
____________
***Hanya butuh waktu 20 menit untuk arlan tiba di rumah sakit... Dan setibanya di tempat itu, alana langsung di bawa ke ruang rawat VIP dan di tangani oleh dokter,, sedangkan arlan, dia menunggu di luar, karna dokter tidak mengizinkannya masuk sebelum alana selesai di obati...
Tak lupa pula, arlan menghubungi kedua orang tua alana dan mengabari bahwa alana sedang berada di rumah sakit..
30 menit berlalu......
Dengan sabar arlan masih menunggu di luar pintu ruang rawat alana.. Sampai akhirnya, dokter yg menangani alana keluar dari ruang rawat VIP itu...
"Bagaimana keadaan tunangan saya dok.. Dia gak papa kan dok? Gak ada luka yg serius kan dok? " Tanya arlan begitu hawatir.
" Tuan tenang saja... Dia tidak apa apa, itu hanya luka biasa, dan mungkin karna luka di keningnya itu, dia pingsan.. Sebentar lagi, dia pasti akan sadar " Jelas dokter yg bernama aisyah itu.
" Lalu... Saya boleh melihatnya kan dok?" Tanya arlan lagi
"Boleh saja... Dan iyaa... Saran saya, sebaiknya mbak alana di rawat inap dulu di sini, takut2 nanti ada sakit yg serius " Saran dokter aisyah dengan senyum hangat nya
" Baiklah... Terima kasih dokter... Terima kasih " Ujar arlan berterima kasih
" Sama sama... Saya permisi dulu " Pamit dokter aisyah.
Arlan mengangguk, setelah itu dia langsung bergegas masuk ke dalam tempat ruang alana di rawat.
Di sana, alana masih tetap memejamkan matanya dengan begitu tenang, arlan kembali melihat kening alana yg sekarang sudah di perban itu..
. Dia langsung duduk di kursi tepi ranjang yg sudah di sediakan di kamar itu...
" Kenapa bisa gini sih al... Loe ceroboh banget tau gak " Gumam arlan menatap wajah alana dengan tatapan teduh..
" Gue kan udah bilang, pulangnya jangan malem2... Tapi kenapa loe malah gak nurut hah... Loe pikir gue gak hawatir...dua kali... Dua kali gue liat loe hampir di lecehin, dan gue berharap, itu gak akan terjadi lagi sama loe ... Gue gak mau itu terjadi lagi " Lirih arlan mengelus dengan lembut pipi putih alana...
" You are all in all to me alana " Bisik arlan ke telinga alana dengan lembut..
" Gue sayang sama loe " Lanjutnya lagi, air matanya menetes...
" Arlan " Panggil seseorang , arlan menoleh,,, dia mendapati Linda yg tergesa-gesa masuk di susul oleh Leonard dan juga aldi di belakangnya.
" Mama Linda, papa Leonard " Gumam arlan pelan yg jelas tidak akan di dengar oleh kedua orang tua yg sudah begitu hawatir itu..
Linda dan Leonard langsung bergegas menghampiri alana yg masih terlelap, sedangkan aldi, dia memilih menghampiri arlan yg berdiri di dekat kedua orang tua alana yg sudah membungkuk memeriksa kondisi alana.
" Kenapa bisa gini lan... Apa yg sebenarnya terjadi? " Tanya aldi geram .
" Maafin gue bang.. Gue juga gak tau apa yg sebenarnya terjadi... Tadi pas di sekolah, alana ijin ke gue untuk jalan2 bareng nathan .. Dan gue ngijinin, dengan sarat alana gak boleh pulang malem, tapi pas pukul delapan tadi, alana belum juga balik, dan gue langsung liat lokasinya di mana, setibanya di lokasi, gue udah liat alana tersungkur dengan luka di keningnya. gue minta maaf bang " Jelas arlan pelan..
" Kenapa jadi gini sih " Geram Aldi meremas rambut nya marah.
" Maafin mama sayang " Ujar Linda yg sudah menangis .
" Ma, pa, arlan izin dulu yaa, mau beli makanan di luar buat alana, takutnya nanti setelah sadar, alana lapar, arlan tau dia gak suka dengan makanan rumah sakit" Pamit arlan pada Leonard dan Linda..
" Baiklah... Terima kasih arlan " Ujar Leonard mengepuk pelan pundak calon menantunya itu.
Arlan tersenyum tipis, setelah itu dia bergegas pergi untuk membeli makanan buat alana.
" Aldi.... Apa kamu tau... Dimana alana tinggal selama ini? " Tanya Leonard yg sudah merasa sangat bersalah itu..
" Gimana aldi yg mo tau pa, papa aja ngelarang aldi buat nemuin alana, dan ngehubungin alana,,, dan sekarang... Papa tau kan akibat perbuatan papa... Ini semua , alana seperti ini, semua salah papa dan juga mama, papa egois " Ujar aldi yg sudah merasa sangat marah, dia kemudian langsung menuju ke sofa dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar di sofa yg ada di ruangan itu...
Menangkup wajahnya dengan kedua tangannya dan dengan begitu panik dan gusar nya memikirkan keadaan adik kesayangan nya itu...
" Semua ini memang salah mama " Lirih Linda menyesali usulannya dulu yg menghukum alana dengan cara mengusirnya.
" Sudah ma.... Yg terpenting sekarang, alana bisa sembuh, dan kita bisa bawa alana kembali ke rumah " Ucap Leonard menenangkan.
" Tante... Om " Panggil suara seseorang yg bernada hawatir, semua menoleh ke arah suara, tak terkecuali aldi... Ternyata yg datang adalah sasa dan bela dengan wajah paniknya itu.
" Gimana keadaan alana om,? " Tanya sasa kemudian .
" Dia baik2 saja, hanya saja... Dia juga belum sadar " Jelas Leonard menunduk, menatap ke arah alana dengan tatapan menyesal.
" Apa yg terjadi sebenarnya " Tanya bela lirih menatap wajah alana dengan tatapan sedih.
" Yg tante dengar, alana tadi jalan bareng nathan , setelahnya tante gak tau " Jelas Linda pelan.
" Ya ampun... Jadi semua ini karna nathan " Tanya sasa tak percaya.. " Awas loe nat" Geram sasa merasa kesal...
" Sudahlah.. Semua ini terjadi karna memang musibah " Sambung aldi yg sudah merasa kesal dengan orang yg saling menyalahkan itu...
Alana merasa terganggu dengan suara2 itu.. Dia terpaksa membuka matanya yg begitu terasa berat itu...alana membuka mata nya secara perlahan. Samar Samar, ia mendapati mama nya yg duduk di samping nya, juga papa, sasa dan bela yg sedang berdiri .
" Alana... Loe udah bangun " Ucap sasa sumringah...
" Kamu bangun sayang " Ucap Linda lembut dengan senyum bahagia di bibir nya itu...
Aldi yg dari tadi hanya duduk di sofa langsung beranjak dari duduk nya itu dan menghampiri Alana yg sudah membuka mata nya.
Alana tak menanggapi mereka, dia memegangi kepalanya yg pening, dan berusaha mengingat semua kejadian yg menimpanya sampai dia harus berada di ruangan rumah sakit itu...
" Arlan " Gumam Alana yg berusaha duduk setelah mengingat semuanya, aldi membantunya duduk bersandar di bantal yg sudah Linda tinggikan itu.
" Arlan?? " Tanya sasa dan bela hampir berbarengan.... Mereka bingung, tapi memilih diam.
" Sayang..alana gak papa kan.. ? Ada yg sakit? Bilang sama mama sayang " Ujar Linda lembut memegangi kedua pundak alana, tapi setelah itu, Linda begitu kaget, karna tangannya di tepis dengan kasar oleh alana.
" Mau apa kalian ke sini? " Bentak alana menatap tajam ke arah Linda, Leonard, dan juga aldi.
" Sayang... Kamu ngomong apa? " Tanya aldi heran .
" Pergi.... Aku benci kalian... Semua karna kalian... " Teriak alana histeris...
Dia merasa marah dan juga benci kepada kedua orang tuanya itu. Menurut alana, semua yg menimpanya selama ini adalah karna mereka,
" Maafin mama sayang... Mama tau mama salah " Ujar Linda menangis memegangi kedua pundak alana.
" Lepas.... Jangan sentuh aku... " Sentak alana lagi... Air matanya sudah menetes karna begitu marah..
" Al... Jangan gitu... Mereka kedua orang tua loe " Ujar sasa menenangkan.
" Kalian semua pergi.... Pergi gue bilang... Gue cuma mau arlan... Gue mau arlan " Teriak alana lagi...
Dia takut, marah, kesal, jika kembali mengingat kejadian yg sudah selama ini menimpanya..
" Arlan? Arlan siapa? " Tanya sasa heran berbisik ke telinga bela .
" Gue juga gak tau " Balas bela ikut berbisik .
" Tenang sayang... Arlan sedang pergi.. Buat beliin makanan kamu " Ujar Leonard gelisah .
" Gue mau arlan.... Arlan... " Lirih alana sesenggukan..
Tangannya mengepal karna begitu emosi... Ntah mengapa dia tiba tiba menjadi benci melihat semuanya... Sangat benci... Yg dia butuhkan hanya lah arlan... Arlan seorang.
" Alana " Panggil seseorang panik ketika melihat keadaan Alana yg sudah menangis terduduk sesenggukan dan tak mau di sentuh oleh siapapun.
Arlan dengan segera langsung menghampiri Alana, duduk di samping gadis itu, makanannya ia taruh asal di nakas samping ranjang...
" Arlan " Gumam Alana yg langsung memeluk tubuh tunangan nya itu dengan erat.
" Ada apa al..? Apa Ada yg sakit? " Tanya arlan lembut mengelus rambut panjang Alana.. Sedangkan bela dan sasa, makin di buat bingung atas pemandangan yg terjadi di depannya itu.
" Itu arlan ketua OSIS di sekolah kita kan, anggota geng EXO kan? " Tanya sasa berbisik tak yakin pada bela.
" Ia ****.... Dia itu arlan... Sumpah gue gak ngerti dengan ini semua " Keluh bela yg sudah merasa sangat pusing akibat begitu bingung.
" Gue gak mau mereka ada di sini... Suruh mereka pergi... Gue mohon... Gue mohon" Ujar Alana sesenggukan mengeratkan pelukannya pada arlan, menenggelamkan wajahnya di dada bidang cowok itu.
" Tapi mereka ke sini buat loe al. Mereka hawatir sama loe " Kata arlan lembut .
" Tapi gue gak mau ketemu sama mereka, semua ini karna mereka " Sentak Alana merasa emosi.
" Oke oke. Loe tenang dong al.. Jangan buat gue panik.. Tenang " Titah arlan lembut.
" Maaf ma, pa, bang, dan loe berdua. arlan tau Alana masih shok. Jadi arlan mohon... Kalian tunggu Alana tenang dulu. Baru.. Setelah itu temuin Alana lagi " Ujar arlan memohon ke kedua orang tua Alana.
" Tapi bagaimana dengan Alana? " Tanya Linda hawatir .
" Mama Linda tenang aja... Arlan bakal jagain Alana kok, percaya sama arlan " Kata arlan meyakinkan.
" Baiklah kalau gitu.. Kita akan pulang dulu, kabarin papa kalau Alana sudah mau kita temuin " Ujar Leonard kemudian .
" Baik pa " Jawab arlan lagi.. Leonard, Linda, aldi, juga sasa dan bela yg masih bingung, memilih untuk pulang terlebih dahulu, sampai alana bisa tenang.
" Mereka udah pergi.... Loe tenang yaa " Bisik arlan mengeratkan pelukannya
"Semua karna mereka... Mereka yg udah buat gue kaya gini " Ujar Alana yg masih sesenggukan.
" Iya.. Iya. . Gue tau... Tapi bukan saatnya sekarang loe nangis kaya gini, loe mau sembuh kan? Gue mohon... Istirahat dulu yaa.. Ini udah malem juga kan " Titah arlan lembut.
" Tapi... "
"Gue di sini kok... Gak akan kemana mana, loe gak usah takut... Gue bakal jagain loe" Ujar arlan melepas pelukannya, menatap mata Alana dalam. Kedua tangan nya mengelus lembut kedua pipi alana...
" Jangan pergi yaa " Ucap Alana lirih.
" Gak akan.... Gue gak akan pergi.. Untuk loe.. " Kata arlan tulus. " Istirahat yaa, gue jagain " Suruh arlan lagi .
Alana mengangguk pelan... Arlan tersenyum manis, setelah itu dengan telaten membantu Alana berbaring, menyelimuti tubuh mungil gadis itu...
Setelahnya... Arlan kemudian mencium kening Alana lama...
" Istirahat yaa " Bisiknya lembut yg kemudian kembali duduk di kursi samping ranjang Alana.. Tangannya tak lepas mengelus dengan lembut rambut tunangannya itu***...