My Fiance

My Fiance
arlan berhak tau



" ***Lalu sekarang gimana al,.?? Gimana dengan hubungan kita,? Gimana dengan aku al? " Tanya Zain lirih..


" Aku bener bener minta maaf Zain, aku emang salah, aku udah salah paham, tapi waktu gak bisa di ulang, sekarang aku udah punya arlan, jadi aku mohon,. Jangan kasih tau arlan tentang hubungan kita, anggap aja kita udah putus dari dulu, aku mohon, jangan pernah sakitin arlan " Pinta alana pelan,


Sekarang, dia sudah berada di posisi yang membingungkan,. Dia sangat merasa bersalah pada Zain, sangat.


" Tapi arlan berhak tau al "


" Dan aku gak mau arlan tau "


" Oke.. Aku gak akan kasih tau Arlan. Jadi Kamu kapan balik ke Jakarta ? " Tanya Zain kemudian


" Mungkin 7 hari lagi " Jawab alana pelan.


" Emm.. Besok bisa ketemu lagi gak? " Pinta Zain hati hati.


" Gak bisa, aku sibuk " Jawab alana pelan.


" Aku mohon al, untuk yang terakhir kalinya,.. Aku mohon " Pinta Zain lagi dengan suara memelas.


" Iya.. Oke.. Oke.. Di mana? "


" Di sini, di tempat yang sama "


" Baiklah.. Aku pulang dulu, " Pamit alana kemudian.


" Sebentar al " Cegah zain. " Ada yang pengen gue kasih sama loe " Lanjut zain


" Zain please "


" Al, aku mohon,. "


" Apa? " Tanya alana kemudian.


Zain mengambil sesuatu di saku kemeja nya, setelah itu dia mengeluarkan sebuah cincin berlian, ralat, bukan cincin berlian, melainkan cincin biasa yang di ukir dari kayu, tapi terlihat menarik dengan di lengkapi sebuah nama,.. Yaa nama, nama inisial mereka berdua, 'A&Z'..


Zain kemudian menyerahkan cincin itu kepada alana .


" Zain, maaf aku bener2 gak bisa pakai cincin itu " Tolak alana baik baik.


" Aku gak pernah nyuruh make cincin ini al, aku hanya mau kamu simpen cincin ini, sebagai kenangan dari aku , itu dulu aku yang buat sendiri, dan gak sempet aku kasih ke kamu, jadi aku mohon, sekali aja, hargai pemberian aku ini " Pinta Zain memohon.


" Oke.. Aku aku akan simpen cincin ini baik baik " Kata alana mengambil alih cincin itu dari tangan Zain, dan memasukkan benda bundar kecil itu ke dalam tas nya.


" Ya udah, aku balik " Pamit alana beranjak dari duduknya .


" Sampai ketemu besok al "


" Oke " Ucap alana tersenyum tipis, setelah itu berlalu pergi meningalkan Zain yang masih mematung menatap punggung alana yang mulai tak terlihat.


😚😚😚😚


Alana keluar dari cafe itu dengan langkah yang tergesa gesa, gadis itu terlalu takut jika ada yang melihatnya bersama zain...


" Ya ampunn.. Arlan nelpon gue sebanyak ini? " Gumam alana saat memeriksa ponselnya dan sudah 94 panggilan tak terjawab dari arlan. Juga beberapa ratus notif pesan yang masuk.


" Kok gue gak denger sih " Keluh nya lagi yang merasa menyesal...


Dia dengan buru buru, berlari kecil untuk segera tiba di hotel.


" Alana " Panggil seseorang tiba tiba.


Alana mencari arah suara.. Dan di salah satu kedai Rafa melambaikan tangannya, bukan hanya sendiri, melainkan bersama Andra, Adit, bela, juga sasa,,. Alana yang melihat sekumpulan sahabat nya itu langsung melangkah menghampiri tempat mereka .


" Dari mana? " Tanya bela saat alana sudah duduk di antara mereka .


" Jalan jalan " Jawab alana asal.


" Santuy sekali hidup anda,. Emang jalan jalan sama siapa sih, kok sampek gak inget sama tunangan " Cibir Adit sambil tertawa.


" Tau loh al, arlan dari tadi nyariin loe, katanya loe gak izin yaa ke dia, kalau loe lagi keluar " Sambung Rafa lagi.


" Iyaa.. Tadi itu.. Emm, arlan kan gak ada , jadi, gue berinisiatif jalan2 sendirian aja," Jawab alana yang agak kikuk.


" Loe mah.. Gitu mulu,. Ngajak gue kek,..


Kemaren kemaren, gue pengen ngajak loe jalan,.tapi gue urungkan, karna tau loe pengen berduaan sama arlan, eeh sekarang giliran jalan2 sendiri gue gak di ajak " Celetuk bela mendengus.


" Utututuuuu... I'm sorry baby, " Alana berucap dengan wajah sok menggemaskan nya.


" Ya udah, gimana kalau setelah ini, kita jalan2.. Loe mau gak " Tawar alana selanjutnya.


" Mau banget.. Oke deh.. Setelah ini yaa" Ujar bela memastikan.


" Yups"


" Gue gak di ajak nih ? " Tanya sasa cemberut .


" Kan sama aja Sa, loe juga kalau pun gak di ajak tetap ikut " Celetuk alana memutar bola matanya jengah, apalagi saat melihat cengiran si sasa.


" Tau aja loe " Kata nya.


" Ohh yaa, gue juga laper kalik, pesenin kek " Kata alana kemudian menatap ke arah tiga cowok yang sedang asik makan itu.


" Baiklah, bidadari.. Loe mau apa? " Tanya Rafa kemudian.


" Terserah loe aja, tapi jangan lupa, sama di bayarin juga makanan gue, loe kan udah lama gak nraktir gue " Celoteh alana menaik turunkan kedua alisnya dengan senyum manisnya.


" Oke.. Oke.. Apa sih yang enggak buat seorang alana " Ujar Rafa yang langsung berlalu memesan makanan.


"Loe kaya yang punya tunangan kere aja deh al, minta di bayarin mulu " Sembur sasa.


" Ceehhh.. " Desis sasa.


" Loe kaya yang paling bener aja Sa, emang setiap loe jalan sama Andra, situ yang bayar, ?nggak kan, orang Andra mulu yang bayarin " Timpal bela mencibir..


" Iyaa juga sihh, tapi kan Andra yang maksa, iyaa kan yank " Ujar sasa beralih menatap Andra yang masih asik dengan makanannya.


" Iya.. Abisnya aku gak tega, liat muka polos kamu yang sok di jelekin itu " Saut Andra asal.


" Iiisshh... Kamu kok gitu sih?? Nge hina itu namanya mah " Dengus sasa marah.


" Becanda sayang, becanda " Ujar Andra dengan mulut yang masih penuh oleh makanan.


" Kan gak lucu becanda kamu " Dengus gadis itu lagi.


" Lucu kok " Timpal adit tertawa, di ikuti oleh alana juga bela.


" Kaliann ahhh " Sasa mulai kehilangan kesabaran.


" Ehh iyaa, dra, arlan kemana,? kok gak ikut gabung? " Tanya alana kemudian mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak runyam.


" Tadi sihh, dia masih nyariin loe, sekarang, gue udah gak tau dia di mana" Jawab Andra.


" Gue telfon balik udah gak aktif " Seru alana dengan wajah yang di tekuk.


_._._._._._._._._.


Setelah selesai menghabiskan makanan nya, alana , sasa, juga bela,


Memutuskan untuk jalan2, yahh mereka hanya sekedar mencari aksesoris di berbagai toko, serta baju, tas, sandal, sepatu, dan lain-lain yang mereka sukai, ralat, bukan suka, melainkan hanya penasaran ingin memakainya.


Hari sudah semakin sore, dan mereka bertiga masih berada di salah satu pondok menikmati air kelapa muda dan senja di pantai itu.


" Huftt.. Puas banget gue belanja hari ini" Ucap sasa yang terlihat begitu antusias .


" Puas lah, orang gue yang bayarin " Cibir bela.


" Jadi loe gak ikhlas nih, bayarin punya gue " Tanya sasa cemberut.


" Bukan gak ikhlas Sa, orang cuma becanda juga, loe mah,.. Sensi banget" Seru bela jengah .


Sasa hanya mendengus kesal..


" Loe bener jalan jalan sendiri tadi yaa al? " Tanya bela tiba tiba.


" Sorry nih al, Gue kok gak yakin yaa, loe jalan jalan sendiri " Timpal sasa juga.


" Yaa jujur, tadi gue nemuin Zain di cafe" Jawab alana jujur.


" Whaaat... Jadi loe masih berhubungan sama dia? " Tanya sasa tak percaya.


" Yaa nggak lah.. Orang dia yang ngajak ketemu, karna ada yang pengen di omongin gitu " Jelas alana.


" Lahh, bukannya udah jelas yaa semuanya? " Tanya bela


" Semua yang terjadi itu, cuma salah paham " Jelas alana lirih, tatapannya mengarah ke pantai dengan tatapan kosong.


" Maksud loe? " Tanya sasa bingung.


" Perempuan yang meluk Zain malam itu, adalah sepupu Zain, dan soal cincin itu, sepupunya juga yang milihin buat gue " Jelas alana pelan.


" Dan loe percaya gitu aja sama omongan cowok itu? " Tanya bela kemudian.


" Iyaa.. Karna gue tau, gue tau dari dulu, Zain gak pernah bohongin gue, sama sekali gak pernah " Saut alana . " Gue emang ceroboh, selalu nyimpulin semua dengan sesuka hati,. Gue merasa bersalah sama Zain, sangat.. Gue bingung dengan hidup gue yang kaya gini, kenapa ? Kenapa gue harus ketemu Zain, di waktu yang tidak tepat, di saat hati gue udah milik arlan " Lanjut alana meneteskan air mata nya.


" Al.. Gue bilang yaa sama loe. Gue harap, loe gak ceroboh lagi yaa, gue cuma takut al, gimana kalau arlan tau semuanya, gimana kalau dia liat loe tadi pas waktu sama Zain, maka, salah paham akan terjadi dua kali " Saran sasa yang nampak khawatir.


" Gue harap, arlan gak akan tau semuanya,.. Mungkin lusa, gue akan ngajak arlan buat balik ke Jakarta " Jawab alana pelan.


" Mungkin itu lebih baik,, biarlah semua berjalan apa adanya, berlalu dengan semestinya dan berakhir dengan seharusnya " Timpal bela bijak.


" Begitulah.. Selalu ada satu kesalahan bodoh yang mampu mengubah segalanya " Timpal sasa juga


_._._._._._._._._._._._._.


 


Pukul 19 . 45 , alana baru tiba di hotel,. Yahh, karna jalan jalan dengan Sahabat nya, gadis itu sampai lupa waktu...


 


Alana membuka pintu kamar dengan pelan.. Setelah pintu itu terbuka, gadis itu melangkah ke dalam dan di dapatinya arlan yang sepertinya sudah tertidur pulas di sofa.


Dengan segera, alana menghampiri cowok itu.


" Sayang " Panggil alana pelan.


" Eem " Singkat arlan yang masih memejamkan matanya itu.


" Pindah yuk,. " Ajak alana lembut.


" Aku udah ngantuk, jadi aku tidur di sini aja " Jawab arlan datar, setelah itu membalikkan tubuhnya membelakangi alana.


" Kamu marah yaa? " Tanya alana langsung, " Tadi itu aku jalan jalan sama Elsa, dan HP ku, ku alihkan ke mode hening, jadi gak kedengeran kalau kamu nelfon " Ucap alana berusaha menjelaskan.


" Al.. Udah ya, jangan ganggu aku, aku ngantuk, capek " Kata arlan dingin...


" Oooh.. Oke " Alana beranjak dari duduknya, melangkah menuju ke ranjang***.