
“Elaine, sebenarnya aku....,” dengan sedikit ragu-ragu, Frans melanjutkan pembicaraannya.
“Elaine, maafkan aku. Tanpa sepengetahuanmu aku telah mendaftarkan dirimu dalam sebuah ajang perlombaan menulis puisi di Amerika. Itu adalah sebuah perlombaan level internasional," ucap Frans dengan lembut.
"Beberapa hari yang lalu, aku meminta aunty Marry untuk menyalin salah satu puisimu, kemudian mengirimnya kepadaku. Aunty Marry juga membantuku melengkapi data dirimu. Kau tahu, seperti dugaanku, setelah aku mengirim semua syarat yang dibutuhkan, kau dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti kompetisi itu. Ini Letter of Acceptence-nya,” ucap Frans lagi, mengakui perbuatannya.
"Maafkan aku Elaine, aku tidak tahu kapan lagi bisa bertemu denganmu. Tahun ini jadwalku sangat padat. Aku hanya ingin segera menuntaskan urusan hatiku. Untung aku membaca pengumuman pendaftaran lomba itu, sepertinya itu juga merupakan jalan Tuhan bagi kita," gumam Frans dalam hati.
“Hmm… Jadi, makan malam ini merupakan upayamu untuk mendapatkan maaf dariku karena telah mencuri puisiku dan memaksaku mengikuti lomba itu, Frans?” Andrea menjawab Frans yang nampak sedikit gugup.
“Sebenarnya itu hanya salah satu alasanku, Elaine. Aku memang berniat mengajakmu makan malam karena aku ingin bersamamu malam ini, sebelum aku pergi ke Amerika,” tutur Frans kepada Andrea.
“Kapan kompetisi itu dijadwalkan, Frans?Andrea bertanya kembali.
“Kira-kira tiga bulan lagi. Kegiatannya hanya dua minggu. Lagi pula kau tidak perlu mengkhawatirkan soal biaya hidupmu di sana. Panitia yang akan menanggung biaya akomodasi, transportasi, dan konsumsimu selama di sana. Hanya tiket pesawat saja yang ditanggung pribadi. Karena aku yang berinisiatif untuk mendaftarkanmu, maka aku juga yang akan menanggung tiketmu,” kata Frans menambahkan penjelasannya.
“Oh ya, satu lagi. Di akhir kegiatanmu di sana, kebetulan sekali aku menyelenggarakan sebuah konser. Aku berharap kamu bisa berperan dalam konserku. Aku tahu bahwa kamu tidak mau tampil di atas panggung. Aku hanya ingin agar kamu berperan di belakang layar, memberikan ide-ide kepadaku, sebab aku ingin konserku kali ini benar-benar berkesan. Untuk itu aku berharap kamu bisa tiba disana dua minggu lebih awal sebelum jadwal perlombaan puisimu. Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu, Elaine!” Frans meminta dengan raut wajah yang memelas dan sungguh-sungguh.
“Frans, banyak sekali permintaanmu, aku sampai bingung menjawabnya,” ucap Andrea, sembari menatap Frans dengan intens.
Sesaat Andrea terdiam. Ia terlihat berpikir keras. Kemudian ia mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya, lalu melanjutkan pembicaraan yang sempat terjeda.
“Frans, untuk masalah perlombaan itu, aku akan mengikutinya. Aku hanya tinggal melapor dan meminta ijin 2 minggu kepada pihak kampus bahwa aku mengikuti lomba. Tidak ada masalah dengan itu,” kata Andrea dengan penuh keyakinan.
“Masalahnya… Jika kau memintaku membantumu, itu berarti aku harus meminta ijin selama satu bulan. Sampai detik ini, aku belum menemukan alasan yang tepat supaya kampus mengijinkan aku,” tutur Andrea menceritakan isi pikirannya.
“Oh, masalah itu. Kamu jangan khawatir. Sebenarnya aku telah menemui dekan fakultasmu kemarin. Aku menjelaskan kepadanya soal perlombaanmu dan soal niatanku untuk menjadikanmu sebagai ketua tim kreatif di acara konserku. Konser kali ini mengusung tema ‘Music and Poetry ’. Kamu adalah orang yang paling tepat untuk membantuku. Aku mengatakan pada dekanmu, melalui event ini, kamu juga bisa menjadi duta promosi bagi kampus. Aku juga menjanjikan kepada mereka, sebuah stand yang dapat digunakan sebagai tempat promosi kampusmu nanti di hall yang aku sewa. Dekanmu juga sudah menyetujui tawaranku ini,” ucap Frans dengan bangga dan penuh percaya diri.
“Baiklah kalau begitu. Sepertinya kali ini, aku tidak punya alasan lagi untuk menolakmu, Frans. Berarti aku hanya tinggal menemui dekanku dan mengurus ijinnya,” balas Andrea kepada Frans.
Franspun mengangguk tanda membenarkan apa yang baru saja disampaikan oleh Andrea kepadanya.
“Oya, karena kamu adalah duta kampusmu, biaya hidup selama dua minggu sebelum jadwal kompetisi itu akan ditanggung kampus sepenuhnya. Jadi kamu tidak perlu khawatir, Elaine. Terima kasih karena mau membantuku. I am so happy right now. You are the best! " Frans menyampaikan perasaan bahagianya seraya menggenggam kembali tangan Andrea dan tersenyum dengan manis.
“Sekali lagi maafkan aku, Elaine. Aku tidak mungkin memberitahumu bahwa aku yang menanggung setengah biaya hidupmu di Amerika. Kau pasti tidak akan mengijinkanku. Aku terpaksa harus berbohong padamu," kata Frans dalam hati.
“Frans, untuk masalah tiket pesawat, kau tidak perlu repot-repot. Aku belum pernah menggunakan uang reward yang aku dapatkan dari lomba-lomba yang aku ikuti.
Uangku cukup untuk membayar tiketku sendiri. Aku hanya berharap kamu membantuku mem-booking tiketnya, karena kau yang paling tahu jadwal pastinya. Lagi pula, aku juga ingin berlibur. Aku anggap ini liburanku,” tutur Andrea menyampaikan niatnya.
“Baik. Terserah kamu saja. Lakukan apa yang membuatmu nyaman. Sekali lagi terima kasih karena telah mengabulkan permintaanku, Elaine.” Frans menanggapi pernyataan Andrea dengan mata berbinar dan senyum yang mengembang.
“Tentu Frans, selama kau mengenalkanku bukan sebagai Cellist, aku tidak pernah keberatan,” balas Andrea.
-----------
Akhirnya acara makan malampun selesai. Frans dan Andrea segera pergi meninggalkan restaurant. Frans memacu mobilnya dengan kecepatan sedang dan mengantarkan Andrea kembali ke kediamannya.
Sesampainya mereka di rumah Andrea, Frans menyempatkan diri untuk mampir dan mengobrol sejenak dengan kedua orang tua Andrea. Ketika merasa cukup, ia pun berpamitan kepada pemilik rumah dan segera berjalan menuju ke mobilnya.
Begitu ia masuk ke dalam mobil, ia langsung mengambil handphone yang ada di saku celananya, menekan salah satu nomor yang tersimpan di kontaknya dan menghubungi seseorang.
📞‘Halo, selamat malam Mr. Parker. Saya Frans Moreno. Mohon maaf, mengganggu waktu anda.’ (Frans)
📞‘Halo, Mr. Moreno. Tidak, anda tidak mengganggu saya. Apakah ada yang bisa saya bantu?’ (Robert Parker)
📞‘Saya baru saja memberi tahu Ms. Andrea Williams tentang kegiatannya di Amerika beberapa bulan lagi. Sepertinya dalam waktu dekat ini, dia akan menemui anda untuk meminta ijin. Saya hanya mau mengingatkan, tolong jangan sampai ia mengetahui bahwa saya menanggung setengah biaya hidupnya di sana.’ (Frans)
📞‘Trust me, Mr. Moreno. You can count on me. Saya tahu apa yang harus saya katakan kepadanya. Saya justru sangat berterima kasih kepada anda, karena kami bisa mempromosikan kampus kami secara gratis di sana.’ (Robert Parker)
📞‘Baiklah, Mr. Parker. Terima kasih atas bantuannya. Selamat malam.’ (Frans)
📞‘Selamat malam Mr. Moreno.’ (Robert Parker)
-------
Setelah mengakhiri panggilan itu, Frans menyalakan mesin mobilnya dan bergegas pulang ke rumah. Frans cukup lelah beberapa hari ini, karena banyak hal yang harus diurusnya berkaitan dengan keberangkan Andrea ke Amerika.
Frans secara tiba-tiba, mendapat ide untuk mengajak Andrea ke Amerika, setelah tanpa sengaja membaca pengumuman pendaftaran lomba menulis puisi di internet. Ia bermaksud menggunakan kesempatan itu juga untuk membawa Andrea ke Amerika dan melamarnya di sana dalam suasana konser.
Frans Moreno, yang adalah seorang laki-laki tampan, sukses, dan dewasa, telah sejak lama jatuh cinta kepada seorang gadis yang sederhana, menarik, pandai, dan berbakat. Bisa dikatakan bahwa seumur hidupnya, ia hanya mencintai satu wanita saja. Dia adalah Andrea Elaine Williams, Elainenya.
Frans telah menunggu momen ini cukup lama. Ia sungguh berharap Elainenya akan menerima lamaran ini dan menjadi kekasihnya.
Konser piano dengan tema, ‘Music and Poetry ’ sebenarnya adalah tentang Elainenya. Elainenya yang menyukai musik dan sekaligus menyukai puisi.
Frans harus segera berangkat ke Amerika dan menyiapkan semuanya, karena ini tidak direncanakan sebelumnya. Awalnya ia hanya akan menjadi guest star di konser Jericho, namun keputusan untuk melamar Elainenya dengan segera, membuat ia harus mempersiapkan satu konser lagi. Sebuah konser yang tentunya sangat istimewa bagi seorang Frans Moreno.
-------
Hai-hai. Jangan lupa vote, comment, rate, and like ya! Thank you and enjoy!