MY DREAM

MY DREAM
56



Acara pernikahan Dave dan Jihan berlangsung hari ini. Acara akan diadakan di hotel Ken dan keluarga Laili juga sudah berada di hotel.


Oma mengetuk pintu kamar aku “siapa?” teriak aku dari dalam.


“Oma Ly”


“Masuk oma, gak di kunci kok”


Oma langsung membuka pintu dan masuk “ada apa oma?”.


“Ini oma membawa baju yang akan dipakai waktu akad sama resepsi pernikahan Dave sama Jihan nanti” oma meletakan diatas kasur.


“Sebenarnya Jihan suda ada oma” ucap aku.


“Ini baju emang di desain langsung sama desainer keluarga ini Ly khusus untuk kamu. Baju ini sudah di samain dengan baju yang akan kamu pakai itu”.


“Kenapa repot-repot sih oma” aku merasa segan.


“Oma gak repot kok. Oma hanya menjalankan perintah Ken saja. Lagian baju ini sudah sampai dari kemarin, oma lupa memberikan sama kamu. Sebab kamu semalam pulang malam kan dari acara Jihan”.


“Iya oma, makasih banyak”.


“Sama-sama. Ada yang mau oma bantu gak, sebab setengah jam lagi kamu harus berangkat kata Ken”.


“Kok cepat oma, bukannya acaranya nanti siang”.


“Iya. Kamu akan siap-siap di hotel. Sebab Ken sudah mempersiapkan MUA untuk kamu disana. Nanti desainer baju ini juga akan datang, sebab mereka tidak tahu kalau baju ini pas atau tidak sama kamu”.


“Oma...” rengek aku sebab aku memang merasa segan dengan apa yang dilakukan Ken pada ku.


“Nggak usah khawatir, Ken melakukan semua ini untuk yang terbaik buat kamu. Oma setuju kalau benar-benar kamu nantinya yang akan menjadi nyonya di rumah ini” oma memeluk aku.


“Oma...” ucap aku.


“Ayo siap-siap, sini oma bantu” ucap oma.


Aku dan oma langsung siap-siap, setelah siap aku dan oma keluar kamar. Oma memanggil beberapa pelayan untuk membawa barang aku turun. Sedangkan aku duduk di ruang tamu sambil menunggu Ken yang masih ada di ruang kerja.


Tidak lama Ken keluar dari ruang kerjanya “sudah lama nunggu?” tanya Ken.


“Lumayan, kata oma kita ke hotel. Kenapa kamu harus repot-repot mempersiapkannya untuk aku” aku melihat Ken.


“Tidak masalah kok, ayo!” ajak Ken.


Kita jalan menuju mobil Ken yang sudah terparkir di depan mansion “apa masih ada yang tinggal?” tanya Ken sebelum masuk.


“Tidak ada, sudah dimasukan sama pembantu kedalam mobil tadi” jawab aku.


Lalu penjaga rumah lalu membukakan pintu untuk aku. Ken juga langsung masuk mobil dan mengendarai mobil menuju hotelnya yang menjadi tempat acara pernikahan Dave dan Jihan.


“Kok gak pakai sopir?” aku bertanya ketika sudah jalan.


“Aku tidak sedang capek, jadi aku gak butuh sopir” jawab Ken.


“Bukannya kata Mike kamu sering pergi dengan sopir. Tapi kenapa selama aku disini kamu jadi jarang pakai sopir?”


“Karena pekerjaan aku selama kamu disini tidak banyak. Lagian aku juga kerja dari rumah, jadi untuk apa aku sopir”.


“Ya terserah kamu deh” aku langsung fokus kedepan.


Beberapa menit kemudian kita sampai di hotel, Mike dan Dea sudah menunggu kita di lobi hotel. Kita langsung keluar dari dalam mobil dan menghampiri semua orang.


“Barang-barang gue sama Laili ada di bagasi?” ucap Ken pada Mike.


“Baik bos” Mike langsung memerintahkan beberapa karyawan yang ada disana untuk mengeluarkan barang bawaan kita.


“Mari bos ikut saya” Dea membawa aku dan Mike menuju restoran hotel.


“Ngapain kita kesini?” aku menarik baju Ken.


“Unty...” teriak Qori dan Kayla.


Qori langsung berlari mengejar aku sedangkan Kayla memang sedang duduk di gendongan Doni. Aku langsung duduk dan memeluk Qori, sebab aku memang sangat kangen padanya. Karena hampir satu bulan lebih aku tidak ketemu sama dia.


Ken mengelus kepala Qori dan mengajak kita untuk gabung pada semua orang disana. Aku dan Ken salaman dengan mereka semua, sebab kita juga sama-sama baru ketemu sama mereka semenjak kita pergi satu bulan yang lalu.


Kita duduk bersama dan cerita sedikit mengenai penyakit aku. Tidak lama Dea datang lagi menemui Ken. Dea berbisik pada Ken mengenai desainer dan MUA sudah datang.


“Ly, pergi sama Dea ya. Sebab mereka sudah menunggu kamu” kata Ken.


Aku langsung paham maksud perkataan Ken “baiklah, keluarga aku bagaimana?” tanya ku lagi.


“Mereka juga sudah disiapkan” jawab Ken.


“Baiklah..” aku langsung pamit pada semua orang untuk masuk kamar yang sudah disiapkan oleh Ken untuk aku.


Setelah aku pergi keluarga aku juga pergi ke kamar masing-masing untuk siap-siap. Sedangkan Ken sedang bicara dengan Mike dan beberapa orang anak buahnya.


***


“Nona, silakan masuk” ucap Dea setelah kita sampai dikamar aku.


Aku kaget “president suit?”


“Iya nona, mari” ajak Dea.


Kita langsung masuk dan benar didalam sudah ada beberapa orang yang sudah menunggu kita. Semuanya sudah lengkap dari desainer, staylish, MUA, dan yang lainnya. Dea langsung memperkenalkan semua orang pada aku begitu juga sebaliknya.


“Nona ini kamar nona, di ujung sana kamar bos, sebelahnya kamar Mike, dan saya di depan ini” kata Dea.


“Iya, makasih banyak ya” aku tersenyum.


Aku masuk kamar dengan MUA, mereka akan langsung melakukan make over aku. Sedangkan Dea memantau aku dari belakang serta sambil dia siap-siap juga.


Satu jam kemudian ternyata Ken masuk ke ruangan. Aku masih dikamar dengan beberapa orang yang make up aku.


“Laili sudah siap?” tanya Ken.


“Masih didalam bos, bos sialakan siap-siap juga. MUA bos juga sudah siap” ucap Dea.


“Baiklah” Ken juga masuk kamarnya untuk siap-siap.


Beberapa menit kemudian aku sudah siap, aku langsung keluar. Diluar sudah ada Dea, Ken, dan Mike yang juga sudah siap.


“Bagaimana nona?” tanya Dea.


“Bagus kok dan sesuai dengan permintaan aku yang simple, tidak terlalu tebal seperti make up pernikahan. Terimakasih ya” ucap aku pada semua orang yang sudah membantu aku.


“Iya nona” jawab semua orang.


“Cantik...” bisik Mike pada Ken.


Ken tidak ada berkedip setelah melihat aku keluar dari dalam kamar “bos... bos...” panggil Mike.


“Ah iya..” jawab Ken.


“Mari bos, acaranya sudah mau di mulai. Jangan sampai nanti orang salah pasangan yang mau nikah lagi” ucap Mike sambil bercanda.


“Apaan sih lo, gak lucu” Ken melihat Mike.


“Semuanya terimakasih banyak sudah membantu kita. Silakan nikmati hidangan yang sudah ada dibawah” ucap Mike pada semua orang.


“Baik tuan” jawab semua orang.


Semua orang langsung pamit untuk keluar. Mereka belum selesai pekerjaan mereka, sebab nanti masih ada resepsi yang akan membuat mereka sibuk lagi. Lagian Ken sudah membayar mereka mahal untuk Laili.


Setelah semua keluar, aku, Ken, Mike, dan Dea juga langsung keluar menuju tempat acara. Sampai disana semua orang melihat pada kita semua. Sebab tidak hanya karena penampilan kita, tapi juga karena Ken memang bukan orang sembarangan.