MY DREAM

MY DREAM
59



Kita sudah berada di ballroom tempat acara resepsi pernikahan Jihan dan Dave. Aku sedang gabung dengan keluarga aku, sedangkan Ken sibuk bicara dengan rekan bisnisnya.


Tidak lama Ken mengajak aku untuk berfoto sama Dave dan Jihan. Kemudian kita memberikan ucapan selamat. Lalu Ken mengajak aku untuk istirahat di kamar. Sebab waktu sudah hampir malam.


Pagi harinya aku masih sibuk di dalam kamar dengan aktivitas seperti biasa. Aku selalu mengaji setelah melakukan sholat subuh. Ken keluar diam-diam dari kamar dan menemui Dave sama Jihan di ruang pribadi Ken.


“Ada apa?” tanya Dave.


“Gue minta maaf sama kalian berdua sudah mengganggu waktu kalian pagi ini. Ada yang mau gue diskusikan sama kalian berdua” kata Ken sambil duduk.


“Apa?”


“Laili tidak mau melakukan pengobatan jika kalian tidak pergi honeymoon. Ini untuk kalian berdua” Ken menyerahkan amplop pada Dave.


“Apa ini?” tanya Jihan.


“Itu adalah tiket pesawat dan honeymoon untuk kalian berdua. Aku akan mengizinkn kalian berdua pergi honeymoon ke Paris selama seminggu”.


Dave tersenyum “gue paham maksud lo menyuruh gue honeymoon”.


Jihan melihat Dave “kenapa?”


“Lo menyuruh gue untuk menemukan siapa orang yang membuat Laili kecelakaan waktu itu kan?” jawab Dave.


“Lo benar. Lebih baik kalian pergi honeymoon kesana sambil kerja disana. Kalau pekerjaan disini biar gue yang handle. Setelah Laili melakukan pengobatan kalian boleh kembali lagi kesini”.


“Tapi?” Jihan masih ragu.


“Ada apa?” Dave melihat Jihan.


“Aku mau disamping Laili dalam melakukan pengobatan. Aku tidak mau pergi” tolak Jihan.


“Kalau kita tidak pergi Laili juga tidak melakukan pengobatan. Kamu jangan khawatir sebab disini ada Ken yang akan menjaga Laili. Satu lagi aku juga mempunyai pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab aku semenjak awal” Dave.


“Lebih baik kalian diskusikan saja dulu. Kalau benar akan pergi, nanti malam kalian langsung berangkat dengan pesawat pribadi gue. Sekalian anak buah yang akan membantu lo disana Dave sudah disiapkan Mike”.


“Baiklahh, kita diskusikan dulu” ucap Jihan.


Ken langsung pamit pada mereka dan kembali ke kamar. Ken langsung masuk dapur dan buat minum. Sebab aku masih belum keluar dari kamar, jadi Ken menunggu aku di sofa sambil bekerja.


***


Dave dan Jihan sedang berada di kamar pengantin yang berada di dalam hotel tempat acara pernikahan mereka. Jihan sangat bete setelah bicara dengan Ken mengenai pergi honeymoon mereka.


“Pokoknya aku tetap gak mau pergi” Jihan duduk di atas sofa yang ada di kamar tersebut.


“Kenapa? Karena Laili, kamu kan sudah tahu kalau kita tidak pergi Laili tidak akan mau berobat” Dave duduk di tempat tidur.


“Aku akan paksa dia tetap berobat meskipun kita tidak pergi”.


“Kamu adalah sahabat dia, kamu lebih tahu dia dari pada aku yang baru kenal dia. Setahu aku Laili akan tetap pada pendiriannya, kalau dia bilang tidak mau, dia akan tetap tidak mau. Coba kamu fikirkan deh” saran Dave.


Jihan langsung teringat dengan beberapa kejadian saat dia memaksa Laili untuk memaafkan keluarganya. Tidak hanya itu, Jihan terus teringat kejadian saat Laili tetap dalam pendiriannya.


“Kalau kamu tetap tidak mau pergi itu semua terserah pada kamu. Aku tidak akan memaksa kamu. Kalau mengenai pekerjaan yang ditugaskan Ken pada ku, aku bisa mengerjakan dimanapun” Dave kembali untuk tidur.


“Baiklah, kita tetap akan pergi. Kita pergi tidak lebih dari seminggu, setelah itu kita kembali kesini. Meskipun pekerjaan kamu belum selesai” kata Jihan.


“Oke.. ayo istirahat lagi. Emang kamu gak capek?” ajak Dave.


Jihan jalan menuju tempat tidur “sudah dong ngambeknya. Kamu bisa juga kerja kok sambil pergi sama seperti Laili dulu” Dave menenangkan Jihan.


“Iya..” Jihan memaksakan senyumannya.


***


“Pagi...” jawab Ken sambil melihat latop.


“Tumben udah bangun, udah sarapan?” tanya ku.


“Belum. Aku nunggu kamu sarapan bareng keluarga kamu dan juga sama Dave dan Jihan. Mereka akan berangkat nanti malam, begitu juga keluarga kamu akan pulang siang ini” Ken masih tetap mengetik.


“Oh iya mereka akan pulang siang ini. Alhamdulillah kalau Jihan dan Dave mau juga pergi. Ayo kita pergi?” ajak aku.


“Iya..” Ken langsung menutup latop dan pergi.


Aku dan Ken keluar dari ruangan tersebut, kemudian kita ketemu dengan Mike yang sedang menuju ruangan kita.


“Mike...” ucap Ken.


“Gue mau panggil kalian, sebab semua orang sudah menunggu” ucap Mike.


“Iya, ayo kita kesana” kata Ken.


***


Semua orang sudah berada di ruangan sarapan yang sudah disediakan oleh Ken. Kita langsung duduk bergabung dengan semua orang. Seperti biasa aku makan terakhir, sebab aku sibuk menyuapkan keponakan aku yaitu Qori dan Kayla.


“Kamu gak makan Ly?” tanya Ken.


“Iya nanti setelah ini” ucap aku sambil menyuapkan mereka.


Ken langsung minum air dan selesai sarapan “sini makanannya. Biar aku yang menyuapkan mereka, kamu bisa sarapan. Sebab kamu harus tepat waktu minum obatnya”.


“Nggak usah bentar lagi selesai kok” tolak aku.


“Laili....” Ken menatap aku.


“Baiklah..” aku langsung memberikan piring pada Ken.


Setelah itu aku langsung mengambil makanan untuk aku sarapan. Percuma juga aku melawan Ken, sebab semua orang sudah melihat aku. Karena mendengar perdebatan antara aku dan Ken.


Setengah jam kemudian, semua orang sudah selesai sarapan. Keluarga aku pun langsung pamit yang diwakilkan oleh Doni. Mereka terpaksa harus cepat kembali sebab banyak pekerjaan yang ditinggalkan mereka di kampung.


Mereka bukannya tidak mau menemani aku untuk berobat. Sebab mereka sudah ada tugas yang juga membutuhkan mereka. Makanya keluarga aku sudah mempercayakan aku pada Ken.


Sebelum keluarga aku pergi, Ken memberikan oleh-oleh untuk Qori, Kayla, dan Adam. Mereka sangat senang mendapatkan hadiah dari Ken. Setiap mereka ketemu dengan Ken pasti mereka selalu mendapatkan hadiah yang tidak pernah diduga.


Aku langsung salaman dengan semua keluarga aku. Aku juga tidak lupa bilang untuk mendoakan aku agar pengobatan yang akan aku lakukan berjalan dengan lancar. Aku juga memeluk keponakan aku dengan sangat haru. Sebab aku akan meninggalkan mereka dengan waktu yang sangat lama lagi.


Ken mendekati aku “kalau ingin ikut mereka pulang, makanya lakukan pengobatannya dengan sungguh-sungguh” bisik Ken.


“Iya..” jawab aku.


Kita semua mengantar keluarga aku ke lobi hotel. Mereka sudah naik mobil masing-masing menuju bandara. Mereka akan langsung diantar menggunakan pesawat pribadi milik Ken.


Setelah semua mobil sudah berangkat aku juga pamit pada Jihan sahabat aku. Sebab mereka juga akan pergi honeymoon nanti malam.


“Han, senang-senang ya pergi honeymoon nya. Jangan fikirkan penyakit aku disini, aku akan melakukan pengobatan kok” ucap aku.


“Harus, sebab gue bela-belain untuk pergi karena lo” ucap Jihan.


“Jangan gitu dong?”


Jihan tersenyum “gak kok. Gue berharap lo bisa pulih seperti semula” Jihan memeluk aku.


Setelah kita saling pamit, aku dan Ken juga langsung pulang menuju mansion. Sebab barang-barang kita sudah dibereskan oleh Dea tanpa sepengetahuan aku tadinya.