MY DREAM

MY DREAM
17



Di dalam mobil “bos, kemana tujuan kita?” tanya Mike.


“KJ Bodygurth” jawab Ken sambil memainkan ponselnya.


“Baik bos” jawab Mike.


“Mike, bagaimana perkembangan pembangunan peternakan itu?”


“Sudah selesai pembangunannya bos, hewan-hewan untuk mengisi peternakan juga sudah tersedia. Pembukaannya seminggu lagi bos, setelah itu semuanya selesai bos” penjelasan Mike.


“Baguslah, akhirnya selesai juga” Ken masih fokus dengan notebook di tangannya.


“Apa bos akan hadir disaat pembukaan bos, sebab setiap gue datang nona Laili selalu menanyakan bos” ucap Mike.


Ken hanya diam “bos tidak akan menyesal datang kesana. Udaranya sangat fresh dan pemandangannya sangat indah. Apalagi kita langsung memakan buah-buahan yang langsung kita petik” cerita Mike.


“Mike... sudah berapa kali lo menceritakan itu semua sama gue. Iya gue akan datang, gue mau lihat tempat yang lo puja-puja tersebut” Ken sedikit sebal sama Mike yang selalu kagum dengan perkebunan aku.


Mike hanya tersenyum mendengar ocehan Ken yang sudah lama tidak dia dengar. Ken tidak hanya bos baginya, tapi saudara, kakak, dan juga sahabat untuknya.


Ken dengan Mike adalah saudara sepupu. Semenjak orang tua Ken meninggal, hanya keluarga Mike yang ada bersamanya. Ayah Mike adalah adik dari almarhumah mommy-nya Ken.


Ken tidak mempunyai kakak ataupun adik. Dia anak tunggal, sebab semenjak dia lahir orang tuanya tidak bisa lagi mengandung karena penyakit anemia yang dideritanya sudah semakin parah. Jadi dokter melarang mommy-nya untuk hamil lagi.


Sampai di kantor KJ Bodygurth, Mike membukakan pintu untuk Ken. Mereka jalan masuk kantor, semua karyawan langsung menyapa mereka dengan sangat ramah.


“Mike, panggil Dave untuk datang ke ruangan gue” Ken langsung jalan menuju ruangannya.


“Baik bos” Mike langsung pergi.


Tidak lama kemudian Mike dan Dave masuk, lalu mereka duduk di depan Ken. Dave tidak hanya orang kepercayaan Ken tapi juga teman seperguruan karate serta tekoundo ketika sekolah dan kuliah dulu.


“Bagaimana kabarnya bos, satu tahun meninggalkan Indonesia?” tanya Dave sambil duduk.


“Seperti yang lo lihat” Ken acuh.


Dave dan Mike sudah paham dengan sifatnya Ken yang begitu acuh dengan perhatian orang. Dia akan bersikap dingin pada orang yang tidak dia kenal. Dia juga akan bersikap keras pada orang yang telah menyakiti orang yang lemah dan terdekatnya.


“Dave, gue ingin memberitahu lo kalau William sudah tidak menjadi dari bagian ini lagi. Dia sekarang sudah menetap di Malaysia” ucap Ken sambil melihat dokumen yang ada di atas mejanya sebelumnya.


“Baik bos” jawab Dave.


Semua orang tidak akan pernah bertanya lagi apa alasannya. Sebab, jika Ken sudah mengatakan itu semua berarti pasti ada alasan yang tepat mengapa dia tidak berkerja. Meskipun mereka penasaran, mereka akan tetap membungkam mulut mereka untuk tidak bertanya lagi.


“Bagaimana dengan yang aku perintahkan satu tahun lalu. Apa kalian sudah tahu dimana gadis itu?” tanya Ken lagi.


“Masih sama dengan yang satu tahun lalu bos. Semenjak dia pergi satu tahun itu, dia sangat jarang kembali ke kampus. Setelah lulus dia juga langsung kembali ke kota kelahirannya dan tidak pernah kembali lagi” jawab Dave.


“Bagaimana dengan kota kelahirannya?”


“Kita hanya tahu nama panggilannya dan kota itu saja bos. Kuliah dimana dan tempat tinggalnya disini saja kita tidak tahu” lanjut Mike.


Keanu semakin pusing mendengar penjelasan dari Mike dan Dave. Sampai saat ini dia belum juga mendapatkan informasi mengenai gadis tersebut. Sebab sedikitnya informasi yang didapatkan dari daddynya sebelum meninggal.


“Mengenai tempat relawannya, bagaimana?” tanya Ken lagi.


“Semakin penasaran aku sama gadis ini, siapa dia sebenarnya yang rela menjaga mommy selama setahun dan rela mendonorkan darahnya selama lima tahun” kata hati Ken.


Ken menarik napas “kalian harus segera mendapatkan berita mengenai gadis tersebut” Ken berdiri.


Dave dan Mike juga berdiri “kita kembali ke mansion” Ken melihat Mike.


“Baik bos” jawab Mike.


Beberapa langkah jalan keluar, Ken berhenti dan teringat dengan perkataan William “Dave...”


“Iya bos”


Ken berbalik menghadap Dave “bisa lo cari informasi mengenai Thania dari sepuluh tahun belakangan ini. Apa saja kegiatannya dan siapa saja orang terdekatnya disana. Tapi kalau ini lo sendiri yang mencari tahu. Ayo Mike..” Ken kembali jalan.


Dave dan Mike kaget mendengar itu semua. Sebab tiba-tiba saja, dia ingin mencari informasi mengenai Thania. Sudah lima tahun mereka ingin mencari tahu tapi dilarang olehnya.


Dijalan menuju mansion Mike hanya diam, dia masih memikirkan apa yang dia dengar tadi. Ken yang di belakang juga heran melihat Ken yang banyak diam semenjak dari kantor.


Sampai di mansion “lo kenapa, Mike?” tanya Ken ketika jalan masuk mansion.


“Gue bingung sama lo yang tiba-tiba ingin mencari tahu soal Thania” ucap Mike.


“Gue penasaran saja, selama setahun ini dia tidak mau ketemu sama gue. Setiap bulan gue mau kesana, dia selalu melarang gue. Katanya dia lagi sibuk, makanya gue ingin mencari tahu” jawab Ken jalan masuk menuju kamarnya.


***


Aku sekarang sedang sibuk mengurus pembukaan yang sebentar lagi akan diadakan. Semua orang juga pada sibuk dalam persiapan itu semua.


Hari persiapan juga sudah tiba, sepuluh menit sebelum pembukaan datang beberapa mobil mewah memasuki lingkungan perkebunan dan peternakan.


Semua orang melihat ke arah itu “mas Bagas, apakah itu tuan Mike?” tanya aku sama mas Bagas.


“Sepertinya iya, tapi kenapa lebih banyak pengawalnya dari biasanya ya” mas Bagas juga bingung melihatnya.


Mike dan Ken beserta para pengawal sudah jalan menuju tempat acara. Bagas, Luna, dan Jihan kaget melihat seorang pengusaha muda dan terkenal hadir disana.


“Ly, itu tuan Johnson” bisik Jihan sama aku.


Aku kaget “apa?”


Mike dan Ken sudah sampai “selamat pagi nona Laili” sapa Mike.


“Pagi tuan Mike” aku tersenyum ramah.


“Bos, ini nona Laili yang pemilik dari usaha A Perkebunan, Nur Market, dan A Peternakan. Nona Laili ini tuan Keanu Johnson, yang nona kenal dengan tuan Johnson” Mike memperkenalkan kita.


“Keanu Johnson, bisa di panggil Ken” Ken mengulurkan tangannya.


“Laili Putri A, bisa di panggil Laili atau Ily” aku membalas jabatan tangan Ken.


Lalu aku memperkenalkan mas Bagas, mbak Luna, Jihan. Mas Tejo, dan keluarga aku yang lainnya. Ken menyambut tangan mereka dengan senang hati. Lalu Mike lanjut memperkenalkan investor yang lainnya yang juga ada disana.


Semua pengusaha yang ada disana terkejut semua melihatnya. Mereka tidak menyangka usaha yang hanya sepele tersebut didatangi investor dari pengusaha yang paling terkenal se-Indonesia.