
Tidak lama terdengar orang yang mengetuk pintu “masuk..” jawab aku.
Mas Angga masuk dan langsung duduk di depan aku “ada apa Ly?”.
“Mas, temui bik Jum dan bilang untuk datang ke rumah utama lagi menjaga Qori. Kemudian bilang juga untuk membantu mbak Raisa apabila mbak Raisa tidak di rumah. Kalau dia di rumah tidak usah membantunya cukup menjaga Qori”.
“Iya Ly, tapi...”
Aku tahu apa yang difikirkan mas Angga “aku yang membayarnya. Setelah itu selidiki apa penyebab mbak Raisa dan mas Rian bisa tertipu”.
“Baiklah, saya permisi” Angga langsung pergi.
Ternyata mbak Raisa dan mas Rian itu tertipu oleh seseorang. Mereka kehilangan uang sebanyak ratusan juta karena katanya bisa investasi.
Ternyata karena itu dia tidak jadi mengundurkan diri dari perusahaan. Sebab tabungan mereka sudah habis karena membayar hutang. Pantasan waktu itu persediaan alat masak lengkap ketika aku masak.
Aku akan menyelidiki semua itu, siapa yang berani mengganggu keluarga aku. Selama ini tidak ada yang berani karena ayah, sekarang ada saja masalahnya. Mas Doni juga tidak ada ikut membantu dalam masalah ini.
Aku semakin bingung, apa mas Doni sudah tahu atau memang tidak ingin ikut campur. Apa mungkin juga mas Doni tidak dikasih tahu oleh mereka.
Kalau aku menghubungi mas, aku takutnya nanti mas memang belum tahu. Nanti mbak Raisa kena marah sama mas Doni. Lebih baik aku diam saja sampai aku menemukan penyebabnya siapa.
Bik Jum pagi-pagi datang ke rumah utama, dia mengetuk pintu. Tidak lama Rian membuka pintu rumah. Rian kaget melihat bik Jum ada di depan rumah.
“Bik Jum.. kok disini?” Rian heran.
Datang Raisa yang sudah siap-siap pergi ke rumah sakit “siapa mas?”
“Bik Jum” jawab Rian.
“Bik Jum, ada apa bik?” Raisa juga kaget.
“Apa boleh bibik masuk dulu, nanti di dalam bibik ceritain”.
“Oh iya bik, maaf. Silakan masuk” ucap Rian.
Mereka langsung masuk dan duduk di ruang tamu.
“Ada apa bibik tiba-tiba datang kesini?” tanya Raisa.
“Saya akan kembali bekerja disini membantu non menjaga Qori selama non dan aden ke rumah sakit. Saya akan kembali ke rumah ketika non dan aden sudah ada di rumah” cerita bik Jum.
Rian dan Raisa saling lihat “kita gak ada menyuruh bik Jum untuk kembali. Lagian kita tidak butuh orang untuk menjaga Qori kok bik” ucap Raisa.
“Non gak usah khawatir, bibik yang membayarnya adalah non Laili. Saya hanya ditugaskan untuk menjaga Qori non”.
“Laili...” ucap Raisa.
Ketika mereka sedang bicara, datang Angga “assalamualaikum”.
“Waalaikumsalam” jawab semua orang.
“Mas Angga, silakan masuk” ucap Rian.
Angga masuk dan melihat bik Jum yang sudah datang atas perintah dia kemarin. Angga langsung duduk di sofa yang kosong dekat bik Jum.
Angga langsung menceritakan semua maksud kedatangannya kesana. Kemudian Angga meminta biodata orang yang menipu mereka tersebut. Karena sudah dijelaskan oleh Angga mengenai bik Jum, akhirnya mereka menerima bik Jum untuk kerja sama mereka.
Setelah menjelaskan semuanya, Angga langsung pamit ke kantor. Qori juga sudah bangun dari tidurnya. Kemudian Raisa memberikan Qori pada bik Jum, lalu mereka langsung pamit pergi kerja juga.
***
Aku sekarang semakin sibuk dengan persiapan untuk membangun perternakan di sebelah perkebunan. Setelah mengontrol perkebunan aku diskusi dengan Jihan dan Tejo di kantor yang ada di perkebunan.
“Han, sudah dapat investor pembangunan sama pemasok hewannya?” tanya aku pada Jihan.
“Sebenarnya kemarin sudah Ly, tapi kembali kita diskusikan itu tidak sesuai dengan desaign yang kita punya”.
“Masalahnya apa?”
“Dia tidak mau membantu semua biaya pembangunan kita Ly” ucap mas Tejo.
“Kalau pemasok hewannya bagaimana?” lanjut aku.
“Kalau hanya hewan unggas dan ikan yang kita rencanakan dari awal sudah siap. Hanya tunggu investor untuk pembangunan saja aja lagi” ucap Jihan.
“Bagaimana kamu sama mas Tejo yang ketemu sama mas Angga untuk mendiskusikan semua ini lagi. Kalau kita tidak dapat investor, berarti pembangunan tidak bisa jalan” kataku sama Jihan dan mas Tejo.
“Oke, baiklah” jawab Jihan.
Jihan dan mas Tejo langsung berangkat ke kantor yang ada di kota. Aku juga berusaha untuk mencari investor dengan temannya ayah melalui catatan harian yang ayah tinggalkan.
Beberapa jam aku berusaha untuk membujuk mereka semua, tidak ada seorangpun yang bisa sepenuhnya. Mereka hanya bisa beberapa persen saja, sehingga aku masih butuh 60% lagi.
“Kalau dikumpulkan semuanya dengan dana yang aku punya berarti sudah 80%. Tinggal 20% lagi aku ingin mencari investor dari luar. Kalau aku saja yang mendanai semua pembangunan ini bisa. Tapi bagaimana dengan
hewannya....” gumam aku sendirian sambil memikirkan dana pembangunan tersebut.
Satu bulan kemudian pembangunan masih belum bisa terlaksana. Sebab aku masih kekurangan 20% investor yang aku punya.
Aku pusing memikirkan kekurangan tersebut, setelah aku selesai sholat aku langsung duduk melamun melihat foto almarhum orang tua ku. Tiba-tiba ponsel aku berdering, ternyata panggilan dari mas Angga.
“Assalamualaikum mas”
“Waalaikumsalam Ly, maaf ya mas ganggu pagi-pagi”
“Tidak masalah mas, ada apa?”
“Ly, mas hanya ingin memberitahu kalau kita sudah mendapatkan investor 20% tersebut”.
Aku kaget “yang beneran mas?”
“Iya Ly, kita sudah bisa memulai pembangunannya Ly. Mereka juga akan memberikan tukang terbaik untuk membangun perternakan tersebut, Ly”.
“Alhamdulillah mas. Kalau boleh tahu, siapa orang itu mas?”
“Ini perusahaan besar yang ada di pusat kota ‘Johnson Group’”
Aku kaget “apa! Mas yakin? Perusahaan besar tersebut yang membantu kita?”
“Iya Ly. Mas awalnya juga kaget. Asisten pribadinya langsung yang menghubungi mas barusan”.
“Baiklah mas. Kapan kita bisa ketemu sama mereka?”
“Mereka belum bisa ketemu dengan kita, Ly. Di awal pembangunan nanti mereka akan mengutus karyawannya untuk datang membantu kita. Sebab bosnya sedang tidak ada di negara kita”.
“Baiklah mas. Mari kita adakan rapat nanti di kantor di ibu kota. Aku akan datang bersama Jihan dan mas Tejo nanti”
“Baiklah, mas tutup ya, assalamualaikum”
“Waalaikumsalam” jawab ku.
Aku sangat bersyukur mendengar apa yang dikatakan oleh mas Angga. Kemudian aku langsung bersih-bersih dan bersiap untuk berangkat ke ibu kota.
Siang harinya aku, Jihan, dan mas Tejo sudah sampai di kantor. Kita langsung mengadakan rapat untuk membicarakan mengenai pembangunan. Pembangunan akan dilaksanakan seminggu kemudian.