
Masih FLASHBACK
William terdiam mendengar perkataan Ken “keputusan ada di kamu. Setelah kamu menikah dengan Qasya, kamu akan menetap disini dan membantunya dalam mengurus bisnis orang tuanya. Saya akan kembali lagi ke Indonesia dalam beberapa bulan lagi” lanjut Ken.
“Bos, kalau saya terima bagaimana dengan keluarga saya dan Laili?” William bertanya.
“Laili?” Ken kaget dengan nama aku yang disebutkan oleh William. Dia merasa familiar dengan nama aku, tapi dimana dia mendengar nama aku tersebut.
“Bos kenal dengan Laili?” tanya William.
“Nggak, saya merasa pernah dengar saja tapi lupa dimana” ucap Ken.
“Oh...”
“Jadi nama pacar kamu itu Laili?” tanya Ken lagi.
“Iya. Namanya Laili Putri A, sekarang dia menjalankan sebuah usaha perkebunan dan supermarket di kota kelahiran saya, bos. Dia .....” William lalu menceritakan mengenai aku dan percintaan kita yang tidak direstui.
“Terus, apa yang kamu mau?” tanya Ken setelah mendengar cerita tentang aku.
“Saya ingin bos membantu saya untuk menjaga dia dan keluarga saya. Apalagi membantu urusan bisnisnya yang sekarang sedang ada masalah” ucap William.
“Kenapa harus aku?”
“Bos yang terbaik. Kemudian pindahkan keluarga saya dari kampung ke kota lain yang jauh dari Laili. Nanti akan saya beritahu sama keluarga saya apa yang terjadi dengan saya disini”.
“Kenapa nggak kamu beritahu juga sama Laili. Aku gak mau suatu saat dia salah paham. Apalagi kalau dia tahu dari orang lain” Ken berusaha menasehatinya.
“Bos, lebih baik saya menjauh dari dia. Apalagi kami tidak direstui, aku tidak mau dia semakin membenci keluarganya. Hanya mereka satu-satunya keluarga yang dimilikinya sekarang. Biarkan saja dia membenci aku sampai kapanpun, bos” William bersedih.
Ken masih diam.
“Pleass, bos. Saya mohon sama bos untuk membantu saya sekali ini saja” William memohon pada Ken.
“Oke, baiklah. Aku akan membantu kamu. Ingat, suatu saat jika ada terjadi sesuatu aku tidak akan pernah ikut campur” ucap Ken.
“Terimakasih banyak bos” William sangat senang.
Setelah meminta bantuan sama Ken, dia langsung meninggalkan ruangan tersebut. Kemudian Ken menghubungi asisten pribadinya yang ada di indonesia untuk mencari tahu mengenai Laili dan keluarga William. Dia juga meminta asistennya untuk membantu usaha Laili dengan cara apapun.
William langsung datang ke mansion Ismail untuk bertemu dengannya. Dia akan membicarakan bagaimana keputusannya. Dia sudah memutuskan untuk menikahi Qasya dan akan membantu urusan bisnis keluarganya.
Keputusan William diterima dengan baik oleh tuan Ismail. Tetapi Qasya langsung menolaknya dengan mentah-mentah. Dia tidak mau menikah dengan William yang masih menyimpan rasa untuk wanita lain.
FLASHBACK Selesai.
Pembangunan sudah mulai dilaksanakan, semua orang sudah berkumpul untuk membantu. Termasuk masyarakat kampung pun juga ikut membantu dalam proses pembangunan.
Perwakilan dari Johnson Group datang dengan beberapa orang. Mereka sudah jalan menuju tempat pembangunan peternakan. Ternyata perwakilan dari Johnson Group adalah asisten pribadinya yang bernama Mike.
“Ly, kenalkan ini tuan Mike asisten pribadi dari tuan Johnson. Tuan Mike ini Laili yang punya usaha perkebunan dan peternakan ini” Angga memperkenalkan mereka.
“Mike...” Mike mengulurkan tangannya.
“Laili...” menjabat tangan Mike “selamat datang tuan”.
“Terimakasih. Pemandangan disini sangat bagus dan udaranya juga masih sangat fresh. Kalau bos datang kesini past dia akan senang dan punya ide yang lebih menakjubkan lagi” gumam Mike.
Laili, Angga, dan Jihan yang ada disana hanya tersenyum melihat Mike. Kemudian mereka menemani Mike berkeliling dan menikmati buah-buahan yang masih fresh disana.
***
Beberapa bulan kemudian...
“Ly, ada yang telvon..” Jihan memberikan ponsel aku.
Aku mengangkatnya “iya mas” ternyata Bagas yang telvon.
“Besok datang ke kantor ya, kita akan mengadakan rapat dengan tuan Mike mengenai pembangunan peternakan”.
“Iya mas. Mas, apa besok bos mereka akan datang juga?”
“Mas rasa nggak Ly. Sebab tuan Johnson masih di luar negeri. Mungkin ketika peresmian dua bulan lagi dia datang”.
“Oh gitu ya mas. Baiklah..”
Kemudian mas Angga menutup panggilannya dan aku kembali memberikan ponsel aku sama Jihan. Aku langsung terfikir dengan William yang masih belum menghubungi aku. Sudah 10 bulan dia tidak menghubungi aku semenjak dia pergi.
Jihan melihat aku yang melamun “ly... Ily...” panggil Jihan.
“Ah iya, kenapa?” aku melihat Jihan.
“Kenapa?”
“Tiba-tiba saja aku terfikir sama William, dua bulan lagi tepat satu tahun dia pergi meninggalkan aku tanpa kabar, Han” aku lanjut jalan menuju kantor.
Jihan mengikuti aku “apa kamu gak ada niat untuk mencari yang lain, Ly?”
“Untuk saat ini belum sih. Kamu saja yang cari, lagian semenjak kuliah aku gak lihat kamu punya pacar”.
“Eh kok malah aku sih, kita kan lagi bicarain kamu” Jihan jadi salah tingkah.
“Ya sudah kalau gitu” aku jalan terus.
Ketika aku sampai di kantor, disana aku melihat Qori dan Kayla sedang main bersama bik Jum dan mama kak Della.
“Qori.. Kayla..” ucap aku.
“Unty...” teriak mereka.
Aku langsung memeluk mereka, mereka juga langsung mencium aku begitu juga sebaliknya. Kemudian mengajak mereka ke penginapan yang ada di sebelah kantor. Aku langsung main sama mereka.
Aku menghampiri bik Jum dan mama kak Della yang duduk tidak jauh dari kita main. Qori dan Kayla lanjut main bersama Jihan.
“Bagaimana kabarnya tante, masih sakit?” aku bertanya pada mama kak Della.
“Alhamdulillah sudah lebih baik, terimakasih ya” ucap mama kak Della pada ku.
“Kita keluarga tante, gak usah minta terimakasih. Aku hanya membantu mencari dokter dan rumah sakit terbaik saja tante” aku tersenyum.
“Iya tante tahu, tapi tante akan tetap mengucapkan terimakasih banyak” tante memeluk aku.
Kemudian aku beralih pada bik Jum “bagaimana kabar rumah, bik?”
“Tidak ada masalah kok non, sekarang non Raisa lagi hamil lagi dua bulan. Apa non sudah tahu?”
“Mbak Raisa hamil lagi, bukannya Qori masih berumur dua tahun bik. Tapi tidak masalah juga, itu hidup mereka sih” ucap aku.
“Yang sabar non” bik Jum menenangkan aku.
Hari ini Keanu akan kembali ke Indonesia, sebab urusan dia disana sudah selesai. Keanu meminta William untuk datang ke rumahnya. William datang sendiri tanpa Qasya, sebab Qasya baru saja melahirkan.
Ternyata karena kesalahan yang dilakukannya 10 bulan yang lalu mengakibatkan Qasya hamil anaknya. Semakin membuat William tidak akan bisa melepaskan Qasya.
Pernikahannya terjadi beberapa hari setelah mengetahui kalau Qasya sedang hamil. Meskipun saat itu William sudah memutuskan untuk menikahi Qasya. Tapi dia menolak sebab dia tahu kalau William mempunyai orang spesial di kampungnya.