
FLASHBACK 1 bulan yang lalu
William, semenjak pergi beberapa bulan yang lalu dia tidak pernah menghubungi aku. Aku tidak tahu bagaimana kabarnya disana. Aku juga tidak pernah bertemu dengan keluarganya.
Seperti yang aku dengar, satu bulan yang lalu keluarganya tiba-tiba saja pergi dari kampung aku. Aku tidak tahu mereka pergi kemana, sehingga beberapa minggu kemudian aku mengetahui mereka sudah pindah ke kota lain yang jauh dari kota aku.
Rumah, tanah, dan sawah yang mereka punya sudah di jual mereka. Aku tidak tahu sama siapa mereka menjualnya saat aku berusaha untuk ingin mengambilnya.
Ternyata tepat satu bulan yang lalu terjadi kejadian yang tanpa diduga sama William di Malaysia.
#Malaysia
William sudah kembali saat komanya satu bulan. Dia juga sudah diberikan ponsel sama nomor baru oleh bosnya. Ketika dia sedang jalan-jalan disana bersama rekan kerjanya, mereka pergi ke club.
William sebenarnya sudah lama meninggalkan kegiatannya itu. Dulu dia memang suka mabuk-mabukan dan main perempuan sesuka hatinya. Semenjak dia dekat dengan aku, dia mengubah sifat buruknya itu.
Karena paksaan dari rekan kerjanya terpaksa dia ikut ke sana. Ternyata rekan kerjanya itu menjebak dia dengan anak rekan bisnis bosnya. Dia memberikan minuman memabukan yang sudah dimasukan obat perangsang di dalamnya.
Sebenarnya William sangat kuat minum dan tidak akan bisa membuatnya mabuk. Tapi karena minuman yang sudah diminumnya itu memiliki obat perangsang yang kuat, membuatnya pinsan.
Lalu rekan kerjanya itu membawanya dan anak rekan bisnis bosnya itu ke salah satu kamar hotel yang dipunyai oleh rekan bisnis bosnya itu. Sehingga melakukan hubungan yang tidak seharusnya disana. Sebab efek dari obat perangsang yang sudah sama-sama mereka minum.
Pagi harinya mereka berdua masih tidur di kamar hotel tersebut tanpa menggunakan apapun. Tiba-tiba datang rekan bisnis bosnya itu dengan bosnya itu bersama beberapa pengawal menerobos masuk.
Mereka berdua yang tertidur langsung kaget melihat mereka masuk. Mereka berdua masih merasa kepala mereka pusing dan tidak ingat dengan apa yang terjadi.
Lalu mereka saling lihat dan kaget “ah....”
“Apa yang sudah kalian lakukan?” teriak daddy dari wanita yang sudah dia tiduri tersebut.
Perempuan tersebut yang bernama Uqaisya dan sering di panggil dengan Qasya hanya bisa menangis. Sebab dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi semalam. Tapi dia merasa sakit dibagian pahanya.
“Kalian berdua bersih-bersih dan datang ke ruangan saya” bentak daddy Qasya yang pergi meninggalkan kamar tersebut bersama bosnya William.
Semua orang langsung meninggalkan William dan Qasya di kamar tersebut. Kemudian mereka langsung bersih-bersih dan memakai baju mereka kembali.
“Maaf...” hanya kata itu yang bisa dikatakan oleh William.
“For what!” Qasya melihat William.
“Dengan semua yang terjadi. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi semalam” ucap William.
“Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Saya sendiri juga tidak mau itu terjadi, sekarang saya tidak tahu apa yang harus saya katakan sama daddy”.
Mereka langsung masuk ke ruangan daddy Qasya yang disana sudah di tunggu oleh bosnya William juga. Mereka langsung duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
“Jelaskan ini semua Wil” ucap bos William yang bernama Keanu atau Mr. Ken sambil meletakan foto-foto William bersama Qasya.
William dan Qasya kaget melihat semua itu. Sebab memang benar mereka sering bertemu dan tidak sengaja bertemu juga di club. Saat itu Qasya datang kesana untuk merayakan ulang tahun temannya yang dirayakan disana.
“Bos, ini bukan seperti yang bos bayangkan” bantah William.
“Maksud kamu apa, aku tidak mau tahu. Pokoknya kalian akan saya nikahkan secepatnya” ucap Ismail daddy Qasya.
“Iya, kalian harus menikah, titik” Ismail pergi dari ruangan tersebut.
William melihat Keanu “bos.. bos Ken.. bantu saya, saya...” William tidak bisa melanjutkan ucapannya sebab dia memang salah juga disana.
Ken berdiri dan menepuk pundak William, dia juga meninggalkan ruangan tersebut. Dia langsung kembali ke rumahnya yang juga ada disana.
“Saya tahu kamu pasti tidak akan mau menikahi saya. Saya akan berusaha bicara dengan daddy. Kamu tidak harus melakukan itu, saya yakin semua itu pasti ada penyebabnya” Qasya juga pergi.
“Ah....” teriak William didalam ruangan tersebut.
William jalan menuju rumah bosnya, dia teringat dengan keluarganya dan aku. Dia memutuskan untuk menghubungi mereka dengan ponselnya.
“Assalamulaikum...” jawab ibunya.
“Waalaikumsalam, bagaimana kabarnya bu?”
“Baik. Wil, kemarin ibu ketemu sama Laili. Dia sekarang sudah bekerja di perkebunan dan supermarket. Dia juga tinggal di perkebunan dan meninggalkan rumahnya di kota” cerita ibu.
William hanya diam mendengar cerita dari ibunya “dia juga memberikan kartu namanya sama ibu. Kamu harus menghubunginya, sebab dia menunggu kamu menghubunginya”.
“Hmz...”
“Sekarang yang ibu dengar, dia akan membangun peternakan di dekat perkebunan melanjutkan rencana ayahnya dulu. Tapi.....” ibu tidak bisa melanjutkan ceritanya.
“Kenapa bu?” tanya William yang penasaran.
“Seperti yang ibu dengar dari orang kampung, dia masih belum bisa membangunnya sebab investornya masih kurang. Ibu juga tidak paham dengan itu semua”.
“Iya benar yang dikatakan ibu investor”
“Kapan kamu akan pulang dan menghubunginya, sudah sebulan lebih kamu meninggalkannya tanpa kabar?” ucap ibu.
“Bu, jangan bilang sama Laili kalau aku menghubungi ibu ya. Nanti aku hubungi lagi ya bu, aku harus melanjutkan pekerjaan aku dulu” William langsung menutup panggilannya.
Beberapa hari kemudian William menemui bosnya di ruangan kerjanya. Sebelum masuk dia mengetuk pintu dulu, kemudian dia masuk setelah mendengar suara dari dalam.
“Kamu, silakan duduk!” perintah Ken.
William langsung duduk “ada apa?” Ken duduk di kursinya.
“Bos, apa yang harus saya lakukan. Tuan Ismail hanya memberikan saya waktu satu minggu?” William menunduk.
“Saya tidak tahu apa yang telah kamu lakukan itu kecelakaan atau beneran. Sebab semua bukti yang terlihat kamu memang sering keluar berdua dengan Qasya. Aku tahu kalau kamu keluar hanya karena perintah dari saya. Tapi yang kamu lakukan waktu itu, saya benar-benar tidak bisa terima”.
“Bos, bos kan tahu kalau saya sudah ada yang menunggu saya di kampung” William menatap Ken.
“Saya tahu, saya juga tahu kalau kamu sangat mencintainya. Tapi orang tua mana yang bisa menerima anaknya sudah di renggut kesuciannya dan bisa membuat malu keluarga. Lama kelamaan berita tersebut akan tersebar juga, makanya tuan Ismail memberikan kamu waktu seminggu” Ken menatap William.
William terdiam mendengar perkataan Ken “keputusan ada di kamu. Setelah kamu menikah dengan Qasya, kamu akan menetap disini dan membantunya dalam mengurus bisnis orang tuanya. Saya akan kembali lagi ke Indonesia dalam beberapa bulan lagi” lanjut Ken.
William masih diam.