
***😇😇😇😇😇
Setelah 46 menit menempuh perjalanan, arlan dan alana sudah tiba di kantor polisi tempat dimas di penjara..
Arlan menggandeng alana untuk masuk ke dalam...
" Jadi bagaimana kejadian sebenarnya bak alana,? Apa benar bak alana di paksa? "
Tanya pak polisi yg bername tag, Susilo itu... Pasalnya... Sekarang, alana dan arlan sudah duduk di hadapan pak Susilo.
"Benar pak " Jawab alana pelan .
" Bagaimana bisa mbak alana berada di kamar hotel itu bersama dengan saudara dimas? " Tanya pak Susilo lagi..
Arlan menatap ke arah alana, karna jawaban itu yg sedang arlan pertanyakan sekarang, tapi dia takut alana akan marah jika dia menanyakan nya..
Alana menunduk, menghembuskan nafasnya dengan kasar, setelah itu menceritakan semuanya.
" Waktu itu, saya pulang sendirian pak, tak ada sama sekali kendaraan yg lewat, dan setelah itu dimas datang dengan mobilnya, menawarkan diri untuk mengantar saya,,, setelahnya, masih ada perdebatan di antara kami... Saya menolak untuk ikut dengan nya, dan dia memaksa saya sampai memukul punggung saya, hingga saya pingsan...
Saya juga tidak tau kenapa bisa saya sudah ada di kamar hotel itu... " Jelas alana mengingat kejadian semalam.
" Jadi benar, tidak ada hubungan apa pun antara bak alana dengan saudara dimas? " Tanya pak Susilo lagi.
"Tidak ada pak... Dia hanya temen sekolah saya " Jawab alana dingin.
"Baiklah...penjelasan bak alana, dan juga CCTV di kamar hotel itu akan menjadi bukti " Ujar pak Susilo kemudian .
" Saya harap.. Bapak bisa menghukum dimas dengan hukuman yg setimpal atas apa yg sudah dia lakukan " Ujar arlan geram.
" Mas tenang saja.... Kami akan bertindak seadil adilnya" Kata pak Susilo.
"Kalau sudah tidak ada lagi yang di tanya kan.. Boleh saya pergi? " Kata alana baik baik.
"Silahkan ". Sahut pak Susilo mempersilahkan..
Arlan dan Alana pun langsung bergegas pergi dari kantor polisi. Sekarang, dua sejoli itu sudah berada di parkiran.
"Al " Panggil arlan pelan. Memberhentikan langkah nya di depan mobilnya.
"Hmmm " Sahut Alana singkat.
" Sorry yaa " Ujar arlan pelan.. Alana langsung beralih menatap ke arah arlan.
"Buat apa? " Tanya Alana bingung.
" Sorry,,, gue udah biarin loe pulang sendirian semalem, gue bener2 nyesel Al.. Sorry " Kata arlan lagi, menatap mata Alana dalam, pasalnya kali ini, posisi mereka sedang berhadapan.
"Ya elah lan... Gak papa kok... Lagian.. Gue udah sedikit tenang, karna dimas udah di penjara ... " Ucap alana dengan senyum tipisnya.
" Gue janji Al... Gue janji... Bakal selalu jagain loe. Walaupun nantinya loe bukan tunangan gue lagi. Gue akan tetep jagain loe " Kata arlab begitu tulus, tangannya mengelus lembut pipi Alana.
"Emang gue anak kecil harus di jaga " Ujar alana terkekeh.
" Bukan loe yg kapok Al.. Tapi gue... Gue gak mau, kejadian semalem terulang lagi.. Gue tau banget Al, selain dimas, masih banyak cowok2 lain yg terobsesi sama loe. dan gue gaj mau loe di gangguin mereka " Ucap arlan yg langsung memeluk tubuh Alana erat...
" Ya deh... Lagian gue berhutang budi sama loe " Kata Alana mengeratkan pelukan nya..
😁😁😁😁😁
2 hari pun berlalu....dan selama 3 hari itu, alana tidak masuk sekolah..
Pagi pagi sekali, alana berangkat ke sekolah dengan arlan... Tapi setelah tiba agak dekat dari sekolah, mereka berpisah, dengan alana yg langsung naik taxi online yg di pesannya, dan arlan dengan motornya sendiri...
Setibanya alana di sekolah, ternyata sudah banyak siswa yg berlalu lalang...
"Padahal masih pagi " Gumam alana saat melihat siswa siswi sedang mengobrol di tempat tongkrongan mereka masing2.
" Alana " Teriak seseorang dari belakang, dengan terpaksa alana menoleh karna merasa tidak asing dengan suara itu...
Benar saja, sasa dan bela menghampirinya dengan wajah yg begitu sumringah.
"Pagi girls " Sapa alana setelah sasa dan bela sudah berada di hadapan alana dan langsung memeluk tubuh alana.
"Kangen tauk " Ujar sasa melepas pelukannya dengab raut wajah yang seperti biasa , selalu di buat- buat.
"Lebay deh " Sembur alana jengah.
" Tapi bener deh al.. Loe kemana aja sih selama 3 hari ini, gak masuk tanpa keterangan, bikin kita hawatir tau gak.. Setidak nya kalau loe gak mau masuk sekolah, kabarin kita, bukan malah diemin kita, dan gak angkat telpon kita sama sekali, loe bikin kita hawatir tau gak" Omel bela datar.
"Cieeeee... Hawatir yaa... Kangen yaa " Goda alana dengan tawa renyahnya.
"Kita serius... Loe kemana aja sih " Ketus bela yg merasa kesal dengan kebiasaan alana.
" Hehe.. Iyaa.. Iyaa.. Gak usah nge gas gitu bela sayang... Gue gak masuk yaa karna gue sakit, mana sempet gue main HP kalau lagi sakit " Jawab alana terkekeh.
"Hmmmm.. Terus.. Siapa yg jagain loe? " Tanya sasa hawatir.
"Pembantu lah " Jawab alana singkat dan juga berbohong.
" Ya kalik gue biarin nih bocah usil al... Gimana coba.. Kalau cowok nya tau cewek nya suka nge bully " Sembur bela dingin. .
"Whaattt!! Cowok? " Tanya alana kaget.. Menatap kedua sahabatnya , dengan tatapan yg begitu ingin tau.
" Iyaa al... Sasa udah punya cowok " Jawab bela singkat...
Sedangkan sasa hanya diam dengan wajah cengengesan.
"Kok bisa sih? Kapan jadiannya? Terus cowok nya siapa? Kok gak bilang gue sih.. Kalian ah.. " Cerca alana menggerutu.
" Satu2 napa nanya nya al... Lagian... Kita mau bilang gimana sih... Loe nya kan gak ada kabar belakangan ini " Ujar sasa menenangkan .
"Lah.. Terus... Siapa cowok nya? " Tanya alana lagi .
"Andra " Jawab sasa tersenyum malu.
"Andra siapa? " Tanya alana yg masih terlihat bingung .
"Ya Andra geng EXO lah al... Siapa lagi " Jawab bela jengah..
" Kok bisa? " Tanya alana yg masih tidak percaya itu
"Nanti gue ceritain di kelas... Sekarang kita harus masuk.. Udah bel **** " Ajak sasa langsung menarik tangan kedua sahabatnya itu..
. Alana hanya menurut dan membiarkan tangannya di tarik menuju ke kelas oleh sahabat centilnya itu...
..........................
Saat bel istirahat sudah berdering, ANGEL WINS langsung buru buru menuju ke kantin untuk makan, karna seperti biasa, perut ketiga gadis itu selalu saja tidak pernah puas dengan yg namanya makanan...
"Sayang " Panggil Andra melambaikan tangannya ke arah sasa, yg berdiri tidak jauh dari geng EXO, disamping sasa ada alana dan bela..
"Gabung aja yuk " Ajak sasa langsung.
" Serah loe deh " Sahut alana jengah.
Sasa langsung menarik tangan alana dan bela menuju ke tempat EXO.
" Sayang " Sapa sasa mencium pipi Andra singkat .. Setelah itu duduk, dengan alana yg berada di tengah,,,
seperti biasa, berhadapan dengan EXO... Di hadapan alana ada citra yang bersandar di bahu arlan .dihadapan sasa ada Andra, sedangkan Rafa dan Adit berhadapan dengan bela...
"Sayang..makanan ini buat kamu sama alana dan bela, udah aku pesenin kok.. Kalau kamu mau yg lain bilang aja sama aq " Ujar Andra lembut, memberikan senyum manisnya pada sasa.
" Aku... Boleh minta yg lain nggak? " Tanya sasa .
"Boleh lah... Nanti aku pesenin " Jawab Andra antusias.
"Aku mau pesen pacar baru... Boleh? " Tanya sasa tertawa..
. Sedangkan raut wajah Andra sudah masam..
" Kalau itu aku gak bisa " Kata Andra memperingati...
"Dasar... Pengantin baru " Sembur alana yg masih terus melahap nasi goreng nya.
" Tau tuh... Si Andra sampek lupa waktu " Timpal citra tertawa .
"Loe kaya jadi yg paling bener aja cit, kalau sama arlan . Loe bukan hanya lupa waktu, tapi lupa segalanya " Balas Andra terkekeh.
"Biarin... Arlan kan emang hidup gue " Ucap citra bangga. Mengeratkan genggamannya pada lengan arlan. Sedangkan arlan hanya diam dengan wajah datarnya.
" Gue gak bermaksud nyinggung yaa cit, saran gue yaa, loe jangan terlalu berlebihan sama arlan , setau gue yaa, hidup arlan itu udah di tentuin sama orang tua dia, dan loe bisa apa nanti kalau arlan nikahnya sama orang lain " Kata Rafa menatap serius ke arah arlan dan citra.
" Rafa sayang,,, menurut gue yaa, citra itu benar,,, masalah hidup arlan, kan bisa arlan ubah, tanpa harus menyakiti ortu nya,,, semua itu tergantung dengan arlan. Masalah perjodohan kan bisa di batalin **** " Celetuk alana sambil menyeruput jusnya.
"Gue sepihak sama loe al... Lagian kalau pun nanti arlan menikah nya sama orang lain, gue bisa dengan mudah nyingkirin si calon istri arlan " Ujar citra sumringah.
" Seharusnya loe bisa tenang kan cit, gak usah nyingkirin calon istri nya juga kalik, gak mungkin lah si istri jatuh cinta sama suami yg memiliki sikap dingin kek arlan gitu " Ucap alana melirik ke arah arlan terkekeh...
Sungguh mereka begitu pintar dalam menyembunyikan pertunangan mereka , atau lebih tepatnya, mereka seakan tidak saling kenal jika sudah berada di sekolah.
Sedangkan arlan.. Dia merasa kesal dan langsung berdiri.
"Kalian apa apa an sih... Ngomongin orang pas ada orangnya ... Inget satu hal... hidup gue itu gue yg nentuin... Kalau gue mau di jodohin dan menikah dengan orang lain... Kalian bisa apa??? Gue percaya takdir....kalau takdir gue bukan sama citra gimana?? Saran Rafa sebaiknya loe ikutin deh cit " Ketus arlan menatap tajam ke arah alana kemudian berlalu tanpa aba aba
.
"Lah kenapa dia? " Heran bela melihat kepergian arlan
.. Sedangkan Andra, Rafa, Adit, dan citra bersikap biasa aja.
"Biasa bel.. Arlan emang suka ngambek gitu orangnya " Jawab Adit terkekeh.
"Namanya juga cowok kulkas " Timpal alana santai***.