
Aku menemui Ken yang masih menunggu aku di depan rumah bicara sama paman aku.
“Tuan, lebih baik tuan kembali ke pekerbunan aja deh” kataku.
“Tidak apa-apa, nanti aku bisa membantu kamu”
“Aku tidak akan kemana-mana, sebab aku akan tetap disini menemani Qori. Lagian Jihan butuh mobil aku untuk kesini nantinya”.
“Ya sudah aku kembali ke perkebunan” Ken pamit pada semua orang.
Beberapa hari kemudian mbak Raisa dan mas Rian kembali ke rumah. Mbak Raisa melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Adam.
Sehari kemudian Ken datang bersama Mike membawa hadiah untuk baby Adam. Tepatan juga disana ada mas Doni, kak Della, dan Kayla juga ada di rumah.
“Mas, aku mau ngomong sebentar boleh?” izin Ken pada mas Doni dan mas Rian.
“Mau ngomong apaan, Ken?” tanya mas Doni.
“Minggu besok aku dan Laili akan berangkat ke luar negeri selama satu bulan. Apakah mas mengizinkan Laili pergi dengan aku?” ucap Ken.
“Iya, Ily juga sudah bilang sama mas. Tapi kenapa selama itu?” tanya mas Doni.
“Sebenarnya kita akan bertemu dengan investor kuda disana mas. Aku juga ingin mengajak Laili liburan disana. Aku memang ada pekerjaan yang harus aku selesaikan juga”.
“Kalau mas sih gak masalah, jagain Ily saja” kata mas Rian.
“Mas juga tidak ingin melarangnya, Ken. Sebab sudah cukup Ily menderita selama ini. Mungkin memang sudah waktunya dia liburan. Terus bagaimana dengan pekerjaan disini?” ucap mas Doni.
“Semua sudah kita urus mas. Mike dan Jihan yang akan bertanggung jawab disini. Lagian sudah ada mas Angga, mbak Luna, dan Tejo yang akan membantu. Juga sudah ada beberapa kepercayaan aku lainnya”.
“Terus yang jagain kamu disana siapa?” lanjut mas Doni.
“Mas tenang saja, ada anak buah dan kepercayaan aku yang juga ikut”.
“Ken, bukannya Jihan akan menikah ya?” ucap mas Rian.
“Iya mas. Setelah kita kembali dia akan menikah. Lagian calon suami Jihan adalah orang kepercayaan aku dan akan ikut dengan aku kesana. Tapi mas jangan bilang sama Laili ya, dia belum tahu soal itu” kata Ken dengan pelan-pelan.
“Kenapa?” tanya mereka.
“Jihan yang akan bilang sendiri, nanti kita akan ketemu sehari sebelum kita berangkat” kata Ken.
Aku melihat mereka yang sedang bicara serius tapi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Aku sedang sibuk bermain dengan Qori dan Kayla di ruangan bermain.
***
Sebelum pergi aku mengadakan meeting bersama semua pekerja aku. Sebab aku akan meninggalkan mereka selama satu bulan. Kemudian aku packing dan akan siap pergi liburan sambil bekerja.
Aku sudah berada di rumah utama, mas Doni menghampiri aku “Ly, mas akan mengikuti apa yang menjadi keputusan kamu”.
“Maksud mas?” aku tidak paham dengan perkataan mas Doni.
“Apapun yang terjadi mas akan mendukung kamu. Mas hanya bisa berharap kamu bisa menjaga diri kamu dimanapun kamu berada”.
“Iya mas” aku langsung memeluk mas Doni.
Tidak lama kemudian datang Mike “assalamualaikum”.
“Waalaikumsalam” jawab semua orang yang ada di rumah.
“Mike, silakan masuk” kata mas Rian.
“Sendiri aja, Ken mana?” tanya kak Della.
“Bos sudah di Jakarta kak, dua hari yang lalu bos harus balik sebab ada kerjaan” jawab Mike.
Mike melihat barang bawaan aku “ini barang-barang nona?” tanya Mike padaku.
“Iya” jawab aku yang sedang menggendong baby Adam.
Mike memasukan barang-barang aku kedalam bagasi mobil dibantu oleh mas Rian. Kemudian aku langsung pamit pada keponakan aku dan kakak-kakak aku. Mereka melihat aku pergi diluar rumah.
Qori dan Kayla menangis melihat aku pergi. Aku langsung memeluk mereka dan menjanjikan akan sering menghubungi mereka.
“Jihan juga sudah di Jakarta Mike. Kemarin dia di jemput calon suaminya kata mas Tejo” ucap ku.
Aku masuk mobil dan pergi ke Jakarta. Tempat dimana aku menuntut ilmu beberapa tahun. Tempat dimana aku kehilangan bunda dan tempat yang mengajarkan aku banyak hal.
Aku berangkat ke bandara, Ken tidak mengizinkan aku pergi lewat jalur darat. Ken sudah mempersiapkan pesawat pribadinya untuk menjemput aku. Sampai di Jakarta sudah ada mobil yang menunggu aku dan Mike.
Di jalan “Mike kita kemana sekarang?” tanyaku.
“Kita ke mansion bos, nona” Mike melihat aku.
“Kenapa gak ke hotel saja?” aku tidak enak tidur di rumah Ken.
“Saya hanya menjalankan perintah nona. Kalau nona tidak mau, nanti nona bisa bicarakan dengan bos” ucap Mike yang melihat ke depan.
“Kamu kenapa sih selalu panggil aku dengan formal gitu. Sampai-sampai semua orang mengikuti kamu. Aku sudah bilang panggil nama aku saja sama dengan yang lain” aku bete karena Mike tidak pernah mau mengubah panggilannya ke aku.
“Maaf nona, saya tidak berani sama bos”.
“Terserah kamu deh” aku mengirim pesan pada Jihan kalau dia sudah di Jakarta.
Tidak lama kemudian kita sampai di mansion mewah Ken. Rumah itu sangat luas dan dikelilingi oleh tumbuh-tumbuhan. Jadi terasa sejuk berada di lingkungan rumah tersebut.
Aku langsung diajak masuk oleh Mike. Sampai di depan rumah begitu banyak pelayan yang menunggu aku.
“Oma ini nona Laili yang sering dibicarakan sama bos. Nona ini oma Lela kepala pelayan di mansion ini” Mike memperkenalkan kita.
“Laili oma, oma bisa panggil Ily” aku mengulurkan tangan.
“Iya nak, kamu memang cantik. Oma merasa pernah lihat kamu, tapi dimana ya” oma merasa pernah melihat aku.
“Mungkin bos pernah melihatkan foto nona Laili kali oma” ucap Mike.
“Iya mungkin saja” lanjut oma.
“Bos mana oma?” Mike mencari Ken.
“Ke kantor, tadi Ken sudah bilang sama oma. Nak Ily ikut oma yuk, oma akan mengantar kamu ke kamar kamu” ajak oma.
“Baik oma” jawab ku dengan tersenyum.
Oma mengantar aku ke kamar yang berada di lantai dua. Sedangkan Mike pergi menghubungi Ken kalau kita sudah sampai. Pelayan mengikuti aku dan oma dengan membawa barang-barang aku.
Oma membuka pintu kamar “nak, ini kamar kamu”.
Aku kaget, kamarnya sangat besar dan lengkap “ini beneran kamar buat aku oma. Ini tidak pantas dianggap kamar tamu oma”.
“Ini memang bukan kamar tamu, Ly. Ini kamar yang Ken siapkan untuk kamu” kata oma sambil membuka jendela kamar.
“Orang tua Ken mana oma? Aku juga tidak melihat foto mereka di sekeliling rumah ini?” tanya ku sambil duduk.
“Orang tuanya sudah meningal Ly karena sakit” jawab oma.
Datang pelayan membawa barang-barang aku “oma, ini barang nona Laili”.
“Iya, taruh saja disana” kata oma.
“Baik oma, kalau begitu saya permisi” pelayan langsung pergi.
Datang Mike “permisi nona, oma”.
“Ada apa Mike?” tanya oma.
“Nona silakan istirahat dulu, nanti malam saya akan mengantar nona menemui bos. Nona harus memakai baju ini” Mike memberikan paperbag pada ku.
“Apa ini Mike?” aku membukanya dan kaget meliht gaun yang sangat cantik.
“Nanti malam akan ada dinner nona, nona harus memakainya” ucap Mike.
“Tapi bukannya mau ketemu Jihan nanti malam?”
“Iya nona, Jihan akan ada disana. Kalau begitu saya permisi, oma..” Mike pergi.