MY DREAM

MY DREAM
46



Aku sudah bangun dari tidur, Ken menghampiri aku “mau apa?”


“Nggak ada” jawabku.


“Kamu harus makan, sebab kamu harus makan obat” Ken mengambil makanan aku yang sudah disediakan.


“Tapi aku belum lapar” tolakku.


“Meskipun belum lapar setidaknya makan sedikit dulu” Ken menyiapkannya.


Karena paksaan dari Ken, akhirnya aku makan juga. Selesai makan Ken langsung memberikan obat untuk aku.


Ken duduk “Ly, apakah sebaiknya kita beritahu keluarga kamu mengenai kejadian ini?”.


“Nggak usah, mereka belum tentu juga khawatir dengan keadaan aku. Aku hanya ingin cepat keluar dari sini”.


“Sabar saja dulu, kalau kamu sudah lebih baik baru kita keluar” Ken menenangkan aku.


“Makasih ya?” aku tersenyum.


“Tidak masalah, sudah menjadi kewajiban aku. Apapun yang terjadi, aku tidak akan memaafkannya” Ken kesal pada orang yang menabrak aku.


“Iya aku tahu kamu marah. Tapi jangan pernah kamu menyalahkan para bodygurth ya” aku melihat Ken.


“Kalau itu kamu tidak bisa melarang aku. Mereka memang harus mendapatkan apa yang seharusnya didapatkannya karena kelalaian mereka”.


“Ini semua bukan karena mereka, memang aku sendiri yang melarang mereka untuk ikut. Aku mohon ya, jangan marah sama mereka”.


“Tapi...” Ken melihat aku.


“Please....” aku memohon.


Melihat aku memohon akhirnya Ken mau mendengarkan apa yang aku katakan “baiklah, tapi kamu harus mendengarkan apa yang aku perintahkan”.


“Iya aku janji” aku senang.


***


Para bodygurth sudah menemukan siapa yang menabrak aku. Mereka semua kaget ketika mengetahui bahwa orang itu adalah salah satu dari mereka.


Dave datang menemui para bodygurth “bagaimana?” tanya Dave.


Semua orang menunduk “kita sudah menemukan bos” jawab ketua dari mereka.


“Kalau sudah kenapa wajah kalian tertekuk begitu?” Dave heran.


“Sebab...” ketua tersebut tidak berani mengatakannya.


“Katakan! Mau katakan sama gue atau langsung sama bos” Dave menatap mereka.


“Endi yang melakukan bos” ucap ketua sambil menunduk.


Endi adalah nama dari salah satu bodygurth Ken yang ditugaskan untuk mendampinginya. Dia memiliki keluarga yang kurang mampu dan sekarang ibunya sedang sakit parah di rumah.


Dia melakukan semua itu karena bujukan dari Thania. Sebab Thania sudah mengetahui kalau Endi adalah orang miskin. Endi adalah salah satu bodygurth dia ketika dia pacaran sama Ken dulu.


“Apa!” Dave benar-benar terkejut mendengarnya.


“Iya bos. Kita mengetahui dari CCTV restoran tersebut. Sebab dia yang mengambil paksa jaket beserta helm orang yang ditugaskan mengantar makanan. Kita juga sudah mencek semuanya, Endi juga tidak balik ke Indonesia” cerita ketua.


“Bagaimana bisa dia melakukan semuanya, cepat tangkap dia” perintah Dave.


“Dia mengilang bos. Motor yang dibawanya jatuh ke jurang ketika pengejaran kita waktu itu. Tapi kita juga tidak menemukan jasad dia disana” jawab salah satu bodygurth.


“Kalian harus segera menemukannya, gue tidak akan bilang sama bos masalah ini. Sebab kita harus mengetahui alasan dia melakukan semua ini. Gue rasa dia terpaksa melakukan semua ini” ucap Dave.


“Baik bos” jawab semua orang.


“Ingat, diantara kalian awas kalau ada seperti dia” ancam Dave.


Semua langsung ketakutan mendengar ancaman Dave. Dave langsung meninggalkan mereka semua. Dave ingin bertemu Willam membicarakan mengenai proyek mereka.


***


William pulang ke rumahnya “Sya..” panggil William.


“Kita ke rumah sakit sekarang menjenguk Laili. Dia semalam ditabrak sama seseorang tidak dikenal. Sekarang dia sedang di rawat di rumah sakit sini” William sangat khawatir semenjak mengetahui aku kecelakaan.


Qasya melihat William yang begitu khawatir “saya tahu kalau kamu khawatir dengan dia. Tapi kamu lihat waktu juga kali kalau ajak saya kesana. Kalau kamu mau kesana pergi saja sendiri, saya gak mau” Qasya masuk kedalam kamar dengan membawa botol susu.


“Qasya.. kamu punya simpati sedikit tidak. Melihat orang sakit saja kamu harus seperti itu responnya” William kesal dan mengikuti Qasya.


“Terus kamu mau ngapain?” Qasya melihat William, dia juga emosi.


“Kalau tahu kamu akan seperti ini reaksinya, lebih baik aku sendiri pergi tadi. Aku susah-susah saja ajak kamu pergi” William semakin kesal.


“William, saya tidak pernah larang kamu pergi melihat mantan kamu itu. Tapi setidaknya kamu tahu waktu sedikit” bentak Qasya.


Tiba-tiba anak mereka menangis dengar pertengkaran mereka. Qasya langsung menghampiri Kasih yang menangis dan langsung memberikan susu.


William sadar kalau dia sudah marah-marah pada Qasya. Kemudian dia juga melihat jam tangannya. Memang benar sekarang waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam waktu negara tersebut.


“Maaf, semenjak aku tahu kalau Laili kecelakaan tadi aku jadi lupa waktu” William mendekati Qasya yang sedang memberikan susu pada Kasih anak mereka.


“Saya tahu kamu khawatir tapi ingat dia bukan siapa-siapa kamu sekarang” Qasya bicara tanpa melihat William.


***


Ken sedang membantu aku makan, kemudian terdengar suara orang membuka pintu. Kita melihat pada sumber suara, ternyata William dan Qasya yang datang.


“Assalamualaikum” ucap mereka.


“Waalaikumsalam” jawab kita.


“Wil, Sya, masuk” uca Ken.


Ken mau menyuapkan aku lagi “sudah, aku sudah kenyang” aku menolak suapan Ken.


Ken memberikan minum pada ku, kemudian dia memberikan obat aku. Sedangkan William hanya memperhatikan perhatian Ken pada aku. Qasya meletakan bawaan mereka diatas meja sambil memperhatikan William.


Setelah aku selesai minum obat “bagaimana keadaan kamu, Ly?” tanya Qasya.


“Alhamdulillh sudah lebih baik, nona” jawab ku.


“Kok bisa sampai ditabrak orang gak dikenal sih bos” William bertanya pada Ken.


Ken melihat aku sebelum menjawabnya “kelalaian aku, sebab tidak dengarin Ken” jawab aku.


Aku bicara dengan Qasya sedangkan William bicara dengan Ken di sofa yang tidak jauh dari mereka. Kemudian William melihat jam ditangannya, dia melihat sudah lama juga mereka disana.


“Sya, pulang yuk. Kasihan Kasih di rumah” ajak William.


“Iya. Ly, kita pamit ya. Semoga cepat sembuh” ucap Qasya.


“Makasih ya, sudah datang” aku tersenyum.


“Iya sama-sama. Sampa ketemu lagi” balas Qasya.


“Ken, sampai kapan disini?” Qasya melihat Ken.


“Sampai Laili sembuh dan menemukan siapa yang menabraknya, kalian bagaimana?” jawab Ken.


“Kita besok pulang, sebab pekerjaan sudah menunggu. Daddy juga sudah minta pulang” jawab Qasya.


“Hati-hati ya” ucap Ken.


“Kita pamit ya, semoga cepat sembuh ya Ly” ucap William sebelum pergi.


“Iya, makasih sudah datang” jawab aku.


William dan Qasya pergi meninggalkan ruangan aku. Ketika sampai di depan rumah sakit, mereka ketemu dengan Dave yang baru datang. Dave menyapa mereka, kemudian dia langsung masuk menemui Ken dan aku.


Sampai di ruangan Dave melihat aku dan Ken sedang ngobrol “gue ketemu sama William dan nona Qasya didepan. Apa mereka dari sini?” tanya Dave.


“Iya, mana ganti baju gue” Ken melihat Dave.


“Ini..” Dave memberikan paper bag.


Kemudian Ken mengganti baju di kamar mandi. Sedangkan Dave duduk di sofa sambil membuka bawaan dari William dan Qasya.