
Ken sudah datang, dia sedang bicara dengan para bodygurth dan Dave yang berada di parkiran. Ketika motor itu melaju dengan kencang, Ken dan semua orang melihat aku.
“Ly... awas...” teriak Ken.
“Nona... awas...” teriak Dave dan para bodygurth.
Sebelum aku menghindar motor itu sudah sampai di dekat aku. Motor itu langsung menabrak aku yang membuat aku terbanting beberapa meter.
Ken langsung mengejar aku sedangkan Dave dan para bodygurth mengejar motor tersebut. Tapi motor itu sudah pergi menjauh dan tidak bisa ke kejar.
“Ly..” Ken langsung menghampiri aku.
Aku sudah berlumur darah dan aku hanya bisa melihat Ken dengan samar-samar. Ken mendekati aku dan memegang kepala aku.
“Ayah, bunda, maafin Ily...” gumam aku dan aku langsung menutup mata.
“Ly, bangun....” ucap Ken.
Dave dan para bodygurth datang, tidak lama orang-orang yang mendengar kecelakaan pun pada berdatangan.
“Boss..” ucap Dave.
“Panggil ambulance Dave” perintah Ken.
“Kalau nunggu ambulance lama nanti bos, langsung saja kita bawa ke rumah sakit” ucap Dave.
“Siapkan mobil” Ken yang sangat khawatir.
“Itu sudah datang” Dave melihat bodygurth membawa mobil.
Ken langsung menggendong aku masuk mobil. Dave menggantikan bodygurth untuk membawa mobil.
“Kalian berdua cari orang yang pakai motor itu sampai dapat” perintah Dave sebelum masuk mobil.
“Baik bos” jawab para bodygurth.
“Dave, cepat..” teriak Ken dari dalam mobil.
Karena Ken sudah teriak Dave langsung masuk mobil. Dia melajukan mobil dengan sangat kencang menuju rumah sakit besar yang terdekat. Semua orang yang melihat langsung saling bicara.
Mereka membicarakan siapa aku yang kecelakaan. Melihat ada bodygurth dan penampilan aku dan Ken, mereka mulai berkata kalau Ken bukan orang sembarangan.
Sebenarnya acara makan malam yang dibuat oleh Ken bukanlah makan malam biasa. Semuanya sudah diaturnya, dia akan mengungkapkan perasaannya pada aku.
Ternyata apa yang terjadi sama aku bukan dalam dugaannya. Makan malam romantis yang di rencanakan gagal total karena aku kecelakaan.
Orang yang menabrak aku itu bukanlah tidak sengaja. Tapi memang sudah di rencanakan oleh seseorang. Orang itu sekarang sedang sembunyi di suatu tempat. Orang itu sedang menelvon dengan bos yang membayarnya.
“Bagaimana?” kata seseorang disana.
“Sudah selesai nona..” orang itu ketakutan.
“Bagus kalau gitu, uangnya sudah gue transfer. Mulai sekarang jangan hubungi gue lagi” orang suruhan itu mematikan telvonannya.
“Bagaimana ini, kalau bos tahu gue yang melakukan ini pasti aku akan mati ditangannya” gumam orang yang menabrak aku.
Ternyata orang itu adalah bodygurth Ken. Dia sekarang sedang sembunyi. Berarti orang yang menyuruhnya itu adalah Thania. Dia yang merencanakan semua ini untuk membuat aku kecelakaan.
Thania sedang berada di kamarnya, dia sangat senang mendengar aku sudah tertabrak. Tapi dia tidak memikirkan akibatnya nanti.
***
Aku sudah sampai di rumah sakit. Dave langsung memanggil perawat untuk membawa bankar. Sedangkan Ken langsung menggendong aku keluar mobil dan meletakan aku di bankar.
Aku langsung dibawa ke ruang IGD. Aku langsung di periksa oleh dokter. Ken dan Dave langsung menunggu aku di depan ruangan IGD.
Tidak lama dokter keluar dan memberitahu Ken mengenai kondisi aku. Aku akan melakukan operasi ringan karena kecelakaan tersebut.
Beberapa jam selesai operasi aku sudah dipindahkan ke ruang rawat. Aku masih belum bangun, mungkin karena efek operasi.
Dave menghampiri Ken yang sedang duduk “bos, mereka datang” Dave mengatakan kalau bodygurth datang.
Ken melihat mereka “kenapa kalian tidak menjaga Laili dengan benar. Saya sudah tugaskan kalian untuk menjaga dia dan selalu ada kemana pergi. Ini lihat yang terjadi” Ken marah.
“Bos, ini rumah sakit” ingat Dave.
“Kalian harus cari orang yang menabrak Laili sampai dapat. Sebelum dapat jangan pernah temui saya” Ken meninggalkan mereka.
Ken masuk ke kamar aku, Dave langsung menasehati para bodygurth. Mereka tahu ini semua bukanlah keinginan mereka. Mereka hanya menjalankan perintah dari atasannya. Makanya mereka bingung harus menjawab apa pada Ken.
Ken masih menatap aku, sudah subuh dia belum juga tidur. Ken masih menatap aku, pagi harinya Dave datang ke kamar aku.
“Bos, lo belum juga tidur?” tanya Dave.
“Gue gak bisa tidur” jawab Ken.
“Ini sarapan, lebih baik lo makan dulu” Dave meletakan makanan di dekatnya.
Tidak lama kemudian aku menggerakkan tangan. Ken melihat mata aku juga bergerak. Dia langsung mendekati aku.
“Ly...” ucap Ken.
Dave mendengar Ken menyebut nama aku, dia juga mendekati aku.
“Dave, panggil dokter” ucap aku sama Dave.
Dave langsung keluar memanggil dokter. Kemudian tidak lama dokter datang. Dokter langsung memeriksa aku. Kondisi aku sudah lebih baik dari sebelumnya.
Setelah dokter meninggalkan ruangan aku, Ken mendekati aku.
“Bagaimana keadaan kamu?” tanya Ken.
“Sudah lumayan baik kok, kamu kenapa pucat?” tanya aku dengan suara serak.
“Dia belum tidur semenjak kamu dibawa kesini semalam” Dave datang.
“Kenapa?” aku masih melihat Ken.
“Kamu yang buat aku khawatir. Sudah dibilang tunggu aku terus ngapain kamu pergi kesana dulu” Ken marah.
“Aku sakit kamu marah, beteh deh” aku cemberut.
“Lo sih, jelas-jelas dia baru saja sadar sudah lo marahi” ucap Dave.
“Maaf ya” Ken minta maaf.
“Lebih baik kamu istirahat deh, aku juga mau istirahat” aku langsung memperbaiki tidur aku.
Ken terus melihat aku yang sudah mulai tertidur. Lalu Dave mengganggunya “lebih baik lo mandi dan makan dulu. Itu Laili sudah sadar dan lebih baik”.
“Baiklah, lo sudah bawa baju ganti gue kan?” Ken melihat Dave.
“Itu semuanya disana” Dave menunjuk paper bag yang tidak jauh dari mereka.
Ken langsung mandi di kamar mandi yang sudah ada dalam ruangan tersebut. Dave keluar sebentar untuk menanyakan mengenai perkembangan para bodygurth mencari tahu mengenai orang yang menabrak aku.
***
Ternyata semua para bodygurth sedang berkumpul. Tapi mereka tidak melihat satu orang bodygurth. Semua orang bertanya-tanya kemana dia pergi.
Lalu temannya menjawab kalau dia minta izin pulang duluan karena orang tuanya sakit. Dia juga sudah minta izin sama Dave dan Dave juga sudah mengizinkannya.
Mereka terus mencari siapa yang menabrak Laili. Kalau sampai tidak ditemukan mereka akan mendapatkan masalah dari Dave. Tidak hanya Dave yang akan marah tapi Ken juga akan lebih marah.
“Darimana saja lo?” tanya Ken.
“Gue sedang mengurus pekerjaan lo sama William. Gue juga mengurus anak buah untuk mencari siapa yang menabrak Laili” Dave duduk.
“Lo belum kasih tahu Jihan kan kalau Laili kecelakaan” Ken melihat Dave.
“Belum, gue tahu lo khawatir. Tapi sebaiknya lo beritahu keluarganya, mereka sudah memberikan tanggung jawab sama lo” saran Dave.
“Nantilah, gue diskusikan dulu sama Laili” Ken menghampiri aku yang sudah mulai bangun.