
***Arlan dengan Rafa tergesa-gesa menghampiri keluarganya, yang sepertinya masih menunggu di luar ruangan ICU itu..
" Alana gimana? " Tanya arlan langsung dengan wajah yang terlihat begitu khawatir.
Joon yang berdiri agak jauh darinya, langsung menghampiri nya, dan tanpa di duga,. Joon langsung menampar pipi kanan arlan.
" Sudah menyesal bukan? " Bentaknya pada arlan . Matanya sudah menatap begitu marah pada putranya itu.
" Sudah tau kan apa akibatnya " Sentak nya lagi, yang kembali memukul pipi kiri arlan.
Arlan hanya menunduk, ia pantas mendapat itu semua, bahkan lebih..
" Maafin arlan pa, arlan tau arlan salah " Kata arlan serak.
Joon hendak mengangkat tangannya lagi, karna belum puas menampar arlan, sebelum di cegah oleh Leonard.
" Sudahlah joon.. Jangan kau salahkan arlan terus, semua yang terjadi memang harus terjadi " Cerahnya menengahi.. Joon hanya menurut dengan emosi yang sudah meronta ronta.
" Papa Leonard.. " Arlan memanggil Leonard dengan pelan. Dia langsung bersimpuh di kaki pria paruh baya itu.
" Arlan mohon, izinin arlan ketemu alana sekali saja, arlan tau arlan salah, arlan tau arlan jahat, arlan sangat tau kalau papa Leonard marah sama arlan, papa bisa nge hukum arlan dengan cara apapun, hukum lah arlan.. Tapi untuk sekali saja.. Izinin arlan buat ketemu alana " Pinta arlan memohon.. Dia menangis dengan memeluk kaki Leonard.
Leonard dengan segera, membantu arlan kembali berdiri.
" Papa ingin marah sama kamu.. Sangat.. Alana papa begini karna dia sangat mencintai kamu. Dan papa tidak se egois itu, hingga harus menghukum kamu atau gak ngijinin kamu buat ketemu alana. Papa sangat tau, kalau alana hanya butuh kamu dia butuh kamu arlan " Kata Leonard pelan,. Sekilas dia mengepuk pundak arlan dengan pelan.
" Boleh papa tanya sesuatu? " Tanya Leonard lagi... Arlan mengangguk.
" Apakah kamu masih ingin melanjutkan pertunangan ini? Atau membatalkan pertunangan ini? " Tanya Leonard.
" Arlan ingin melanjutkan pertunangan ini,.karna arlan emang salah, arlan terlalu patah hati hingga berbuat sesuatu yg membuat alana celaka, maafkan arlan... Tolong.. jangan batalin pertunangan ini, tolong pa..hukum arlan sesuka papa, tapi jangan batalin pertunangan ini " Ujar arlan pelan.
Refleks Leonard langsung memeluk tubuh arlan dengan hangat.
" Tidak ada yang akan menghukummu, semua yang terjadi bukan sepenuhnya kamu yang salah. Pertunangan mu dengan alana akan tetap berlanjut.. Oke" Bisik Leonard
" Terima kasih pa, Terima kasih " Ujar arlan yang makin menangis.. Dia sudah tidak malu lagi saat tangisannya seperti anak kecil.
Arlan melepas pelukannya, kemudian menatap ke arah Linda yang masih menangis itu.
" Maa, maaf kan arlan " Pinta arlan pelan. " Arlan tau arlan ngelakuin kesalahan besar. " Katanya lagi.
Linda menggeleng pelan, tangannya hanya bisa mengelus puncak kepala arlan mengisyaratkan kalau wanita itu tidak marah.
Tatapan arlan beralih ke aldi.
" Bang.. Gue.. " Ucapan arlan langsung di potong oleh aldi.
" It's Oke " Kata aldi tersenyum tipis..
Tiba tiba, suara ceklekan pintu dari ruangan itu, membuat semua menatap ke siapa yang keluar..
Dokter laki laki paruh baya yang memeriksa alana keluar.
" Bagaimana keadaan putri saya dok? "
Tanya Leonard langsung
" Dia tidak apa apa kan dok? " Timpal arlan bertanya.
" Dia mengalami over dosis yang cukup berat.. Tapi sukurlah dia bisa melewati masa kritisnya..hanya saja,, harapan untuk hidup sangat lah tipis , dia mengalami koma, dan kami juga tidak tau, kapan dia bisa sadar, hanya Tuhan lah yang tau.. Berat saya katakan, bahwa sebenarnya jantungnya sudah tak lagi berdetak normal,. Dia bernafas dengan bantuan alat pernafasan yang kami pasang. " Jelas dokter itu dengan berat hati.
" Akan kami usahan pak.. , untuk saat ini, mbak alana hanya bisa di jenguk oleh satu orang saja " Kata dokter itu
" Kalau kalian ingin menjenguknya , lebih baik bergantian saja , saya permisi " Katanya lagi yang langsung berlalu pergi.
_._._._._._._._._._.
Orang yang pertama kali masuk adalah Linda yang hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk berbicara dengan gadisnya itu. Setelah itu Leonard, kemudian aldi... Dan yang terakhir arlan.
Arlan memasuki ruangan alana dengan langkah yang gontai . Hatinya semakin hancur saat melihat tubuh mungil alana yang terbaring lemah dengan wajah pucat nya dan juga beberapa selang yang menempel pada mulut gadis itu.
Dengan pelan, arlan duduk di kursi tepi ranjang, yang memang di sediakan di kamar itu.. Dia menatap lekat wajah alana yang masih setia dengan mata gadis itu terpejam erat.
" Al.. Kamu denger aku kan? Aku ada di sini al.. Aku gak akan pergi lagi.. Please sadar al, sadar " Gumam arlan kembali menangis.. Tangannya menggengam dengan erat tangan alana yang dingin.
" Kenapa kamu harus nge hukum aku dengan cara ini al?? Aku gak bisa liat kamu kaya gini.. Aku sayang kamu al. " Ucap arlan lagi, dia mencium tangan gadisnya itu,.. Air matanya belum juga berhenti mengalir.
Tak ada reaksi apapun dari alana.
" Kamu tau gak.. Aku jauh lebih hancur saat memutuskan untuk membatalkan pertunangan kita,.. Aku lebih hancur al, dan sekarang... Kamu malah bikin aku tambah hancur dengan ngeliat keadaan kamu yang kaya gini.. " Lirih arlan lagi.
" Aku minta maaf al.. Maaf... "
" Aneh rasanya.. Semua rasa benci aku hilang begitu saja menjadi rasa penyesalan.. Kau tau, aku sudah tidak membencimu lagi al,.. Aku sudah memaafkan mu.. " Ucap arlan pelan yang setelah itu mencium kening alana dengan begitu lama.
" Aku merindukanmu al " Bisiknya parau.
😟😟😟😟
Bulan pun berganti dengan matahari...
Jam sudah menunjukkan pukul 11.01 ..
Arlan semaleman menjaga alana..
Dan untuk sekarang, alana sudah bisa di temui maksimal dua orang.
Dokter menyarankan agar yang menjaga alana di rumah sakit hanya boleh satu orang saja. Selebihnya, hanya bisa menjenguk alana di jam yang sudah di tentukan.
Akhirnya, Leonard yang memutuskan bahwa yang menjaga alana adalah arlan. Karna pria itu sangat tau, yang di butuhkan alana adalah kehadiran arlan. Walau gadis itu belum juga sadar, setidaknya ada arlan yang selalu mengajaknya bicara tanpa henti..
Pagi tadi, Leonard, Linda, juga aldi sudah menjenguk alana, dan setelah mereka merasa puas, mereka kembali pulang karna memang Leonard yang harus kerja,dan aldi yang kuliah .
Sementara kali ini, giliran sasa dan bela yang membesuk sahabatnya itu..
Arlan dengan teman temannya memilih pergi ke kantin..
" Loe nekat banget tau gak al.. Gue sedih kalau liat loe kaya gini " Ujar sasa pelan.
" Masak ia sih, loe ngorbanin hidup loe sendiri cuma buat arlan itu.. Gue tau loe sayang banget sama arlan.. Tapi dengan cara loe ngelakuin ini, loe bukan hanya bikin kita semua sedih, tapi loe juga bikin arlan malah makin hancur.. Loe mikir itu gak sih " Omel bela juga sembari mengusap air matanya pelan.
" Kami sayang sama loe al... Kalau nanti kita udah kembali bersekolah, gue janji, gue janji gak akan ngelarang loe buat bolos atau ngelakuin hal buruk yang loe suka, ini bener2 janji gue al . Dulu nya kan gue sering ingkar janji sama loe biar loe sadar, dan sekarang, gue udah janji beneran sama loe.. Bangun ya al yaa " Lanjut bela lagi.
" Dan gue... Gue juga janji gak akan ngelarang loe lagi buat makan ice cream sering sering.. " Timpal sasa.
" Loe tau gak,. Penampilan laki loe itu sekarang udah acak acakan, isshh.. Bener2 ilfil gue sama dia, tau gak rambut nya yang selalu tertata rapi itu juga udah berantakan al, untung muka nya masih ganteng walau sering di Tekuk, makanya loe ceper sembuh... Omelin dia sepuas loe.. " Ucap bela lagi.
" Gue kangen sama kelebayan loe.. Gue kangen kecentilan loe.. Kangen " Kata sasa parau*** .