My Fiance

My Fiance
dua puluh lima



***Saat alana sudah selesai dari toilet, dia kaget, karna melihat citra di sana dengan arlan.. Beruntung, alana berada di belakang mereka, jadi citra tidak akan tau kalau alana juga ada di sana.


" Hmmm gue pulang aja deh.. Dari pada nanti tuh citra nanya panjang lebar " Pikir alana langsung. Dengan pelan2 alana melangkah pergi dari taman itu,.


dan sesegera mungkin mencari taxi di pinggir jalan, tapi kali ini bukan keberuntungan nya, karna tidak ada taxi sama sekali yg lewat. dengan begitu kesal nya, gadis itu pun memutuskan untuk jalan kaki menuju ke apartemen karna jarak dari apartemen hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk jalan kaki.


"Lagian tuh citra, ngapain juga sih harus ada di taman itu.. " Gerutu alana kesal.. Sambil terus dengan malas melangkah kesal .


"Masak iyaa sih.. Arlan yg ngajak... " Celetuknya lagi... Dengan wajah yang masih di tekuk "Kesell deh .. Harus pulang sendirian " Gerutunya ...


Tiba tiba ada mobil sedan merah berhenti tepat di samping alana berjalan... Si pemilik mobil keluar dengan stay coolnya menghampiri alana.


"Hai al " Sapa cowok itu.


"Loe " Ujar alana santai .


"Iyaa...gue dimas... " Jawab dimas


tersenyum " Kok sendiri? " Tanya dimas lagi .


"Yaa karna lagi sendiri " Ketus alana memutar bola matanya jengah.


" Ya udah gue anter yuk " Ajak dimas langsung.


" Sorry.. Gue mau pulang sendiri aja " Tolak alana santai.


"Gue anterin aja... Ini udah malem loh al" Tawar dimas lagi.


"Kenapa kalau malem !?" Sewot alana jengah


" Tempat ini sepi.. Loe bisa di culik om om loh " Ujar dimas menakuti


"Mending gue di culik om om, dari pada harus pulang sama cowok playboy kaya loe " Hina alana tersenyum smirk.


"Gue nawarin baik baik yaa al " Geram dimas yg tak Terima di hina .


"Dan gue gak butuh tawaran loe itu " Jawab alana dingin.


"Selalu... " Ujar dimas tersenyum miring,


"Selalu loe ngerendahin gue... Loe ngeremehin gue... Hah... Gue bisa dengan sekejap loh al, milikin loe seutuhnya " Lanjut dimas mendekatkan wajahnya pada alana .


"Oooh yaaa... Emang bisa? " Remeh alana tertawa kecil.


"Biar gue buktiin " Tekan dimas yg langsung menarik tangan alana dengan paksa.


"Loe apa apain sih " Sentak alana berusaha menepis genggaman tangan dimas , dan memberhentikan langkahnya karna tarikan dari dimas.


"Gue kan udah bilang, akan gue buktiin semuanya " Tegas dimas emosi.


"Ngebuktiin dengan cara memaksa gini!?Loe cowok apaa bukan sih " Hina alana lagi .


"Gue gak peduli, kalau dengan cara gini gue bisa milikin loe... Kenapa nggak " Kata dimas terus menarik alana membawanya ke dalam mobilnya , tapi sebelum itu, alana dengan sekuat tenaga menghentikan langkahnya .


"Loe mau bawa gue kemana sih " Bentak alana berusaha melepaskan tangannya dari dimas, tapi tenaga dimas terlalu kuat untuk alana.


" Diem aja " Tegas dimas ingin memasukkan alana ke dalam mobil tapi alana terus berontak.


"Lepasin gue... Atau gue bisa teriak sekarang juga " Perintah alana dengan nada tinggi .


"Teriak aja... Jalanan ini sepi al.. Mana ada orang " Kata dimas dengan senyum miring terus berusaha memasukkan tubuh alana ke dalam mobil, tapi bukan alana namanya kalau dia tidak bisa berontak...


"Gue gak mau... Brengsek " Teriak alana berusaha melepaskan diri " Lepasin gue ****... Loe gilak yaa " Sentak alana lagi..


Dimas kewalahan dengan perlawanan alana hingga membuat diri nya dengan terpaksa memukul punggung alana dengan sekali pukulan, dan itu berhasil membuat alana tidak sadarkan diri.. Dia jatuh pingsan tepat di pangkuan dimas, dengan cepat cowok itu menggendong tubuh alana dan segera memasukkan alana ke dalam mobil nya.


............ ________.........


Di tempat lain, arlan berusaha mencari alasan untuk menghindari citra. Mereka masih duduk di taman..


" Cit... Kayaknya gue harus pulang sekarang deh " Ujar arlan hati hati.. Menepis tangan citra yg bergelayut di lengannya .


"Kok gitu sih.. Loe gak seneng ada gue " Tanya citra meninggikan suaranya.


"Gak gitu cit.. Tadi nyokap whatsapp gue... Dia nyuruh gue pulang sekarang, karna harus nganterin dia ke alfamart dulu " Jawab arlan beralasan.


" Kan masih banyak sopir di rumah loe " Ucap citra .


"Ya tapi.. Mama maunya gue yg nganterin, dan loe harus ngerti lah.. Lagian, besok kan kita bisa ketemu lagi di sekolah , gak papa kan gue pulang duluan? " Bujuk arlan lagi.


"Iyaa deh... Tapi besok sekolah kan " Tanya citra kemudian.


"Iyaa.. Nanti gue pesenin loe taxi online aja yaa... Gue duluan " Kata arlan yg kemudian buru2 pergi tanpa izin dari citra... Dan citra membiarkannya .


........................


Sementara arlan di jalan, terus menelfon alana tapi tak ada angkatan dari tunangannya itu.


"Mungkin... Dia udah nyampek duluan kali yaa, ke apartemen , tadi kan dia WA katanya mau pulang duluan " Sangka arlan yg langsung memberhentikan ojek di tengah jalan...


Dan setibanya di apartemen, ternyata, dugaan arlan salah,,, alana tidak ada di tempat nya itu ... Dia mencari alana ke seluruh ruangan, tapi nihil,...


"Jangan buat gue hawatir gini deh " Lanjutnya lagi begitu frustasi...


"Perasaan gue juga kenapa gak enak sih,? loe baik baik aja kan al " Batin arlan yg tak henti hentinya menghubungi nomor tunangan nya itu....


😐😐😐😐😐😐😐


Alana kaget, saat dia membuka matanya, dia sudah berada di kamar yang begitu asing baginya...


"Kayaknya ini di hotel deh... Gue kok bisa di sini? " Pikir alana kembali mengingat kejadian sebelumnya.


"Si cowok brengsek itu mukul gue... Dasar emang " Geram alana emosi.. Tatapannya melihat ke sekeliling ruangan, dia bernafas lega, karna tak ada seorang pun di kamar itu kecuali nya. Dengan langkah yg hati hati dan juga pelan, dia buru buru menuju ke pintu untuk melarikan diri. Tapi tiba tiba ada yg memeluk tubuhnya dari belakang.


"Baru di tinggal mandi aja.. Udah mo kabur " Bisik seseorang dengan nada suara lembut.


Alana familiar dengan suara itu, siapa lagi kalau bukan dimas, dengan sekuat tenaga, alana mendorong tubuh dimas dengan kasar, .


"Cowok brengsek..... Loe mau apa sih " Bentak alana emosi.


" Tenang al... Gue gak budeg kok, gak usah nge gas gitu " Ujar dimas melangkah mendekat ke alana .


" Kenapa loe bawa gue ke sini.? Gue mau pulang " Geram alana semakin emosi, .


" Setelah kita bersenang senang, gue anter loe pulang kok " Kata dimas dengan senyum ****** nya itu.


"Ceeehhh... Gue? Seneng2 sama loe?... Cowok brengsek kaya loe.!? Gak akan.... Lebih baik gue seneng2 sama cowok tercupu di sekolah, dari pada harus sama loe " Maki alana kesal .


"Loe tuh yaaa.... Awas aja, loe bakal jadi milik gue secepatnya,,, secepatnya " Kata dimas memperingati..langkahnya semakin dekat dengan alana,...


Tapi dengan sekuat tenaga lagi, alana mendorong tubuh dimas, dan berusaha untuk melarikan diri..


. Dimas dengan mudah menarik tangan alana dan sekarang alana sudah berada dlm pelukannya...


"Loe gak akan pernah bisa kabur dari gue al, gak akan " Ujar dimas tersenyum licik, memegangi dengan erat pinggang alana, tangannya masih asik mengitari wajah putih alana, tapi alana terus membuang muka.


"Loe bakal jadi milik gue seutuhnya " Lanjut dimas lagi.


"Mau loe apaa sih? " Kesal alana berusaha melepaskan diri, tapi tidak bisa.


"Gue cuma mau loe " Kata dimas santai .


" Dim... Gini yaa, bukannya udah banyak cewek2 yg pada naksir loe... Bahkan mereka dengan suka rela ngasih tubuhnya buat loe... Loe kan bisa seneng2 dengan mereka, bukan gue yg jelas2 udah gak mau sama loe... Gak capek loe maksa gue" Sinis alana .


"Tapi gue jatuh cinta nya sama loe... Loe yg udah buat gue jatuh cinta sama loe, loe yg udah buat brengsek kaya gini, dan loe juga yg udah buat gue terobsesi sama loe ky gini " Bisik dimas lembut.


"Tapi sayang dim... Gue udah punya tunangan " Kata alana bangga,


dan itu malah membuat dimas bukan menyerah, tapi dimas semakin marah, wajah nya merah padam karna emosi. Keinginan untuk memiliki alana semakin besar.


"Loe udah punya tunangan, tapi nikahnya sama gue " Kata dimas, yg langsung mencium bibir alana dengan paksa... Alana berusaha memberontak, tapi dimas menarik tengkuk alana dengan kuat dan ******* habis bibir alana...


" Lepasin " Pinta alana di sela2 ciuman mereka, tapi dimas tak menghiraukan nya, dia semakin bernafsu dengan bibir tipis gadis itu .. Alana benar2 emosi, dia langsung menggigit bibir dimas dengan sangat keras.. Hingga membuat dimas terpaksa melepaskan ciumannya, alana berhasil membuat bibir dimas berdarah karna gigitannya.


"Gak semudah itu yaa " Ucap alana yg langsung ingin buru2 pergi dari tempat itu , tapi kali ini , dimas kembali menarik tangan alana dan mendekap tubuh alana dari belakang karna begitu marah atas apa yg sudah alana lakukan .


"Dan gak semudah itu juga, loe bisa kabur dari gue " Bisik dimas dengan nafas yg sudah memburu...


Alana tak semudah itu menyerah, dia kembali mendorong tubuh dimas dengan begitu kuat dan kasar, hingga membuat dimas tersungkur di pojokan ruangan,, dengan cepat, alana berlari ingin segera keluar dari kamar itu...


Tapi lagi2, dimas menarik pergelangan kakinya hingga membuat alana terjatuh....


Dimas sudah benar2 emosi, dia ingin segera menuntaskan semuanya,


Dengan segera, dimas langsung menggendong tubuh alana dengan paksa, dan menghempaskan tubuh alana ke ranjang dengan kasar..


"Loe udah bener2 buat gue marah al " Geram dimas yg tanpa basa basi langsung menindih tubuh alana, dan mengunci kedua tangan alana dengan tangannya.


"Kalau loe berani macem macem... Gue bakal teriak yaa dim " Ancam alana yg sudah mulai ketakutan, karna dimas sudah benar2 menindih tubuh nya.


"Teriak aja... Gak akan ada yg denger kok" Ujar dimas tersenyum penuh kemenangan, kemudian menyentuh sekilas dagu alana....


"Lepasin gue brengsek " Teriak alana berusaha melepaskan diri, tapi tenaga dimas benar2 kuat,


"Malam ini loe bakal seutuhnya jadi milik gue " Kata dimas tertawa puas...


Setelah itu mencium bibir alana dengan paksa...


"Lepasin gue " Berontak alana yg sudah menangis, dia benar2 merasa di lecehkan,,, dia takut, malam ini akan menjadi malam terburuk baginya...


Dimas sudah tak memperdulikan berontak an dan teriakan alana, dia terus saja mencium bibir alana dengan penuh nafsu,,, dan setelah puas mencium bibir alana, ciuman dimas beralih ke leher jenjang alana... Tapi alana terus saja memberontak.


" Lepasin gue.... Tolong " Teriak alana yg terus saja menangis.


"Tolong... Lepasin... Jangan...gue mohon" Isak alana memohon ... Tapi dimas tak mendengarkan, alana sudah menangis sesenggukan sambil terus berusaha melepaskan diri, walau hasilnya selalu sama, tenaga dimas benar2 kuat, hingga alana tidak bisa melawan.


"Gue mohon... Lepasin gue " Lirih alana sesenggukan...


.


😘😘😘😘😘😘😘😘😊😊😘😘😘😘😘😘😘***