
***Sepulang dari cafe, alana langsung menuju ke hotel, dia memeriksa ponselnya, ternyata tak ada apapun. Dia pikir arlan akan menelvonnya, atau mengiriminya pesan.. Tapi tidak untuk kali ini.. Akhirnya alana memutuskan untuk menelfon arlan duluan, tapi ternyata tidak terhubung .
Saat sudah di hotel pun alana tak menemukan arlan di kamarnya.
" Jadi arlan belum balik? " Gumamnya pada diri sendiri.
" Dia kemana sih..? Oohh mungkin ke pantai.. Gue susulin aja deh. " Katanya yang kembali keluar dari kamar mencari arlan..
Tapi sebelum itu, alana menghubungi seseorang, memastikan apakah arlan bersamanya.
" Hallo al ada apa? " Tanya suara di sebrang.
" Arlan sama loe nggak ? " Tanya alana
" Oooh.. Iyaa.. Dia baru aja gabung sama kita,. Loe misah mulu dari dia.. Tumben " Celetuk adit menjawab.
" Sekarang kalian di mana? " Tanya alana tak menanggapi ucapan adit.
" Kita di pantai, ada sasa sama bela juga di sini " Jawab adit santai.
" Jadi arlan udah dari tadi pagi sama kalian? " Tanya alana lagi.
" Nggak tuh, dia baru aja gabung.. Baru aja " Jawab adit lagi.
" Ooohh .. Oke.. Gue ke sana sekarang "
" Oke.. "
_._._._._._._._._._._._
Ternyata benar, di pantai alana mendapati bela juga sasa yang sedang asik berselfie ria,, Andra adit, juga Rafa yang juga asik makan, serta sesekali memainkan gitarnya dengan di selingi nyanyian yang menurut alana begitu fals, tapi terlihat asik..
Tatapan alana kemudian beralih pada seseorang yang berdiri menghadap ke pantai, dengan kaos putih juga celana jeans selutut, jangan lupa pula kecamata hitam yang bertengger di matanya membuatnya semakin perfect..
" Hai semua " Sapa alana tersenyum cerah,.
" Baru muncul loe " Sembur sasa, tapi tatapannya tak beralih pada kamera hapenya.
Arlan tak menoleh sedikitpun, tatapannya masih asik pada deburan ombak di tengah pantai.
" Sayang " Sapa alana kemudian memeluk tubuh arlan dari belakang.
" Kemana aja dari tadi? " Tanya arlan dingin. Cowok itu langsung melepas tangan alana dari perut nya .
" Maaf sayang, tadi aku gak sengaja ketemu temen lama, dan kami ke cafe bicara panjang lebar, maaf yaa, aku lupa ngabarin kamu " Pinta alana memelas.
" Oooh teman lama yaa " Ucap arlan datar , dia kemudian berbalik menghadap ke alana.
" I.. Iy.. Iya.. Sayang, temen lama,.. Maaf yaa " Pinta alana lagi dengan nada kikuk. Ia menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.
" Aku baru tau... Kepercayaan dari seseorang yang tak bersalah adalah alat yang paling berguna bagi seorang pembohong ternyata " Gumam arlan cetus kembali berbalik membelakangi alana.
" Sayang.. Ada apa? " Tanya alana yang tak mengerti dengan sikap arlan saat ini.
" Kamu udah bohongin aku al " Ujar arlan pelan.
" Maksud kamu? " Tanya alana yang sudah merasa gelisah.
Arlan berbalik lagi, menatap mata alana, membuka kacamata nya, dan menatap gadis di hadapannya itu dengan tatapan tajam.
" Yang kamu temuin itu bukan temen lama, melainkan Zain pacar lama, iya kan " Ucap arlan menekankan setiap kalimatnya.. Cowok itu terlihat begitu emosi.
Alana menunduk, gadis itu hanya bisa diam.
" Kenapa diam al? " Tanya arlan mengguncang kedua pundak Alana.
" Maafin aku arlan, maafin aku " Kata Alana pelan.
" Kenapa kamu bohong tentang hubungan kamu sama Zain, kenapa kamu gak cerita dari awal, kenapa al? " Bentak arlan meninggikan nada suaranya, Andra , adit, juga Rafa, langsung menoleh bingung ke dua sejoli itu.. Sasa dan bela pun terlihat kaget karna bentakan arlan..
" Aku gak mau kamu ninggalin aku " Lirih Alana yang sudah menangis.
" Hah.. Aku tau, kamu masih sayang sama Zain kan, buktinya kemaren aja kamu ketemuan sama dia tanpa sepengetahuan aku, kamu buat aku khawatir, sedangkan kamu.? Kamu enak berduaan dengan dia. " Cetus arlan tersenyum miring.
" Jaga ucapan loe lan, apa yang loe lihat, itu nggak sepenuhnya bener " Sentak bela ikut emosi.
" Loe diem yaa bel, ini urusan gue dengan Alana, gue lebih tau dari loe.. Jadi.. Loe diem aja " Sentak arlan sinis.
" Udah lah bel, jangan ikut campur dulu " Sela sasa yang tak ingin memperkeruh suasana.
" Zain itu cuma masa lalu aku, dan sekarang aku udah punya kamu " Ucap alana berusaha menjelaskan.
" Masa lalu katamu? " Arlan kembali tersenyum licik, " Kamu pikir aku gak tau semuanya? Hah.. Aku tak sebodoh itu al, dari awal aku udah curiga saat kamu ngajak pulang duluan ke aku. Aku kan juga pernah bilang, kalau kamu pengen ngomong jujur sama aku.. Bilang yang sebenarnya, tapi kamu malah makin ngelak, dan nyembunyiin semuanya dari aku.. Dari situ aku tau, bahwa kamu gadis yang paling egois al, kamu gak mau kan kehilangan Zain juga aku, makanya kamu memilih bohong sama aku, dan dengan diam diam kamu ketemuan dengan Zain, sampek2 harus kamu nerima cincin dari dia iyaa kan.. Aku juga harus terpaksa geledah isi tas kamu, dan aku nemuin cincin itu " Ujar arlan meluap luap.
" Kamu gak ada hak yaa, buat geledah tas aku " Alana merasa tak terima.
" Oke.. Oke.. Aku emang salah, tapi kamu harus tau, aku sama sekali udah nggak sayang lagi sama Zain, aku nemuin dia itu cuma buat nyelesain semuanya,. Kamu percaya yaa sama aku " Pinta Alana memelas.
" Kamu kira, setelah kamu bohongin aku, aku bisa percaya sama omongan kamu itu " Sinis arlan tajam.
" Kamu kok gak percaya gitu sih sama aku,? " Alana mulai menangis.
" Kepercayaan itu di mulai dari kejujuran al, dan dari awal kamu udah bohongin aku, " Sergah arlan " Kamu jelas tau, kita ngejalin hubungan itu bukan pacaran, melainkan tunangan, seharusnya kamu bisa jujur dari awal al, tentang masa lalu kamu itu, tapi apa? Kamu bilang, cuma aku orang pertama yang buat kamu jatuh cinta... Dan semuanya bohong, ternyata zain yang lebih dulu ada di kehidupan kamu " Lanjut arlan lagi..
Dia sudah tidak peduli dengan air mata alana , dia begitu membenci semuanya.
Sementara Andra, Adit, Rafa, sasa dan bela memilih diam, mereka jelas tau, kalau mereka tidak bisa ikut campur.
" Aku tau, dari awal aku emang salah, aku tau itu, dan aku menyesal, aku nyesel udah gak bilang semuanya dari awal, aku terlalu takut arlan, aku takut kamu marah " Kata alana sesenggukan.
" Justru dengan cara yang kaya gini, kamu buat aku kehilangan rasa percaya aku sama kamu.. Kenapa harus diem2 ketemu sama zain al? Kenapa?? "
" Aku.. Aku. Terlalu takut arlan, aku gak mau kamu tau tentang ini semua, sama sekali gak mau..aku gak mau nyakitin kamu " Lirih alana makin menangis.
" Kamu udah nyakitin aku al, sangat..
Perlu kamu tau, kepercayaan itu ibarat sebuah kaca, bila sudah retak tak dapat kembali seperti semula " Suara arlan mulai melemah, air matanya ikut menetes.
" Aku tau aku salah,.. Aku minta maaf, kamu maafin aku kan " Pinta alana lagi.
" Gampang yaa al, kamu minta maaf, setelah semua yang terjadi,. Dan Kamu malah bikin aku yakin kalau kamu masih sayang sama zain, saat aku ngeliat langsung, kamu berpelukan dengan dia, juga berciuman mesra dengan dia di depan umum, aku cukup paham al " Kata arlan kembali emosi.
Alana tersentak dengan ucapan arlan.. Bukan hanya alana, tapi semua yang menyaksikan.
" Kamu salah paham arlan,. Zain akan balik ke London, dan dia hanya meminta salam perpisahan " Jelas alana berusaha meyakinkan arlan.
" Salam perpisahan itu gak harus dengan ciuman bukan?,.. " Sengit arlan "Ooohh oke. Aku tau kamu mudah nyium orang yang kamu anggap sahabat tapi ciuman pipi kan? , lain dengan aku yang kamu cium bibir, dan menandakan kalau kamu sayang aku, jelas sama bukan, dengan kamu yang berciuman dengan zain,. Kamu juga masih sangat sayang dia kan? " Lanjut arlan lagi.
" Nggak arlan.. Sama sekali nggak.. Aku sayang nya cuma sama kamu.. Hanya kamu " Elak alana menangis makin pilu.
" Basi "
" Kamu masih gak percaya aku?? Lalu Di mana omongan kamu yang udah janji bakal selalu percaya sama aku, gak akan ngebenci serta ninggalin aku.. Mana?? " Alana balik menuntut.
" Aku sama sekali nggak pernah nge benci kamu al, dan mungkin gak akan pernah, tapi kamu harus tau, I hate lies alana, and I'm Disappointed in you " Tunjuk arlan lagi
" Tolong arlan.. Biar aku jelasin semuanya.. Tolong " Pinta alana makin sesenggukan.
" Semua udah jelas al.. Aku sayang kamu, dan aku tau, kamu bahagianya sama zain, maka dari itu.. Aku akan ngelepas kamu " Ujar arlan kemudian, cowok itu mengucapkan nya dengan mata terpejam, dia tidak berani menatap gadis di hadapannya saat ini.
" Aku akan balik duluan ke Jakarta, hari ini juga " Lanjutnya lagi.
" No arlan, no... Aku bahagianya sama kamu, aku mohon, jangan ngomong kek gitu, aku mohon " Alana dengan erat memegang lengan arlan.
" Sorry al.. Aku gak bisa. " Kata arlan lagi.
" Arlan.. Gue gak mau ikut campur,. Gue cuma mau bilang, jangan ngambil keputusan saat sedang emosi " Saran Andra tiba tiba, dia tidak tega melihat pertengkaran kedua sahabat nya itu..
Yang lain mengangguk menyetujui.
Sedangkan arlan, dia kembali menatap Andra dengan tatapan tajam.
" Loe gak tau rasanya jadi gue dra, alana bohongin gue, sampek gue yang akhirnya mencari tau sendiri tentang masa lalunya , gue tanya ke bang aldi, gue sakit hati saat itu.. Dan gue,.. Gue udah kasih kesempatan buat alana ngomong jujur, tapi enggak, alana makin nyembunyiin semuanya, . Dia malah makin ngelunjak, dengan masih ketemuan sama zain di belakang gue, lebih sakitnya lagi , dia berciuman dengan mantannya, ralat, zain masih pacar alana sampai sekarang,. Dan gue tau, gue sadar, dan gue ngerti, kalau gak ada yang berhak ngelarang dia berciuman dengan pacarnya sendiri, apalagi gue.. Gue hanya lah orang yang dia gunain untuk melupakan seseorang" Kata arlan tersenyum kecut menatap alana.
" Dan alana... Loe jaga diri loe baik baik, tugas gue jagain loe udah selesai. " Lanjut arlan lagi pada alana.
Bahkan kata aku - kamu pun sekarang sudah kembali menjadi loe - gue.
Arlan langsung bergegas ingin pergi, tapi alana masih mencegahnya dengan memegang tangannya.
" Aku butuh kamu arlan.. Aku cuma butuh kamu. Biarin aku jelasin semuanya " Cegah alana yang makin menangis pilu..
Beruntung di pantai itu tidak banyak orang yang berlalu lalang hingga mereka tidak harus dengan terpaksa melihat pertengkaran itu.
" Sorry al.. Gak bisa, gue harus balik sekarang " Ujar arlan yang dengan kasar melepas genggaman alana, setelah itu pergi berlalu begitu saja tanpa aba aba..
Alana langsung tersungkur dengan tangisan yang makin berderai.
Andra, Adit, Rafa, sasa dan bela , langsung menghampiri gadis itu.
" Loe tenang al, jangan nangis " Kata Rafa menenangkan.
" Arlan lagi marah al, dia emang gitu kalau lagi emosi, semua akan baik baik saja, oke " Timpal Adit lembut.
" Gue sayangnya cuma sama arlan,.
Gue makunya cuma arlan.. Hanya arlan" Lirih alana sesenggukan.
" Kita tau.. Dan kita, akan berusaha bantuin loe,buat bujuk arlan biar dia gak marah lagi.. Oke " Ucap sasa yang sudah menangis karna tidak tega***.