
Mike sudah menunggu aku siap-siap. Selesai siap aku langsung turun menemui Mike di lantai satu sambil nelvon.
“Mike...” kataku.
“Baik bos, ini nona sudah siap” ucap Mike sambil menutup telvon.
Ternyata Mike sedang telvonan dengan Ken.
“Ayo nona. Bos dan semua orang sudah menunggu” ucap Mike.
Aku jalan mengikuti Mike. Mike membukakan pintu untuk aku. Kemudian Mike duduk di depan disebelah sopir yang membawa mobil.
“Mike, kok gak kamu yang bawa mobilnya?” tanya ku dijalan.
“Kalau disini tugas saya hanya menjadi asisten pribadi bos nona. Kalau yang menjadi sopir sudah ada orangnya” jawab Mike.
“Oh gitu. Kenapa Ken tidak kembali ke rumah Mike?”
“Bos tadi ada meeting nona, makanya bos tidak bisa langsung menemui nona”.
“Kalau sibuk kenapa gak tunda saja keberangkatan kita?”
“Kalau menunggu bos tidak sibuk, tidak akan ada waktunya nona. Bos selalu sibuk nona. Bos kalau tidak sibuk ketika memperingati hari kematian tuan besar dan nyonya, nona”.
“Kalau boleh tahu, kenapa orang tua Ken meninggal Mike?” aku penasaran.
“Nyonya meninggal karena penyakit nona. Saya lupa nama penyakitnya, yang saya tahu nyonya setiap bulan harus mendapatkan darah dari pendonor. Kalau tidak penyakit nyonya akan semakin parah. Kalau tuan saya lupa nona, nona bisa tanya sama bos” ucap Mike.
“Oh.. kok ceritanya sama dengan orang yang aku tolong beberapa tahun yang lalu” kataku dalam hati.
Tidak lama kita sudah sampai di sebuah gedung hotel bintang lima yang terkenal di Jakarta. Mike membukakan pintu untuk aku. Aku melihat begitu banyak para tamu datang. Seperti ada acara yang lebih besar didalam hotel ini.
“Ayo nona, bos sudah menunggu nona” ajak Mike.
“Mike, sebenarnya ada acara apa sih? Kok banyak sekali tamu yang datang” kataku sambil jalan masuk.
“Acara dinner nona, sekarang adalah ulang tahun Johnson Grup. Makanya nona disuruh bos pakai gaun ini dan bos tidak bisa menemui nona” penjelasan Mike.
“Oh.. kenapa gak bilang dari tadi sih. Aku gak ada mempersiapkan apa-apa” aku sebal.
“Bos tidak mengharapkan itu dari nona” Mike melihat Ken yang sedang bicara dengan papanya “nona, itu bos”.
Aku dan Mike jalan menghampiri Ken. Aku kaget melihat pakaian Ken, ternyata baju yang mereka pakai couple. Pantasan Ken menyuruh aku memakai baju itu.
“Bos..” ucap Mike.
Ken melihat kita “akhirnya kalian datang juga. Paman kenalkan ini Laili yang aku ceritain itu” Ken memperkenalkan aku.
“Cantik, apa kita pernah ketemu?” tanya paman.
“Terimakasih tuan, aku rasa baru sekarang kita ketemu” ucap aku.
“Mungkin iya” paman melihat Mike “hei anak nakal. Kamu beta ya tinggal disana, sehingga kamu gak tahu pulang”.
“Pa, jangan marah sama aku dong. Marah tuh sama si bos yang beri tugas” Mike menunjuk Ken.
Aku jadi bingung melihat mereka. Mike langsung berubah kalau ketemu dengan Ken dan orang yang dipanggil paman serta papa oleh Ken dan Mike.
Mike mendekati Ken “sepertinya Laili butuh penjelasana tuh, lihat raut wajahnya bingung” bisik Mike.
“Lo sih, udah gue bilang jangan terlalu kaku sama dia tapi lo gak dengar” balas Ken.
“Ly, ayo duduk dulu” ajak Ken.
“Kenapa kamu gak bilang kalau kantor kamu ulang tahun?” tanya aku sambil jalan duduk.
“Maaf, ayo duduk dulu” Ken menarik kursi untuk duduk oleh aku.
Semua orang pada melihat aku dan banyak kamera yang dari awal aku datang mengambil foto aku. Sebenarnya aku risih dengan semua itu, tapi bagaimana lagi sebab Ken adalah pengusaha terkenal.
“Mike tidak hanya asisten aku tapi juga sepupu dan sahabat aku. Itu adalah papanya Mike adik dari almarhumah mommy” jawabku.
“Oh.. pantasan, setiap kalian ketemu jarang bicara formal. Hanya sama aku aja Mike sialan itu yang formal” aku bete.
“Mike.. sekali lagi aku dengar kamu bicara formal sama aku, awas saja kamu ya” ancam aku melihat Mike.
“Maaf Ly, gue terpaksa. Kalau gue gak seperti itu nanti bawahan si bos juga gak sopan. Gue janji kalau kita berdua atau bersama Ken gue akan mengubahnya” ucap Mike.
Ketika bicara datang Jihan dengan tunangannya “bos..” ucap tunangan Jihan.
Ternyata yang menjadi tunangan Jihan itu adalah Dave. Orang kepercayaan Ken dan sahabatnya yang mengurus KJ Bodygurth.
Semua orang melihat “Jihan..” aku senang.
“Ly, kamu cantik bangat” Jihan memeluk aku.
Semua orang langsung berdiri “kok bisa kalian bersama?” tanya Ken yang pura-pura tidak mengetahuinya.
“Tuan, Ly, maaf ya aku bohong. Ini Dave tunangan aku, dia orang kepercayaan tuan Ken di KJ Bodygurth” ucap Jihan.
“Jadi, dia orang kamu juga?” aku melihat Ken.
“Iya. Aku juga gak tahu kenapa anak sialan ini tidak bilang sama aku kalau dia ada hubungan sama Jihan. Untung Mike pernah bilang sama aku kalau mereka ada hubungan” jawab Ken.
“Jadi semenjak kapan lo tahu?” Dave melihat Ken.
“Semenjak gue menjalin kerjasama dengan Laili. Lo jangan lupa deh siapa gue dan kebiasaan gue” ucap Ken.
“Mike... lo ya..” Dave melihat Mike.
“Sorry, gue gak bisa bohong sama bos gue” ucap Mike.
“Sudah, sudah, ayo pada duduk” paman menghentikan pertengkaran mereka.
“Sayang kenalkan ini paman Jaya papanya Mike dan adiknya mommy bos Ken” Dave memperkenalkan Jihan.
“Jihan om”.
“Iya, panggil paman saja sama dengan mereka” kata paman.
Kita semua langsung duduk, tidak lama kemudian acara dimulai. Keanu jalan ke podium untuk menyampaikan sepatah kata. Selanjutnya potong kue yang akan dilakukan Ken dengan tuan Jaya.
Setelah acara inti selesai, semua orang langsung makan malam bersama. Ken menghampiri semua para tamu untuk silaturrahmi. Begitu juga dengan paman Jaya, Mike, dan Dave. Tinggal aku dan Jihan disana sambil cerita-cerita.
Aku dan Jihan pergi ke toilet, ketika kita mau masuk aku mendengar beberapa orang gadis sedang membicarakan aku.
“Siapa gadis yang dibawa sama Ken itu tadi ya?”
“Sepertinya orang kampung”
“Tapi kelihatannya sangat spesial buat Ken, sebab langsung asisten Mike yang mendampingi”.
“Bukannya tuan Ken sudah ada tunangannya seorang model internasional?”
“Iya, lebih cantik dari pada gadis itu. Gadis itu karena make up saja cantinya, pasti aslinya buruk rupa”.
Jihan mendengar perkataan mereka ingin masuk langsung aku larang. Aku tidak mau acara Ken menjadi rusak karena masalah itu. Aku langsung mengajak Jihan untuk kembali masuk kedalam gedung.
“Seharusnya kamu biarkan saja aku melabrak mereka tadi, Ly” gerutu Jihan.
“Biarin saja, lagian aku juga tidak ada hubungan sama Ken” jawabku.
“Kamu bisa bohongi semua orang Ly. Tapi kamu tidak bisa bohongi aku sahabat kamu sendiri”.
“Sudah dong, kamu harus diam” aku melihat semua orang sudah duduk di tempat duduk.
Aku dan Jihan kembali duduk. Aku berusaha tersenyum, sedangkan Jihan kelihatan betenya. Ken, Dave, dan Mike melihat perubahan Jihan dan aku.