My Fiance

My Fiance
dua puluh empat



***Satu minggu pun berlalu, dan selama sepuluh hari belakangan ini setelah alana keluar dari rumah, Leonard dan Linda tidak pernah mengabari alana sama sekali.. Alana selalu kesal dengan perlakuan orang tuanya itu... Tapi arlan selalu membuatnya senang, dengan selalu menuruti kemauan gadis itu, walau awalnya mereka harus berdebat dulu, hingga akhirnya, arlan lah yang selalu mengalah.



Jam masih menunjukkan pukul 19.00.


Dan alana benar benar bosan jika harus terus memainkan ponselnya.


" Lan jalan yuk, boring nih " Ajak alana langsung.


" Gak ah, males gue " Tolak arlan yang masih duduk di sofa dengan terus berfokus pada film di hadapannya.


"Ayolah lan .. Lagian cuma sebentar doang kok.. Gue bosen " Ajak alana lagi yg sekarang sudah duduk di samping arlan .


"Motor gue ada bengkel al, dan gue.. Males kalau harus pake mobil " Ujar arlan jengah.


" Kita jalan kaki aja, ke taman deket sini aja lan, ayolah... penting ke luar, ...gue bosen di kamar mulu " Bujuk alana sambil terus mengguncang lengan arlan.


"Oke.. Oke.. Tapi sebentar yaa, besok kita juga kan harus sekolah " Ucap arlan yg sudah jengah dengan sikap alana yg terus memaksanya.


"Oke.. " Ujar alana sumringah yg langsung mengambil tas mini nya.


" Ya udah yuk " Ajaknya langsung .


"Loe gak mau ganti baju dulu? " Tanya arlan memastikan, karna memang kebiasaan alana jika ingin keluar, dia harus memakai pakaian yang sempurna... Dan arlan tau itu... Tapi kali ini alana hanya memakai jeans panjang ketat dengan warna putih, dan sneaker dengan warna senada, juga kaos pendek di balut sweeter pink panjang kesukaannya...


"Nggak ... Lagian kan cuma ke taman " Jawab alana santai.


"Oooh ya udah"


.........................


Dua sejoli itu pun keluar dari apartemen.. Dan berjalan kaki menyusuri kota jakarta menuju ke taman.


" Emang loe gak capek ya al, jalan kaki gini? " Tanya arlan memulai pembicaraan, pasalnya saat ini mereka sedang berjalan bersisian di pinggir jalan yg hanya beberapa kendaraan berlalu lalang di sana.


"Nggak lah... Loe capek yaa " Sangka alana memicingkan mata nya.


"Ya nggak.. Cuma.. Bukannya loe gampang pingsan yaa, gimana kalau loe habis ini kelelahan, setelah itu pingsan " Kata arlan hati hati.


" Gue cuma gak tahan sama sinar matahari yaa, makanya suka pingsan, dan sekarang... Loe gak liat apa, udah malem " Sembur alana kesal


"Gak usah nge gas gitu juga kali al... Gue kan cuma nanya "


"Loe sih... Ngeremehin gue banget.. Gue gak selemah itu yaa " Sewot alana


"Iyaa dehh.. Sorry... " Ujar arlan mengalah... Dan setelah itu tidak ada lagi perbincangan di antara mereka, keduanya memilih untuk sama sama diam, dan terus berjalan santai menuju ke taman..


"Lan " Panggil alana kemudian .


"Hmmm " Singkat arlan...


"Gue capek " Keluh alana dengan nada suara merengek .


"Tuh kan, gue bilang juga apa " Sahut arlan yg sudah memiliki feeling tak enak selanjutnya.


"Gendong " Rengek alana merentangkan kedua tangannya.


"Gak ah.. Loe berat " Tolak arlan langsung.


" Berat badan gue ideal kok, gak berat berat amat yaa " Sembur alana kesal.


"Bodo amat, pokoknya gue gak mau " Tolak arlan dingin.


"Ya udah.. Gue di sini aja.. Dan kita pulangnya nanti bakal malem... Mau? " Ancam alana menaik turunkan kedua alisnya.


"Emang loe yaa..selalu nyusahin tau gak " Geram arlan yang kemudian membungkuk, memberikan pundaknya untuk alana naiki.


"Biarin... Loe kan tunangan gue " Santai alana yg dengan cepat, menaiki punggung arlan..


" Bakal gue batalin pertunangan kita " Kesal arlan yang sekarang sudah menggendong alana dan melanjutkan langkahnya menuju ke taman.


"Bodo amat..kalau loe bisa... Gue bakal bener2 kasih loe hadiah " Ujar alana, tangannya sudah bergelayut di leher arlan agar tubuh nya seimbang dan tak terjatuh.


" Tunggu aja saat nya nanti " Gumam arlan tersenyum miring.


.........................


mereka berdua langsung duduk di bangku panjang putih di taman itu, dengan menghadap ke kolam kecil yang nampak begitu indah...


Suasana taman tidak begitu sepi, masih banyak sepasang kekasih yang berlalu lalang, bahkan keluarga kecil pun ada juga yang sedang bermain main di sana.


" Loe berat banget tau gak " Ketus arlan yg sudah meminum separuh air di botol mineral yg tadi alana beli sebelum masuk taman.


"Tapi loe gak sampek mati kan " Santai alana menghadap ke kolam tanpa rasa bersalah sekalipun.


" Loe tuh yaa " Geram arlan yg makin emosi karna sikap alana yg selalu sesuka hati itu..


" Gak usah emosi gitu.. Kelak kalau kita udah nikah, loe bakal lebih capek dari ini" Ujar alana memakan cemilannya. Sambil sesekali matanya melirik ke sana sini karna takut ada temen sekolah yg melihatnya sedang bersama arlan.


"Ceeehh... Gue gak mau nikah sama cewek nakal kaya loe " Desis arlan bergidik.


"Gue juga gak mau yaa punya suami es batu kaya loe ... Tapi kalau takdir berkata lain, loe sama gue ini bisa apa? " Ujar alana menatap nyengir ke arlan...


Dan arlan hanya diam..


" Menurut loe takdir itu gimana sih al " Tanya arlan serius, tatapannya lurus ke depan.. Ntah apa yang dia pikirkannya sekarang.


Tapi tiba tiba alana langsung mencubit lengan arlan dengan keras, hingga membuat arlan meringis kesakitan .


"Loe apa2 an sih al " Sentak arlan menatap ke arah alana marah .


"Loe nyangka gak gue bakal nyubit loe kaya gini? " Tanya alana masih dengan stay selow nya itu.


"Yaa nggak lah... Loe nyubit nya tiba2 gitu" Ujar arlan kesal .


"Sama kaya takdir, gak akan ada yg nyangka gimana ending selanjutnya " Kata alana tersenyum manis... Menatap ke depan...


" Lalu... Bagaimana dengan takdir kita nantinya al... Gimana kalau nanti kita nikah, dan kita jelas sama sama memiliki sikap bertolak belakang, loe terlalu bar bar buat gue, dan jelas kan, kita akan sulit untuk saling jatuh cinta " Ujar arlan yg masih terlihat serius itu...


"Gini yaa lan.. Masalah nanti... Gue juga akan berusaha untuk ngebatalin pernikahan kita.. Dan masalah pertunangan ini, kita jalanin aja dulu, apa susah nya tunangan, dan kita masih sama2 bebas kan, gue sama sekali gak ngelarang loe buat pacaran dengan citra, dan loe juga sebaliknya ke gue, juga gak ada temen sekolah yg tau kan.. Jadi santai2 aja lah..dan kalau pun nanti kita harus dengan sangat terpaksa menikah.. Maka gue akan buat loe jatuh cinta sama gue... Gampang kan " Kata alana santai .


" Hhhhhh... Gampang lah .. Kalau kita beneran nikah... Sebulan dua bulan, kita kan bisa cerai " Ujar arlan terkekeh.


"Eiitthh... Sorry yaa lan. Nikah tuh gak main2, dan gue hanya akan menikah sekali selama. gue hidup " Kata alana langsung.


"Lalu gue gimana? " Tanya arlan kembali serius.


"Gue kan udah bilang, gue bisa dengan cepat, ngebuat loe jatuh cinta sama gue " Jawab alana santai.


yg setelah itu beranjak dari duduk nya, melangkah pergi meninggalkan arlan.


"Mau kemana? " Teriak arlan .


Alana memberhentikan langkahnya, kemudian menoleh ke arah arlan.


"Kamar mandi... Mau ikut? " Tawar alana dengan senyum menggodanya.


"Ceehh... Cepetan.. Gue gak mau nunggu...dan yaa..jangan sampek salah toilet lagi..ntar toilet rusak loe masukin" Titah arlan .. Alana mendengus..setelah itu kembali melangkahkan kakinya menuju ke toilet..


"Gadis nakal " Gumam arlan tersenyum tipis... Tatapannya kembali beralih pada kolam kecil indah itu...


"Arlan " Panggil seseorang yg kini sudah duduk di samping arlan... Arlan menoleh..


Ternyata citra sudah duduk di sampingnya dengan senyum mengembang bahagia.


" Cit.. Citra... Loe kok di sini " Tanya arlan kikuk... Dia benar2 takut jika nanti


Citra melihat alana menghampirinya.


"Gue lagi jalan2, sendiri juga... Dan beruntung ada loe " Ujar citra sumringah yg langsung menyandarkan kepalanya di bahu arlan.


"Oohh " Singkat arlan.


" Loe kok di sini juga... Ngapain? " Tanya citra kemudian .


"Lagi pengen jalan2 aja.. Males di rumah mulu " Jawab arlan lagi..


😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😁😁***