MY DREAM

MY DREAM
16



FLASHBACK


William datang ke mansion Ismail, ketika sampai di mansion dia langsung disuruh masuk. Dia langsung menunggu tuan Ismail di ruang tamu yang ada di mansion tersebut. Beberapa menit kemudian datang Ismail dengan Qasya.


William langsung menunduk “ada apa kamu datang kesini?” tanya tuan Ismail.


William melihat mereka “saya sudah mengambil keputusan untuk akan menikahi Miss Qasya”.


“Bagus, bagaimana Sya?” tuan Ismail melihat anaknya.


“Qasya gak mau...” Qasya langsung meninggalkan mereka dan masuk ke kamarnya yang berada di lantai dua.


“Sya... Qasya...” panggil tuan Ismail.


Tuan Ismail melihat William “pokoknya apapun yang terjadi kalian akan tetap menikah secepatnya. Ingat, setelah itu kamu tidak diizinkan untuk kembali ke Indonesia”.


“Tapi tuan, keluarga saya bagaimana. Mereka hanya tahu kalau saya bekerja hanya setahun”.


“Kamu nggak usah khawatir, mereka akan tinggal di tempat yang seharusnya. Saya juga akan memberikan pekerjaan pada kedua kakak kamu dan suaminya. Saya juga akan menyekolahkan adik kamu sampai selesai”.


“Baik tuan” William terpaksa mengikutinya.


Jika William menolak, pasti akan ada masalah pada keluarganya. Sebab tuan Ismail bukanlah orang sembarangan. Dia tidak akan bisa mengelak dari tuan Ismail.


***


Beberapa hari sebelumnya Qasya sudah mencari tahu mengenai William. Dia sudah tahu kalau William sangat mencintai kekasihnya yang ada di kampungnya.


Sehari setelah pertemuan William dan tuan Ismail, Qasya meminta bertemu dengan William. Mereka akan bertemu di sebuah kafe biasa mereka bertemu.


“Ada apa kamu meminta bertemu?” tanya William.


“Saya tidak ingin melanjutkan pernikahan tersebut. Saya tahu kamu ada kekasih di kampung halaman kamu. Dia sekarang sedang menunggu kabar kamu sudah hampir satu bulan lebih. Aku tahu kejadian yang terjadi sama kita bukan ada sebabnya” ucap Qasya.


“Tapi daddy kamu sudah memutuskan bahwa kita akan tetap menikah. Aku tahu yang terjadi pada kita pasti ada orang dibalik semua itu. Kalau mengenai kekasih aku, mungkin aku memang tidak jodohnya. Dari awal hubungan kita memang sudah terhalang restu juga”.


“Pokoknya saya tidak bisa menikah dengan orang yang tidak mencintai saya. Apalagi orang itu ada seseorang yang paling dia sayangi di hatinya” Qasya langsung pergi meninggalkan William di kafe tersebut.


Beberapa minggu kemudian Qasya mengalami muntah-muntah dan sampai pinsan. Pembantu yang melihat Qasya pinsan di dapur langsung melaporkan pada tuan Ismail.


Qasya dibawa ke kamarnya dan tidak lama datang dokter untuk memeriksanya. Kemudian dokter pun memeriksanya, setelah diperiksa dokter memberitahukan tuan Ismail mengenai kondisi Qasya.


Tuan ismail kaget mengetahui bahwa Qasya lagi hamil tiga minggu. Dia langsung menunggu Qasya sadar dari pinsannya. Tidak lama kemudian Qasya sadar dan melihat daddynya ada di kamarnya.


“Dad... daddy...” panggil Qasya.


Tuan Ismail mendekati Qasya “kenapa sama Qasya, dad?” tanyanya.


Tuan Ismail menarik napas “inilah yang daddy takutkan, Sya. Kamu sedang hamil anaknya William tiga bulan” jawab tuan Ismail.


Qasya kaget “apa!”.


Pernikahan mereka diadakan dengan sangat mewah. Sebab tidak mungkin anak satu-satunya dari tuan Ismail mengadaka pernikahan sederhana. Keluarga William juga didatangkan ke Malaysia untuk melihat pernikahannya.


Meskipun mereka sangat kaget mendengar apa yang terjadi pada William, mereka tidak bisa marah. Karena semua itu adalah cobaan dan sudah menjadi takdirnya. Mereka juga sudah tahu kalau hubungan William dengan aku memang tidak mendapatkan restu dari keluargaku.


Beberapa hari setelah pernikahan tersebut, keluarga William kembali ke Indonesia. Sebab mereka tidak bisa tinggal lama disana dan mereka tidak terlalu tahu mengenai negara tersebut.


FLASHBACK selesai


William sudah ada di ruang kerja Keanu “ini...” William meletakan bukti yang membuat William dijebak sama Qasha saat malam itu.


William kaget “jadi bos...”


“Benar, semua itu jebakan. Maaf aku baru mendapatkan bukti itu semua semalam. Aku juga belum melihatkan sama tuan Ismail mengenai bukti ini. Nanti akan saya lihatkan, sebab ini semua adalah karena anak buahnya


dan sahabat Qasya sendiri”.


William sangat geram melihat semua itu “sekarang apa yang mau kamu lakukan?” tanya Ken.


William tersenyum “bagaimana lagi bos. Sekarang saya sudah menikah dan punya anak. Tidak ada gunanya lagi untuk membalas semua ini. Terserah bos untuk memperlihatkan sama tuan Ismail atau tidak”.


Ken duduk di sebelah William “masih belum ada perubahannya?” tanya Ken.


William menggeleng “tetap berusaha, kamu sudah mengorbankan perasaan kamu dan meninggalkannya. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu. Aku juga minta izin besok akan kembali ke Indonesia” ucap Ken.


“Terimakasih semuanya bos dan bos masih ada janji sama aku, itu harus bos ingat”.


“Sebenarnya kalau itu aku tidak bisa janji, aku akan berusaha” Ken menepuk pundak William.


“Apa bos takut dengan nona Thania?” Thania adalah pacarnya Ken yang seorang model internasional.


Thania adalah seorang model internasional yang sekarang berada di Amerika. Dia tidak pernah kembali ke Indonesia, tapi hanya Ken yang selalu datang setiap bulan menemuinya.


Percintaan Ken juga tidak semulus kata orang. Dia tidak juga direstui oleh almarhum orang tuanya. Tapi Ken sampai sekarang belum tahu apa penyebab orang tuanya tidak merestui.


Kesalahan terbesar Ken adalah tidak ada bersama orang tuanya disaat terakhir mereka. Disaat mommy-nya meninggal Ken sedang berada di Eropa bersama Thania. Satu tahun kemudian daddy-nya meninggal, dia juga sedang bersama Thania di Amerika.


Ketika pergi dengan Thania, Ken selalu bertengkar dengan orang tuanya. Sebab orang tuanya selalu melarangnya untuk tidak berhubungan.


Tapi Ken masih bisa melihat daddy-nya disaat terakhirnya. Sehingga daddy berpesan padanya untuk menemui seorang gadis yang bernama Laili.


Sebab gadis itu yang rela menjadi relawan menjaga orang tuanya sakit setiap minngu. Dia juga yang selalu mendonorkan darahnya setiap bulan untuk mommy-nya. Sebab darah mommy-nya itu sangat langkah dan hanya gadis itu yang sedarah dengannya.


Ken terdiam mendengar perkataan William “entahlah, Wil. Sampai kapan aku akan menunggunya. Disaat aku mengajaknya untuk menikah, dia selalu menolak dan mementingkan karirnya”.


“Saran aku bos, lebih baik bos cari alasan orang tua bos melarang bos dengannya. Kemudian mencari gadis yang menjadi wasiat terakhir dari daddynya bos” saran William.


Ken tersenyum “aku berharap gadis itu adalah Laili yang sama dengan Laili aku. Sebab mendengar cerita dari bos selama ini sangat sesuai dengannya. Kalau benar dia, akan aku doakan bos dengannya berjodoh” gumam William dalam hatinya.


Ken sudah sampai di bandara, Mike sudah menunggunya di depan mobilnya. Setelah melihat bosnya keluar bandara dan menujunya, dia langsung membukakan pintu mobil. Kemudian Mike langsung masuk dan mengendarai mobilnya.