
Ken langsung membawa koper aku dan memasukkan kedalam mobil. Kemudian kita langsung menuju kantor yang tidak jauh dari rumah. Didalam mobil aku teringat dengan apa yang dikatakan Ken ketika aku di rawat di rumah sakit.
“Tuan, boleh aku tanya sesuatu?”
“Boleh, apaan?”
“Maaf sebelumnya, ketika aku pinsan di rumah sakit kemrin aku mendengar kamu bicara soal William. Emang tuan kenal dengan William?” aku melihat Ken.
Ken terdiam, dia tidak tahu menjawab apa “emang ada apa dengan William?” Ken tanya balik.
“Sudahlah tuan, aku bukan orang bodoh. Aku tahu tuan kenal dengan William pacar aku yang meninggalkan ku demi wanita lain”.
“Kamu salah paham, Ly”
“Nggak usah sok dekat sama aku. Aku masih bertanya-tanya kenapa kamu bisa membantu aku dan kenal dengan William”.
“Emang gak boleh saya dekat sama kamu?”
“Nggak! Aku gak butuh seseorang untuk dekat denganku”.
Kita sampai di kantor “sampai kapan kita disini dan gak masuk?” tanya Ken.
“Kamu harus jelaskan semuanya sama aku. Kalau tidak, aku gak bakalan mau melanjutkan proyek ini. Aku tahu kamu itu tahu semua mengenai William” aku keluar dari mobil dan mengambil koper.
Aku langsung masuk kedalam mobil aku yang berada di parkiran kantor. Aku langsung mengendarai mobil menuju perkebunan.
Ken melihat aku msuk mobil, dia langsung keluar mobilnya “Ly... tunggu, Ly... Laili...” panggilnya.
Aku tidak menghentikan mobilnya dan aku terus mengendarainya.
Bagas keluar dari kantor “kenapa tuan?”.
“Laili pergi dengan mobilnya, saya harus mengejarnya” Ken masuk dalam mobilnya.
“Tuan....” Bagas memanggil Ken tapi Ken keburu melajukan mobilnya.
Ketika Ken sudah pergi, Mike dan Jihan datang. Mereka langsung keluar dari mobil sebab dia melihat Bagas sedikit khawatir.
“Ada apa mas?” tanya Jihan.
“Barusan tuan Johnson bilang kalau Laili pergi dengan mobilnya. Tapi mas tanya kenapa, tuan tidak menjawab sama sekali. Dia langsung pergi mengikuti Laili” penjelasan Bagas.
“Kenapa sama mereka?” gumam Jihan.
“Coba saya hubungi bos dulu” Mike mengambil ponselnya dan menghubungi Ken.
Sekali dia mencoba menghubungi tapi tidak di angkat oleh Ken. Kemudian Mike mencoba menghubungi untuk kedua kalinya. Ketiga kalinya baru diangkat oleh Ken.
“Kenapa?” jawab Ken.
“Bos dimana?”
“Aku lagi mengejar mobil Laili ini. Dia sepertinya sudah tahu kalau aku kenal dengan William. Dia gak mau melanjutkan proyek ini kalau aku gak jelasin sama dia”.
“Apa!” Mike kaget.
“Ya pokoknya intinya seperti itu, sudahlah gue lagi nyetir nih” Ken langsung menutup panggilan.
“Kenapa tuan?” tanya Jihan.
“Bagaimana gue jelasin ini, apa gue jujur saja” kata Mike dalam hati.
“Sepertinya bos ada masalah dengan nona Laili dan meeting kita tunda saja dulu” Mike tidak bisa jujur.
“Baiklah” jawab Bagas.
“Sepertinya bukan itu yang terjadi, pasti ada yang disembunyikan Mike” gumam Jihan dalam hatinya.
***
Aku sampai perkebunan, aku langsung jalan menuju makam orang tua aku. Sampai disana aku menceritakan masalah aku beberarapa hari ini terjadi.
Ken juga sudah sampai dan mengikuti sampai ke pemakaman. Dia mendengar apa yang aku katakan disana. Setelah aku selesai mengatakan semuanya aku berdiri dan ingin jalan-jalan sebentar.
Aku melihat Ken yang berdiri tidak jauh dari aku “Ly.. tunggu” Ken memegang tangan aku.
“Lepasin” aku menghempaskan tangan Ken.
“Baiklah, akan aku jelaskan semunya sama kamu mengenai William. Tapi kita harus mencari tempat yang lebih enak buat ngomong” ucap Ken.
“Ikut aku” aku jalan menuju pohon besar yang berada tidak jauh dari pemakaman. Pohon yang biasa digunakan bagi pegawai untuk istirahat dibawahnya.
“Jelaskan?” aku duduk.
“Baiklah...”
Ken menceritakan dari awal William mulai datang dengan temannya di perusahaan KJ Bodygurth. Dia datang ingin mengirim surat lamaran pekerjaan. Dave sebagai penanggung jawab yang mewawancarainya.
Beberapa sesi dilakukan untuk menguji William sampai dia diterima. Kemudian dia ditugaskan untuk sampai menjaga Ken bekerja di Malaysia selama satu tahun. Satu minggu sampai di Malaysia ada kejadian bahwa dia kecelakaan sampai koma satu bulan.
Sadar dari koma ponsel William hilang dan dia kehilangan semua kontak keluarganya. Sampai dia dibelikan ponsel baru dan bisa menghubungi keluarganya.
Sebelum dia bisa menghubungi aku, dia disibukkan dengan pekerjaan yang harus menemui Qasha untuk membicarakan bisnis bersama Ken. Pernah juga tuan Ismail meminta William sendiri untuk menemani Qasha pergi kemanapun. Karena William adalah bodygurth terbaik Ken.
Ternyata kedekatan William dengan Qasha dimanfaatkan oleh teman Qasha yang sangat membencinya. Sehingga temannya itu mendekati bodygurth tuan Ismail yang juga menyukai Qasha untuk membantunya menjebak Qasha dengan William.
Bodygurth tuan Ismail tersebut mengajak William pergi ke club. Saat itu juga Qasha datang ke club untuk merayakan ulang tahun temannya tersebut. Sehingga dengan mudah mereka melakukan semua rencana tersebut disana.
Sampai kejadian yang tidak pernah diinginkan oleh mereka berdua terjadi. Mereka dibawa ke sebuah hotel milik tuan Ismail dalam keadaan mabuk dan dikuasai oleh obat perangsang.
Sehingga mereka melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan. Sampai mereka sudah ditemukan didalam kamar hotel tidur bersama. Juga membuat tuan Ismail marah dan memaksa William untuk menikahi Qasha.
William tidak ingin menikahi Qasha karena dia sudah punya aku di kampung. Tapi dia sadar telah mengambil sebuah kesucian seorang perempuan yang sangat berharga oleh keluarganya.
Qasha juga tidak ingin menikahi William karena dia tahu kalau William sudah punya seseorang dihatinya. Tapi tuan Ismail selalu memaksa mereka menikah, sebab takut gosip akan menyebar nantinya.
Sebulan kemudian ternyata Qasha dinyatakan hamil anak William. Terpaksa mereka juga menikah untuk menutupi itu semua.
Sebelum menikah William menemui Ken dan meminta Ken untuk membantu aku yang saat itu sedang mengalami kesusahan. William tahu aku susah karena cerita dari ibunya sebelum dia memutuskan untuk menikahi Qasha.
Ken tidak bisa menolak permintaan William karena dia tahu William adalah bodygurth terbaiknya. William juga teman curhat Ken setelah mereka bersama. Sebab mereka sama-sama mengalam percintaan yang tidak direstui.
Ken juga menceritakan kalau keluarga William pindah adalah karena perintah dan janji dari tuan Ismail. Sebab William berkorban dan rela menikah dengan anaknya. Meskipun sampai sekarang anaknya masih belum menerima sepenuhnya pernikahan tersebut.
“Begitulah cerita sebenarnya. Saya pernah memintanya untuk menjelaskan sama kamu. Tapi dia tidak mau karena dia tidak sanggup melihat kamu menangis lagi” Ken melihat aku.
“Semua ini karena aku, sebab aku yang memaksanya untuk bekerja menjadi bodygurth” kataku.
“Dia tidak pernah menyalahkan kamu. Sebab seharusnya dia memang harus melakukan itu. Dia juga meminta ku untuk menjaga kamu tapi saya yakin kamu tidak akan membutuhkan itu”.
Aku hanya mengangguk “jujur, beberapa minggu yang lalu aku juga sempat mendatanginya. Aku memintanya untuk menjelaskan lagi sama kamu tapi dia tetap tidak mau” kata Ken lagi.