MY DREAM

MY DREAM
57



Semua tamu sudah duduk di tempat yang sudah disediakan. Tidak lama acara sudah dimulai dan pasangan pengantin sudah duduk di tempat mereka akan ijab kabul.


Satu jam kemudian ijab kabul selesai, acara selanjutnya juga langsung di mulai. Berapa jam kemudian semua susunan acara sudah selesai dilaksanakan. Semua tamu yang datang sudah melakukan foto bersama pengantin dan mengucapkan selamat.


Aku sedang duduk bersama keponakan aku. Sedangkan Ken sedang bicara dengan berapa tamu dan juga temannya. Ken sedang melihat jam tangannya, kemudian dia pamit pada berapa tamu.


Ken menghampiri aku “Ly....”


Aku langsung menoleh “iya, kenapa?”


“Sudah makan?”


“Sudah, kenapa?”


Ken langsung memanggil Mike, Mike menghampirinya “ada apa?”


“Ambil obat Laili di kamar, gue gak mau kejadian waktu di perusahaan terjadi lagi karena telat minum obat” perintah Ken.


“Baik bos” Mike langsung pergi.


“Kenapa menyuruh Mike segala, kan bisa aku ke kamar” ucap aku pada Ken.


“Yakin kamu bisa, lihat sekeliling kamu” Ken melihat pada keponakan aku yang berada di samping kiri Qori, kanan Kayla, dan dalam pelukan aku Adam.


“Iya juga sih” ucap aku.


“Tunggu saja, nanti Mike datang” ucap Ken yang duduk dan langsung menggendong Kayla di pangkuannya.


Lalu mereka langsung bercanda-canda sampai tertawa terbahak-bahak. Sehingga semua orang yang hadir disana melihat kita yang saling tertawa. Keluarga aku juga senang melihat aku yang tertawa lepas bersama Ken dan keponakan aku.


Dave dan Jihan juga senang melihat kita “kenapa?” tanya Dave.


“Aku senang melihat Laili yang sekarang. Semenjak ada Ken di sampingnya, dia seperti hidup lagi. Kebahagiaan yang waktu kita kuliah dulu aku lihat kembali. Sepertinya kesedihan dia saat ini hilang sudah kalau sudah bersama Ken dan keponakannya” jawab Jihan.


“Alhamdulillah sayang, aku juga ikut bahagia melihat Ken yang sekarang” lanjut Dave.


“Kenapa?” Jihan melihat Dave.


“Sama dengan Laili yang terlihat bahagia dari dulu. Kita sebagai sahabatnya sudah lama tidak melihat senyuman itu. Semenjak dia tidak direstui sama mantan pacarnya sama almarhum orang tuanya sampai kedua orang tuanya meninggal. Menjadikan Ken jadi seorang pemarah, dingin, egois, dan tidak peduli sama orang lain. Sekarang semuanya berubah semenjak dia ketemu dengan Laili” ucap Dave.


Tidak hanya Dave dan Jihan yang ikut senang pada kita. Keluarga aku dan teman-teman Ken yang mengenalnya juga ikut tersenyum. Ketika kita bercanda datang Mike membawa obat aku.


“Bos...” ucap Mike.


“Mike, tunggu bentar” Ken bicara pada Qori dan Kayla “sayang, pergi temui mama sama papa dulu ya. Nanti main lagi sama unty dan om lagi ya”.


“Iya om” jawab Qori dan Kayla.


Mike memanggil Dea, lalu Dea datang “ambil Adam dari Laili dan berikan sama orang tuanya” bisik Mike pada Dea.


Dea langsung mengangguk “nona, sini Adam”.


Aku langsung memberikan Adam pada Dea, lalu Dea pergi mengantar Adam ke Raisa dan mengatakan kalau Laili akan minum obat bersama Ken. Sedangkan Mike mengantar Kayla dan Qori.


Lalu datang Dea membawa minum “ini bos”.


“Terimakasih, kamu boleh bergabung lagi dengan keluarga kamu” ucap Ken.


“Iya bos” Dea langsung pergi.


Ken lalu menyiapkan obat-obatan untuk aku. Lalu aku meminumnya sambil dilihat oleh orang banyak. Tapi tidak terlalu banyak tamu lagi sebab acara sudah hampir selesai. Acara akan berlanjut lagi setelah maghrib yaitu resepsi.


Mike menghampiri Ken yang sedang kerja di ruang tamu di ruangan president suit hotelnya “maaf bos ganggu”.


“Kenapa?” Ken tetap fokus.


“Keluarga Laili ingn bicara sama bos, mereka sedang berada di ruang meeting di hotel ini” jawab Mike.


“Baiklah” Ken menutup laptop.


Sebelum dia pergi, dia mengatakan pada Dea untuk tetap di ruangan tersebut. Nanti jika Laili bertanya Dea bisa membantu menjawabnya.


***


Ken sudah masuk kedalam ruangan meeting yang ada di hotelnya. Disana sudah ada Doni, Raisa, Rian, Della, Angga, dan Luna. Ken duduk di kursi kosong yang ada disana dengan Mike.


“Ada apa mas?” tanya Ken.


“Sebelumnya mas dan sekeluarga mengucapkan terimakasih banyak pada kamu Ken. Kamu sudah menepati janji kamu sama kita untuk menjaga Ily. Kamu juga tidak mengizinkannya untuk pulang setelah tahu Laili sakit. Kita semua sangat bersyukur” ucap Doni.


“Semua itu sudah jadi tanggung jawab aku mas, mungkin semua itu terjadi juga karena aku yang lalai menjaganya disana” kata Ken.


“Kita percaya kok sama Ken, kamu sudah menjaganya dengan baik kok” kata Raisa.


“Sama-sama kita jaga Laili mbak, mas” ucap Ken.


“Mengenai penyakit Ily, apa yang mau kamu lakukan sekarang Ken? Kita ingin tahu sebelum kita kembali ke rumah” Doni.


Ken melihat Mike, Mike memberika rekam medis dari Laili “ini rekam medis Laili di Paris dan di disini kemarin. Mungkin mbak Raisa dan mas Rian akan paham dengan semua itu” Ken menyerahkan pada mereka.


Raisa mengambil rekam medis dan membacanya bersama Rian “disana juga sudah tertulis pengobatan apa saja yang akan dilakukan Laili. Begitu juga dengan efek samping akan terjadi jika sudah melakukan dan jika tidak melakukan pengobatan tersebut” lanjut penjelasan Ken.


“Dokternya siapa Ken?” tanya Raisa.


“Prof. Dr. Agus spesialis darah langsung mbak. Dokter Agus ini juga pernah merawat mommy aku selama 20 tahun. Dokter Agus adalah sahabat almarhum orang tua aku. Makanya aku mempercayakan semuanya padanya” jawab Ken.


“Kita tahu kok sama dokter Agus dan keberhasilannya dalam melakukan pengobatan. Tapi kenapa disini tertulis dokter Anggika?” Raisa melihat Ken.


“Dokter Anggika adalah anak dari dokter Agus, dia juga spesialis darah sama dengan papanya. Itu hanya pemeriksaan awal saja mbak, sebab dokter Agus tidak ada disini. Dia sedang berada di luar negeri, akan kembali bulan depan. Tapi pengobatan yang dilakuan dokter Anggika adalah saran dari dokter Agus langsung, mbak” Ken.


Raisa dan Rian mengangguk paham dengan penjelasan Ken. Semua orang yang disana yang mendengar juga menyimak dengan baik.


“Oh ya mas Angga mengenai proyek kita di perkebunan untuk mulai dari sekarang jangan diberitahu langsung sama Laili ya. Dia dua hari lagi akan fokus dengan pengobatannya. Mas bisa langsung bicarakan sama Jihan, aku, dan Mike” Ken melihat Angga.


“Iya Ken, mas paham kok” ucap Angga.


“Aku akan siap membantu nanti jika butuh bantuan” ucap Doni.


“Oya Ken, bukannya Jihan akan pergi honeymoon setelah ini. Apakah mungkin dia diberi pekerjaan, sedangkan selama kalian pergi saja dia masih direpotkan juga dengan pekerjaan sambil mengurus pernikahannya” kata Luna.


“Mbak tenang saja, sebab pernikahan Jihan dan Dave kemarin yang mengurus semuanya adalah sekretaris aku. Mereka hanya memberikan ide saja, makanya Jihan bisa juga mengurusnya sambil berkerja. Kalau mengenai honeymoon, mereka sendiri yang belum mau pergi sebab tahu keadaan Laili saat ini. Lagian Dave ada juga pekerjaan yang harus dia sendiri melakukannya setelah ini” jawab Ken.


“Syukur kalau begitu. Berarti Jihan akan sering bolak balik perkebunan dan Jakarta dong setelah ini” kata Luna lagi.


“Mbak tenang saja, tidak akan lama. Sebab yang akan menggantikan Mike kerja disana adalah Dave nantinya. Mike akan fokus disini sama dengan aku” Ken.


Mike melihat Ken “maksudnya?” Mike belum mengetahui keputusan Ken tersebut.


Lalu Ken langsung memberi kode kalau nanti kita bahas mengenai tersebut. Jadi Mike kembali fokus lagi dengan yang lainnya.