
Ken mengajak aku untuk duduk dan bicara sebentar “sini dulu, aku mau ngomong”.
Aku pun duduk di sofa yang ada disana, sedangkan Ken pergi menghidupkan lampu. Kemudian Ken menghampiri aku duduk. Terlihatlah wajah aku yang sedikit sembab karena aku menangis.
“Benar kan kamu nangis, kenapa?” tanya Ken.
“Tidak apa-apa kok” jawab aku.
“Aku tahu karena ketemu sama William tadi kan. Makanya kamu ingin cepat-cepat kembali ke hotel kan!”.
“Nggak kok, aku masuk kamar ya”.
“Sampai kapan kamu akan menyembunyikan sama aku. Aku tahu kamu susah melupakannya tapi jangan menyiksa diri kamu sendiri ya. Kalau mau istirahat, pergilah” ucap Ken.
“Maafin aku, terimakasih” aku langsung masuk kamar dan langsung mengunci pintu.
Ken berdiri tapi dia melihat hot cokelat yang aku buat tadi ketinggalan di atas meja. Jadi Ken mengantar minuman tersebut pada ku. Ken mengetuk pintu aku, cukup lama baru aku buka pintunya.
“Ini minuman kamu ketinggalan” Ken memberikannya.
Aku mengambilnya “terimakasih”.
“Istirahat gih” ucap Ken.
Aku menutup pintu dan Ken kembali ke tempat kerjanya. Aku langsung minum dan mencoba istirahat menutup mata aku untuk tidur.
***
Pagi harinya Ken yang bangun duluan, dia sedang menyiapkan sarapan. Datang Dave yang baru bangun tidur.
“Eh tumben lo masak” ledek Dave.
“Iya, semenjak pulang dari tempat William semalam, Laili menangis semalaman. Dia juga tidak makan banyak tadi malam. Jadi gue coba saja masak untuk sarapannya” Ken sambil masak.
“Buat gue juga?” Dave duduk.
“Lo pengen makan masak sendiri atau makan saja apa yang ada. Kalau pengen juga sana ke restoran hotel” Ken menolaknya.
“Lo ya, kalau sudah jatuh cinta bikin kesal orang. Lebih baik gue kebawah saja” Dave pergi.
“Lebih bagusnya gitu” Ken tersenyum.
“Lo emang brengsek tahu gak” ucap Dave di depan pintu.
Ken hanya tertawa sambil masak. Setelah selesai Ken mempersiapkan di meja makan. Kemudian Ken menunggu aku bangun sambil mengopi di depan TV.
Tidak lama kemudian aku keluar dari kamar. Aku masih memakai baju tidur dan memakai hijab rumahan.
“Sudah bangun?” tanya Ken.
“Iya, ngapain disini?” tanya aku.
“Nunggu kamu, ayo sarapan. Aku sudah siapkan sarapan” Ken jalan menuju meja makan.
Aku mengikuti Ken “ini semua kamu yang masak?” tanya ku.
“Iya, ayo duduk makan. Meskipun kamu nggak ada nafsu makan setidaknya makan sedikit” Ken mempersiapkan makanan buat aku.
Aku duduk “aku bisa sendiri kok” ucap ku.
“Kamu duduk saja” Ken tetap mengambilkan makan untuk aku.
Setelah mengambil makan untuk aku, Ken membuat minum untuk aku. Aku mencoba makanan yang dibuat oleh Ken.
“Enak..” ucap aku.
Ken datang membawa minum untuk aku “kamu gak makan?” tanya ku.
“Aku sudah makan, ini semua untuk kamu” Ken duduk di depan aku.
Ken menemani aku makan. Setelah makan kita duduk di ruang tengah hotel tersebut. Kita membicarakan apa yang akan aku lakukan selanjutnya.
Ketika sedang bicara tiba-tiba ponsel Ken berdering. Ken langsung mengangkat panggilannya. Yang menelepon adalah Dave, dia sedang ada di luar.
“Iya, kenapa Dave?” jawab Ken.
“Barusan Nisa menghubungi gue, katanya nanti setelah makan siang kita harus survey tempat pembangunan hotel bersama William”.
“Baiklah, lo nunggu dibawah atau kesini dulu?”
“Ke atas lah, gue belum siap-siap nih”.
“Baiklah” setelah mengucap salam Ken menutup panggilan.
“Ada apa?” tanya ku.
“Nggak ada sih, emang kenapa?”
“Kalau kamu ingin jalan-jalan biar Dave yang menemani kamu. Aku perginya bisa bersama bodygurth lain”.
“Kamu aja sama Dave, kalau aku pergi nanti bisa bersama bodygurth. Segan aku kalau pergi berdua terus sama Dave” tolak aku.
“Ya sudah, nanti kabari aku dulu kalau mau pergi” Ken berdiri.
“Iya” jawab aku.
Ken masuk kamar untuk siap-siap akan pergi. Aku melanjutkan menonton sambil lihat email yang mauk.
Tidak lama Dave datang “assalamualaikum”.
“Waalaikumsalam” jawab aku melihat Dave.
“Ken mana Ly?” tanya Dave.
“Dia dalam kamar siap-siapa katanya” jawab aku.
“Kalau gitu gue masuk dulu ya” Dave masuk kamarnya dan aku hanya mengangguk.
***
Sore harinya aku baru saja siap sholat, tiba-tiba ponsel aku berdering. Aku mengambil ponsel aku yang berada di atas kasur. Ternyata Ken yang menelvon aku.
“Assalamualaikum” jawab aku.
“Waalaikumsalam, kamu lagi ngapain?”
“Ini baru saja siap sholat. Ada apa?”
“Kita makan malam di luar nanti ya. Kamu siap-siap saja dulu, bodygurth sudah ada yang akan mengantar kamu ke tempat makan malam”.
“Baiklah, aku siap-siap dulu”
“Ya sudah sampai nanti, assalamualaikum” Ken menutup panggilannya.
Setelah mengucapkan salam aku meletakan ponsel kembali. Aku langsung siap-siap untuk pergi makan malam. Setelah siap aku keluar kamar.
Ternyata di depan kamar sudah ada bodygurth yang menunggu aku “kok kalian disini?” tanya aku.
“Kita di perintahkan bos untuk menjaga nona. Ayo nona” salah satu bodygurth mengarahkan aku jalan.
Kita sudah masuk lift menuju lobi, sampai di lobi juga sudah ada mobil dan beberapa bodygurth yang akan menemani aku.
“Tunggu, kok kalian pada ngikutin aku. Kenapa gak ada yang ikut sama Ken?” ucap aku.
“Kita hanya mengikutin perintah nona. Setelah kita mengantar nona sampai tempat tujuan baru kita kembali lagi kesini” jawab salah satu bodygurth.
“Begini saja, hanya dua orang yang mengantar aku pergi. Selebihnya tetap tinggal disini, kalau gak susul Ken”.
“Tapi nona...” ucap ketua dari bodygurth tersebut, mereka tidak ada yang berani membantah.
“Nanti aku yang akan jelaskan sama Ken. Hanya dua orang yang menemani aku” aku jalan menuju mobil.
Salah satu bodygurt langsung memerintahkan temannya untuk membuka pintu untuk aku. Lalu dia masuk mobil di depan sopir dan bodygurth yang lain tetap berada di hotel.
Beberapa menit kemudian aku sampai di tempat makan malam. Tempatnya sangat bagus dan menarik, tempatnya juga sangat romantis. Aku masih menunggu Ken didalam mobil.
Sudah lama aku menunggu Ken tapi dia belum juga sampai. Aku mencoba menghubunginya sebab sudah terlalu lama.
“Dimana?” tanya aku.
“Ini sudah hampir sampai kok, kamu tunggu bentar ya”.
“Baiklah”.
Setelah selesai telvonan aku membuka pintu dan keluar dari mobil. Bodygurth melihat aku keluar dari dalam mobil.
“Ada apa nona?”
“Kalian kembali saja, bentar lagi Ken akan datang” perintah aku.
“Tidak bisa nona, kita menunggu tuan Dave juga disini. Nanti kita akan pulang bersama” jawab bodygurth tersebut.
“Oh gitu, ya sudah. Kalau gitu aku langsung tunggu di lobi sambil lihat-lihat bentar”.
“Saya temani nona” kata bodygurth.
“Nggak usah” tolak aku.
Aku jalan menuju restoran, ternyata ketika aku mau nyebrang ada sebuah motor pengantar makanan yang laju sangat kencang. Motor itu langsung menabrak aku dan aku langsung terpanting beberapa meter.