
Dave dan orang yang bersamanya melihat kita, mereka tersenyum ketika kita sampai.
“Malam?” ucap mereka.
“Malam” jawab aku dan Ken.
“Ly, kenalkan dia adalah Galu sekretaris aku disini. Galu kenalkan ini Laili” Ken memperkenalkan aku.
“Galu”
“Laili”
Kita saling salaman.
“Ly, nanti selama kamu liburan disini Galu yang akan menemani kamu” Ken melihat aku.
“Kamu ngapain saja?” tanyaku.
“Aku kan ada kerjaan yang harus aku kerjakan. Nanti kalau aku tidak sibuk aku yang akan menmani kamu” Ken.
“Terus kerjaan kita ketemu sama investor bagaimana?” tanyaku lagi.
“Iya, nanti kalau sudah ketemu mereka aku kasih tahu. Disaat aku kerja kamu bisa jalan-jalan dengan Galu”.
“Ya terserah kamu aja. Lagian kalau aku nolak juga gak ada gunanya” aku langsung menunduk.
“Galu nanti lo harus menjaga nona Laili dengan baik. Lo lihat kan mereka bagaimana” bisik Dave.
“Iya, gue paham” jawab Galu.
“Ayo makan. Kamu juga harus minum obat kan” Ken mengambil makan buat aku.
“Aku bisa sendiri, lagian tangan aku gak sakit. Yang sakit hanya kaki aku” aku bete.
Ken terpaksa meletakan kembali sendok dan membiarkan aku mengambilnya. Dave dan Galu hanya melihat aku dan Ken berdebat.
Aku melihat mereka “kalian gak makan?”
“Iya nona” jawab Dave dan Galu gugup.
Kita lanjut makan malam bersama. Selesai makan malam aku duduk di ruang tengah sambil menonton. Sedangkan Ken bersama Dave dan Galu ada di ruang kerja Ken. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
Tidak lama kemudian mereka keluar dari ruangan itu. Dave dan Galu langsung pergi meninggalkan rumah. Sedangkan Ken melihat aku dan langsung menghampiri aku.
“Sudah minum obat dan oles saleb?” tanya Ken.
“Sudah” jawab ku jutek.
Aku melihat Dave pergi dan langsung bertanya “Dave kemana?”
“Dia sedang bicara sama anak buahnya di luar. Kalau Galu sudah pulang ke apartemennya” Ken duduk disebelahku.
“Oh..”
Ken tahu apa yang aku pikirkan mengenai Dave dan Galu “kamu gak usah khawatir. Dave dan Galu sepupu, mereka tidak ada hubungan apa-apa. Galu adalah cewek incaran Mike tapi sampai sekarang Galu masih menutup diri pada Mike”.
“Kok kamu tahu apa yang aku fikirkan?” aku heran.
“Saat makan tadi aku sudah lihat kamu seperti curiga sama mereka yang begitu dekat. Jadi kamu gak usah khawatir, sahabat kamu tidak akan dikhianatinya” lanjut Ken.
Ketika kita ngobrol datang pembantu membawa minuman dan kue untuk kita.
“Bik, minuman ini ganti satu ya. Ganti dengan hot cokelat. Ingat nona Laili tidak minum kopi” kata Ken pada pembantu yang membawa kopi untuk kita berdua.
“Baik tuan. Maaf ya nona” ucap pembantu.
“Tidak masalah bik, bibik kan tidak tahu” ucap aku.
Sebenarnya aku bingung dengan hubungan aku dengan Ken. Kita hanya rekan kerja tapi perilakunya tidak seperti kepada rekan kerja. Malahan jika orang-orang melihat pasti mengira kalau kita ada hubungan yang spesial.
Aku juga tidak tahu harus menanggapinya bagaimana. Dibilang aku tidak suka di perhatian tidak juga. Aku sebenarnya suka tapi aku takut kecewa nantinya. Begitu sakitnya saat William meninggalkan ku dan menikah dengan orang lain.
***
Ken sudah melakukan pekerjaannya bersama Dave. Sedangkan aku masih di rumah sendiri. Sebab Ken belum mengizinkan aku untuk pergi sebelum dokter mengatakan kaki aku sembuh total.
Beberapa hari kemudian kaki aku sudah lebih baik. Aku juga sudah datang ke rumah sakit bersama Galu. Dokter juga sudah mengatakan kalau kaki aku sudah sembuh. Aku sangat senang dan langsung menghubungi Ken.
Beberapa kali aku mencoba menghubunginya tapi tidak diangkatnya. Aku kesal kemana dia sebenarnya sampai tidak bisa mengangkat panggilan aku.
“Mungkin sedang meeting nona” Galu juga tidak yakin dengan jawabannya.
“Kita ke kantornya” kata aku.
Terpaksa Galu mengikuti apa yang aku katakan. Galu berusaha mengirim pesan pada Ken dan Dave. Tapi mereka sama-sama tidak ada merespon.
Ken dan Dave sedang berada di perusahaan James. Mereka akan membicarakan mengenai bisnis Ken bersama James. Sebab konttrak mereka sudah habis, apakah akan dilanjutkan atau bagaimana.
Dave melihat ponselnya, dia kaget melihat pesan dari Galu. Dave langsung mengatakan sama Ken yang sedang bicara sama James.
“Laili marah-marah sama lo sebab gak lo angkat panggilannya. Dia sedang jalan ke kantor sekarang” bisik Dave.
“Kita pergi sekarang” jawab Ken.
Ken langsung minta izin pada James untuk pergi. Mereka akan menunda mengenai kontrak pekerjaan mereka. Alberto bertanya-tanya kenapa Ken tiba-tiba pergi belum selesai pembicaraan mereka.
“Jam berapa sekarang Dave?” tanya Ken pada Dave jalan menuju mobilnya.
“Sudah masuk makan siang” jawab Dave.
“Bilang sama Galu untuk bertemu di restoran biasa, kita makan siang disana” perintah Ken.
“Baiklah” Dave langsung menghubungi Galu.
***
Aku dan Galu sudah sampai di restoran. Kita langsung masuk dan menunggu di tempat yang sudah di pesan sama Galu ketika dijalan.
“Mana mereka Galu?” tanya ku.
“Bos lagi dijalan nona, kita tunggu saja. Sebentar lagi mereka akan datang” ucap Galu.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dan langsung menuju meja kita.
“Maaf ya” ucap Ken.
“Kamu kemana saja sih, dihubungi gak di angkat. Aku sudah dari dokter dan dokter sudah bilang kalau kaki aku tidak apa-apa” ucap aku.
“Alhamdulillah. Setelah itu kamu mau kemana?” tanya Ken.
“Aku mau jalan-jalan tapi sama kamu, aku sudah bete dari kemarin di rumah saja”.
“Baiklah” Ken menuruti keinginan aku.
“Galu suruh mereka membawa makanannya” perintah Ken pada Galu.
“Baik bos” Galu langsung pergi.
Ketika itu ponsel Dave berdering, ternyata panggilan dari Jihan. Dia langsung pergi meninggalkan aku dan Ken.
“Sebenarnya kamu kemana tadi?” tanya aku lagi sama Ken.
“Aku ada meeting bersama rekan bisnis di kantornya. Makanya aku minta Galu membawa kamu kesini”.
“Okelah”.
Setelah itu makanan sampai dan kita makan siang bersama. Selesai makan Ken meminta Galu untuk kembali ke kantor bersama Dave. Aku akan pergi jalan-jalan berdua saja dengan Ken.
Ketika kita jalan keluar dari restoran dan kita pisah naik mobilnya. Ternyata Thania mantan pacar Ken datang bersama Alberto. Mereka keluar dari mobil dan aku sama Ken masuk mobil meninggalkan restoran.
Thania melihat Ken “itu bukannya Keanu, babe”.
“Iya. Dia memang sudah kembali kesini beberapa hari yang lalu”.
“Lo tahu siapa wanita bersama Ken?”
“Mana gue tahu”
“Emang ada apa Ken kembali lagi kesini?” Thania kepo.
“Kan kontrak kerja bersama si bos sudah selesai. Jadi dia datang ingin membicarakan mengenai itu. Tapi tadi pembicaraan belum selesai dia langsung pamit pergi setelah Dave memberitahunya sesuatu” penjelasan Alberto.
“Apa?”
“Mana gue tahu, gue gak nanya. Ayo masuk” Alberto mengajak Thania masuk.
Thania masih ingin tahu siapa wanita bersama Ken. Dia mengira wanita itu bukan orang sembarangan sebab sangat berbeda dari wanita yang disukai Ken selama ini.