
Pagi harinya Thania bertujuan akan menemui Ken di kantornya. Sampai disana dia langsung di usir oleh anak buah Ken. Tapi Thania masih keras kepala ingin masuk.
Galu keluar dari kantor, dia akan menemui aku atas perintah Ken. Galu melihat Thania yang berdebat dengan bodygurth.
Galu menghampiri mereka “ada apa ini?”.
Thania dan semua orang melihat Galu “ini bu, nona Thania memaksa masuk. Sudah dibilang kalau bos tidak ada, tapi masih keras kepala ingin masuk” jawab salah satu bodygurth.
“Baiklah, kalian boleh pergi” Galu menyuruh bodygurth pergi.
Thania melihat Galu “dimana Ken?”
“Dia gak ada disini, dia sedang berada di kantor James. Kalau mau ketemu lo langsung datang kesana saja” ucap Galu dan langsung pergi.
“Tunggu..” ucap Thania.
Galu berhenti dan melihat Thania “kenapa lagi?”
“Lo tahu wanita yang bersama Ken?” Thania menghampiri Galu.
“Kapan dia melihat bos sama nona Laili” kata hati Galu.
“Kok diam?” tantang Thania.
“Aghm... tunangannya bos. Mereka sepulang disini akan langsung mengadakan pernikahan. Mereka disini sedang mengadakan foto prewedding, lo lihat saja. Pernikahan mereka akan menjadi pernikahan of the year. Orang seperti lo gak sebanding dengan tunangannya bos” Galu memanas-manaskan Thania.
Thania sangat kesal mendengar perkataan Galu. Galu tersenyum dan langsung masuk kedalam mobilnya yang tidak jauh dari mereka berdiri.
***
Thania sudah meninggalkan kantor Ken, dijalan dia menghubungi Alberto. Dia menanyai bagaimana dengan rencana Ken selanjutnya. Kemudian Ken masih ada disana atau tidak.
Setelah mendapatkan semuanya Thania langsung pergi lagi ke kantor Ken. Dia akan menunggu Ken disana sambil sembunyi didalam mobilnya. Tidak lama dia disana Ken dan Dave keluar dari mobil.
Thania melihat mereka mau masuk kantor. Dia langsung berlari dan menghampiri mereka. Bodygurth yang melihat dia datang langsung cepat mencegahnya.
“Ken...” ucap Thania.
Dave dan Ken melihatnya “Thania...” ucap mereka bersama.
Ken memberikan kode pada Dave. Dave langsung menyuruh bodygurth untuk melepaskan Thania.
“Ada apa?” tanya Ken.
“Apa benar lo mau nikah?”
“Nikah?” Ken bingung.
“Iya, wanita kemarin yang bersama lo itu tunangan lo kan?”
“Omong kosong apa yang lo katakan, gue gak paham. Dave....” Ken langsung masuk.
“Ken... Ken...” panggil Thania yang ingin mengikuti Ken.
Dave langsung berdiri dihadapan Thania “awas!” kesal Thania.
“Lo gak bisa masuk. Dengar ya, kalau Ken mau nikah ataupun gak itu bukan urusan lo. Jangan karena sifat lo ini Ken mencabut kontraknya bersama James. Lo tahu kan jika itu sampai terjadi, apa yang akan terjadi sama lo” ucap Dave.
“Lo nyebelin” Thania langsung pergi.
***
Aku jalan-jalan bersama Galu sekretaris Ken. Kita mengelilingi tempat pembelajaan yang ada di Amerika. Karena Ken masih sibuk dengan pekerjaannya, makanya aku menikmati liburan bersama Galu.
Aku menunggu Galu yang sedang pergi ke toilet. Tiba-tiba ada seorang wanita yang tidk sengaja menabrak aku di depan toko pakaian yang baru saja kita lalui.
“Maaf..” ucap wanita itu sambil menolong aku membereskan belanja aku.
“Its oke” jawab aku sambil tersenyum.
“Ini” ucap wanita itu sambil memberikan beberapa paperbag.
“Terimakasih, kamu orang Indonesia?” tanyaku.
“Iya, nama saya Thania” ternyata wanita itu adalah Thania.
Thania beberapa hari ini memang sengaja mengikuti aku. Dia ingin memastikan kalau aku benar-benar tunangan Ken atau tidak.
“Aku Laili” balas aku.
“Senang berkenalan sama lo. By the way ngapain disini?” ucap Thania.
“Liburan sambil kerja. Kalau kamu?”
Thania melihat Galu jalan mendekati kita “gue harus pergi, nanti kita ketemu lagi ya” Thania pamit.
“Oh iya, sampai ketemu” ucap aku sambil tersenyum.
Galu melihat aku tersenyum dan melambaikan tangan pada Thania “siapa nona?”
“Siapa namanya tadi, aku lupa. Katanya orang Indonesia juga” jawab aku.
Aku bukannya pura-pura lupa dengan nama Thania. Tapi aku memang lupa dengan namanya, sebab aku tidak terlalu memperdulikan orang yang baru aku kenal.
“Oh.. seperti kenal” Galu seperti kenal dengan Thania.
“Maksudnya?” aku melihat Thania.
“Tidak apa-apa. Oh ya nona, bos Ken juga ada di mall ini. Mereka baru siap meeting bersama rekan bisnisnya. Kita disuruh menunggu disini. Sebab akan berlanjut meeting dan makan malam sama investor kuda” penjelasan Galu.
“Baiklah. Tapi sebaiknya kita cari foodcourt untuk duduk” kataku.
Jadi aku dan Galu mencari tempat duduk. Tidak lama Ken dan Dave datang. Ternyata Thania juga belum pergi, dia masih mengintip aku dari jauh.
“Assalamualaikum” ucap Ken.
“Waalaikumsalam” jawab aku dan Galu.
“Ini semua belanjaan kamu?” tanya Ken melihat belanjaan aku.
“Iya, kenapa?” aku melihat Ken.
“Tidak apa-apa. Tumben saja seorang Laili shopping sebanyak gini” Ken heran.
“Bosan saja. Jadi Galu ngajak kesini dan berikan kredit card kamu, ya kesempatan dong. Aku puas-puasin belanja sekalian beli oleh-oleh, emang gak boleh?” aku masih menatap Ken.
Ken tersenyum dan langsung mengusap kepala aku “boleh dong. Ayo kita berangkat”.
Thania melihat semua yang dilakukan Ken pada ku. Dia jadi iri dan kesal melihat Ken. Sebab ketika dengan dia Ken tidak pernah melakukan itu.
“Dave, bawa semuanya” perintah Ken.
“Iya bos” jawab Dave.
Kita jalan beriringan “lapar gak?” tanya Ken padaku.
“Lapar sih. Kita langsung kesana atau sholat dulu?”
“Sholat dulu”
“Tapi aku sedang gak sholat”
“Kita langsung kesana saja”
“Kamu gak sholat?”
“Sholat, disana saja. Biasanya kamu yang gak suka sholat di tempat makan. Katanya gak akan khusuk sebab memikirkan makan atau sholat. Alasan macam apa itu?”
“Biarin..” ucap aku.
Kita sudah sampai di parkiran “Dave bawa belanja itu ke mobil Galu. Kalian langsung pulang, gue akan pergi berdua dengan Laili” perintah Ken.
“Baik bos” jawab Dave dan Galu.
Dave dan Galu masuk kedalam mobil Galu. Mereka akan langsung pulang. Sedangkan aku dan Ken akan pergi meeting berdua saja.
“Kenapa mereka gak ikut?” tanyaku didalam mobil.
“Kasihan mereka yang kerja sudah seharian. Lagian Dave akan nelvon sama Jihan membicarakan persiapan pernikahannya”.
“Oh benar juga sih. Kenapa kita harus meeting malam-malam sih?”
“Mereka mengajak kita makan malam bersama. Katanya mereka baru buka restoran beberapa bulan yang lalu”.
“Oh gitu” ucap aku.
Aku melihat jam tangan “Ken, lebih baik cari masjid terdekat deh. Waktu sudah mau habis ini”.
“Disekitar sini gak ada masjid, Ly. Sebentar lagi kita sampai di restorannya kok”.
Jadi terpakasa Ken menambah kecepatan mobilnya menuju restoran. Sebab waktu sholat maghrib sudah mau habis. Hanya butuh beberapa menit mereka sampai di restoran.
Kita masuk restoran dan langsung mencari tempat duduk. Kemudian Ken pergi sholat di tempat yang disediakan disana.