
Ketika aku masuk rumah, aku mendapatkan panggiln video call dari Qori. Aku langung duduk di ruang tengah dan melakukan video call.
Aku bicara dengan Qori sambil tertawa-tawa. Disana memang sedang kumpul, Kayla juga sedang berada di rumah.
Lalu datang Ken dan duduk di dekat aku. Dia memperhatikan aku tanpa mengganggu atau menghentikan aku. Tidak lama setelah itu akhirnya panggilan aku berakhir.
Aku langsung berdiri dan ingin masuk kamar “mau kemana” Ken menghentikan aku.
“Ke kamar, emang kenapa?” jawab aku cuek.
“Duduk bentar, aku mau ngomong?”
Aku kembali duduk “what?”
“Apa maksud perkataan kamu tadi?” tanya Ken.
“Kata yang mana?”
“Ketika kita makan di retoran tadi”
“Nggak ada”
“Oke. Sekarang aku yang bertanya. Dimana kamu bisa kenal dengan Thania?” lanjut Ken.
“Thania! Emang kamu kenal sama Thania?” aku bertanya balik.
“Kok setiap perkataan aku malah menjadi jebakan buat aku sendiri” kata hati Ken.
“Kok kamu diam, aku nanya, kamu emang kenal dengan Thania?” aku bertanya lagi.
Ken langsung salah tingkah “bukannya kamu yang kenalin tadi”.
Aku langsung tersenyum “kamu fikir aku bodoh. Terserah kamu aja, mau jelaskan langsung sama aku atau aku tinggal” aku berdiri.
“Iya ya, aku minta maaf. Aku akan jujur kalau aku memang kenal dengan Thania. Dia adalah mantan pacar aku yang tidak pernah di restui oleh almarhum kedua orang tua aku. Juga karena dia aku tidak pernah bisa melihat orang tua aku untuk terakhir kalinya” kata Ken dengan tegas.
Aku kaget mendengar penjelasan dari Ken “maksudnya?” tanya ku.
Lalu Ken menjelaskan semuanya, dari dia mulai pacaran. Sampai dia begitu bucin pada Thania. Hubungan mereka yang juga tidak mendapatkan restu dari orang tuanya. Dia juga tidak pernah melihat orang tuanya disaat-saat terakhir mereka sebab Ken selalu bersama Thania.
Ken juga menceritakan kalau dia sangat menyesal dan terpaksa melanjutkan bisnis orang tuanya sebab dia anak tunggal. Tidak lupa juga Ken menceritakan penyebab dia putus karena Thania selingkuh dan selalu main dengan banyak laki-laki.
“Kalau boleh tahu apa penyebab orang tua kamu meninggal?” tanya aku.
Aku yang sudah lama penasaran dengan semua itu akhrnya bisa juga mengetahuinya. Ken menceritakan semua penyakit almarhum kedua orang tuanya sampai meninggal. Sampai Ken menceritakan mengenai perempuan yang sedang dia cari sampai saat ini.
Saat itu aku belum terfikir bahwa perempuan itu adalah aku. Aku masih menutupi semuanya dan tidak mau tahu dengan kelanjutannya.
“Baiklah aku minta maaf sudah mengungkit masa lalu kamu. Aku harap kamu bisa menemukan perempuan tersebut. Kalau gitu aku masuk kamar dulu mau sholat” aku pamit.
“Iya” jawab Ken dengan mengangguk.
***
Beberapa hari kemudian Ken sedang mengurus pekerjaan bersama Dave di kantornya. Sebab kita akan meninggalkan Amerika dan terbang ke Paris. Sedangkan aku pergi dengan Galu untuk membeli beberapa oleh-oleh.
Ketika sampai di mall yang terkenal di Amerika, Thania juga datang dan langsung menemui aku.
“Hai Laili, kita ketemu lagi” ucap Thania.
“Hai juga” jawab aku sambil tersenyum.
Lalu datang Galu “nona..”
Aku dan Thania saling lihat “kenapa?” tanyaku.
“Kita disuruh bos ke kantornya” jawab Galu.
Sebenarnya kita sudah mengetahui kalau Thania sudah mengikuti kita dari awal kita sampai. Jadi aku hanya pura-pura tidak tahu kalau Thania ada hubungan dengan Ken begitu juga dengan Galu.
“Oh ya, tidak masalah” jawab Thania sebal.
Aku jalan duluan tinggal Galu yang bicara dengan Thania “nona, ingat kalau nona Laili bukan orang bodoh” kata Galu.
“Maksudnya!” Thania tidak tahu maksud Galu.
Galu tersenyum dan meninggalkan Thania. Dia melihat Galu dan aku saling tersenyum. Dia langsung mengejar kita yang sudah hampir sampai di parkiran.
“Laili, gue tahu lo pasti sudah tahu kalau gue ada hubungan kan sama Ken” kata Thania langsung.
Aku hanya diam dan melihat Galu. Galu hanya mengangkat bahunya karena tidak paham dengan perkataan Thania.
Aku tersenyum “akhirnya kamu tahu. Kalau aku tahu kamu mau apa?”.
“Oh.. jadi kamu pura-pura dari tadi sama gue. Baiklah, gue tidak akan pura-pura baik lagi. Gue tegaskan sama lo untuk meninggalkan Ken” ancam Thania.
“Itu aku rasa bukan masalah kamu deh kalau aku dekat dengan Ken. Kamu bukan siapa-siapanya lagi, lebih baik kamu yang menjauhinya” ucap aku.
“Gue sudah pernah ingatin lo untuk menjauh dari Ken. Lo lihat aja nanti kalau tidak ” Thania pergi.
“Sudahlah nona jangan difikirkan, ayo kita harus pergi” ajak Galu.
Aku dan Galu langsung masuk mobil. Kita langsung menuju kantor Ken. Sampai disana semua orang melihat pada ku. Sebab aku memang pertama kali datang kesana.
***
Hari ini adalah hari terakhir kita di Amerika. Kita akan langsung terbang ke Paris. Setelah kejadian yang terjadi sama aku dan Thania beberapa hari yang lalu. Thania membayar salah satu bodygurth Ken untuk menjadi mata-matanya.
Sebelum pergi kesana Ken sudah memberitahu Qasha kalau mereka akan jalan kesana. Sedangkan Qasha, William dan anaknya sudah berada di Paris. William tidak tahu kalau Ken akan datang bersama aku.
Beberapa jam perjalanan kita, kita sudah sampai di kota Paris. Kita langsung menuju hotel, sebab Ken memang tidak ada rumah ataupun apartemen disana. Pekerjaannya di kota Paris adalah baru, itupun kerjasama dengan Tuan Ismail ayahnya Qasha.
Tapi Ken langsung memesan ruangan president suit. Sebab tidak akan susah untuk dia berinteraksi dengan aku. Ruangan itu juga memiliki banyak kamar dan perlengkapan yang sangat cukup sama dengan apartemen.
“Ly, kita tinggal di hotel ya. Sebab kalau disini aku belum ada rumah ataupun apartemen” ucap Ken ketika jalan ke hotel.
“Tidak masalah kok. Kapan kita ketemu sama William dan istrinya itu?” tanya aku.
“Mungkin lusa, sebab besok kita akan meeting dengan mereka dulu. Kamu juga bisa istirahat, sekarang Dave yang akan menemani kamu disini”.
“Aku sendiri saja gak masalah kok. Nanti kamu sama siapa juga”.
“Kalau aku banyak bodygurth yang akan menemani aku. Kamu itu yang baru disini yang butuh teman”.
“Terserah kamu saja” jawabku tanpa membantah.
Kita sudah sampai di hotel. Kita turun dan langsung disambut sama seorang asisten Qasha. Dia yang mencarikan hotel buat kita.
“Mr. Keanu..” sapa wanita itu.
“Iya”
“Saya Nisa asisten miss Qasya”.
“Iya. Ini Laili” Ken memperkenalkan aku.
“Laili..” aku berjabat dengan perempuan yang bernama Nisa.
“Mari tuan ikut dengan saya” Nisa mengarahkan kita jalan masuk dan menuju kamar kita.
Setelah sampai di ruangan yang sesuai dengan permintaan Ken. Kita masuk dan memeriksa ruangannya. Setelah semuanya selesai Nisa langsung pergi meninggalkan kita untuk istirahat.