My Fiance

My Fiance
sembilan



" ***sial.. sial.. sial... kenapa sih yang harus ber tunangan sama gue si cowok kulkas itu?? gue harus gimana coba? " keluh Alana yang sudah berada di dalam kamar setelah baru datang di acara yang membosankan itu ...


" kenapa harus arlan? " lirih Alana lagi lesuh,


dia benar benar kesal, sangat kesal. tapi dia tidak bisa berbuat apa apa.. dia terlalu takut untuk melawan kedua orang tuanya itu.


" kesel gue " gerutunya lagi yang langsung membaringkan tubuhnya dengan kasar ke ranjang big size tanpa mengganti pakaiannya...


karna rasa kantuk dan juga lelah, akhirnya gadis itu pun terlelap tidur. membiarkan tubuh serta pikirannya untuk istirahat terlebih dahulu.


.....................


" sayang ... bangun... " bisik aldi lembut, tepat di telinga seorang gadis yang masih terlelap begitu nyenyak.


" bangun al " ulang aldi lagi, tapi tak ada tanggapan dari Alana, dia terlalu nyaman bercakap dengan mimpinya


" Alana bangun,... loe sekolah sekarang kan " ucap aldi yang sudah mengguncang tubuh mungil adiknya itu.


" apa sih bang,. bentar lagi Alana juga bakal bangun kok " gerutu Alana parau. masih setia dengan mata yang terpejam.


" bangun yuk ah.. kamu kan harus sekolah, entar telat loh " guncang aldi lagi.


" masih pagi juga bang " racau Alana lagi


" pagi gimana al, ini udah pukul 07.33 menit loh, " ujar aldi yang sudah mulai kesal.


" whatt!!!! jangan becanda deh bang " kaget Alana yang langsung beringsut dari tidurnya.


" yang becanda siapa coba " ketus aldi dingin, . . Alana melihat ke jam Baker di nakas tepi ranjang, dan ternyata, ucapan aldi benar.


" huwaaaaaa.... gue bisa telat kalau gini " teriak Alana yang dengan secepat kilat, gadis itu langsung buru buru ke kamar mandi, tidak peduli dengan aldi yang menatap geli ke arahnya.


" pemalas " gumam aldi seraya melangkahkan kakinya ke luar dari kamar adiknya itu.


............... .. .


Alana dengan terburu buru turun dari lantai dua dengan berlari kecil menuruni tangga...


dia benar benar telat sekarang....


" al.. sini sarapan dulu " ajak Linda dengan senyum cerianya.


" abang mana? " tanya Alana tak menanggapi ucapan mamanya itu.


" abang ada di teras sayang " jawab Linda


" daddy... sekarang Alana berangkat bareng abang dulu yaa, pake motor. soalnya Alana udah bener bener telat " izin Alana pada Leonard yang masih fokus dengan sarapannya.


" terserah Alana saja " jawab Leonard singkat


untuk saat ini, Leonard memang tidak ingin mengekang gadis kecilnya itu.


" oke... Alana berangkat dulu yaa " pamit Alana yang dengan segera melangkahkan kakinya menuju ke teras.


" sarapan dulu al... entar sakit loh " teriak Linda saat melihat kepergian Alana yang terburu buru.


" Alana sarapan di kantin aja ma, udah telat " balas Alana bertiak, yang sepertinya sudah berada di boncengan kakanya itu.


setelah itu, sudah terdengar suara motor aldi yang sepertinya semakin menjauh dari rumah.


" anak itu... dia kan lemah " gumam Linda agak hawatir.


" sudah lah ma, Alana kan memang tidak bisa menahan lapar, . pasti di sekolahnya nanti, dia bisa makan di kantin " ujar Leonard menenangkan.


" semoga begitu "


...............................


setibanya di sana, ternyata benar, gadis itu sudah telat . karna bel masuk sepertinya 25 menit yang lalu sudah berbunyi.


dengan jalan yang terburu buru, Alana masuk ke dalam sekolah, . karna keberuntungan sedang berpihak padanya saat ini, di mana, tidak ada satpam yang berjaga di gerbang sekolah.


dengan jalan yang agak mengendap endap, Alana dengan hati hati melewati koridor sekolah, untuk segera menuju kantin, yaa kantin, gadis itu merasa lapar karena sedari tadi dia belum mengisi perutnya sama sekali, dan dia berniat untuk bolos di jam pertama ini.


suasana sudah terlihat sepi di karenakan semua siswa sudah mengikuti pelajaran .


" shittt... kok gue jadi kaya maling gini sih " umpat Alana menyadari kekonyolan nya


" penakut loe al " lanjutnya lagi pada diri sendiri. dia kembali berjalan pelan menuju ke kelas, tidak dengan mengendap endap lagi.


" tunggu " cegah seseorang, dengan terpaksa, Alana menoleh ke arah suara, dan di sana Alana mendapati arlan yang sudah berada di belakangnya.


" apa? " tanya Alana cuek, berbalik menghadap ke arlan.


" loe telat kan " tebak arlan datar.


" nggak.. enak aja telat,.. gue masih perawan yaa.. masih teratur menstruasi juga. " jawab Alana santai, sedangkan arlan kembali di buat emosi karna jawaban gadis itu menyeleweng dari pertanyaan nya.


" gadis bod*h, maksud gue,... loe telat masuk kelas b*go " sembur arlan geram.


" nggak juga... gue habis dari toilet " bohong Alana yang masih terlihat santai.


" oooh... emang tuh tas ada harta karunnya yaa, sampek sampek harus loe bawa ke toilet segala " ucap arlan tersenyum miring.


" suka suka gue lah, tas, tas gue " ketus Alana yang sebenarnya agak malu.


" loe gak bisa ngelak al, dari tadi gue udah liat loe yang baru memasuki gerbang, inget al, walaupun sekarang lagi gak ada pak satpam yang berjaga di gerbang, ada gue yang selalu ngawasin dari jauh " ucap cowok berdarah Korea itu.


" loe gak percaya gue yaa.... gue bilang gue baru dari toilet " gerutu Alana yang terlihat kesal... sungguh sangat menggemaskan ekspresi gadis itu saat sedang cemberut.


" oooh.. yaa udah, sana masuk kelas lagi, gue masih ada urusan sama kepala sekolah buat nunjukin CCTV apa yang terjadi 10 menit yang lalu " ujar arlan mengancam, senyumnya menyeringai licik saat melihat wajah Alana yang sudah terlihat sangat emosi itu.


" loe tuh yaa, rese banget deh... oke gue ngaku, gue emang telat, tapi gak sengaja, sumpah deh " kata Alana sambil mengangkat kedua jarinya.


" ini sekolah... dan peraturan akan tetap di tegaskan " balas arlan dingin


" lah terus? loe mau apa sekarang? " tanya Alana yang sudah merasa jengkel.


" bagus loe langsung nanya.. hukuman gue gak seberat hukuman kepala sekolah kok. santai aja " ucap arlan ber basa basi


" yaa udah iyaa... cepet bilang hukumannya apa? "


" loe cukup berdiri di tengah lapangan, sampai jam istirahat nanti berdering. cuma berdiri kok gak usah hormat " perintah arlan dingin.


" gak ada hukuman lain apa? bersihin toilet gitu " tanya Alana menawar, raut wajahnya terlihat agak ragu dan juga hawatir.


" yang ngebersihin toilet udah ada anak lain, yang juga telat seperti loe .... dan loe yang paling telat terakhir... hukumannya yaa harus itu " titah arlan lagi .. .. alana diam.. dia nampak sedang berpikir.


" kenapa? takut kepanasan?? " tanya arlan menaik turunkan satu alisnya " hah .. gak mungkin kan alana yang selalu buat onar di sekolah, takut sama matahari " ledek arlan tersenyum kecut.


" gue gak selemah itu yaa " sinis alana tak Terima " oke... gue akan berdiri di tengah lapangan sekarang juga " kesal alana meluap, lantas, gadis itu langsung melangkah lebar menuju lapangan dengan hentakan kasar, meninggalkan arlan begitu saja .


alana sudah berada di tengah lapangan dan berdiri di tempat luas dan sangat panas itu.


arlan tersenyum dengan senyum penuh kemenangan. menatap alana yang masih terlihat begitu kesal.


" gadis bodoh " gumam arlan bersamaan dengan langkah kakinya yang menuju ke kelas nya.


" gue kuat kok, .. ... tapi gimana?? tadi pagi gue gak sarapan juga kan " keluh alana yang sudah mulai merasa gerah.


" awas aja tuh cowok kulkas... bakal gue balas semuanya. " geram alana emosi.


like yahhh 🙏🙏🙏🙏😁😁😁😁😁😁***