
***Waktu berlalu begitu cepat, satu minggu sudah terlewat, malam ini adalah malam yg paling asik bagi semua orang, iyaa.. Malam minggu, Seperti biasa, kali ini, Alana memutuskan untuk pergi ke club, bersama kedua sahabatnya, arlan awalnya tidak ingin ikut, tetapi kekhawatiran terhadap tunangannya itu harus terpaksa membuatnya ikut, untuk menjaga Alana agar tidak di sentuh oleh pria lain.
Pasalnya.Kali ini, Alana, sasa, bela, dan juga arlan sudah berada di satu table di dalam club milik kakak bela itu,
bermacam macam botol minuman sudah menemani mereka, minus arlan, dia memutuskan untuk tidak minum, agar bisa menjaga ketiga gadis yg saat ini sudah asik meneguk minumannya.
" Sayang.. Jangan minum banyak yaa, nanti mabuk berat loh " Titah arlan memperingati ,
kepala Alana sudah bersandar ke dada arlan karna sudah mabuk, dan masih terus saja meminum wine di tangannya itu
" Iye.. Ia" Ujar Alana mabuk, tapi dia masih sadar.Sasa dan bela sudah menyandarkan kepalanya di table itu.
☺☺☺
Alana terus saja meminum wine nya itu tanpa merasa puas,padahal jam sudah menunjukkan pukul 22.14 ,sasa dan bela sudah di bawa oleh sopir dan kakak nya bela, sedangkan Alana, dia sudah berada di gendongan arlan dengan keadaan yg sudah tidak sadarkan diri,.
pasalnya, kali ini, arlan sudah membawa Alana menuju ke parkiran.
" Apa ini saat nya " Gumam arlan yg melihat ke arah Alana yg sudah terlelap dalam pangkuannya, kedua tangan Alana masih dengan erat bergelayut di leher arlan.
Dia begitu nyaman berada dalam pangkuan arlan , hingga dia juga tidak sadar, kalau mereka akan pulang.
Arlan pun mendudukkan Alana di jok depan samping pengemudi, tak lupa dia memasangkan sabuk pengaman kepada gadis cantik itu.Setelah itu dia berputar arah menuju jok pengemudi.
Mobil pun di lajukan dengan kecepatan sedang.
😃😃😃😆😆
Arlan memberhentikan mobilnya di depan rumah yg begitu besar dan juga megah bak istana,
Arlan pun memarkirkan mobil sport nya itu di halaman luas rumah itu.
Setelah itu dengan sangat hati hati, arlan mengangkat tubuh alana yg masih terlelap, dalam sekejap, tubuh alana sudah berada dalam gendongannya, dan setelah itu ia melangkah masuk ke dalam rumah itu.
Dia langsung di sambut ramah oleh beberapa pelayan di sana, dengan santai, arlan memasuki rumah,
di ruang keluarga dia sudah mendapati seorang pria paruh baya, dengan sang istri, juga seorang pemuda tampan dengan wajah datar nya.
" Arlan " Kaget Linda saat setelah melihat kedatangan arlan dengan alana yg ada di gendongan nya. Semua langsung berdiri.
" Selamat malam ma, pa, bang " Sapa arlan tanpa ekspresi.
" Kenapa dengan alana? " Tanya aldi hawatir.
" Sebelumnya arlan minta maaf ma, pa, dan juga bang aldi, sekarang alana dalam keadaan mabuk, arlan terpaksa menuruti kemauan nya, karna ini adalah satu2 nya cara untuk bisa membawa alana pulang ke sini, arlan sudah berusaha membujuk dia, tapi hasilnya selalu sama, dia akan marah, dan arlan gak pernah bisa kalau liat alana marah " Jelas arlan jujur.
" Baiklah kalau begitu, sekarang, kamu bawa alana ke kamarnya yaa " Perintah Leonard kemudian.
" Makasih yaa lan .Loe udah jagain adek gue " Kata aldi dengan senyum manisnya.
" Udah jadi kewajiban gue kok bang " Ucap arlam balas tersenyum.
" Ya udah arlan bawa alana ke kamar dulu " Pamit arlan kemudian.
" Baiklah " Kata Linda hangat
Arlan pun menaiki tangga membawa alana ke kamar nya.
Setibanya di kamar, arlan langsung membaringkan tubuh mungil tunangannya itu dengan sangat hati hati.
Tangan mungil itu begitu enggan melepas kalungan nya pada leher arlan. Sangat erat. Bahkan hanya berjarak satu senti antara wajah cantik itu dengan wajah arlan, deru nafas alana sampai terasa pada wajah cowok Korea itu,
arlan tersenyum dengan tingkah alana, dia menatap wajah sempurna gadis itu dengan senyum yg terus mengembang.
"Kamu adalah perempuan pertama yg sudah membuat aku jatuh cinta, dan aku juga mau kamu jadi wanita terakhir dalam kehidupan aku al " Lirih arlan pelan,
" Maafin aku yaa al. Aku terpaksa ngelakuin ini, I Love You al " Bisik arlan lembut, mencium kening alana dengan tulus.
Arlan pun berdiri kembali, setelah itu, dia kembali menatap alana yg masih tertidur dengan begitu pulasnya,dan kemudian melangkah menuju ke luar, berpamitan pada keluarga alana, untuk kembali ke apartemen.
😄😄😄
Pagi hari baru di mulai. Alana yg sudah merasa puas dari tidurnya memutuskan untuk membuka mata indahnya secara perlahan, kepalanya begitu berat, dan terasa pening, mungkin karna efek alkohol semalam, tenggorokan nya terasa begitu kering. Iyaa ..saat ini juga, alana butuh air. Ia mengerjap kan matanya beberapa kali hanya untuk kembali normal ke alam sadarnya.Alana meregangkan otot2 nya yg kaku setelah bangun tidur, kemudian termenung sebentar untuk mengumpulkan nyawanya.
Saat Alana menatap sekitar ia sontak langsung kaget, matanya membulat sempurna. Dia kemudian mencubit pipi nya dengan keras berharap itu mimpi, tapi dia merasakan sakit. ' berarti ini bukan mimpi ' pikirnya kembali merasa kaget, heran, dan semua bercampur satu dalam kegelisahan nya.
" Di mana arlan? " Gumamnya saat menyadari dia bukan di apartemen arlan, melainkan kamarnya sendiri.
Alana kembali mengingat kejadian semalam, bagaimana bisa dia berada di kamarnya sendiri sekarang,
" Siall. Kenapa gue gak inget sihh " Umpat Alana begitu kesal . Sekilas dia melirik ke alarm di nakas samping ranjang, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 11.09 .
" Mbak laras. " Teriak Alana frustasi, dia memilih memanggil pelayan yg paling dekat dengannya, karna dia tau, papanya sekarang sudah bekerja, mama yg pergi arisan, dan juga aldi yg pasti sudah pergi kuliah.
Tak ada jawaban.
" Mba laras " Teriak Alana makin kencang, " Pelayan " Sambungnya lagi masih tetap berteriak.
Satu pelayan wanita cantik masuk, dia adalah laras.
" Lama amat sih " Omel Alana yg masih begitu kesal.
" Maaf nona, saya tidak mendengar " Jawab laras pelan.
" Kesini sebentar " Perintah Alana seenaknya.
Laras menurut, dia kemudian menghampiri Alana.
Sekarang posisinya sudah tepat berdiri di hadapan Alana yg masih terduduk di ranjang empuknya.
" Ada apa nona? " Tanya laras dengan wajah yg masih menunduk.
" Kenapa gue bisa ada di sini? " Tanya Alana langsung dengan mata penuh intimidasi .
" Semalem, tuan arlan yg membawa nona ke sini, sepertinya nona tidak sadar kan diri " Jelas laras dengan nada pelan.
" Apa? Arlan? " Tanya Alana tak habis pikir.
" Iyaa nona " Jawab laras .
" Arlan " Geram Alana marah, kesal, dia begitu emosi karna arlan sudah membawanya ke tempat yg sama sekali tidak ia inginkan,
Dia langsung beranjak dari kasur, melepaskan jaket di tubuhnya yg sudah membuat tubuh nya gerah, dan sekarang hanya menyisakan tanktop pink , dan juga jeans pendek putih di atas lutut yg ia kenakan semalem, rambutnya langsung ia ikat asal,
setelah itu langsung bergegas pergi dari kamarnya melewati tangga, ruang tengah, ruang keluarga, dan terakhir ruang tamu, baru lah dia sampai di teras rumah,dia pun memanggil sopir pribadinya dan menyuruh nya untuk mengantar dia keluar sebentar.
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇***