
Beberapa tahun telah berlalu. Masih jelas melekat dalam ingatan laki-laki itu, bagaimana ia memutuskan untuk menyerahkan seluruh hatinya kepada seorang gadis. Bukan karena gadis itu adalah yang paling cantik di antara banyak perempuan yang pernah ia temui, bukan juga karena gadis itu memiliki ribuan daya tarik yang mampu membelenggu hasratnya.
Gadis itu sungguh tidak pernah melakukan apapun, meski itu sekadar untuk mendekatinya. Gadis itu hanya menyentuh inti jiwanya tanpa sengaja. Ia tiba-tiba datang dan menjungkirbalikkan keangkuhan laki-laki itu. Sebuah sudut pandang baru tentang cinta ditawarkan, sebagai sebuah tandingan terhadap apa yang selama ini dipercayai.
Perempuan itu menjadi kesempatan pertama, kedua, dan ketiga di dalam hidupnya untuk mengenal, betapa berharganya sebuah cinta yang sederhana. Sesederhana ketika laki-laki itu menemukan perasaan damai dalam instrumentalia ciptaannya. Sesederhana ketika laki-laki itu mendengar lantunan melodi cinta, keluar dari ujung jari-jemari yang saling beradu, saat memainkan alat musiknya. Perempuan itu menancapkan pengaruhnya begitu dalam, hingga hanya dia yang kini, menjadi satu-satunya romansa di dalam hidup laki-laki itu.
Saat ini, setelah tiga tahun berpisah, laki-laki itu mendapatkan kembali gadisnya sedang duduk, sambil menggesek sebuah cello di hadapannya. Ia sungguh tak kuasa menahan perasaan rindu yang terus menggelora. Perasaan rindu yang terbenam dalam masa-masa penantian malam panjang tanpa bintang.
Laki-laki itu berjalan dan mendekati gadisnya. Ia menyentuh pundak gadis itu. Gadis itu menghentikan permainannya karena terkejut. Secara spontan ia berdiri dan menghadap ke arah laki-laki itu. Sebuah senyuman penuh arti tersungging di bibir laki-laki itu. Ia juga melemparkan sebuah tatapan yang menyiratkan berjuta perasaan untuk gadisnya.
'Aku mencintaimu' adalah kalimat pertama yang keluar dari mulut laki-laki itu. 'Aku merindukanmu' adalah kata-kata yang keluar berikutnya. Tanpa ijin, tanpa permisi, ia merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. Ia mengecup puncak kepala gadis itu beberapa kali, kemudian kecupan itu turun menyentuh kedua mata gadis itu, menyentuh hidungnya, pipinya, dan terakhir kecupan itu menyentuh bibir manis gadisnya.
Laki-laki itu tidak lagi memedulikan keberadaan orang-orang di sekitarnya. Ia bahkan tidak merasa bahwa orang-orang itu masih berdiri di sana dan memperhatikan kemesraan mereka berdua. Laki-laki itu hanya ingin memiliki gadisnya dan tidak akan pernah melepasnya lagi.
“Jericho! Jericho!” Fergie menepuk pundak Jericho yang mematung sejak tadi.
“Fergie? Kau, sedang apa di sini?” Jericho mengerutkan keningnya. Seharusnya ia melihat Andrea sekarang. Ia tidak mengerti mengapa Fergie bisa berada di sampingnya.
“Aku tidak mengerti maksud ucapanmu. Hei, ada apa denganmu?” jawab Fergie dengan ekspresi bingung.
Jericho memalingkan wajahnya. Ia memandang ke seluruh sisi ruangan untuk mencari sebuah sosok. Ternyata gadis itu masih berada di tempatnya. Ia sedang duduk sambil memainkan cellonya. Gadis itu bahkan masih memainkan lagu yang sama. Permainannya belum berakhir.
Rupanya semua kejadian tadi hanyalah lamunan yang seketika memenuhi pikiran laki-laki itu. Lamunan yang begitu kuat merebut kesadarannya. Lamunan yang terpaksa diproyeksikan karena ketidakberdayaannya menghadapi sebuah kenyataan bahwa gadis itu sudah menjadi milik orang lain sekarang.
“Andrea?” Jericho menyebutkan nama gadis itu dengan lantang.
Andrea mengenali suara itu. Ia menghentikan permainannya. Gadis itu menoleh ke arah sumber suara. Begitu juga dengan Norah dan karyawan-karyawan yang lain. Mereka semua menatap Jericho.
“J-jericho?” Andrea menatap laki-laki itu dengan terkejut.
“Andrea?” Fergie menyebutkan nama itu sekali lagi. Ia juga tidak percaya akan bertemu sahabatnya di kota ini.
-------------------
“Aku tidak percaya kamu kenal dengan bosku, An. Sampai kapan kamu akan merahasiakannya?” Norah mengerucutkan bibirnya. Mereka berdua kini sudah tiba di asrama.
“Aku mengenal Jericho tetapi aku tidak tahu kalau dia itu bosmu,” ucap Andrea membela diri.
“Kenapa kamu menolak ajakannya tadi? Dia mengajakmu pergi bersama perempuan itu kan?” Norah penasaran dengan sikap Andrea yang nampak menghindar saat melihat Jericho.
“Aku sudah berjanji untuk menemanimu berbelanja baju. Aku hanya menepati janjiku,” jawab Andrea tanpa menatap Norah. Saat ini gadis itu sedang melepas beberapa asesoris yang menempel di tubuhnya.
“An, siapa perempuan cantik itu?” Norah penasaran.
“Mantan kekasih Jericho dan mungkin sekarang mereka sudah bersama lagi,” balas Andrea sambil berjalan menuju lemari untuk mengambil piyama tidurnya.
“Andrea! Ada apa denganmu?” Norah memegang tangan Andrea. Ia merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya.
Norah merasa ada sesuatu yang aneh dengan Andrea. Ia merasa bahwa Andrea dan Jericho terikat sesuatu di masa lalu. Norah bahkan bisa melihat bahwa tadi Jericho menatap Andrea dengan tatapan yang berbeda. Sementara itu, Andrea terus berusaha menghindar dari tatapan laki-laki itu.
-------------------
“Terima kasih sudah mengajakku makan malam, J. Rasanya sudah lama sekali kita tidak makan bersama,” ucap Fergie dengan bahagia sambil mengingat masa-masa pacaran mereka dulu.
“Apakah kamu masih sering berkomunikasi dengan Andrea?” Jericho mengalihkan topik pembicaraan Fergie.
“Sudah lama aku tidak berkomunikasi dan bertemu dengannya. Perjumpaan terakhirku dan dia adalah di pemakaman,” balas Fergie.
“Jadi, kamu tidak mengetahui tujuannya datang ke kota ini atau dimana dia tinggal?” Jericho berusaha mencari tahu tentang Andrea. Jericho belum paham dengan perkataan Fergie tentang pemakaman itu.
Laki-laki itu sebenarnya merasa aneh karena Frans tidak menemani Andrea. Jericho sebenarnya ingin menanyakan kabar mereka karena itu ia sempat menawarkan kepada Andrea untuk makan malam bersama dengannya dan Fergie. Sayangnya, Andrea menolak ajakannya. Gadis itu bahkan langsung berpamitan dan pergi bersama karyawan barunya dengan alasan sudah ada janji.
“Aku tidak tahu, J! Wah, pesanan kita sudah tiba,” kata Fergie yang langsung mengalihkan pembicaraan saat melihat pelayan datang membawa makanannya.
Jericho dan Fergie tidak banyak berbicara saat makan. Sesekali mereka berbincang ringan soal cita rasa makanan yang tersaji di hadapan mereka. Fergie lebih aktif berbicara, sementara Jericho nampak tidak fokus dan menjawab seadanya. Laki-laki itu lebih banyak melamun dan memikirkan sesuatu.
“Di dekat sini ada sebuah seafood restaurant yang enak dan cukup terkenal. Lain kali aku akan mentraktirmu, J.” Fergie menawarkan kepada Jericho, tetapi laki-laki itu tidak menjawab karena sedang melamun.
“Jericho! Ada apa denganmu? Apa kamu sedang tidak enak badan?” Fergie menggenggam tangan Jericho.
“Aku baik-baik saja. Tidak perlu mengkhawatirkanku!” Jericho melepaskan tangannya dari genggaman Fergie.
“Fer, apakah kamu menghadiri pernikahan Andrea dan Frans? Bagaimana suasananya? Apakah meriah?” Jericho mencoba untuk mendapatkan informasi kembali tentang Andrea.
“Kau tidak tahu? Kau tidak mendengar kabar apapun tentang mereka?” Fergie sedikit terkejut dengan pertanyaan Jericho.
“Apa maksudmu? Memangnya ada kabar apa tentang mereka?” Jericho semakin penasaran.
“Mereka batal menikah, J!” Fergie menghentikan aktivitasmakannya dan menatap Jericho dengan serius.
“Apa? Kenapa? Apakah Frans selingkuh? Atau mungkin Andrea mencintai orang lain?” Jericho tidak sabar untuk mendengar penjelasan Fergie.
“Kau betul-betul tidak tahu? Kau tidak bergabung di grup chat alumni sekolah kita? Di sana kami ramai memperbincangkan nasib Andrea.” Fergie masih tidak percaya bahwa Jericho tidak tahu apa-apa.
“Aku sudah lama tidak aktif dalam grup alumni kita. Aku juga sudah menon-aktifkan semua akun media sosial pribadiku. Kau belum menjawab pertanyaanku, ada apa dengan Andrea dan Frans? Apa yang kamu maksud dengan nasib Andrea?” Jericho semakin penasaran.
“Jericho, Frans meninggal karena kecelakaan dua hari sebelum hari penikahan mereka, karena itu mereka tidak jadi menikah. Nahasnya, Frans bahkan dimakamkan tepat di hari pernikahan mereka," tutur Fergie dengan intonasi penuh penekanan.
-----------
Selamat membaca! Please Enjoy! Jangan lupa tinggalkan jejakmu!