
***setibanya Alana di sekolah , dia langsung di sambut manis oleh kedua sahabatnya di parkiran sekolah.siapa lagi kalau bukan sasa dan bela. mereka bertiga adalah The most wanted di sekolah, sangat sangat populer karna kecantikan dan kekayaan mereka. tak lupa pula, mereka membuat geng dengan nama 'ANGEL WINS '
sasa , dia adalah gadis yang paling cerewet di antara bela dan Alana. wajahnya tidak terlalu putih, tapi mengesankan kemanisan di saat dia tersenyum jangan lupakan rambut dengan panjang sebahu,yang selalu di kucir satu itu .
sedangkan bela, si gadis pendiam dan irit bicara dengan raut wajah yang sulit di tebak , rambut hitamnya yang selalu tergerai indah, membuatnya semakin terlihat cantik...
tapi siapa sih yang bisa menandingi kecantikan seorang Alana , si gadis manja, dan selalu membuat masalah.
tidak ada yang berani menantang mereka bertiga, kecuali musuh bebuyutan mereka, Elsa.
" lama amat sih . .. kita dari tadi udah nungguin loe, sampek kepanasan gini " cerocos sasa memanyunkan bibirnya agak maju.
" sorry lah.. " kata Alana santai tanpa merasa bersalah, dia langsung berlalu mendahului kedua sahabatnya itu.
" tuh anak emang gilak yaa.. gc punya rasa bersalah sama sekali " ketus bela menimpali, yg setelah itu kedua gadis itu juga mengikuti langkah Alana menuju ke kelas..
" ada tugas gc hari ini? " tanya Alana setelah mereka tiba di kelas.
" kayaknya gak ada deh " jawab sasa yang tampak berpikir.
" uhuuuuu huu.. bolos aja yuk " ajak Alana berbinar. dia menaik turunkan alisnya menatap ke arah sasa dan bela, dengan senyum yang terus mengembang.
" wahh.. boleh tuh, gue juga bosen dengerin keterangannya buk siti " sahut sasa yg terlihat begitu senang.
" loe gimana bel? " tanya Alana yang beralih menatap bela yg masih fokus membaca novelnya.
" serah kalian aja " jawab bela datar.
" ya udah yuk ah " ajak sasa bersemangat, dan di jawab anggukan oleh Alana juga bela.
ANGEL WINS, memutuskan untuk pergi ke kantin terlebih dahulu, karna memang pada dasarnya tiga gadis itu mudah sekali lapar walau sudah sarapan sebelumnya, beruntung, mereka memiliki tubuh ramping walau keseringan makan.
koridor sekolah sudah terlihat sepi karna bel masuk kelas sudah lima menit yang lalu berbunyi.
tepat saat melintasi ruang OSIS, ANGEL WINS berpapasan dengan si cowok tampan dan paling terpopuler di sekolah.
dialah arlan pramata Wijaya, si ketua OSIS yg memiliki sikap tegas dan juga sangat dingin.
arlan adalah seorang cowok yang berkulit putih , bermata hazel, dan juga bibir tipis dengan warna kemerahan yang terlihat begitu menggoda bagi siapapun yang melihatnya..
mata sipitnya itu, sama sekali tak menutupi ketampanan pria itu.
arlan bukanlah cowok sembarangan, dia merupakan putra tunggal dari keluarga konglomerat yang ada di Korea...
jadi wajar jika wajahnya sangat mirip dengan oppa oppa Korea.. bukan hanya wajahnya, dia juga termasuk murid yang paling pintar dan juga cerdas di kelasnya... semua guru pun mempercayai dia sebagai ketua OSIS di sekolah karna ketegasan nya..
" kalian mau kemana? " tanya arlan dingin dengan raut wajah yang penuh intimidasi.
" huft... mungkin udah takdir gue kalik di pertemukan dengan orang orang yang bersikap dan berwajah dingin " keluh Alana pelan, tapi masih jelas di dengar oleh arlan .
" apa loe bilang? " tanya arlan tajam
" kalian mau kemana?? " ulang arlan sekali lagi tanpa memperdulikan ucapan Alana tadi
" ini kan udah jam belajar " lanjutnya lagi beralih menatap bela dan sasa.
" hemmm.... kita... kita... mo... " jawab sasa ter bata bata, bukan karna apa, tapi siapa sih yang tidak kaku jika berhadapan dengan seorang arlan!?
" kita mo ke kantin " jawab Alana santai, dia memutar bola matanya jengah karena tingkah satu sahabatnya itu.
" heyy... kalian budeg apa gimana sih!? kalian gak ngedenger bel yang udah bunyi yaa!? " sergah arlan marah.
" kami denger dan kami gak peduli " jawab Alana sesukanya. dia begitu malas jika harus berdebat dengan cowok yang ada di hadapannya sekarang,.
" waduhh... bakal buat masalah lagi nih anak" batin bela yang sudah memiliki feeling tidak enak terhadap Alana.
" kau... " geram arlan emosi. . . wajahnya sudah memerah..
" udah lah al, kita balik ke kelas aja yuk " ajak sasa yang sudah mulai cemas.
" nggak... gue laper, dan gue mau ke kantin.. gak ada yang bisa ngelarang gue " sinis Alana menatap mata arlan tajam, walau ia harus mendongak karna tinggi arlan dengan tingginya beda jauh, kepala Alana hanya sampai di dada cowok itu.
" gilak loe emang... ini sekolah , bukan rumah loe, di mana loe bisa keluar masuk seenaknya .. ke kelas sekarang juga " perintah arlan menekankan kalimat nya.
" gak mau... loe mau apa? hah? " tantang Alana tersenyum smirk. " kayaknya loe yang gilak deh, .. loe yang nyuruh kita masuk, sedangkan loe!? .. ngapain masih berdiri di sini? " lanjut Alana menatap remeh ke arlan.
" gue ini ketua OSIS, bentar lagi ada rapat " tegas arlan datar, kesabarannya benar benar di uji saat ini. untuk pertama kalinya dia harus mengeluarkan tenaganya hanya untuk berdebat dengan gadis pecicilan seperti Alana. cowok itu memang sering mendengar kenakalan yg Alana lakukan, tapi bukan dia yg menindak, melainkan langsung kepala sekolah...
" dan gue... gue murid di sekolah ini.. gue laper, dan gue mau ke kantin " jawab Alana lagi. sasa dan bela memilih diam, mereka selalu kehabisan kata kata untuk membujuk Alana.
" loe mau di hukum? " tanya arlan tajam.
" udah lah al.. kita masuk aja yuk.. kita bisa di hukum al " bisik sasa yg merasa risau.
" iyaa al.. dia adalah ketua OSIS yg paling kejam, dia gak ngelapor ke ruang BK, tapi langsung ke kepala sekolah, loe mau abang loe marah lagi nantinya " balas bela menimpali ... Alana menghembuskan nafasnya dengan kasar. kemudian beralih menatap arlan yg sudah tersenyum miring,
" oke.. kita cabut ke kelas " ajak Alana mengalah, kemudian memutar balik tubuhnya menuju ke kelasnya dengan kekesalan yang luar biasa.
..........
bel istirahat pun berbunyi.....
dengan wajah bosannya, Alana dengan kedua sahabatnya langsung bergegas buru buru menuju ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah sangat kelaparan.
seperti biasa, setiap ANGEL WINS melewati kerumunan para kaum adam, mereka bertiga selalu mendapat tatapan kagum, juga berbagai siulan serta godaan yang mereka lontarkan untuk tiga gadis cantik itu...
dan mereka hanya bersikap biasa saja saat ini ,Alana sudah tidak peduli, biasanya dia dengan usilnya membalas godaan mereka, dan dengan senyum mautnya dia bisa melakukan apa yg dia mau.. tapi untuk saat ini, Alana benar benar tidak bergairah untuk melakukan, perutnya dari tadi terus saja berteriak minta di isi.
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇***