Sudah... Alana, coba kamu jelaskan dari awal semuanya " Suruh pak Ardi menekankan kalimatnya..
" Jadi gini pak.. Pas saya lewat bareng sahabat saya, dia dengan mulut nyinyir nya itu nyindir saya, bilang kalau saya gini, saya itu, saya apalah yang membuat dia iri . saya sudah bisa menahan emosi saya pak, tapi dia malah makin ngelunjak ngehina sahabat saya, bela, dengan mudah dan dengan suara lantangnya, dia bilang kalau bela itu harus ngaca karna dia cuma anak angkat.. Oke , saya tau itu fakta, tapi gak seharusnya dia bilang gitu langsung sama bela, saya gak Terima kalau dia nyakitin sahabat saya " Jelas alana menggebu gebu.
"Bener begitu Elsa? " Tanya pak Ardi pada Elsa.
"Iya Pak.. Tapi dia yang nyerang saya duluan pak " Jawab Elsa tak mau mengalah.
"Elsa, alana tidak akan menampar kamu duluan jika kamu tidak menghina nya duluan, dari awal kan memang kamu yang memulai perkaranya,,, jadi yang patut di salahkan itu kamu... Tapi alana juga salah karna sudah memberi pelajaran pada Elsa dengan cara yg salah... Elsa... Kamu harus minta maaf pada alana dan juga bela setelah ini" Perintah pak Ardi.
"Tapi pak... " Elak Elsa tak Terima
"Minta maaf, atau bapak kamu skors selama 3 hari dari sekolah " Ancam pak Ardi.
" Baik Pak " Jawab Elsa pasrah " Gue minta maaf " Ujar Elsa mengulurkan tangannya.
" Yang loe sakitin itu bela, bukan gue.. Jadi seharusnya loe minta maaf sama bela " Ketus alana dingin. Elsa hanya mendengus karna alana tidak menerima uluran tangannya.
"Dan untuk hukuman kalian... Alana kamu di hukum untuk ngebersihin toilet guru selama satu minggu, dan Elsa, kamu di hukum untuk ngebersihin lapangan selama satu minggu " Titah pak Ardi kemudian
"Saya kok di hukum sih pak " Berontak alana.
"Kamu juga salah karna sudah membuat gaduh sekolah, dan peraturan tetap peraturan alana, dan bapak tidak ingin di bantah " Tekan pak Ardi lagi.
"Kalian boleh keluar sekarang" Perintahnya lagi.. Alana dan Elsa hanya menurut, mereka kemudian keluar dari ruang BK dengan masih mengucap sumpah serapah buat musuhnya masing2***.